
Saling menggenggam tangan, duduk berdua dalam ruangan yang dingin dan tatapan mengujam ke sepasang suami istri di hadapan semua keluarga, yang mendengar kejujuran dan menyembunyikan semuanya dari keluarga besarnya.
Terkejut, tentu saja. Semua yang di ucapkan dari pewaris keluarganya sangat membuat mereka tak percaya akan perlakuan putranya.
Menghamili gadis yang masih sekolah, menikahinya secara diam-diam tanpa keluarga besarnya.
Dan kini untuk pertama kalinya, putranya datang membawa seorang gadis yang sudah sah menjadi istrinya. Tidak ada rasa takut walaupun mereka menatapnya dengan marah. Hanya meminta maaf dan meminta restu untuk memulai membina keluarga kecilnya.
" Sudah berapa lama kalian menikah?" Papa Kevin, berucap untuk pertama kali dalam ruangan yang sudah penuh dengan keluarganya. Masih dingin, tidak percaya akan apa yang mereka lihat dan dengar dari bibir pewaris tunggal.
" Empat bulan Pa." Jawab Kevin, menatap Papanya dan masih menggenggam tangan Mawar yang menundukkan kepala. Gugup serta takut akan tatapan mereka padanya.
" Kau menyembunyikan ini semua dari keluargamu."
" Sebenarnya aku tidak menyembunyikannya?" Jujur Kevin, membuat keluarganya mengerutkan kening, menatap dalam Kevin." Hanya saja aku ingin melindungi istriku, tapi karena sudah ada yang tau dan berbuat jahat padanya kini aku tidak lagi menyembunyikannya dari keluargaku." Imbuhnya dengan suara yang dingin dan wajah sudah berubah tidak seramah lagi.
" Maksud kamu apa Kevin?" Tanya Mama Kevin.
" Intan? Tolong bawa istriku ke kamarku." Perintah Kevin pada adiknya yang datang ke rumah orang tuanya, kala mamanya menelponnya dan menyuruhnya datang ke rumah.
Hanya mengangguk dan tersenyum pada kaka iparnya.
" Ikutlah dengan adikku. Tunggu aku di sana." Ucapnya dengan lembut, Hanya bisa mengikuti perintah Kevin tanpa bisa menolaknya lagi. Mungkin memang urusan pribadi antara suaminya dan keluarganya tanpa harus melibatkan dirinya.
" Ayo kak?" Sapa Intan ramah, dan dirinya hanya tersenyum serta mengangguk mengikuti adik iparnya dari belakarang. Berjalan menaiki tangga menuju ke kamar suaminya.
__ADS_1
Tidak melihat lagi bayangan istrinya dan kini hanya ada Kevin serta ke dua orang tuanya. Yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Bukan tidak mau menceritakannya pada istrinya, tapi Kevin tidak ingin Mawar membenci keluarganya karena ulah dari salah satu keluarganya lah yang membunuh calon anaknya.
" Istriku di serang dengan mantan pacarku Ma, Pa. dan membuatnya keguguran." Cerita Kevin, Mama Kevin Menutup bibir dengan ke dua tangan dan Papanya yang menatap tajam putranya.
" Dan ini semua juga ada sangkut pautnya dengan Nenek." Ujarnya lagi, Dan kedua orang tuanya lagi-lagi terkejut.
" Nenek yang memanfaatkan mantan kekasihku, mencuci otaknya untuk menyingkirkan istriku dan Nenek memberikan uang padanya untuk menutup mulut agar tidak memberitahukan pada siapapun. Jika mantanku berhasil, nenek akan memberikan imbalan lebih dengan apa yang sudah di janjikan sebelumnya." Ujarnya lagi, mengingat kembali di mana Bima mendapatkan satu informasi yang begitu mengejutkan dan sangat tidak percaya akan apa yang di dengar secara langsung dari bibir mantan kekasih bosnya.
Nenek yang pernah bertemu dua kali pada Lina saat bersama dengan Kevin di salah satu pesta kerabat Lina yang kebetulan juga teman nenek Kevin. dan untuk ke tiga kalinya mereka bertemu, tapi dengan Lina yang sudah tidak lagi menjadi kekasih Kevin di mall salah satu perbelanjaan terkenal.
Saling menyapa dan saling bertukar nomer telpon untuk berhubungan lebih lanjut dan bekerja sama dalam saling menguntungkan.
" Aku tidak membunuh anak kamu dan aku tidak tau jika itu istri kamu." Bantahnya sekali lagi, berjalan menghampiri Anak, menantu dan cucunya. Untuk menjelaskan semua kesalah pahaman dan fitnah dari mantan kekasih cucunya.
"Nenek memang ingin memisahkan kamu dengan kekasih barumu, tapi tidak dengan cara melukai atau membunuhnya. Aku tidak seiblis itu harus membunuh orang." Jelasnya, duduk di kursi tunggal. Menatap cucunya dengan rasa sesal telah terlibat dengan mantan kekasih Kevin.
dari semua ide gila ini dari mantan kekasihnya Kevin sendiri, dan Neneknya tak tau jika Kevin sudah menikah serta mempunyai calon anak. Neneknya hanya tau jika Kevin mempunyai kekasih itu pun informasi dari mantan kekasihnya dan menjelek-jelekan Mawar. Membuat Neneknya merasa tidak suka hingga itu setuju jika mantan kekasihnya ingin memisahkan Mawar dan Kevin.
" Tapi ibu salah, tidak seharusnya ikut campur dalam urusan pribadi putraku. Apa lagi berbuat jahat untuk memisahkan mereka." Kata Papa Kevin, geram dengan prilaku ibunya yang selalu saja mengurusi pribadi anak dan cucu-cucunya.
" Ibu memisahkannya karena ibu hanya ingin Kevin bersama wanita yang sudah ibu jodohkan."
" Jangan menjodoh-jodohkan anak-anakku dengan pilihan ibu. Sudah cukup ibu menjodohkan kakakku yang hampir saja bunuh diri karena ulah ibu." Emosi Papa Kevin, tidak bisa lagi mengendalikannya karena sifat ibunya yang keras kepala dan mau menang sendiri.
__ADS_1
" Mas?" Ucap Mama Kevin, menenangkan suaminya yang masih dalam pemulihan dan belum sembuh total dari kecelakaan yang menimpanya. Dirinya juga sangat marah akan perlakuan ibu mertuanya, yang selalu mengatur kehidupan putra dan putrinya hingga masalah perjodohan.
Menghembuskan nafas berat, menatap kecewa berulang-ulang kali pada ibunya yang tidak ada rasa menyesal atau berubah sama sekali.
" Sudah cukup buk! Sudah cukup ibu mengatur kehidupan keluargaku. Jangan buat keluarga dan anak-anakku hancur karena ulah ibu. Dan Aku mohon jangan mencampuri urusan keluargaku lagi" Kata Papa Kevin, tegas dan tidak ada rasa hormat lagi untuk ibunya.
" Adi?" Lirih Ibunya begitu terkejut dengan ucapan Anaknya.
" Sebaiknya ibu pulang, dan uang bulanan ibu mulai sekarang akan aku atur. Tidak ada kebebasan dalam mengambil uang lagi, tanpa ada perlunya." Tekan dan mulai mengatur keuangan ibunya yang begitu royal, gampang begitu menghabiskannya dan entah kemana larinya uang itu, menghabiskan seratus juta dalam satu bulan.
Sungguh miris sekali. Nenek tua yang berfoya-foya tanpa mengerti rasa susah mencari uang.
Terkejut dengan ucapan putranya hingga dirinya tidak lagi berani protes saat wajah putranya berubah dingin terhadapnya. Hanya Papa Kevin yang mau menghidupinya dan sayang padanya, sebelum putra pertamanya memilih untuk menjaga jarak dengannya dan tidak mau berurusan lagi dengan ibunya, karena sudah membuatnya gila dan hampir bunuh diri.
Berdiri dari duduknya dengan rasa menyesal dan sedih ia pun mulai melangkahkan kakinya dan berhenti saat putranya mengucapkan sesuatu padanya.
" Sebaiknya ibu cepat sadar akan kesalahan ibu, sebelum semuanya terlambat dan perbaiki diri ibu untuk jadi orang tua yang baik." Kata Papa Kevin, tanpa menatap ibunya yang melihatnya dengan berlinang air mata.
.
.
.
.🍃🍃🍃🍃
__ADS_1