Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
curahan hati


__ADS_3

Hati ini sudah berpindah, hingga aku tidak lagi mengharapkan cinta dari mu.


.


.


.


.


" Apa kamu enggak capek tidur terus, apa kamu enggak ingin bangun dari mimpi indah kamu." Menjeda lekat wajah gadis yang masih berbaring di ranjang pasien. " Kamu tau di sekolah rasanya sepi tidak ada kamu, Minggu depan kita ujian akhir. Aku ingin kamu bangun, kamu bilang kan jika ingin merayakannya bersamaku dengan Mawar, jika kita lulus!" Imbuhnya lagi, tersenyum pahit melihat kondosi Lisa yang masih tetap sama setiap hatinya.


Di kala Fahmi selalu menjenguknya pulang sekolah dan di malam minggu ini, yang seharusnya fahmi bersenang-senang dengan teman cowoknya, menggoda cewek dan mengajak kenalan itupun rasanya enggan. Dan lebih memilih untuk ke rumah sakit, menemani ke dua orang tua Lisa dan juga ingin bersama dengan Lisa, berbagi cerita di sekolah dan kesehariannya lebih menyenangkan, serta berharap cerita yang selalu dirinya bagikan pada Lisa bisa membuatnya tersadar dari koma yang entah kapan bisa pergi dari tubuh Lisa.


" Mawar selalu merindukanmu kan, dia selalu ke sini. Aku ingin tau apa saja yang Mawar cerita ke kamu. Kamu enggak rindu sama sahabat kamu itu!" Kata Fahmi, seakan dirinya ingin marah karena Lisa tak kunjung membuka mata.


" Bukalah mata kamu Lis! Bangun!" Ujarnya lagi, mulai menggenggam tangan Lisa yang memutih. " Apa kamu enggak kasihan dengan bapak dan ibu kamu, apa kamu tega dengan ibu bapak kamu yang setiap hari menangisi kamu, menangisi putri kesayangannya. Apa kamu tega Lis.. Jangan buat mereka menderita! Bangunlah Lis bangun!" Mohon Fahmi, seakan dirinya begitu takut akan hal yang tak di inginkan dan tidak ingin ia bayangkan ada di dalam pikiran dan hatinya.


Sungguh,ai takut. Takut itu terjadi dan takut jika ke dua orang tua Lisa menyalahkan semuanya pada Mawar jika suatu saat mereka kehilangan putrinya untuk selama-lama. Mungkin memang mereka memaafkan dan mengerti dengan keadaan, tapi sikap seseorang bisa berubah-ubah dengan seiringnya waktu dan juga adanya hasut dari orang-orang atau pikiran negatif.


Masih ada rasa dengan Mawar, jawabannya tidak! Karena dirinya sudah mengubur dalam-dalam Mawar dari hatinya dan tidak ada rasa cinta seperti dulu ia mengharapkan Mawar.


Hanya sebatas sayang sebagai teman, tidak lebih dari itu karena dirinya memang sudah merelakan Mawar hidup bersama dengan orang yang di cintai.


Lisa, gadis yang cantik, cerewet dan sedikit tomboy. Gadis yang selalu membuatnya sebal kala mendengar celetukannya, dan bisa membuatnya tersenyum dengan godaan renyahnya walaupun dirinya tau jika Lisa tak menyukainya.

__ADS_1


Air mata yang tiba-tiba saja menetes dengan dirinya mulai menenggelamkan wajahnya di ujung ranjang. " Aku kangen Lis, aku kangen kamu!" Lirih Fahmi, mengingat kembali kebersamaan dirinya dan Lisa di sekolah maupun di luar sekolah.


" Fahm." Lirih gadis mulai membuka mata yang berat dan sayu.


Pendengaran yang tajam, mengangkat kepala dengan cepat dan melihat gadis yang ia tangisi membuka mata.


" Lisa?" Sapa lirih Fahmi, begitu terkejut dengan semua yang secara tiba-ciba. Dengan cepat dirinya menekan tombol berulang-ulang kali dan masih tetap menatap lekat mata sayu Lisa yang terbuka.


Dokter dan suster berlari begitu cepat dari lorong menuju ruang Lisa. Melihat paniknya dokter, membuat ke dua orang tua Lisa terkejut dengan cepat mereka berdiri dan mengikuti langkah dokter untuk masuk tapi tertahan oleh suster hingga mereka hanya bisa melihatnya dari jendela kaca.


" Pak?" Gemetar ibu Lisa, mulai menangis, takut akan kabar yang menyakitkan.


" Tenang buk, kita berdoa semoga tidak terjadi apa-apa pada putri kita." Tenang bapak Lisa, memeluk istrinya yang mulai takut dan menangis.


*****


Mengingat wanita itu yang membuat calon anaknya tiada. Mengingat bagaimana istrinya terluka dan menganis serta menyalahkan dirinya sendiri.


" Dia sudah di penjara akan saya pastikan dia gila dan bunuh diri di dalam penjara." Ucap Bima duduk di hadapan Kevin, terlihat jelas bagaimana wajah dingin, gelap dan benci ada di sana.


" Pastikan itu, nyawa harus di bayar dengan nyawa. Aku tidak ingin dia bebas." Kata Kevin, membuat Bima mengangguk mengerti.


Kehilangan calon anak di sebabkan oleh mantan pacar yang terobsesi dengannya membuatnya murka dan ingin sekali ia membunuhnya langsung dengan tangannya. Berada di penjara dan sudah di proses oleh pihak penyelidikan hingga itu dirinya hanya bisa diam, membiarkan polisi untuk mengurus semuanya tapi dengan sedikit bantuan dari para napi untuk membuat mantan pacarnya menderita dan mati dengan cari bunuh diri tanpa harus mengotori tangannya sendiri.


" Apa anda sudah menceritakan semuanya pada orang tua anda pak." Tanya Bima.

__ADS_1


" Belum?" Lirihnya. " Aku belum menceritakan semuanya." Ujarnya lagi, hingga dirinya berspekulasi jika ini karma ke duanya. Menikah sembunyi-sembunyi tanpa memberitahukan orang tuanya dan tidak meminta restu serta doa dari papa dan mamanya.


" Sebelum terlambat, sebaiknya Anda menceritakn semuanya agar tidak terjadi kesalah pahaman dari Mbak Mawar dan keluarga anda Pak." Saran Bima, bagaimana dirinya tau jika bosnya itu sangat menyesal dan bersalah atas apa yang di sembunyikan dan menimpa semuanya pada istrinya.


Kehilangan buah hati yang menyatukan mereka dan tanpa memberitahu ke dua orang tuanya jika dirinya sudah menikah. Sungguh dirinya menyesal dan pria brengsek menyembunyikan istrinya dari keluarganya.


" Kau benar." Ucap Kevin. " Kosongkan jadwalku satu minggu lagi, aku ingin pulang dan membawa Mawar ke rumah orang tuaku." Imbuhnya, memutuskan untuk membawa Mawar ke hadapan keluarganya. Meminta doa dan restu untuk keluarga kecil yang akan di bangunnya.


Walaupun kemungkinan jika ke dua orang tuanya akan marah serta tak mau menerima kehadiran Mawar yang menikah diam-diam tanpa memberitahukannya tetlebih dulu. Ia takut jika itu terjadi, dan meskipun orang tuanya tak menyetujuinya dirinya akan tetap bersama Mawar dan berusaha sebisa mungkin mendapatkan restu dari mama dan papanya agar Mawar di terima oleh mereka.


" Baik pak." Jawab Bima dengan tersenyum, berdiri dari duduknya. " Kalau begitu saya pamit pulang Pak." Imbuhnya.


Mendongakkan kepala menatap Bima. " Aku dengar kamu sudah mempunyai kekasih, apa itu benar." Tanya Kevin, membuat Bima mengerutkan kening.


" Mawar yang bilang padaku, saat pertama kali bertemu di toko buku?"


" Hanya teman, bukan kekasih." Jawab Bima.


" Jika suka cepat ungkapkan, sebelum dia di ambil orang." Saran Kevin tersenyum kecil, tau apa yang di ceritakan semuanya oleh Mawar kesalahpahaman antara istrinya dan teman wanita Bima. Awalnya sempat marah tapi saat tau istrinya balik menyerang dan marah-marah dengan teman wanita Bima ia menjadi tertawa dan senang mendengarnya.


Itu berarti Mawar orang yang tidak bisa di tindas dan wanita singa jika di ganggu oleh predator lain.


.


.

__ADS_1


.


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2