Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
Rumah mawar


__ADS_3

Jangankan berbicara, menatapmu saja sudah membuatku malu sendiri.!


.


.


.


.


Duduk berhadapan sambil menikmati sarapan pagi dengan mereka berdua yang menundukkan kepala tanpa saling melihat.


Ingin sekeli dirinya menyelam ke dasar laut untuk menghilangkan rasa malu saat ia tak sengaja melihat barang berharga milik Kevin.


Baru seumur hidup matanya ternodai dengan apa yang dia lihat di pagi hari selepas bangun dari tidurnya, sungguh ingin rasanya ia mencaci maki Kevin yang segitu enaknya berganti pakaian tanpa melihat situasi.


Bayangan itu sulit sekali hilang dalam otaknya sudah berfikir tentang hal kotor dan selalu terbayang bayang. Jika saja Lisa melihatnya, sudah di pastikan, dia akan lebih heboh dan pastinya akan menjadi bahan gosipan sampai berbulan-bulan karena temannya itu sedikit gesrek dan jail.


Kevin pun juga sama seperti Mawar, merasa malu karena anak gadis melihat benda pusakanya.


Cih! padahal dia sudah pernah berbuat intim dengan para mantannya dan tidak ada malunya dia melakukannya. Tapi kenapa saat anak gadis melihat punyanya dia begitu malu dan terkejut, seperti dirinya perjaka ting ting saja.


Sama-sama menghembuskan nafas panjang hinggga mereka saling melihat akan frustasi yang mereka tunjukkan


" Apa lihat-ilhat.!" Ketus Mawar dengan cemberut.


" Kenapa mukamu seperti kepiting rebus gitu." Tanya Kevin, yang membuat Mawar menggigit bibir bawah menahan rasa malu saat ia menatap Kevin dan mengingat kembali kejadian di kamar Kevin.


" Aahh.!!! kenapa aku harus melihat itu kamu!! ." Lesu Mawar dengan menahan tangisannya, akibat pikirannya masih bertraveling kemana-mana.


Kevin yang melihat muka merah Mawar hanya bisa tersenyum dan mencoba menggoda Mawar.


" Kamu mau ingin lihat lagi gak." Ucap Kevin dengan menaik turunkan alisnya, membuat Mawar menatap tajam Kevin.


Mengambil garbu menancapkannya pada sosis yang baru ia masak dan menggigitnya dengan sangat rakus sambil menatap Kevin, hingga membuat Kevin bergedik ngeri melihat Mawar yang sedang memakan sosis.


" Bercanda.!" Ucap Kevin sambil menyengir kuda dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mawar yang sudah selesai makan, segera berdiri dan membawa piring kotor ke dapur untuk mencucinya di ikuti pandangan Kevin yang melihat aktivitas Mawar.


" Dia menakutkan sekali kalau marah." gumam Kevin dan melanjutkan kembali makannya.


Mawar yang sudah selesai dengan semuanya pun segera berjalan ke ruang tamu, menghampiri Kevin yang sedang sibuk dengan laptopnya.


" Aku sudah selesai semuanya, aku pulang ya." Kata Mawar, mengambil tas yang ada di sofa serta mengenakan jaketnya.


" Aku antar." Ucap Kevin.


" Aku bawa sepeda." Jawab Mawar. " Kamu tidak bekerja." Tanyanya, yang melihat Kevin yang mengenakan baju santai.


" Nanti agak siangan." Jawab Kevin. " Kamu enggak sekolah." Tanya balik Kevin.


" Libur, guru rapat." Jawab Mawar. " Aku pulang dulu." Pamit Mawar dan berjalan meninggalkan Kevin yang sedang menatapnya.


***

__ADS_1


" Nek?" Sapa Mawar, baru tiba di rumah dan melihat Neneknya yang sedang menyiram bunga.


" Anak gadis baru pulang." Ejek Neneknya, dan Mawar pun hanya tersenyum meringis mendapati teguran dari neneknya.


" Maaf Nek!" Jawab Mawar.


" Iya, sudah sana makan nenek sudah masak tadi." Perintah Neneknya, hanya mengangguk dan tersenyum serta melangkah masuk ke dalam rumah dengan dia yang masih lelah.


Merebahkan tubuhnya di atas kasur yang tidak terlalu empuk, memejamkan mata dan tertidur begitu lelap tanpa adanya gangguan sama sekali hingga siang hari.


Rasanya lama sekali dirinya tidak tidur begitu nyenyak, hingga bangun pun dirinya merasa lapar. Beranjak dari kamar menuju dapur dan melihat neneknya yang sedang duduk di meja makan sambil membersihkan bumbu masakan di dalam wadah.


" Kamu tadi enggak makan Ar? kok langsung tidur." Tanya Neneknya.


" Tadi pagi Mawar sudah makan Nek." Jawabnya, mengambil piring dan sendok, berjalan ke arah meja makan. " Dan sekarang lapar." Ujarnya sambil Mengambil nasi dan lauk untuk ia makan, membuat Neneknya tersenyum.


" Angga belum pulang Nek." Tanya Mawar sambil makan.


" Belum, mungkin sebentar lagi pulang." Jawabnya dan di anggukkn oleh Mawar.


" Ar, anak bu yanti katanya pernah lihat kamu masuk ke tempat seperti hotel, apa itu benar.?" Tanya Nenek dengan memilih kulit bawang merah yang mengering.


" Hotel.!" dengan kening mengerut dan di anggukkan Nenek.


" Mawar enggak pernah ke hotel Nek." jawab Mawar.


" Anak bu Yanti sendiri bilang, melihat kamu masih pakai seragam sekolah masuk ke hotel." Ucapnya sekali lagi.


" Bukan hotel Nek, tapi apartemen." jawab Mawar dengan senyum. " Mawar hanya anterin barang di suruh sama bos." tambahnya dengan berbohong, karena dirinya tidak ingin neneknya tau jika ia bekerja di apartemen sebagai pembantu apa lagi majikanny seorang biawak buntung.


hari libur tak ada kegiatan di rumah Mawar pun kembali lagi dengan aktivitasnya merebahkan tubuhnya dan tidur kembali hingga sore hari.


" Mba Ar bangun mbak." Ucap Angga, menggoyangkan badannya saat membangunkannya.


" Hmm, apa Ga?" Lirih Mawar dengan mencoba membuka matanya.


" Ada yang nyariin tu." Kata Angga. " Cowok." imbuhnya, membuat Mawar mengerutkan kening.


" Cowok?" ulangnya dan di anggukkan Angga.


" Siapa." Gumamnya lirih, mengangkat bahu karena Angga juga tidak pernah lihat. Meninggalkan kakaknya yang sedang duduk di ranjang dengan mengikat rambutnya.


Selama Mawar sekolah dan bekerja dirinya tidak pernah mendapatkan tamu, apa lagi seorang cowok. Hanya Lisa dan Fitri yang sering ke rumahnya.


Berjalan dengan dia yang masih menguap dan mata yang masih menyipit karena rasa kantuk, berjalan ke ruang tamu dengan dirinya yang membulatkan mata saat melihat Kevin ada di rumahnya di temani dengan sang Nenek yang baru saja membuatkan minuman untuk Kevin.


" Mas Kevin." Ucap Mawar, membuat Kevin mengerutkan kening saat mendengar Mawar memanggilnya Mas.


" Teman kamu Ar?" tanya Neneknya.


" I-ya Nek, teman kerja." Jawab gugup Mawar


" Terima kasih." Ucap Kevin saat menerima mimuman dari Nenek Mawar.


" Sama-sama." Jawab Nenek dengan tersenyum.

__ADS_1


" Nenek tinggal dulu ke belakang nak." Pamit Nenek, hanya mengangguk dan tersenyum.


" Kamu kenapa ke sini!" Ucap Mawar dan duduk si kursi kayu berhadapan dengan Kevin.


" Aku menelpon kamu hingga puluhan kali kenapa gak di angkat-angkat." Gerutu Kevin.


" Maaf ponselnya aku silend." Jawab Mawar. " Ada apa?" Tanyanya


" Aku mau jemput kamu, ikut aku ke pesta." Ucap Kevin. " Ayo cepat." Ajaknya dengan setengah paksa, membuat Mawar mengerucutkan bibirnya.


" Tunggu aku lima belas menit, aku mau mandi dulu." Kata Mawar, hingga Kevin pun mendesis.


Beranjak dari duduknya dan berjalan cepat menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dengan kilat agar Kevin tidak menunggunya terlalu lama.


Kevin yang berada di ruang tamu memperhatikan seluruh ruangan yang terlihat sederhana hanya terdapat lemari bupet di sertai tv tabung dan beberapa foto serta kursi kayu yang ia duduki masih terbilang kokoh.


" Temannya mbak Ar, mas." Tanya Angga yang tiba saja duduk di kursi samping Kevin.


" Iya, kamu adiknya." Tanya Kevin basa basi.


" Iya." Jawab Angga. " Mau ngajak mba Ar kemana." Tanya Angga yang mulai overprotektif jika ada pria yang mencoba mendekati kakaknya.


" Mau ajak malam mingguan." Jawab Kevin asal setengah menggoda adik Mawar yang tidak rela jika kakaknya di dekati pria.


" Kalau ngajak mbak Mawar keluar, pulang jangan malam-malam. Banyak tetangga yang julid, sudah dua kali mbak Ar di gosipin." Kata Angga setengah meminta dan setengah marah pada tetangga yang membicarakan kakaknya.


Mengerutkan kening saat adik Mawar menasehatinya untuk tidak terlalu larut malam memulangkan kakaknya.


" Dulu Mas kan pernah anterin Mba Mawar pulang malam, paginya mba Mawar di gosipin." Ucap angga lagi, dan Kevin baru paham itu.


Hanya tersenyum " Nanti enggak akan terlalu malam memulangkan mba kamu." Jawab Kevin.


" Hmm, aku pegang janji Mas." Kata Angga dan di anggukkan Kevin, mengambil dompet di dalam saku dan mengeluarkan satu lembar uang merah dan memberikannya pada Angga.


" Nyogok nich.!" Seru Angga, hingga Kevin pun tertawa.


" Anggap saja sebagai uang damai." jawab Kevin, Angga pun ikut tertawa dan menerima uangnya.


" Ayo.!" Kata Mawar yang sudah terlihat rapi dan menghampiri Kevin, mengangguk dan berdiri.


" Ar, mba pergi dulu. Tolong nanti bilangin ke Nenek ya soalnya mbak lihat masih sholat." Ucap Mawar.


" Iya mba, hati-hati." Jawab Angga.


" Salam untuk Nenek." Kata Kevin, dan di anggukkan oleh Angga.


Berjalan beriringan keluar rumah dengan para tetangga yang sedang menatap Mawar dan Kevin yang berjalan kaki menuju ujung gang.


.


.


.


.🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2