
Cctv yang paling membahayakan adalah tetangga yang sukanya ngintip di balik gorden.
.
.
.
.
" Makasih sudah di antar pulang?" Ucap tulus Mawar saat turun dari motor sport, di antar seorang cowok yang memakai kaos dan celana pendek.
Siapa lagi sih, jika bukan Kevin yang mengantarnya, karena motor Mawar mengalami kesialan yang tak terduga. Di parkiran melihat ban motornya yang kempes dan dirinya bingung harus mencari angkot di mana lantaran hari sudah begitu malam.
Dan terpaksa dirinya harus kembali lagi naik menuju apartemen milik Kevin, meminta tolong padanya untuk memesankan taksi online, kerana dirinya belum mempunyai ponsel canggih, hanya ponsel ungkal yang masih dia pakai.
Membuka helmnya, melihat ke arah rumah Mawar yang sudah tertutup dengan lampu depan yang masih menyala terang.
" Ini rumah kamu.?" Tanya Kevin.
" Iya, sederhana dan penuh kenangan." jawab Mawar. " Sudah sana pulang." Usirnya.
" Enggak nyuruh aku masuk ke rumah dulu." kata Kevin.
" Ini bukan perumahan, ini di kampung. Kamu mau membuat masalah, namu di rumah cewek malam-malam." ngedumel Mawar, membuat Kevin tertawa kecil.
Yang memang benar adanya, tamu di kampung jam sepuluh malam sudah harus pulang. Apa lagi jika pulang malam seperti ini dan di antar pulang oleh cowok, pastinya banyak gosip menyebar kemana-mana. Di anggap cewek gak bener.
Jika saja bukan terpaksa dan di takut-takuti oleh Kevin mungkin dirinya enggan untuk di antar pulang, sangat malas sekali dengan tetangga yang julidnya setengah mati, jika melihatnya seperti ini.
Sudah di ledek karena ponselnya jadul, di tambah lagi dengan dia yang mengoloknya wanita kuper. Kejam sekali bukan mulut Kevin.
" Besok kamu naik apa ke sekolah.?" Tanya Kevin.
" Ngapain tanya-tanya.!" Ucap Mawar ketus.
" Judes .. tanya saja gak boleh." cibir Kevin
" Jangn beri harapan palsu dech, kalau tanya ujung-ujung juga gak bakalan nganterin, buat apa coba.!" jawabnya.
" Oh .. ngarep nich ceritanya untuk di anter.?" Goda Kevin.
__ADS_1
" Enggak." tagas Mawar. " Cepetan sana pulang, cctv mulai mengintai." Usir Mawar yang melihat tetangga depan mengintipnya dari balik gorden, membuat Mawar seakan mulai was-was.
" Cctv.!" ulang Kevin, membuat Mawar ingin saja menaboknya karena Kevin tak kunjung juga menyalakan motor untuk pergi dari rumahnya.
Menghembuskan nafas panjang, menatap tajam Kevin seakan ia sudah kehilangan kesabaran.
" Kalau pulang hati-hati, aku masuk dulu." Pamit Mawar berbalik ke belakang, meninggalkan Kevin yang sedang menatapnya.
" Memang di sini ada cctv.!" gumam Kevin dan mencoba mencari keberadaan cctv di setiap depan rumah dan tak menemukannya, tapi justru ia melihat orang yang sedang mengintipnya di balik gorden, yang sejurus kemudian membuatnya mengerti, menggelengkan kepala dan tertawa kecil.
" Dasar emak-emak kepo." gumam Kevin, memakai helm dan mengalakan motornya, melajukan dengan kecepatan sedang.
Mawar masuk ke dal rumah, mungkin terlalu malam hingga semua orang sudah tidur. Tapi salah, Ia melihat Angga yang sedang di dapur mengambil minum untuk dirinya.
" Baru pulang mba?" tanya Angga.
" Iya, lembur.?" Elaknya.
" Tu tadi siapa mba." tanya Angga penasaran, membawakan air minum untuk Mawar yang sedang duduk di meja makan.
" Teman kakak." Jawab Mawar dan di anggukkan oleh Angga. " Nenek mana?" tanyanya.
" Sudah tidur, katanya capek?" jawabnya. " Makanannya banyak banget mbak, mba Mawar beli."
" Nasi masih ada ka.?" tanya Mawar.
" Masih, banyak." jawab Angga.
" Ya sudah makan sana, mba mau ke kamar dulu ngantuk." kata Mawar, hanya mengangguk saat menikmati ayam yang berbalut tepung renyah.
Membuka pintu kamar neneknya, melihat neneknya yang sudah tertidur pulas membuatnya tersenyum dan menutup kembali pintu kamar.
Merebahkan tubuhnya di dalam kasur kecil dengan mata yang sudah mengantuk. tidak ada lagi dalam otaknya memikirkan sesuatu saat dirinya sudah nyaman dengan bantal.
***
" Ar.?" Sapa Nenek di pagi hari dalam meja makan.
" Iya Nek." jawab Mawar sambil makan.
" Tadi Nenek beli sayuran, ada orang yang lihat kamu pulang malam di antar cowok." Ucap Neneknya, yang membuat Mawar berhenti mengunyah, lalu tersenyum mendengar ucapan Neneknya. Pasti tetangga julid yang sedang membuat gosip pagi hari dengan menambahkan bumbu banyak agar terlihat sedap dan enak untuk menjadi perbincangan topik hangat. Sungguh menyebalkan.!
__ADS_1
" Itu teman kerja Mawar, nganterin Mawar pulang, soalnya ban motor Mawar bocor." jawabnya.
" Teman apa pacar.?" tanya Neneknya.
" Teman Nek?" jawabnya, " Mawar berangkat dulu Nek, tu Lisa cantik sudah jemput." Pamit Mawar, mencium tangan Neneknya sebelum keluar rumah membuat Neneknya tersenyum.
" Hati-hati di jalan." Ucap Neneknya, dan di anggukkan Mawar.
" Ada apa?" tanya Lisa, melihat wajah Mawar yang merah padam.
" Biasalah, ada yang iri.!" Jawab Mawar, dengan melihat ibu-ibu yang sedang berkumpul.
" Aiiss, bagilah permen lolipopnya biar gak iri." kata Lisa, yang membuat Mawar traveloka kemana-mana dan mereka pun tertawa bersama seakan mengerti arah mana yang di maksud Lisa.
" Resek loe." Ucap Mawar, memukul pelan helm temannya dan naik ke atas motor Lisa. Pertemanan yang sangat jaim, real tanpa adanya paksaan dan sangat mengalir begitu saja hingga mereka begitu kocak bila sudah berkumpul, saling menghibur, saling melindungi dan saling menolong.
Mawar pikir tentang perkelahian antara dirinya dan Bianca tak akan ada gosib dan akan tertutup begitu saja. Tapi dirinya salah, pagi ini menjadi tranding topik antara dirinya dan Bianca.
Bianca dan gengnya yang di skorsing oleh kelapa sekolah selama empat hari lantaran sudah memulai dulu perkelahian, sedangkan Mawar dan Lisa bisa mengikuti pelajaran tanpa adanya gangguan Bianca dan gengnya.
Bukan itu saja gosipnya, tapi juga gosip yang menjadi wali murid Mawar adalah calon suaminya yang menjadi donatur di sekolahnya. Cepat sekali gosip yang beredar dan mereka pun salah mengira.
Menghembuskan nafas panjang saat dua sahabat sudah duduk di bangkunya.
" Siapa sih Lis yang buat gosip seperti ini!" seru Mawar dengan cemberut.
" Gosip yang membuat semua siswi iri dan juga kagum dengan calon suami mu." Imbuh Lisa dan mendapatkan pukulan dari Mawar.
" Amit-amit punya pacar seperti dia."
" Alah Amit-amit! nanti juga jadi demen." Cibir Lisa.
" Enggak akan." Elak Mawar.
" Kalau iya juga gak papa kali Ar? aji mumpung tau." kata Lisa. " Ganteng, tinggi dan kaya! complit." ujarnya lagi
" Komplit sih komplit, tapi sayang play boy." jawab Mawar lirih " Tu sampai sekarang para mantannya gak terima di putusin begitu saja dan masih ngejar-ngejar pula. Ngeri cuy.!!" imbuhnya, yang membuat Lisa jadi tertawa melihat expresi Mawar.
.
.
__ADS_1
.
.🍃🍃🍃🍃