Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
tepat waktu


__ADS_3

Semenyenangkan ini ternyata, berjalan berdua dengan anak sekolah.


.


.


.


.


Berjalan beriringan dengan saling bergandengan tangan saat memasuki gedung pernikahan dari anak klaennya. di ikuti pandangan dari semua orang yang menatapnya bagai sepasang pengantin, padahal dirinya hanyalah seorang tamu sama seperti mereka. Tapi entah kenapa para tamu memandangnya seperti terpesona antara pria dan wanita yang begitu cantik dan tampan.


Bersalaman dengan klaen yang mengundangnya di acara pernikahan dan menyapa beberapa tamu yang Kevin kenal serta memperkenalkan kekasihnya di hadapan orang yang mengenal Kevin.


Duduk di sisi pojok dengan Kevin dan Mawar yang menikmati hidangan makan malam yang di sugukan oleh pihak acara.


" Kamu nambah lagi.?" Tanya Kevin, sedikit mengerutkan kening malam ini. ada perubahan di diri Kevin yang tidak biasa menawarkan makanan lagi untuknya.


" Tidak?" jawab Mawar, menggelengkan kepala dengan tersenyum dan kembali menikmati es crim yang menjadi incarannya sedari tadi saat akan mengambil disert.


" Kalau makan yang benar.!" Kata Kevin, mengusap sudut bibir Mawar yang belepotan akan es crim.


Melihat kanan dan kiri, tidak ada orang yang melihat mereka dan tidak ada pula mantan Kevin di sini. Tapi kenapa sifat Kevin begitu manis dengannya, ini seperti drama korea yang sangat-sangat menyenangkan dan bikin baper jika di lihat.


Sedikit mencondongkan tubuhnya ke samping Kevin dan membisikkan sesuatu di telinga pria itu


" Ini bukan drama korea kan?" Tanya Mawar membuat Kevin menatapnya dan mengerutkan keningnya.


" Malam ini kamu berbeda, enggak kesampet setan kan.!" Ujarnya lagi, membuat Kevin menjadi salah tingkah entah kenapa dirinya juga merasakan sama seperti Mawar yang dia bilang.


" Pulang yuk."Ajak Kevin dan berdiri dari duduknya, serta melihat ke arah Mawar yang masih menatapnya.


" Tumben minta pulang kan belum kelar acaranya?" Kata Mawar,


" Bosan, pengen cari suasana yang baru." kata Kevin dan mengulurkan tangannya ke hadapan Mawar.


Berdiri dari duduknya, menerima uluran tangan Kevin untuk menggenggamnya dan berjalan bersama untuk keluar gedung.


" Padahal aku masih ingin makan es crim." Lirih Mawar saat mereka sudah berada di dalam mobil dan terdengar oleh Kevin.


" Kamu mau makan es criem." Tanya Kevin, membuat Mawar menatapnya.

__ADS_1


" Hmm, tidak." Jawabnya yang berbohong, mungkin malu atau takut untuk mengungkapkan keinginannya.


Kevin tau jika Mawar berbohong dan dirinya tidak salah dengar jika Mawar masih ingin makan es criem.


Menjalankan mobilnya untuk mengantarkan Mawar pulang, dan berhenti seperti biasa di spbu untuk Mawar mengganti baju sebelum sampai di rumahnya.


Mawar yang sedang berada di toilet spbu dan dirinya memilih untuk pergi ke minimarket membelikan sesuatu yang sedang di inginkan Mawar. tiga es criem yang di bungkus dengan kotak makan, berupa tiga rasa dan warna di dalamnya.


Masuk ke dalam mobil kembali dan mendapati Mawar yang sudah ada di dalamnya.


" Dari mana?" Tanya Mawar penasaran.


" Ini." Ucapnya dan memberikan kantong plastik pada Mawar, menerimanya dan membuka kantong plastik yang ada di dalamnya.


sedikit terkejut dan menatap kembali ke arah Kevin. " Untuk aku.?" tanya Mawar.


" Iya." Jawab Kevin, dan membuat Mawar gersenyum.


" Makasih." Kata Mawar dengan senang dan mencoba mengambil saru kotak es criem dan membukanya.


begitu senangnya dia mendapati es criem dengan tiga warna dan rasa yang berbeda. mencoba mencicipi es criem di dalam mobil hingga dirinya tidak bisa berhenti.


Mengarahkan sendok ke bibir Kevin dan Kevin pun menerimanya dengan senang hati sambil melajukan mobilnya untuk menuju rumah Mawar.


" Iya.?" jawabnya, sambil menutup kotak es criem yang ia dan Kevin makan tinggal sedikit. " Makasih." imbuhnya lagi dan di anggukkan oleh Kevin.


" Ayo aku antar pulang." Ajak Kevin, dan lagi membuat Mawar sedikit terkejut.


" Enggak usah aku bisa pulang sendiri, kamu pulanglah." Tolak Mawar secara halus.


" Aku belum sempat berpamitan pada nenek kamu, nanti aku di kira pria gak bertanggung jawab." Jawab Kevin dan melepaskan seatbalt.


" Eh.!!" Pekik Mawar sambil mengerutkan keningnya.


" Ayo turun." Perintahnya, Kevin pun mulai turun terlebih dulu dan menunggu Mawar yang masih berada di dalam mobil dengan tubuh yang bereaksi dengan terkejut sambil menatap Kevin.


Tersadar saat pintu mobil terbuka dengan Kevin yang setengah membungkuk ke arahnya.


" Kenapa bengong, ayo cepat turun.!" perintahnya lagi dengan sedikit ketus, Mawar pun turun dari mobil dengan mengerucutkan bibir kala Kevin mulai berubah menjadi songong lagi.


Sungguh menyabalkan.! beberapa jam yang lalu dia manis dan perhatian, dan beberapa menit kemudia berubah menjadi songong. sepertinya Kevin memang ketempelan setan saat di gedung pernikahan tadi dan menghilang saat sudah berada di gang rumahnya.

__ADS_1


Berjalan beriringan kembali melewati gang dengan lampu yang tamaram untuk menuju rumah Mawar.


Belum terlalu malam hingga mereka masih melihat para tetangga yang sedang berkumpul serta anak-anak kecil bermain memenuhi gang.


Sedikit menyapa dan menundukkan kepala memberi sapaan terhadap para tetangga yang sedang memperhatikannya karena berjalan dengan seorang pria yang berwajah tampan, putih, tinggi dan berpakaian rapi.


Bukan hanya Mawar saja yang memberikan sapaan terhadap tetangga Kevin pun juga sama melakukannya seperti Mawar dan itu sungguh buka Kevin malam ini.


Yang bisanya dia bersikap cuek dan tak pernah menyapa pada siapapun termasuk karyawan, kini berubah kala dirinya berjalan dengan Mawar mengantarnya pulang jalan kaki, di lihat para tetangga dan harus mau tidak mau dirinya menurunkan harga diri sedikit untuk menghormati para tetangga Mawar.


Sampai di depan rumah Mawar, dan melihat pintu yang masih terbuka dengan Angga dan Neneknya sedang menonton tv.


" Assalamualaikum." Ucap Mawar.


" Walaukum salam." Jawab Nenek dan Angga bersamaan.


" Sudah pulang Ar.?" Tanya Neneknya, saat Mawar menghampirinya dan mencium tangannya.


" Iya Nek." Jawabnya, dan Neneknya pun beralih menatap Pria yang ada di depan pintu.


" Lho Ar! ada temannya kok gak di suruh masuk.!" Kata Neneknya. " Ayo masuk nak?" Perintah Nenek Mawar, hanya mengangguk, tersenyum dan masuk ke dalam rumah serta mencium tangan Nenek Mawar.


" Tepat waktu Mas.!" Seru Angga yang menatap Kevin.


" Pria harus tepati janji." Jawab Kevin dan di anggukkan Angga dengan tersenyum, sedangkan Mawar hanya mengerutkan kening saat adiknya begitu akrab dengan Kevin dan entah apa yang sedang di bicarakan mereka saat ini.


Sedikit mengobrol lama dengan adiknya, sedangkan Neneknya sudah masuk ke dalam kamar terlebih dulu mungkin karena lelah dan mengantuk.


" Sudah malam, aku pulang dulu." Kata Kevin sambil melihat jam yang ada di tangannya.


" Iya." Jawab Mawar dan berdiri mengikuti Kevin dari belakang.


duduk di kursi teras rumah untuk memakai sepatu dan berdiri mensejajarkan tubuhnya menghadap Mawar.


" Hati-hati." Kata Mawar.


" Iya." Jawabnya dengan tersenyum dan mengacak rambut Mawar membuat Mawar terkesima dengan perlakuan Kevin


.


.

__ADS_1


.


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2