
Sejatinya lelaki, tidak akan mudah nafsu jika bukan wanita terlebih dulu menggoda.
.
.
.
.
Semalam bersama dia, saat di pesta dan berdansa dengannya membuat birahinya mendadak bangkit hanya karena hembusan nafas yang menggelitik telinganya.
Meskipun ia berganti-ganti pasangan dan hanya beberapa kali mencicipi tubuh wanita tidak pernah seperti ini sebelumnya, tidak pernah ia merasakan birahi di bawahnya langsung menegang hanya karena hembusan nafas.
Sungguh gadis itu yang mampu membuat pikiran kotor melayang-layang di dalam kepalanya, meskipun beberapa kali ia mencoba mengusir pikiran kotornya tetap saja tidak bisa. pikiran kotor yang sudah kemana-mana di tambah lagi mulai berfantasi liar hingga ia harus terpaksa memainkannya sendiri dengan busa sabun.
Cih! sungguh rasanya memalukan dan menggelikan harus bermain sendiri dengan membayangkn wajah gadis ingusan yang sudah menggodanya, bukan Mawar yang menggodanya tapi dirinya sendiri yang tergoda, karena berakting memperlihatkan kemesraan mereka di hadapan mantan pacar agar si mantan percaya jika dirinya sudah tidak lagi memikirkanya.
Menghembuskan nafas panjang terbangun di pagi hari dengan kepala yang masih pening akibat tidur tidak terlalu nyenyak.
Beranjak dari ranjang, bergegas ke kamar mandi membersihkan diri sebelum ia ke kantor dengan wajah yang tidak terlalu ceria, saat semalam dirinya tidak mendapatkan kepuasan dari seorang wanita.
***
Sarapan di pagi hari dengan seperti biasa menikmatinya, walaupun lauk seadanya. Dan bersyukur di dalam rumah masih bisa makan walaupun mereka tidak pernah mengelu makanan yang tersedia di atas meja.
" Nek?" panggil Mawar selesai dari sarapannya.
" Iya? ada apa Ar?" jawab Nenek, mengambil uang yang ada di dalam tasnya dengan sepuluh lembar berwarma merah, menyerahkan lembar uang itu pada Neneknya dengan tersenyum.
Mengerutkan kening kala cucunya mendapatkan uang lembaran merah begitu banyak dan memberikannya pada dirinya.
" Ini uang siapa Mawar?" tanya Nenek dan masih belum mau mengambil dari tangan cucunya.
" Ini uang Mawar Nek, pesangon dari toko?" jawabnya ." Terima ya nek, buat beli kebutuhan makanan." perintahnya dengan tersenyum.
Walaupun sebenarnya ia terpaksa berbohong agar neneknya mau menerima uang itu, uang semalam pemberian dari Kevin yang melunasi gajinya selama dua bulan.
__ADS_1
Uang gaji di toko Mawar bekerja terpotong banyak hanya menyisakan tiga lembar merah untuk di terima, memang terpotong banyak karena dirinya yang sering mengebon sebelum gajian. Untuk membeli beras kala beras di rumah sudah habis.
" Memangnya kenapa kamu keluar dari pekerjaan itu Ar?" tanya Nenek dengan hati-hati.
" Mawar mau buka usaha Nek, alhamdulillah Mawar kemarin menang undian?" katanya, dan lagi lagi harus berbohong.
" Undian!"
" Iya, lumayan buat buka usaha kecil-kecilan?" jawabnya dengan tersenyum merekah. " Mawar berangkat dulu ya Nek, Lisa sudah datang tu." ujarnya lagi saat mendengar suara klakson motor temannya di depan.
" Iya hati-hati." ucap Nenek, saat Mawar mencium tangan dan memberikan uang itu di tangannya.
" Iya."jawabnya, dan berjalan cepat keluar rumah untuk nebeng bersama Lisa dan sudah berbuat janji siang nanti dengan Ayah Lisa.
Menerima pemberian uang dari cucunya dengan rasa syukur yang begitu banyak, kala beras dan kebutuhan makanan sudah habis total di dapur. Dan wanita tua itu berdoa pada Tuhan, semoga cucunya bisa di beri kelancaran dalam memulai merintis usaha yang akan di jalaninya.
" Lis gimana?" tanya Mawar dengan mereka yang sudah sampai di parkiran sekolah.
" Nanti siang ke rumahku, ayah sudah janjian sama penjual motor itu." ucapnya, dan di angguk-anggukan oleh Mawar dengan tersenyum.
" Kamu bawa uangnya kan?" tanya Lisa.
" Kamu mau buka usaha apa Ar?" tanya Lisa, berjalan bersama menuju ruang kelasnya.
" Masih bingung mau usaha apa." lesu Mawar memikirkan semalaman apa yang harus dirinya jalani untuk membuka usaha.
" Eh! aku pikir kamu sudah menentukan mau usaha apa."
" Belum masih bingung, bajet segitu bisa buat usaha apa.?" kata Mawar, yang memang ada benarnya, bajet yang tidak seberapa besar bisa di buat usaha apa, buat buka usaha cafe modal tidak cukup, buat usaha roti harua menyewa ruko.
"Kasih solusinya dong Lis, enaknya usaha apa?" pinta Mawar pada sahabatnya, sama-sama termenung dan saling memikir hingga mereka sudah sampai di kelas dan duduk bersama.
" Bagaimana kalau usaha online.?" kata Lisa.
" Online!" ulang Mawar dan di anggukkan Lisa.
" Aku gak punya ponsel camera." ujad Mawar.
__ADS_1
" Nanti kita beli saja bagaimana." ajak Lisa antusias.
" Ada yang murah gak." tanya Mawar.
" Ada? tenang saja dua jutaan." kata Lisa, sedang memikirkan sisa ungnya hingga kemudian ia mengangguk setuju dan tersenyum pada Lisa.
***
Berada di kantor dengan wajah Kevin yang tidak begitu semangat rasa kantuk mulai melanda kala semalam ia tidak bisa tidur nyenyak.
Asisten Kevin melihat bosnya yang tidak seperti biasa hanya bisa mengerutkan kening dan enggan sekali untuk bertanya karena dirinya ia takut jika nanti akan terkena masalah lagi. Jika masalah pekerjaan dirinya tidak masalah dan bisa memperbaikinya, tapi jika masalahnya dengan mantan-mantan pacar bosnya ia begitu kelimpungan tidak bisa memperbaiki masalah, malah dia yang menjadi sasaran amukan para mantan bosnya.
" Siang ini aku ingin istirahat, jika ada yang datang kau usir saja." perintah Kevin,
" Makan siangnya bos?" tanya Asistennya yang bernama Yoga.
" Nanti aku akan menghubungi kamu." jawannya san hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya
Menandatangani beberapa dokumem dan menyerahkannya pada Yoga sebelum pergi dari ruangan.
Memijat pelipisnya yag mulai terasa berat dan mula beranjak sari kursi kebesarannya menuju ruang kamar di dalam ruang kerjanya.
Merebahkan tubuhnya di ranjang empuk yang ridak terlalu besar tapi nyaman untuk di buat istirahat saat dirinya mulai lelah bekerja menguras pikiran dan tenaga.
kamar yang tidak boleh di masuki oleh siapapun meskipun itu mantan pacarnya yang tidak diperbolehkan memasukinya walaupun sebentar saja.
Kevin mencoba membuka ponsel dan mengirim pesan pada Mawar.
" Jangan lupa nanti siang ke apartemen saya." tulis pesan Kevin, yang membuat di sebrang sana hampir lupa jika dirinya harus datang ke apartemen Kevin. Dan beruntungnya Kevin mengingatkannya jika tidak ia sudah terkena denda.
" Sedikit agak telat tidak papakan, soalnya nanti siang ada piket." jawab pesan Mawar.
" Iya, dan ini pasword aparmenen ku 553377." balas Kevin
Hanya balasan 'Oke' dari Mawar dan kevin pun hanya tersenyum .
Mulai memejamkan mata sebentar untuk ia mengintirahatkan matanya yang sudah mulai lelah.
__ADS_1
Sedangkan yang berada di sebrang telpon merasa lega, karena Kevin tidak marah denganya karena meminta ijin telat untuk ke apartemen.
dua kali dirinya berbohong hari ini dengan orang yang berbeda, berharap Tuhan akan memafkannya karena dirinya sudah berbohong pada orang yang lebih tua.