My Vampire Prince

My Vampire Prince
Mengetahui Siapa Dia part 2


__ADS_3

Coral mengambil tasnya dan berjalan pergi dari rumah Rize. Dia susah menemukan mobil umum di sana. Jadi, dia harus pergi ke jalan besar agar dapat mencari mobil umum.


Di setiap langkahnya, Coral merasakan seolah ada yang mengikutinya. Dia semakin mempercepat langkahnya dan sesekali menoleh ke belakang yang tidak ada siapapun di belakangnya, tapi kenapa dia merasa seolah ada yang mengikutinya.


"Rize, kamu di mana? Aku takut sekali, Rize," Coral berdialog sendiri. Dia berharap Rize segera datang karena sekarang dia merasa sangat takut.


Coral mempercepat langkah dengan berlari kecil sekarang. Tas sekolahnya dia genggam dengan erat tali selempang ya agar tidak terjatuh.


"Berhenti!" seru seseorang tepat di depan Raja Pedrona itu.


"Siapa kamu berani menghalangi untuk mendapatkan mangsaku?"


"Aku generasi pertama sang pemburu makhluk jahat seperti kamu. Aku tau jika kamu pasti menginginkan gadis itu dan aku tidak akan membiarkannya," ucap seorang wanita tua dengan rambut putihnya. Tangan wanita tua itu pun memegang pedang besarnya dengan kuat seolah dia siap untuk berperang melawan raja Pedrona.


"Aku kira setelah memusnahkan generasi terakhir kalian, kalian tidak akan ada lagi di dunia ini, tapi ternyata kalian masih memiliki generasi pertama yang tersisa dan mirisnya dia adalah seorang nenek tua. Ahahahh! Sungguh sangat memalukan."

__ADS_1


"Jangan tertawa makhluk yang harusnya tinggal di dasar bumi. Walaupun aku generasi pertama yang tersisa dari sang pemburu vampire, aku tidak takut padamu. Kalaupun nanti aku musnah, setidaknya aku juga bisa membawaku musnah denganku."


Sling!


Terdengar suara pedang beradu dengan jubah besar sang raja vampire jahat. Nenek tua yang tidak memiliki rasa takut itu menyerang terus menerus raja Pedrona.


Terjadi pertarungan yang sengit dan nenek tua itu membawa raja Pedrona di sebuah hutan untuk bertarung agar tidak diketahui banyak orang tentang pertarungan antara raja vampire dan sang pemburu vampire.


"Sudah cukup main-mainnya nenek tua. Gara-gara kamu aku kehilangan kesempatan untuk mendapatkan mangsa yang sudah lama aku incar."


Raja Pedrona mulai mengeluarkan kekuatannya dan dia dari kejauhan menggerakkan manik matanya yang hitam seolah sedang mencekik leher wanita tua itu. Terlihat jika wajah wanita tua itu memerah karena dia kesulitan untuk bernapas.


Cekikan yang dilakukan oleh sang raja vampire pun terlepas dan sekarang wajah raja vampire itu tampak menahan rasa sakit.


"Aku benar-benar akan menghabisimu dan memusnahkan para keturunanmu semua tanpa tersisa, bahkan yang masih belum lahir nantinya," ucapnya dengan marah.

__ADS_1


"Coba saja kalau kamu masih ada di muka bumi ini."


Sekali lagi wanita tua itu menarik pelatuk shotgunnya mencoba mengenai jantung raja Pedrona, tapi meleset dan sekalian lagi Raja Pedrona ingin menyerang wanita tua itu.


***


"Maaf, aku terlambat, ya?"


"Kamu sebenarnya niat tidak ingin bisa melawan pada anak-anak nakal itu?"


"Tentu saja aku niat, tapi tadi tiba-tiba ban motorku bocor dan aku harus mendorong untuk mencari orang agar bisa diperbaiki."


"Alasan!" Mara berjalan pergi dengan kesal.


Zio berlari mengejar gadis itu, memegang dengan cepat tangan gadis yang memegang sesuatu pada genggamannya.

__ADS_1


"Lepaskan!"


Tiba-tiba dari tangan gadis cantik itu mengeluarkan sebuah pedang yang terlihat sangat tajam dan bersinar.


__ADS_2