
" Ini?" Suara sedikit mengejutkannya, saat dirinya sedang minum dan menggerutu sendiri kala di tinggal begitu lama di tempat food court yang ramai akan pengunjung mall.
Mengerutkan kening melihat klantong plastik berukuran besar yang di bawa Fahmi untuknya.
" Apa ini?" Tanya Lisa, saat menerimanya dan melihat Fahmi yang mulai duduk di depan dirinya.
" Buka!" Perintah Fahmi dengan senyum.
Sangat penasaran, tanpa di perintah pun Lisa membukanya dan membulatkan mata melihat boneka beruang berwarna merah murah.
" Buat aku." Tanyanya, dengan senyum mengembang tak percaya.
" Iya." Jawab Fahmi, membuat Lisa semakin melengkungkan bibir untuk menatapnya.
" Makasih!!" Seru Lisa, menyentuh boneka yang sudah menjadi miliknya. Untuk pertama kalinya Lisa mendapatkan hadiah dari cowok, begitu senangnya Lisa mendapat boneka beruang yang sangat menggemaskan dan membawa lambang love di tangannya.
Pengunjung yang ada di sebelah kanan dan kiri melihat Lisa mendapatkan hadiah dari pria yang mereka kira Kekasih Lisa begitu iri karena Fahmi begitu romantis, memberikan boneka beruang berwarna merah muda yang setiap wanita pasti menginginkannya. Apa lagi dari kekasihnya.
" Pulang yuk, sudah mau malam. Nanti di cariin ibu mertua." Kata Fahmi.
" Iihh .. Ibu mertua." Cibir Lisa. " Emang udah dapat restu!!" Imbuhnya lagi dengan senyum malu.
" Masih berusaha buat dapatin hati mertua, semoga saja di restui." Jawab Fahmi dengan percaya diri dan yakin akan mendapatkan restu dari kedua orang Lisa.
" Semoga saja." Kata Lisa, membuat Fahmi tersenyum dan lagi, mengacak rambut Lisa.
" Fahmi!! Kebiasaan ih.!!" Seru Lisa, mengerucutkan bibir karena Fahmi suka mengacak rambutnya. Lagi-lagi para penonton sangat iri menyaksikan ke uwukan Fahmi pada Lisa. Dan ingin rasanya menikungnya secara langsung.
" Ayo pulang." Ajaknya lagi, setelah puas tertawa melihat Lisa yang cemberut.
" Iya." Jawabnya mengangguk.
" Biar aku yang bawa." Pinta Fahmi pada Lisa yang akan membawa kantong plastik pemberiannya.
__ADS_1
Hanya tersenyum dan mengangguk lagi, serta menyerahkan kantong plastik pada Fahmi yang mau membawanya. Berjalan bergandengan tangan menuju parkiran bawah sambil bercerita dan juga tertawa, seperti menikmati kencan pertama mereka yang seru dan baru di mulai perjalanan cinta mereka, meskipun Lisa tidak memberikan jawaban pada Fahmi yang pernah menyatakan cinta padanya waktu itu.
" Kita jalani dulu ya, seperti kita menjadi teman." Tulis pesan Lisa, kala Fahmi meminta jawaban lagi dengan menulis pesan untuknya.
" Jangan marah! Aku hanya takut saja. Jika di antara kita, entah aku atau kamu mungkin tidak akan bisa menjaga cinta. Dan aku juga tidak ingin terluka karena cinta meskipun kita berhubungan jarak jauh." Tulis Lisa lagi, agar Fahmi mengerti dengan perasaannya.
Karena cinta ldr sangatnya sulit dan mungkin saja, ada salah satu dari mereka akan berselingkuh atau berpindah hati. Mungkin, karena memang sebagian pasti akan begitu, jika iman mereka tak begitu kuat pada godaan wanita.
Sungguh sangat takut dan tak ingin kecewa karena cinta. Karena sakit cinta bisa mematahkan hati yang sudah terlanjur percaya dengannya dan akan membuatnya sulit untuk kembali cinta dengan seseorang.
Dan beruntungnya Fahmi menerima keputusannya, meskipun ada sedikit kecewa Tapi memang benar apa yang di katakan Lisa. jika hubungan jarak jauh pasti akan saling curiga dan juga ada kata perselingkuhan. Entah itu dirinya atau kekasihnya, lebih baik jalani seperti ini, menjadi teman meskipun jauh setidaknya mereka akan saling berkomunikasi nanti.
Fahmi terpaksa harus memilih pergi keluar negeri untuk menyenangkan hati kedua orang tuanya dan juga untuk Lisa. Dimana Lisa juga senang Fahmi kuliah di london impian Fahmi selama ini. dan pastinya siapapun itu juga ingin kuliah di sana termasuk Lisa. Tapi sayang orang tua Lisa tak akan mampu membayar kuliah anaknya ataupun Lisa juga tak akan mampu bersaing untuk mendapatkan beasiswa, karena mahasiswa di sana orang yang mempunyai kecerdasan tinggi, seperti Fahmi.
Mengantarkan gadis tepat waktu di rumahnya sebelum malam tiba, di sambut baik dengan bapak Lisa yang juga baru datang pulang dari bekerja. Menyuruh Fahmi masuk untuk makan malam bersama, saat ibu Lisa sudah menyiapkan makan malam untuk anak dan suaminya dan kini ada kehadiran tambahan baru dalam meja makan yang sudah di anggap juga sebagai anaknya.
" Besok kita wisuda." Kata Fahmi, setelah makan dan mengobrol bersama bapak Lisa.
" Hmm, iya." Kata Lisa.
" Hati-hati." Kata Lisa, kala Fahmi sudah memakai helm dan menyalakan motornya.
" Iya?" Jawab Fahmi. " Miss you." Imbuhnya, membuat Lisa tersenyun dan malu.
" Too." Jawab singkat Lisa, hingga Fahmi tertawa.
****
" Ma?" Sapa Mawar pada Mama mertuanya.
" Iya sayang?" Jawab Mama mertua, menyiapkan makan malam bersama. Dan masih tinggal di apartemen Kevin.
" Besok Mawar wisuda, Mama mau hadir?" Kata Mawar Lirih, Hingg mama mertuanya berhenti menyajikan makanan dan menatap menantunya.
__ADS_1
" Wisuda!" Tanya Mama mertua, dan di anggukkan Mawar sedikit takut.
" Kenapa enggak bilang tadi siang sayang!!" Seru Mama Kevin " Kita kan bisa ke butik, cari kebaya buat kamu wisuda." imbuhnya begitu panik, kala Mawar memberitahukannya dengan cara mendadak dan butik langganannya sudah pasti tutup.
" Ada apa Ma?" Tanya Papa dan Kevin kala datang menuju meja makan, dan Mawar merasa tersenyum melihat kepanikan mama mertuanya.
" Ini, pa! Putri kita besok mau wisuda dan sekarang baru bilang." Jelas Mama Kevin. " Mawar tidak punya kebaya Pa buat wisuda?" Jelasnya lagi, seakan menantunya ini sudah seperti anaknya sendiri dan heboh dengan itu.
" Wisuda!" Kata Kevin, juga baru tau jika istrinya yang akan wisuda.
" Kamu juga tidak tau Kevin." Tanya Mama Kevin, dan di gelengkan Kevin.
" Maaf Ma? Mawar juga lupa jika besok wisuda. Dan tadi teman Mawar yang mengingatkan aku." Lirihnya, merasa bersalah karena memberitahu Suaminya dan mertuanya secara mendadak. Dan mungkin dirinya juga melupakan wisudanya, jika Lisa tidak mengabari dan mengingatkannya.
Memang kesibukannya saat pesta pernikahan membuatnya seakan lupa akan semuanya.
" Tidak papa Ar?" Kata Papa Mertua untuk menenangkannya.
" Tidak papa sayang?" Kata Mama mertuanya juga, yang mungkin telah berlebihan karena terkejut akan wisuda menantunya dan membuat Mawar sedikit takut.
" Nanti mama coba hubungin butik langganan mama, siapa tau besok ada kebaya yang siap langsung pakai." Ujarnya lagi.
" Mama ikut?" Tanya Mawar.
" Ikut dong sayang!!" Semangat Mama mertua. " Mama ingin lihat putri mama wisuda dan mengumumkan pada semua teman kamu, jika mama ini mamanya Mawar." Imbuhnya dengan bangga menjadi orang tua Mawar. Mawar pun merasa terharu dan langsung memeluk mama mertuanya dengan erat.
" Makasih Ma?" Kata Mawar, mendapat balasan dari mama Kevin memeluknya dan juga mencium kepala menantunya.
.
.
.
__ADS_1
.
.🍃🍃🍃🍃