Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
kehadiran mama


__ADS_3

Karena perbuatanku, keluargaku menjadi sasarannya hingga tanpa sadar aku menghancurkannya.


.


.


.


.


Hari demi hari mereka jalani, seperti biasa tidak ada kata canggung dan pembahasan yang sensitif.


Mawar yang bekerja hanya untuk memasak dan menemaninya pergi kemanapun, dan Kevin yang selalu mengantarkan Mawar pulang saat selesai dari bekerjanya di apartemen atau mengajaknya ke acaranya.


Mawar yang di sibukkan dengan ujian dan Kevin yang semakin sibuk akan pekerjaan padatnya dari klaen, tidak membuat mereka jarang bertemu. Hanya saja mereka jarang berkomunikasi lewat ponsel.


Kevin yang selalu menyempatkan waktu untuk Mawar dan selalu ke rumah Mawar hanya untuk bertemu dengan nenek dan adiknya.


Semakin akrab dengan nenek dan Angga membuatnya merasa senang jika dirinya di terima baik oleh keluarga Mawar.


Tidak ada canggung lagi untuk mengobrol bersama nenek, dan selalu bermain ps bersama Angga, jika Mawar sedang belajar.


Meskipun di hari libur, Mawar yang lebih banyak kegiatan sekolah tidak membuat Kevin melarangnya keluar bersama teman-temannya, Karena status mereka belum menjadi kekasih, masih menggantung dan belum ada kepastian. Tidak ingin terulang kembali, cemburu dan membuat kesalaham fatal, berbuat dosa besar dan belum bertanggung jawab atas apa yang dirinya perbuat.


Sore dini dengan Kevin yang tidak terlalu sibuk, dan bisa pulang dengan cepat. Membuatnya bisa menghabiskan waktunya dengan Mawar di apartemen dengan dia yang mungkin saja sedang menunggunya dan menyiapkan makan malam seperti biasa.


Mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, dengan dia yang tersenyum membayangkan malamnya akan menghabiskan waktu dengan Mawar sekian lama saat mereka sama-sama sibuk dengan kegiatannya dan jarang sekali mengobrol.


Melihat toko bunga, memilih menepikan mobilnya dan masuk ke dalam toko bunga yang entah kenapa terlintas pikirannya, jika ia ingin membelikan sesuatu untuk Mawar. Sesuatu yang romantis dan ingin mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dirinya pendam sendiri.


" Mawar merah, untuk orang yang spesial." Ucap Pegawai toko bunga.


Mawar, sama seperti namanya!" Gumam Kevin dalam hati, melihat bunga Mawar merah cantik dan harum.


" Saya mau yang itu." Ucap Kevin.


" Baik pak." Jawab pegawai toko dan mengarahkn Kevin untuk ke kasir.


" Tidak sekalian coklatnya pak, agar terlihat romantis dan bisa membuat kekasihnya senang." Saran kasir.

__ADS_1


" Boleh." Ucap Kevin, memilih coklat dalam etalase dan matanya melihat coklat dengan bungkus love.


Membayar semuanya, satu tangkai bunga mawar merah serta coklat bungkus love ia bawa keluar dan menaruhnya di samping duduknya.


Berjalan dengan membawa bunga mawar dan coklat serta tas kerja menuju ke apartemennya, sungguh sangat lambat sekali lift yang ia naiki tak kunjung jalan cepat saat banyaknya orang yang ingin keluar dari apartemen.


Banyak yang melihatnya membawa bunga mawar dan coklat tapi dirinya tak peduli hanya membalas senyum dan kembali dengan wajah datarnya. Ada para wanita yang merasa iri dan ingin sekali punya kekasih seperti Kevin yang bisa seromantis dengan pasangannya.


Bersyukur, Kevin sudah tiba di lorong apartemennya saat masih saja ada wanita yang menatapnya kagum dan ingin mengajak kenalan dengannya.


Menekan tombol pintu dengan dirinya yang tidak ingin masuk kedalam apartemen sebelum Mawar membuka pintu untuknya.


Tepat saat ia merasa gugup, pintu apartemennya terbuka. Dan membulatkan mata saat melihat orang yang ada di hadapannya sekarang.


" Mama!" Lirih Kevin dengan terkejut mendapati mamanya ada di apartemennya.


Mama yang awalnya akan marah dengan putranya kini beralih melihat tangan yang di genggam Kevin.


" Ini buat Mama?" Tanya Mama Kevin, reflek mengangguk bodoh dengan rasa yang masih terkejut.


" Makasih!!" Seru Mama Kevin, mengambil bunga Mawar dan coklat di tangan putranya dengan senyum.


" Masuk putra mama yang cakep unyuk-unyuk!!" Perintahnya membuat Kevin masuk dengan wajah yang masih bingung akan kehadiran mamanya di apartemennya.


" Mama kapan datang, kesini sama siapa, dan papa di mana, terus ngapain ke sini?" brondong Kevin, membuat Mamanya beralih menatapnya dan langsung memukul putranya.


" Aaww sakit ma!" Pekik Kevin.


" Anak durhaka, mama datang enggak di tanyain kabar malah tanya yang lain!" Gerutu Mama Kevin, dengan mata melotot dan berjalan terlebih dulu meninggalkan Kevin yang masih meringis kesakitan dan mengikuti langkah Mamanya dari belakang.


" Tante masakannya sudah aku siapin?" Suara wanita yang bukan suara dari orang yang dirinya cintai, tapi ia benci dan tidak ingin bertemu kembali


" Sasa." Ucap Kevin dengan mata tajam menatapnya.


" Kevin?" Sapa manis Sasa.


" Anak nakal, punya pacar tidak mau kasih tau mama dan enggak mau di bawa ke rumah, Mau sampai kapan kamu lajang hah! Mau sampai tua, sampai ponakan kamu besar!" Sungut Mama Kevin, mempunyai putra yang sulit sekali di suruh menikah hingga anak perempuannya sudah mempunyai anak berumur dua tahun.


" Pacar?" Ulang Kevin.

__ADS_1


" Jangan pura-pura bodoh, itu pacar kamu kan!" Kata Mama Kevin.


" Dia bukan pacarku Ma!


" Jika bukan pacar kamu terus siapa, pembantu kamu!!" Ucap Mama Kevin, membuat Sasa membulatkan mata mendengar ucapan Mama Kevin yang menyebutnya pembantu.


Secantik ini, aku di bilang pembantu! Dasar nenek lampir, mulut pedas sekali." Gerutu Sasa dalam hati, merasa terhina dengan ucapan Mama Kevin.


Sedangkan Kevin yang mendengar ucapan mamanya, menahan tawa dan tersenyum senang melihat reaksi Sasa yang berubah masam.


" Dia mantan Ma."


" Mantan! Kita enggak putus Kevin, kita masih pacaran, hanya saja kamu yang keterlaluan selalu selingkuhin aku dan aku memilih menyendiri untuk menenangkan hati sementara waktu" Kata Sasa dengan akting sedih.


Membalikkan fakta yang sesungguhnya, dengan Sasa yang sebenarnya selingkuh dan memilih pria yang lebih kaya di bandingkan dirinya dulu. dan mengetahui Kevin yang sebenarnya kaya membuat ingin kembali lagi dengannya, karena hidup akan terjamin dan tak akan lagi menjajakan diri pada pria hidung belang saat dirinya sudah kehabisan uang.


" Dasar mantan dakjal." Gumam Kevin.


" Kevin!" Tegur Mama Kevin, mendengar ucapan anaknya.


" Dia selingkuhin aku tante! Tapi aku tetap bertahan dengannya, karena aku sangat cinta dengan Kevin." Kata Sasa mulai menangis agar mama Kevin bersimpati dengannya.


" Kalau di selingkuhin ya tinggalin saja, cari yang baru ngapain masih di pertahanin, kayak enggak punya harga diri saja." Kata Mama Kevin, bukannya menghibur malah memakinya. Dan membuat Sasa lagi-lagi terkejut.


Gila! Omongannya pedas sekali!!" Gumam Sasa.


" Sebaiknya kamu pulang, sebelum aku menggeretmu untuk keluar dari rumahku." Ancam Kevin sudah muak dengan sandiwara Sasa.


" Tante!"


" Lebih baik kamu pulang dulu, biarkan tante bicara dulu dengan Kevin." Katanya dengan lembut, Hanya mengangguk pasrah dan memasang muka sedih untuk membuat Maam Kevin bersimpati dengannya, ya walaupun ucapannya sangat pedas.


" Sasa pulang tante, tolong bilang ke Kevin kalau aku memang cinta dengannya." Kata Sasa, hanya tersenyum dan mengangguk.


Mantan yang sangat menjijikkan dan sangat ingin ia hilangkan dari bumi ini.


.


.

__ADS_1


.


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2