
Coral mengatakan jika hanya itu sisa uang yang dia miliki. Coral berkali-kali memohon agar uangnya tidak diambil karena dia ingin menabung agar bisa membeli sepeda baru. Jadi, dia tidak perlu meminta uang pada ayahnya.
"Kalau kamu tidak punya sepeda, kamu jalan saja sampai ke sekolah. Kalau tidak mau jalan, kamu tidak perlu masuk sekolah dan bahkan kalau bisa selamanya." Deona dan Leonil menertawakan gadis malang itu.
"Kalian berdua apa mau bersenang-senang?" tanya ibu mereka dengan wajah yang tentu saja tidak disukai oleh Coral karena hal itu berarti penyiksaan untuk Coral.
Mereka mengunci Coral di atas loteng dan mereka turun ke lantai bawah, tepatnya di kebun tanaman mawar milik Coral. Coral berteriak memohon agar mereka jangan merusak tanaman mawar milik mamanya, tapi mereka Bertiga seolah tidak peduli.
Deona dan Leonil malah menginjak-injak bunga mawar yang sudah tumbuh mekar dengan indah. Semua tanaman mawar Coral rusak dan semua bunganya lepas menjadi helaian.
__ADS_1
Rize yang tentu saja melihat hal itu benar-benar ingin sekali menggigit leher mereka dan menghisap darah mereka sampai habis. Mereka bahkan tidak pantas untuk menjadi seorang vampire sekalipun karena sikap mereka sangat kejam.
Coral menangis di atas loteng melihat bunga mawarnya rusak tidak tersisa. Dia duduk dibawa jendela dengan menekuk kedua lututnya dan menangis dengan sesenggukan. Tidak terasa dia sampai ketiduran di bawah jendela.
Udara malam itu di luar sangat dingin apa lagi jendela yang ada di atas loteng tidak ditutup oleh Coral. Rize melihat gadis itu meringkuk tidur memeluk lututnya. Dia menyalahkan api di perapian agar Coral tidak merasa kedinginan.
Rize sebisa mungkin tidak memikirkan apapun di dalam hatinya karena dia tidak mau Coral sampai terbangun karena apa yang dia pikirkan bisa dibaca oleh Coral sehingga membuatnya terbangun.
"Dia masih tidur! Enak sekali dia tidur dari tadi sementara pekerjaan di bawah masih banyak." Deona tampak marah terlihat dari wajahnya. Dia kemudian mencari sesuatu agar bisa membuat Coral terbangun, tapi hal yang menyakitkan.
__ADS_1
Pandangan matanya melihat pada kayu yang ada di perapian, dia memiliki ide untuk membangunkan Coral dengan cara menempelkan kayu panas itu pada wajah Coral, biar sekalian wajah si buruk itu menjadi tambah buruk dan akhirnya tidak ada yang akan mau berteman dengannya. Bahkan Zio pun tidak akan mau.
"Rasakan kamu gadis bodoh! Aku akan membuat kamu menjadi jelek selamanya, bahkan nanti Rize juga akan jijik jika melihatmu."
Dia mengambil satu kayu kecil yang sebagian tubuh kayu itu masuk ke dalam perapian dan panas. Deona berjalan mendekat pada Coral.
"Benar-benar tidak bisa dibiarkan," ucap Rize kesal. Rize tidak mengucapkan dalam hati, jadinya Coral tidak dapat mendengar apapun.
Rize dengan cepat membuat bara panas itu dingin dengan menyentuhnya secepat kilat sampai bayangannya pun tidak akan dapat dilihat oleh Deona.
__ADS_1
Jadi, waktu kayu yang dikira Deona itu panas, ternyata tidak berefek pada Coral. Coral masih saja tidur dengan nyenyaknya.
Deona pun heran. Dia kembali mengambil kayu lagi dan sekali lagi Rize melakukan hal itu, Rize sebenarnya menahan rasa panas itu pada telapak tangannya, tapi itu tidak seberapa jika sampai Coral yang terkena, pasti akan sangat sakit.