My Vampire Prince

My Vampire Prince
Ending part 2


__ADS_3

Coral dan Rize benar-benar merasakan hal yang luar biasa, dan ini adalah pertama kali bagi mereka.


Coral tertidur setelah malam panjang yang dia lakukan bersama dengan Rize. Rize di sana terjaga melihat gadis yang baru saja dia nikahi.


"Aku mencintaimu Coral.". Rize mengecup kecil kening gadis itu, lalu dia beranjak pergi dari sana.


Rize menemui paman Helius yang berada di ruangannya. "Paman."


"Pangeran Rize, kenapa berada di sini? Nona Coral di mana?"


"Dia sudah tidur, dan ada yang ingin aku katakan pada Paman Helius."


"Ada apa, Pangeran? Apa ada masalah?"


"Bola mutiara hitam itu tidak muncul setelah aku dan Coral sudah melakukanya."


"Apa?" Paman Helius sampai terkejut. "Tapi menurut yang aku baca, memang harusnya dia muncul dan akan terserap pada tubuh si pengambilnya."


"Aku sendiri tidak tau kenapa? Apa bola mutiara hitam itu sudah benar-benar menyatu dengan Coral?"


"Kalau memang menyatu, pasti Coral bukan lagi gadis biasa. Kekuatannya akan melebihi raja Pedrona."


"Lalu, apa bukan dia si pemilik bola mutiara hitam itu?"


"Maksud Pangeran Rize?"


"Apa bukan dia gadis yang membawanya, tapi aku melihat sendiri dari bayangan tangan Paman Dom." Rize melihat ke arah paman Dom dengan wajah heran.


"Bagiamana jika nanti saat Nona Coral bangun aku akan memeriksa apa bola itu masih ada di sana atau tidak."


"Baiklah kalau begitu, Paman, aku akan kembali ke kamar. Aku tidak mau jika Coral bangun dia tidak melihatku."


Rize berjalan kembali ke kamarnya. Saat membuka pintu dia melihat Coral tengah terduduk dengan tubuh yang ditutupi oleh selimut.


"Rize, kamu dari mana?"


Rize berjalan mendekat dan duduk di samping Coral. "Kemarilah." Rize menyuruh Coral duduk di pangkuannya, dan gadis itupun menurut.


Coral duduk dengan selimut masih dia pegang erat untuk menutupi tubuhnya. "Apa kamu lelah?"


Coral menggeleng pelan. "Apa bola mutiara hitam itu sudah keluar dari tubuhku?"

__ADS_1


Rize terdiam dan Coral melihat jika ada yang aneh dengan suaminya itu. "Rize, ada apa? Apa ada masalah?"


"Bola mutiara hitam itu tidak keluar dari tubuhmu."


"Hah? Bagaimana mungkin? Katamu jika kita melakukan hubungan suami istri, maka bola itu akan muncul dari tubuhku. Apa aku harus mati agar bola itu bisa keluar dari tubuhku?"


Rize langsung menutup mulut Coral dengan jarinya. "Kamu tidak harus mati agar bola itu bisa muncul. Aku sekarang tidak peduli walaupun bola itu tidak muncul atau kamu bukan si pembawanya."


"Apa? Aku bukan si pembawanya? Lalu, siapa yang membawa bola itu? Apa kamu harus mencarinya dan menikahinya juga agar biza mengeluarkannya." Wajah Coral tampak cemas.


"Kenapa? Kamu takut? Coral, hanya kamu satu-satunya yang aku cintai dan tidak akan ada yang menggantikan. Kamu adalah ratuku." Rize mencium Coral lembut.


"Lalu bagaimana dengan Raja Pedrona jika dia menyerang ke sini?"


"Dia juga tidak akan mendapatkan bola mutiara hitam itu. Sudahlah, sekarang kamu istirahat saja dulu dan aku akan menjagamu di sini. "


Rize membaringkan Coral lagi dan dia menjaga istrinya di sana.


Hingga pagi menjelang. Coral yang sudah tampil cantik, tapi sederhana terkejut melihat ada hidangan di atas meja kamarnya. Dia yang baru keluar dari kamar mandi langsung mendekat pada makanan yang sudah Rize siapkan. Sebenarnya di sana tidak ada yang namanya acara makan pagi, tapi karena Coral manusia dan dia butuh sarapan.


Rize membawakan di kamarnya agar tidak diketahui oleh pelayan dan penjaga lainnya.


"Kenapa hanya kamu lihat makanan itu? Makanlah, dan setelah makan ikut denganku menemui paman Helius."


"Tentu saja aku yang membuatnya. Cobalah."


Coral duduk dan mulai makan dengan lahap makanan yang dibuatkan oleh Rize. Rize duduk di sebelahnya dan menikmati minuman jus merahnya. Kali ini jus merah yang diminum Rize dari darah binatang Rusa.


Sungguh pemandangan yang tidak mengenakkan, tapi Coral menikmati hal itu apa lagi dia sekarang hidup dan tinggal dengan orang yang dia cintai dan mencintainya.


"Rize, perutku kenapa tidak enak?" Coral seolah ingin muntah dan dia langsung berlari menuju kamar mandi.


Terdengar suara muntahan dari Coral. Rize seketika panik dan mengikuti Coral.


"Kamu kenapa, Coral?"


"Aku tidak tau, Rize. Rasanya perutku sangat tidak enak."


Rize menggendong Coral dan meletakan di atas sofa. Dia kemudian mengambilkan segelas air untuk Coral.


"Minum dulu, nanti pasti lebih baik."

__ADS_1


Coral minum, tapi dia ingin muntah lagi. Dia kembali berlari ke dalam kamar mandi. Coral berjalan keluar dengan wajah pucat dan langkahnya gontai.


"Aku akan membawamu ke dokter sekarang, mungkin saja kamu sakit karena kelelahan."


"Aku tidak apa-apa, Rize. Mungkin aku hanya butuh istirahat." Coral duduk di sofa dan melihat gelas berisi jus merah milik Rize, dan entah kenapa dia ingin sekali minum itu.


Coral beranjak dari tempatnya dan mengambil minum Rize. "Apa aku boleh minta, Rize?"


Rize agak terkejut, tapi ini bukan pertama kali Coral meminumnya. Dulu dia pernah juga minum itu walaupun sedikit, apa lagi sekarang Coral tau itu minuman apa.


"Tentu saja kamu boleh mencobanya sedikit kalau mau."


"Terima kasih, Rize!" Coral tampak bahagia dan dia minum itu sampai habis. "Rize, ini enak sekali. Apa ada lagi?"


Rize sekarang benar-benar takut jika ada sesuatu yang terjadi pada diri Coral.


Rize segera membawa Coral pada Paman Helius. Paman Helius sedang berada di ruang tengah bersama dengan kedua orang tuanya


"Paman Helius, tolong periksa Coral karena ada yang salah dalam dirinya," ucap Rize cepat.


Semua melihat dengan heran karena wajah Rize menunjukan rasa cemas.


Paman Helius membawa Coral ke ruangannya dan menyuruh Rize dan kedua orang tuanya di luar. Tempat pemeriksaan paman Helius sangat canggih seperti kamar seorang dokter manusia.


"Oh God!" Paman Helius mendelik melihat apa yang dilihat pada layar seperti komputer miliknya.


"Ada apa, Paman? Apa penyakitmu serius?" tanya Coral polos


Paman Helius melihat tidak heran pada Coral. "Nona Coral, apa sebelum menikah kamu dan pangeran Rize tidak melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan?"


"Maksud, Paman? Aku dan Rize melakukan hal di luar batas? Aku sama sekali tidak melakukannya. Baru setelah menikah ini kita melakukannya. Memangnya ada apa, Paman?"


"Kamu hamil, Coral dan janin itu sudah tumbuh di rahimmu."


"Apa? Hamil? Tapi mana mungkin? Aku dan Rize baru melakukannya semalam dan aku tidak pernah bercinta dengan siapapun.


Rize dan kedua orang tuanya kaget mendengar jika Coral hamil setelah semalam Coral dan Rize melakukan malam pertama.


"Bayi? Aku akan memiliki bayi? Tapi bagaimana bisa?" Rize tampak bingung. Coral pun tercengang mendengar jika dia hamil.


"Sayang, kita akan memiliki cucu."

__ADS_1


"Iya, tapi bagaimana dia nanti? Rize vampire dan Coral masih manusia saat mengandung." Raja dan Ratu saling melihat bingung


__ADS_2