
Saat Coral sedang menangis karena dia tidak mungkin bisa jauh dari Rize. Pria yang dia tangisi malah berada di depan jendela kamarnya sedang berdiri dengan datarnya tanpa ekspresi melihat pada Coral yang tengah menangis dengan kepala yang disembunyikan di balik kedua lututnya.
"Ternyata dia benar-benar sangat mencintaiku, apa memang aku harus merubahnya menjadi sepertiku? Tapi--."
Tiba-tiba pintu kamar Coral dibuka oleh seseorang dan itu adalah ibu tirinya. Di tangan ibu tirinya terdapat nampan yang berisi sepiring makanan yang sangat enak serta segelas orange jus.
Rize? Tentu saja sudah pergi dari sana, dia seperti biasa ada di atas atap rumah Coral.
"Coral, kamu makan dulu, Nak. Ini ibu sudah membawakan makanan untuk kamu."
"Aku tidak lapar, Bu."
Wanita itu melihat ke arah pintu dan dia tau suaminya tidak akan naik ke atas loteng karena sedang beristirahat di kamarnya.
__ADS_1
Prang!
Terdengar suara piring jatuh, tapi tidak sampai pecah dan semua makanan di dalamnya berserakan di atas lantai kayu.
"Ibu?" Coral tampak kaget dan heran melihat kenapa ibunya malah menjatuhkan semua makanan itu?
"Oh ... sayang sekali makanannya jatuh, tapi tidak apa-apa karena kamu juga tidak mau makan makanan itu dan lebih baik itu aku buang saja, aku juga tidak rela sebenarnya makanan itu kamu makan."
"Aku sudah tau jika Ibu tidak akan pernah mau menerimaku menjadi anakmu. Kamu bukan seorang ibu, tapi iblis jahat yang telah tega membuat rencana yang sangat buruk terhadap anak gadisnya."
"Aku sudah tau apa yang ingin Dre lakukan waktu itu di dalam kamarku, dan itu semua Ibu yang menyuruhnya."
Rose tampak mendelik tidak percaya jika Coral sudah mengetahui masalah itu. "Sayangnya Dre belum melakukan apapun padaku. Rencana kalian gagal untuk membuat aku terlihat buruk di mata ayahku dan banyak orang."
__ADS_1
"Dari mana kamu mengetahui hal itu?"
"Aku tau semuanya, tapi Ibu tenang saja karena aku tidak akan membuat Ibu diusir oleh ayah karena sekarang aku tidak peduli akan hal itu. Aku hanya ingin bersama dengan Rize. Ibu jaga saja baik-baik ayahku dan nikmati harta dan kekayaan yang ayahku miliki karena aku tidak peduli lagi akan hal itu. Bagiku sekarang bisa bersama bersama dengan Rize sudah cukup."
Rose menggenggam erat kepalan tangannya. Dia mendekatkan wajahnya pada wajah Coral. "Apa kamu tau jika bukan hanya harta dan menyingkirkan posisimu di rumah ini yang aku inginkan, tapi aku juga ingin Rize meninggalkanmu karena Deona sangat menginginkan Rize."
Coral mendelik mendengarkan apa yang ibu tirinya katakan.
"Apa kamu mau melepaskan Rize juga? Kalau kamu mau, maka hidupmu akan aku jamin tidak akan ada yang mengganggu. Kamu akan bahagia."
Coral benar-benar tidak menyangka jika ibu tirinya akan tega bicara seperti itu padanya. Dia sudah mengalah tidak akan meminta harta warisan ayahnya asal ibunya menjaga dengan baik ayahnya. Coral hanya ingin dengan Rize, tapi mereka juga menginginkan pria yang dia cintai itu.
"Rize, adalah milikku dan kita saling mencintai. Aku tidak akan memberikan Rize pada kalian. Kalian benar-benar manusia yang jahat."
__ADS_1
"Terserah karena nanti Deona akan bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu Rize. Kamu bersiap-siaplah menangis darah karena harus melihat kekasihmu bersama dengan gadis yang lebih pantas."