My Vampire Prince

My Vampire Prince
Mengetahui Siapa Dia part 1


__ADS_3

Coral berdiri menunggu mobil umum karena dia ingin pergi ke rumah Rize, Deona yang melihat berjalan menghampiri Coral hanya untuk mengoloknya karena Rize hari ini tidak masuk sekolah.


"Kasihan sekali kamu, sepertinya Rize sadar sudah salah menjadikan kamu kekasihnya. Dia sudah meninggalkan kamu karena sudah ada gadis lain yang bersamanya."


"Rize bodoh sekali jika mencintai gadis seperti kamu, Saudara tiriku," timpal Leonil.


"Rize bukan pria seperti itu dan aku percaya dengan apa yang Rize katakan jika dia akan selalu menjagaku."


Mereka berdua malah tertawa dengan jahatnya. Coral sebenarnya agak terpengaruh dengan apa yang kedua saudara tirinya katakan, apa lagi di rumah Rize ada gadis yang sangat cantik bernama Mara itu.


Mobil umum yang ditunggu oleh Coral sudah datang dan dia segera naik ke dalam mobil pergi dari sana meninggalkan dua saudara tirinya yang masih menertawakan Coral.


"Kasih sekali nasib anak itu. Kalau jadi dia aku mending menyusul ibunya saja di neraka."

__ADS_1


"Eh, tapi aku penasaran, sebenarnya dia mau ke mana? Apa dia mau pulang atau ke rumah Rize untuk memastikan Rize beneran selingkuh atau tidak."


"Aku sendiri tidak tau. Kita tunggu saja di rumah. Kalau dia pulang ke rumah dengan menangis, itu berarti Rize memang selingkuh dan membuang Coral begitu saja, tapi kalau Coral baik-baik saja itu berarti perselingkuhan Rize tidak dia ketahui."


"Ahahaha! Dasar gadis bodoh. Sebaiknya kita pulang saja dan merencanakan sesuatu yang besar dengan Dre. Aku tidak sabar membuat gadis itu sangat menderita, sampai orang yang paling dia sayangi akan dia kecewakan."


"Iya, dan akhirnya dia diusir dari rumah dan ditinggalkan juga oleh kekasihnya."


"Kita pulang sekarang saja dan membuat rencananya." Si kembar yang memiliki sifat jahat itu berjalan menuju mobil mereka, di mana ada ibu mereka yang sedang melambaikan tangan.


Coral sudah sampai di depan rumah Rize yang tampak sepi. Dia segera turun dan melihat di sana tidak ada mobil milik Rize.


"Sepertinya dia tidak ada di rumah. Sayang sekali aku dan dia tidak memiliki nomor ponsel yang bisa dihubungi, tapi walaupun punya nomor telepon Rize, aku juga tidak bisa menghubunginya karena ponsel juga aku tidak punya." Coral menghela napasnya pelan.

__ADS_1


Dia duduk di teras rumah Rize, berharap Rize nanti akan pulang dan dia bisa bertanya kenapa Rize tidak masuk sekolah. Siapa tau juga Rize masih pergi ke rumah sakit karena sakit.


Coral duduk dengan menyangga dagunya. Mengedarkan pandangannya melihat ke segala arah, di sana sangat sepi dan suasananya semakin terasa aneh saja.


"Kenapa suasananya tidak enak begini?"


Dari kejauhan, ada sepasang mata yang sedang memperhatikan Coral yang tengah terduduk sendiri di sana. Dia tersenyum miring seolah mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.


"Pangeran bodoh itu sedang terluka dan meninggalkan gadis dengan bola mutiara hitam itu sendiri, dan bodohnya si gadis itu malah datang ke sini."


Dia melempar seorang pria yang sudah tidak berdaya karena dia hisap semua darahnya.


"Aku mencium bau darah yang berbeda dari bau darah manusia lainnya."

__ADS_1


Coral yang semakin merasa tidak nyaman di sana memutuskan untuk pergi saja dari sana dan berharap besok Rize akan masuk sekolah.


__ADS_2