Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
kasmaran


__ADS_3

Aku seperti anak remaja, yang malu-malu kucing mesarakan kembalinya jatuh cinta.


.


.


.


.


Malam yang tak akan pernah mereka lupakan, di mana ada tangan yang saling menyatu. Menggenggam erat nan lembut, serta pelukan dari belakang dengan sandaran bahu yang menenangkan.


Rasanya mereka tak ingin melepaskan, tak rela untuk menyudahinya. Kala mereka sudah berada tak jauh dari rumah yang akan mereka tuju. Hingga mereka sepakat untuk saling melepaskan, walaupun nanti mereka akan berharap bisa mengulanginya lagi.


Mungkin! bila memang benar itu akan terjadi. atau sebaliknya tak akan pernah terulang lagi. Karena mereka hanya bersandiwara.


Apa beginikah rasanya cinta, jantung yang berdebar merasakan tangan yang di genggam dengan sayang. Sandaran bahu yang begitu nyaman dan membuatnya terasa meluluh dati hati yang paling dalam, hingga tanpa sadar ia mencium bahu pria itu dan membuat dia menjadi tegang.


Apakah ia mulai jatuh cinta, apakah ia menyukainya. Tapi itu tak akan mungkin, karena ia tau, dia hanya penyewa dan tak akan mungkin dia jatuh cinta padanya.


Sungguh ia sangat bingung akan hatinya yang mulai galau dan malu sendiri jika mengingat kembali kelakuan dirinya padanya.


Sama seperti dia, yang entah kenapa malam itu dirinya bisa senyaman dan semenyenangkan dekat dengan wanita. Gadis remaja, duduk di bangku SMA yang dia sewa untuk menjadi kekasih palsunya.


Ia juga tidak mengerti kenapa dirinya seaagresif itu, mencium puncak kepala kekasih bayarannya. Cemburu melihat teman sekolah dia yang mendekatinya, hingga dirinya harus mengajaknya pulang.


Entah, angin apa dirinya bisa melakukan yang seharusnya tak ia lakukan. Menggenggam tangan dia dengan lembut, menyatukan jarinya pada dia dan tanpa dia sadari dengan beraninya ia mencium punggung gadis itu, hingga gadis itu juga membalasnya dengan mencium bahunya. Dan membuat dirinya menjadi menegang saat mendapat balasan yang tak terduga.


Berdebar, jantung yang berdebar hebat mendapatkan ciuman dari gadis yang masih sekolah. dari kekasih palsunya hingga ingin rasanya ia membawanya pulang ke rumahnya. Tapi itu tidak akan mungkin ia lakukan, merusak gadis yang masih sekolah bukan ahlinya.


Apa dia mulai suka pada gadis bayarannya, apa dia jatuh cinta pada gadis yang sudah membuat hari-harinya berwarna dan melupakan masa lalunya. Ia tertarik dengan itu semua, sungguh tak akan melupakan kecupan singkat dari kekasih bayarannya.

__ADS_1


Sinar siang matahari yang menyengat kulit saat gadis itu mendapatkan pelajaran olahraga di sekolah. Tidak ada kata mengeluh di saat mereka mendapatkan ujian akhir semester, untuk mendapatkan nilai baik dari guru olahraganya.


" Status Fahmi dari semalam galau tu, kenapa.?" Tanya Lisa, mulai penasaran akan status chat Fahmi yang galau hebat.


" Aku belum buka chat sama sekali dari semalam." Jawab Mawar, meneguk minuman dingin merasa haus saat selesai dari pelajaran olahraganya. Dan duduk selonjor di pohon rindang dekat lapangan bersama Lisa yang menatap ponselnya.


" Tapi lihat dech Ar? Keliatannya dia galau gara-gara kamu." Ujarnya, membuka ponsel memperlihatkan status Fahmi pada Mawar.


*Bolehkah aku cemburu, melihat kamu bersama dia?


Aku sangat marah dia mencium kamu, tepatnya di depan mataku. Hingga aku berpaling karena tidak sanggup untuk melihatnya.


Kita dulu dekat, sangat dekat. Tapi kini, kamu semakin jauh hingga aku tidak bisa lagi menggapaimu.


Akan aku jaga cinta ini untuk kamu, walaupun aku tau kamu sudah milik orang lain*.


Satu demi satu ia baca, dan mengingat memori semalam di mana fahmi mehampirinya, duduk di hadapannya saat dirinya sedaang bersama Kevin.


Mengingat kembali bagaimana Kevin menciumnya di depan umum banyak yang melihat, termasuk Fahmi dan ia melihat bagaimana wajah Fahmi yang merah padam menahan amarah. Kini dia tau jika Fahmi cemburu dengan Kevin.


Dekat? Ya, dulu dirinya sangat dekat dengan Fahmi. Sangat dekat sekali, hingga banyak orang yang mengira jika mereka berpacaran. Dan dirinya memilih untuk menjaga jarak dari fahmi, di saat dia mendapatkan ancaman dari Bianca yang sudah mengecap Fahmi sebagai pacarnya. Bukan takut akan Bianca, tapi takut akan ia yang di keluarkan dari sekolahnya karena orang tua Bianca orang sebagian donatur di sekolahnya.


Cinta dengan Fahmi? Ya dirinya pernah sempat jatuh cinta dengan Fahmi. Tapi kini, tidak lagi. Rasa itu telah pergi, hilang dengan sendirinya dan tak tau kemana cinta itu sekarang. Dalam pikirannya hanya satu, ia ingin menjadi orang sukses agar bisa mengubah ekonominya, agar bisa membuat hidup dia tidak lagi susah. Hanya itu yang ia inginkan tidak lebih, semoga saja, semoga itu tercapai dan terkabulkan.


Mengembalikan ponsel pada pemiliknya, hanya tersenyum dengan mata yang sedikit berkaca. Merasa bersalah akan apa semalam yang di perbuat oleh Kevin dan membuat Fahmi sakit hati.


Dan hari ini, ia tidak bertemu Fahmi sama sekali. Mungkin dia menghindar darinya, atau dia marah dengannya. Lebih baik begini, menjaga jarak dan tak lagi berhubungan dengan Fahmi hingga dia bisa aman dan tidak terganggu lagi oleh Bianca. Sudah cukup sekali saja ia berurusan dengan kepala sekolah serta Bianca.


" Emang benar kan dia galau gara-gara kamu?" Selidik Lisa.


" Ngaco! Enggak lah, mungkin bisa jadi sama yang lain." Elak Mawar dengan tersenyum.

__ADS_1


" Enggak mungkin! Dia tu sukanya cuma sama kamu. Enggak bisa bohong dia itu!" Kata Lisa, memang benar Fahmi tidak bisa bohong jika dekat dengan Mawar dia begitu senang dan salalu tersenyum tulus hingga itu banyak yang iri melihat Fahmi dengan Mawar.


" Udah? Enggak usah gibahin orang lagi nanti dia tersedak gimana." Ucap Mawar, yang tidak ingin membicarakan Fahmi.


" Kelas yuk, udah mau masuk ini." Ajaknya, dan berdiri dari duduknya sambil membersihkan celana yang kotor akibat duduk di bawah tanpa alas.


Hanya cemburut saat Mawar tak mau menjawab pertanyaannya, memilih ikut berdiri sama seperti temanya, membersihkan celananya yang kotor dan mulai berjalan bersama ke dalam kelas bersama.


****


Di kantor.


Mood yang baik dan selalu tersenyum saat ada karyawan yang menyapanya. Hingga banyak karyawan wanita sedikit heran dengan senyuman dari Bosnya itu, yang menawan dan mempesona serta sedap di pandang.


Mood yang baik, hingga kesalahan sedikit dari karyawannya ia tidak marah-marah seperti biasanya. Hanya menegurnya untuk memperbaiki kesahannya dan memberikan kesempatan lagi.


Heran dan bingung, itulah yang di rasakan Asisten dan karyawannya.


Jam istirahat, ia memilih keluar dari kantor bersama asistennya untuk makan di luar. Mencari tempat makan yang tidak terlalu ramai. Memilih menu resrotan padang, saat dirinya teringat akan kesukaan Mawar. Sederhana tapi nikmat untuk di santap.


Bingung, tidak biasa bosnya mengajaknya makan di luar. Dia lebih suka makan di kantor, memesan makanan pada ob untuk membelikannya.


Dua porsi nasi padang di temani dua gelas es jeruk manis yang nikmat di siang hari. Teringat akan Mawar ia pun memfoto nasi padangnya dan mengirimkannya pada Mawar.


Dan lagi, sikap Bosnya itu sungguh menggelitikkan pikirannya. Ada apa dengan bosnya sekarang, sedikit alay seperti anak remaja yang sedang kasmaran. Tersenyum-senyum sendiri melihat ponselnya.


.


.


.

__ADS_1


.🍃🍃🍃


__ADS_2