Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
mata ternoda


__ADS_3

Setidaknya aku tau jika dia memang sangat menjijikkan dan tak pantas untuk aku pertahankan.


.


.


.


.


Membopong tubuh Bosnya yang sudh mabuk berat karena terpengaruh sake yang dia minum terlalu banyak, mungkin karena terpengaruh dengan wanita yang ada di hadapannya bersama dengan klaennya.


Mencoba melupakannya, tapi kehadirannya selalu ada dan selalu membayangi relung hatinya yang tak kunjung sembuh akibat dia yang membuat sakit di hatinya.


Ingin rasanya ia menghempaskan wanita cinta pertamanya itu ke dalam dasar laut yang paling dalam, agar dia tak lagi ada di bumi ini. Biarkan semua orang menganggapnya kejam, yang terpenting dirinya bisa bebas dari wanita cinta pertamanya.


Sial, dimana-mana selalu asistennya yang harus menjadi sasaran. Apa lagi seperti ini sekarang, membopong tubuh kekar yang sudah sempoyongan sendiri tanpa bantuan dari siapun.


Ingin dia memaki, tapi masih sadar diri. Jika nanti bosnya mendengarkannya sudah tamat riwayatnya. Karena dirinya masih membutuhkan uang, sangat-sangat membutuhkan.


Mendengar suara racauan dari bosnya, serta tangan yang lunglai masih saja bisa meraba tubuhnya, membuat sang asisten merasa jijik dan geli sendiri.


Memencet kata sandi apartemen bosnya, yang sudah dia hafal dan mengantarnya pulang saat bosnya seperti ini, Mabuk berat.!


Membawa tubuh bosnya di sofa panjang dan mendudukkannya sebentar di sana, karena dirinya merasa sangat lelah sekali.


Duduk di sofa tunggal, menghempaskan tubuhnya yang merasa pegal dan menatap bosnya yang terbaring setengah badan dengan kaki yang masih menyentuh lantai.


" Dosa apa aku punya bos seperti ini!" Gumamnya, dengan menafik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan.


" Kenapa itu.?" Tanya suara wanita dari arah belakang.


" Mabok." Jawabnya acuh.


Hening, terdiam sesaat.


Deg.


Membulatkan mata dan berdiri dari duduknya dengan cepat serta menghadap ke belakang saat ia baru sadar akan suara wanita di rumah bosnya.


" Setan.!" Serunya, yang membuat gadis itu memicingkan mata.


" Setan.!" Ulang gadis itu, dan di anggukkan cepat oleh asisten Kevin.


" Siapa." Tanyanya, dan menunjuk ke arah dirinya.


" Aku.?" Tanyanya lagi, lagi-lagi mengangguk.


" Gila!!" Pekik gadis itu dan melempar sepatu ke arah Asisten Kevin.

__ADS_1


" Aaww.!!" Pekiknya, yang terkena sasaran tepat di bahunya.


" Aku manusia, bukan setan!!" Seru gadis itu, yang siapa lagi jika bukan Mawar, dirinya kembali lagi ke apartemen Kevin karena lupa akan seragam sekolah yang tertinggal di ruang cuci.


" Maaf." Ucap Asisten Kevin dengan menundukkan kepala, yang dia baru sadar jika di hadapannya adalah pacar Kevin yang masih sekolah.


" Mba Mawar belum pulang." Tanya sang Asisten.


" Sudah pulang, tapi kembali lagi. Lupa seragam sekolahku ketinggalan." Jawabnya dan berjalan menghampiri Kevin yang tergeletak di sofa panjang.


" Haiss, menyusahkan sekali ini biawak buntung." Gumam Mawar, dan masih terdengar oleh Asisten Kevin hingga membuat dirinya menahan tawa mengganti nama bosnya menjadi biawak buntung.


" Tolong bantu angkat." Kata Mawar dan di anggukkan asisten Kevin. Membopong tubuh Kevin membawanya ke kamar Kevin.


Menghempaskan tubuh Kevin dalam ranjang besar, dengan Mawar dan Asistennya merasa lelah karena begitu beratnya tubuh Kevin yang sudah tak bertenaga itu.


" Dia makan apaan sih! berat sekali." Gerutu Mawar dengan berkacak pinggang.


" Makan nasi mba." Jawab Asisten Kevin.


" Tau aku dia makan nasi!" Tukas Mawar, membuat Asisten Kevin mengulum bibir.


" Mba, saya pulang dulu ya. Sudah malam, besok pagi saya harus menyiapkan jadwal buat pak Kevin." Kata Asistennya.


" Eh, terus ini gimana." Tanya Mawar menatap Kevin yang berbaring terlentang.


" Biarin saja mba." Ucapnya, yang membuat Mawar memicingkan mata.


" Saya masih muda mba jangan di panggil bapak." protes sang Asisten.


" Terus, aku harus panggil apa?" Tanya Mawar sambil berjalan mengantarkan Asisten Kevin keluar dari apartemen.


" Nama saya Bima mba."


" Oh, ya sudah panggil Mas Bima saja." Kata Mawar dan di anggukkan olehnya.


" Saya permisi mba pulang duluan." Pamit Bima.


" Iya, terima kasih." Jawab Mawar dan masuk ke dalam apartemen.


Masuk ke dalam kamar Kevin dan melihat Kevin yang terlentang. Menghampirinya dan melepaskan sepatu Kevin yang masih melekat di kakinya, merenggangkan dasi dan terpaksa harus melakukannya agar dia bisa tidur nyenyak dengan merenggangkan juga sabuk Kevin dan menyelimuti tubuh Kevin yang meracau tak menentu.


Menutup kembali pintu kamar Kevin dan memilih duduk di sofa dengan dia yang merasa letih di tubuhnya.


Ingin sekali dirinya pulang, tapi hari sudah begitu malam dan dirinya begitu mengantuk. Hingga dirinya memutuskan untuk menelpon adiknya di rumah.


" Hallo mbak.?" Jawab sebrang telpon.


" Ga malam ini mbak nginap di rumah teman, tolong bilangin nenek ya." Ucap Mawar.

__ADS_1


" Iya Mba." Jawab Angga.


" Ya sudah, jangan tidur malam-malam."


" Iya." Jawabnya dan memutuskan panggilan.


Merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya yang sudah mulai mengantuk hingga tak butuh lama dirinya tertidur.


***


Terbangun, saat dirinya merasa haus dan kepala yang begitu pusing akibat hangover. Perlahan dirinya duduk dan menyandarkan tubuhnya di headboard, memijat pangkal hidungnya untuk mengurangi rasa pusing dan menggerakkan perlahan kepalanya.


Beranjak dari ranjang untuk menuju dapur saat dirinya benar-benar haus akan tenggorokannya yang bergitu kering.


Mengambil air minum, meneguknya dengan tandas dan merasa lega saat tenggorokannya sudah terbasahi dengan air.


" Gila, pusing sekali.!" Gumamnya dan berjalan menuju ruang tamu, untuk dia yang ingin merebahkan tubuhnya lagi di sofa empuk.


Memicingkan mata saat melihat Mawar yang tertidur di sofa dengan dia yang meringkuk.


" Kenapa dia ada di sini.?" Ucapnya lirih dan menghampiri Mawar yang masih tertidur lelap.


" Apa gadis ini semalam tidak pulang." dengan masih menatap Mawar, menatapnya begitu dalam tanpa di sadari senyumnya mengembang kala memperhatikan gadis yang begitu manis jika dia tertidur.


Mengangkat tubuh Mawar dan membawanya ke dalam kamarnya, membaringkan tubuh Mawar di atas ranjang menyelimuti tubuhnya dan berjalan ke kamar mandi untuk dia membersihkan tubuh yang sudah melekat dengan bau alkohol.


Cukup lama dirinya di kamar mandi, berjalan ke arah lemari mengambil baju santai saat untuk ia kenakan di hari liburnya. Tanpa rasa dosa dan malu dirinya memakai baju di depan Mawar yang dia lihat masih tertidur.


Tapi terkejut saat mendengar teriakan kencang, hingga dirinya berbalik badan menatap sumber suara.


" Aahhhh.!!" Teriak Mawar sekali lagi, dengan menutup matanya rapat-rapat saat Kevin berbalik menatapnya.


Kevin pun menatap ke bawah, melihat handuk yang dia kenakan lepas dan memperlihatkan keris saktinya di depan gadis polos yang baru bangun tidur. dengan cepat dia pun mengambil handuknya dan melilitkan kembali di pinggangnya.


" Dasar kolor ijo, gak tau malu." Gerutu Mawar dengan masih menutup matanya.


" Kamu kalau sudah bangun kenapa enggak bilang sih." gerutu balik Kevin.


" Aku enggak tau kalau ada kamu, astaga! mataku ternodai Tuhan.!" Seru Mawar, dengan memanyunkan bibirnya dan beranjak pergi dari tempat tidur Kevin sambil menutup matanya dengan satu tangan dan membanting pintu dari luar dengan keras.


" Dia melihatnya, oh damt it.!"


.


.


.


.

__ADS_1


🍃🍃🍃


__ADS_2