Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
makan malam bersama


__ADS_3

Ada yang aneh ketika aku sedang dekat denganmu, seperti pertama kali aku merasakan cinta.


.


.


.


.


Berjalan menuju lift dengan tangan yang penuh, empat kantong plastik dari swalayan. Bahan makanan serta cemilan ringan untuk mengisi kulkas dan dapur yang kosong.


Menyebalkan, dirinya hampir menghabiskan uang satu juta stock bahan makanan, menaiki motor dengan susah, di tambah lagi tidak ada yang membantunya. Sungguh dirinya sudah menjadi pembantu Kevin mulai sekarang.


Memasuki apartemen Kevin, menaruh semua barang belanjaan di dapur dan duduk sebentar untuk menghilangkan rasa lelah, menuangkan air minum saat tenggorokannya sudah mengering, akibat dirinya tidak sempat untuk minum.


Bukan tidak sempat, hanya saja dia begitu tergesa-gesa untuk segera keluar dari swalayan kala dirinya masih melihat Fahmi yang ada di sana dan akan menghampirinya lagi.


Mawar mulai menata bahan makanan di dalam kulkas, menyimpannya dengan rapi, serta mengambil isi toples untuk makanan ringan.


Mungkin karena merasa lelah, ia hanya berniat menghistirahatkan tubuhnya sebentar saja di sofa, mungkin merasa nyaman hingga tanpa sadar dirinya tertidur lelap.


Kevin yang tidak terlalu banyak pekerjaan dan tidak ada jadwal untuk bertemu klaen bisa pulang begitu cepat, hingga sore hari dirinya sudah sampai di apartemennya.


Mengerutkan kening saat melihat tubuh wanita sedang berbaring di sofa dan menghampirinya, tersenyum melihat wajahnya, serta ia baru teringat jika ada gadis ingusan itu ada di apartemennya untuk memulai bekerja dengannya.


Tempat istirahat yang tidak ada wanita satu pun datang ke apartemannya, tidak menginginkan pacar-pacarnya tahu alamat apartemennya. Mungkin karena privasi dan malas sekali jika ada para mantan pacar yang akan menyerangya sewaktu dirinya ada di apartemen.


Di kantor saja sudah membuat keributan akan datangnya para mantan yang tidak terima di putuskan secara sepihak oleh dirinya hingga membuatnya begitu pusing dan banyak orang yang menjulukinya sebagai casanova, pria nakal dan suka berpetualang sexs.


Tidak semua para mantan dia cicipin tubuhnya, hanya beberapa saja karena memang wanita itu dulu yang menggodanya serta menyerahkan tubuhnya sendiri pada Kevin, membuka dua pahanya lebar-lebar agar Kevin tergoda, saling sama memuaskan kebutuhan birahi saat wanita itu juga tergoda akan ketampanan Kevin serta tubuh atlentisnya.


Melihat pemandangan di depan mata. bagaimana Mawar tidur miring menghadap sofa memperlihatkan lekuk tubuh dan p*ntatnya sedikit berisi saat rok sekolahnya sedikit ketat.


Menggelengkan kepala, menghapus pikiran kotor berjalan ke arah kamarnya, mengambil selimut dan kembali ke ruang tamu, menutup tubuh Mawar dengan selimutnya agar ia tidak bisa lagi melihat pemandangan yang menggiurkan.


Berjalan menuju dapur, membuka kulkas untuk mengambil air minun saat dirinya merasa haus, menyunggingkan bibir kala melihat dalam kulkas begitu banyak bahan makanan yang di beli oleh Mawar.


Mencari bahan makanan untuk ia olah makan malam, rasanya lama sekali ia tidak penah memasak. Kevin begitu pandai memasak hanya saja dia begitu malas jika tubuhnya sudah merasa lelah.


Dulu dirinya lebih sering ke apartemen mantan pacar pertamanya, menginap di sana dan makan masakan mantannya.


Mengetahui pacar selingkuh dan berhubungan badan dengan pria lain selain dirinya, membuatnya sangat marah hingga dia memetuskannya walaupun sebenarnya dirinya masih cinta.


Mengambil bahan makanan seperti ayam dan jamur untuk ia olah. Sebelum memasak Kevin terlebih dulu menanak nasi agar lebih cepat matang ia gunakan air panas.


Memasak ayam terlebih dulu ingin membuat ayam katsu dan jam tumis jamur kancing serta saus teriyaki.


Memasak dengan tangan yang seperti sudah lihai dan hanya membutuhkan waktu setengah jam saja.

__ADS_1


Tersenyum masakannya hampir jadi dan akan mengambil piring untuk di sajikan, sedikit terkejut kala melihat Mawar duduk di depan bar tender dengan dua tangan yang menumpu kepala dan tersenyum saat menatapnya.


" Sudah jadi ya, aku lapar.!" seru Mawar dengan tersenyum.


" Kau.! masak sendiri." pekiknya yang membuat Mawar langsung mengerucutkan bibirnya.


Tidak menghiraukan Kevin yang menggerutu, ia mengambil dua piring dan menyiapkan nasi untuk dirinya dan untuk Kevin.


Menatap Mawar yang menyiapkan nasi untuknya membuatnya tersenyum, dan mulai menyajikan masakannya di atas piring dan membawanya di meja makan dengan Mawar yang sudah duduk tenang serta tersenyum.


" Wahh!! kelihatannya enak ini." kata Mawar.


" Memang Enak." jawab Kevin, dan Mawar memasang muka cemberut.


" Eh.? ini jamur kancing kan." kata Mawar dan hanya deheman untuk menjawabnya.


Mencoba mengambil tumis jamur kancing yang membuatnya sangat penasaran akan rasanya.


" Hmm, enak.!" seru Mawar, dan langsung mendapatkan kerutan kening dari Kevin.


" Ini enak sekali, aku belum pernah makan." ucapnya, dan mengambil tumis jamur sedikit banyak.


" Kamu belum pernah makan?" ulang Kevin.


" Belum." jawabnya dengan menggelengkan kepala, melihat Mawar makan dengan lahap rasanya ia enggan untuk bertanya lagi, menyunggingkan bibirnya tipis dan mulai makan bersama dengan Mawar.


" Terima kasih.?" ucap Mawar dan di anggukkakn oleh Kevin.


Makan dengan lahap dan berhenti mengunyah saat ia mengingat orang di rumah, Kevin yang melihat pun juga ikut berhenti makan.


" Kenapa?" tanya Kevin.


" Hmm, ah tidak papa.?" jawabnya dengan senyum tipis dan kembali makan walaupun tidak seperti pertama kali dia bersemangat.


Memicingkan mata kala melihat perubahan Mawar yang tidak terlalu semangat makan.


" Ada apa?" tanyanya lagi yang masih penasaran akan perubahan Mawar.


" Hanya kangen adik saja." jawabnya dengan menundukkan kepala.


" Memang kemana adik kamu." tanya Kevin.


" di rumah." jawabnya " Kamu sudah selesai makan?" tanya Mawar.


" Tinggal sedikit lagi." jawab Kevin, hanya anggukkan lemah dari Mawar dan memulai makan kembali dalam diam. Dengan Kevin yang sekali-kali melihat Mawar.


" Biar aku saja yang bersihin." pinda Mawar, memulai membersihkan piring kotor dan melihat sisa makanan yang masih ada.


" Itu di buang saja, lagian besok juga gak ada yang makan." perintah Kevin, membuat Mawar membulatkan mata menatapnya.

__ADS_1


" Sayang jika di buang, taruh saja di kulkas besok bisa aku makan." kata Mawar, yang langsung mendapatkan tatapan dari Kevin.


" Tadak baik membuang makanan, apa lagi yang di luar sana banyak orang kelaparan." ujar Mawar lagi tanpa mempedulikan tatapan Kevin, menaruh sisa masakan yang masih banyak ke dalam wadah yang tertutup dan langsung menaruhnya di kulkas.


Mencuci piring bekas hingga selesai, berbalik dan akan pergi ke ruang tamu tapi terurungkan karena masih melihat Kevin yang berdiri dengan tangan yang bersendekap di dada saat memperhatikannya.


" Eh! aku pikir kamu tidak ada." pekik Mawar. " Ada apa?" tanyanya lagi.


" Tidak papa." jawab Kevin " sudah selesai." tanya balik.


" Sudah, aku pulang ya. Kamu kan sudah ada di rumah."pamit Mawar dan di anggukkan oleh Kevin.


Berjalan terlebih dulu, di ikuti Kevin dari belakang mengambil tas yang ada di sofa serta memakai jaket.


" Makasih makan malamnya." ucap Mawar dengan senyum.


" Iya.?" jawab Kevin dengan membalas senyum, mengerutkan kening saat Mawar menadahkan tangannya ke hadapan dirinya.


" Jangan sok lupa.! itu uang belanjaannya mana." tagih Mawar, dan langsung mendapatkan sentelin jari dari Kevin di keningnya.


" Aaww sakit." kata Mawar dan mengusap keningnya dengan wajah cemberut.


Aku pikir kamu lupa."


" Ya enggak akan mungkin lupa lah! orang habis banyak." gerutu Mawar dan mendapatkan gelengan kepala dari Kevin.


Mengambil uang yang ada di tasnya dan memberikannya pada Mawar, menerimanya dengan tersenyum dan menghitungnya.


" Ini lebihannya." kata Mawar.


" Ambil saja buat isi bensin." ucap Kevin, membuat Mawar tersenyum.


" Makasi.!!" serunya. " sering-sering ngasih tip ya, biar aku betah bekerja dengan mu." ujarnya lagi.


" Ogah." jawab Kevin dan berjalan keluar mengantarkan Mawar keluar dari apartemennya.


" Pelit.!" pekik Mawar saat sudah di depan pintu dan berjalan cepat sebelum Kevin membalas ucapannya.


Menatap kepergian Mawar dengan dia yang berjalan cepat, membuatnya tersenyum dan masuk ke dalam apartemen yang mulai sunyi tidak ada gadis ingusan dan cerewet.


.


.


.


.🍃🍃🍃


Maaf ya jika bulan ini upnya slow.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2