Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
'Dia' pergi


__ADS_3

Hanya titipan dan semua akan di ambil meskipun kita sudah mencoba untuk mempertahankan.


.


.


.


.


Mendorong dua brankar, dengan dua orang penuh darah mengalir deras di setiap titik badan yang tergores. Satu di antaranya tidak sadarkan diri dan satunya menangis kesakitan, merasakan nyeri teramat dalam dan melihat temannya yang tak sadarkan diri membuatnya juga sangat khawatir.


Mendorong dengan cepat dengan dua pria serta beberapa suster membawa tubuh dalam brankar menuju ruang icu, untuk memberikan penanganan dan perawatan cepat.


Dua pria yang sama-sama terlihat pucat, khawatir, dan berlumuran darah di bajunya saat mereka mengangkat dua tubuh wanita menuju mobil dan membawanya ke rumah sakit.


Mawar yang saat itu melambaikan tangan mendapatkan sapaan dari Lisa yang tidak sengaja melihatnya di antar oleh Kevin.


Berniat menunggunya di atas motor untuk masuk bersama ke dalam halaman, mengawasi Mawar yang akan menyebrang jalan dan memperhatikan mobil dari jauh sangat pelan saat Mawar di pertengahan jalan mobil itu melaju dengan kecepatan sedikit tinggi hingga Lisa yang melihatnya segera turun, berlari ke arah Mawar dan mendorong tubuh Mawar hingga dirinya yang tertabrak dan terpental jauh saat berusaha menolong Mawar.


Mawar pun terdorong hingga dirinya terjatuh di trotoar dan menahan sakit di perutnya. Dimana Mawar terjatuh begitu keras, hingga dengan cepat mengeluarkan darah dari balik roknya.


" Lisa." Gumam Mawar, melihat tubuh Lisa tergeletak di jalan. Mencoba berdiri, tapi tidak bisa dimana menambah sakit perutnya.


Dua gadis sma tergeletak di jalan, dan orang-orang yang melihat itu pun berlarian untuk menolong dua gadis sma. Sedangkan mobil yang menabrak mereka berusaha melarikan diri meskipun banyak siswa mengejarnya.


Tidak jauh dari pandangan Kevin yang melihat itu, dirinya menyuruh sopir berhenti dan turun dengan cepat, berlari menuju gadis yang di dorong tergeletak di trotor dan di selamatkan oleh temannya yang terpental jauh.


Melihat Mawar menahan kesakitan dan darah mengalir di roknya itu dengan cepat ia menggendongnya, membawanya menuju mobil dan menyuruh orang untuk juga membawa gadis yang tertabrak menuju mobilnya.


Lisa yang terpental jauh dan tak sadarkan diri dengan darah di kepalanya yang mengalir begitu deras. Banyak orang yang melihat dan membawa Lisa ke pinggir jalan membaringkan rubuhnya di trotoar.


Merasa aneh saat Fahmi melihat kerumunan banyaknya siswi dan bertanya ada apa, hingga ia terkejut saat mendengar jawaban teman sekolahnya. Fahmi berlari menuju kerumunan orang dan benar apa yang di katakan temannya jika Lisalah yang tertabrak.

__ADS_1


Meminta bantuan pada teman-temannya untuk segera menghadang mobil, tapi salah satu orang menyuruhnya untuk segera di bawah k mobil yang juga akan membawa gadis sma ke rumah sakit.


Betapa terkejutnya Fahmi melihat Kevin memeluk tubuh Mawar di dalam mobil yang meringis kesakitan. Menyuruh Fahmi cepat masuk ke dalam mobil tapi tak mungkin dengan posisi yang sangat sempit, hingga Fahmi menyuruh Kevin untuk terlebih dulu membawa Mawar sedangkan dirinya akan berusaha membawa Lisa dengan meminjam salah satu mobil guru.


" Tolong selamatkan istriku dan temannya dok." Suara cemas dari Kevin.


" Saya akan berusaha pak, tolong bapak tenang dan kluar dari ruangan ini." Perintah dokter, mau tidak mau membauat dua pria itu keluar dari ruang perawatan dan menunggu di kursi panjang.


" Bagaimana ini bisa terjadi?" Lirih Fahmi, meminta jawaban dari pria yang berdiri di ambang pintu.


" Aku tidak tau, tapi teman mu berusaha menyematkan Mawar." Kata Kevin jujur, memang dirinya tidak mengetahui kejadian yang pasti. tapi ia bisa mengingat bagaimana Mawar terdorong dan jatuh di trotoar.


" Pak? pengemudi mobil yang menabrak sudah tertangkap." Ucap guru yang ikut menemani Fahmi dan dua muridnya yang tertabrak, serta dirinya sudah di berikan informasi lewat telpon.


Tidak berselang lama, Bima dan sopir Kevin datang tergesa-gesa dimana dirinya di telpon oleh sopir pribadi Kevin memberinya kabar jika bos dan istrinya ada di rumah sakit. menghampiri Kevin dengan Kevin memberitahu semuanya, serta menyuruhnya untuk datang ke kantor polisi bersama dengan guru yang telah memberi informasi.


Menunggu begitu lama dan terbuka dengan tubuh Lisa yang berada di brankar dan di dorong beberapa suster untuk cepat menuju ruang oprasi, Fahmi yang melihat itu berdiri cepat dan mengikuti langkah suster membawa tubuh Lisa.


" Pasien harus segera di operasi." Terang dokter.


" Bagaimana istriku?" Tanya pada dokter, sedangkan yang di tanya mengerutkan kening tidak tau siapa istri dari pria yang ada di hadapannya.


" Gadis yang satunya lagi." Ujarnya dan membuat dokter paham serta mengangguk.


" Pasian masih ada di dalam sedang di tangani oleh dokter lain." Jawabnya dan pergi setelah mendapatkan anggukan dari Kevin.


" Ya Tuhan Selamatkan istri, anak dan teman istriku." Ucapnyanya dalam hati, duduk di kursi panjang menundukkan kepala sambil meremas kedua tangannya.


Di sisi lain, Fahmi begitu cemas dan masih memperhatikan lampu merah atas pintu ruangan yang membawa tubuh Lisa di dalam sana setengah jam lalu untuk segera di operasi.


Ia sangat khawatir pada dua teman wanita yang selama ini selalu bersamanya. Dan lebih khawatir dengan Lisa yang harus di operasi. Menunggunya dengan cemas dan berdiri saat melihat ke dua orang tua Lisa datang menghampirinya.


" Bagaimana dengan Lisa." Tanya bapak Lisa, terlihat jelas bapak yang sangat khawatir di wajahnya dan ibu yang menangis menatapnya dengan tatapan seragam Fahmi penuh dengan darah.

__ADS_1


" Lisa sedang di operasi sekarang pak." Jawab Fahmi, membuat ibunya Lisa seketika ambruk fahmi dan ayah Lisa terkejut dan segera membopong tubuh wanita tua itu menuju ruang dokter.


*****


Cahaya putih menyilau di mata yang memulai membuka perlahan-lahan dengan kepala yang sangat berat, hingga menatap ke seluruh pandangan ruangan serba putih dan berbau obat.


Genggaman tangan begitu erat dengan dia yang tertidur duduk sambil tangan yang menyentuh perutnya.


" Lisa!" Ucapnya, tersadar dan mengingat kembali temannya yang tertabrak dan terpental jauh hingga tergeletak di jalan.


" Aauuww.!" Ringisnya, saat dirinya mencoba untuk bangun dan merasakan nyeri di perutnya serta membuat Kevin terbangun dari tidurnya.


" Sayang?" Ucap Kevin, tegakkan punggungnya, berdiri dari duduknya dan membenarkan tubuh Mawar untuk duduk dan menyandarkannya di ranjang pasien.


" Minum dulu." Tawar Kevin mengambil air putih dan menyuapinya ke bibir Mawar.


" Sakit?" Tanya Kevin, memegang tangan Mawar dengan lembut.


" Sedikit mas." Jawabnya, masih menahan nyeri di bagian perut.


" Anakku!" Ucapnya, menatap lekat Kevin dan tangan menyentuh perutnya.


Hal yang tidak ingin di jelaskan dan ingin di hindari saat ia sulit untuk menjawab kala istrinya telah sadar. Dan sedih kembali menyeruak di dalam hatinya.


" Mas." Lirih Mawar menatap lekat Kevin yang memejamkan mata dan menundukkan kepala. Hingga matanya mulai menggenang saat suaminya tidak ingin mengatakannya.


" Enggak, enggak, anakku masih ada, anakku masih ada mas, anakku masih ada!!" Menggelengkan kepala, menangis histeris hingga Kevin memeluk istrinya begitu erat. Sama halnya merasakan kesedihan apa yang di alami istrinya, yang sudah mengerti jika istrinya akan kehilangan 'dia'. Anaknya, anak yang di pertahankan, anak yang di tunggunya dan anak yang membuat mereka bahagia akan kehadiran yang masih belum terlihat.


.


.


.

__ADS_1


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2