
" Ini buat Kakak." Kata Intan menyerahkan amplop coklat pada Kevin, saat sarapan pagi masih di hotel Bima.
Setelah acara pesta pernikahan selesai, keluarga Kevin tidak pulang ke rumah, mereka mendapatkan penginapan gratis di hotel milik Bima penginapan kamar yang mewah, serta pelayanan yang sangat baik bagi keluarga Kevin.
" Apa ini?" Tanya Kevin, mengerutkan kening melihat amplop dari adiknya.
" Minta sumbangan." Cibir Intan, membuat Kevin tertawa saat mendengarnya.
" dua tiket pesawat gratis pulang pergi ke bali." Kata Kevin.
" dasar adik gak mau rugi." gerutu Kevin, dan Intan tertawa karena gerutuan Kevin, membelikan tiket pesawat ke luar pulau bukan ke luar negeri.
Pasalnya dulu Kevin memberikan kado pernikahan adiknya untuk berbulan madu ke turky dan membayar semua fasilitas adiknya selama satu minggu di sana. Tapi, lihatlah adiknya ini, hanya memberikan tiket pesawat gratis pulang pergi tanpa penginapan. Sangat menyebalkan punya adik yang laknat.
" Dan ini buat kamu Ar?" Memberikan paberbag berlogo ternama pada kakak iparnya.
" Jangan di buka di sini." Larang Intan, dan Kevin mencoba mengintipnya hingga seulas senyum merekah menatap Adiknya.
" Adik yang pintar!" Serunya, mengucap bangga karena Intan membelikan sesuatu yang sangat membuatnya suka jika di pakai oleh Mawar.
" Cih! Gak tau malu." Cibir Intan, dan juga ikut tertawa saat Mawar merasa penasaran akan apa yang di berikan oleh adik iparnya tapi tak boleh membukanya di hadapan semua orang.
" Ini, buat pengantin baru." Kata Bima dan jug memberikan amplop putih padanya.
" Tiket kapal pesiar dan penginapan hotel di bali selama empat hari." Kata Mawar, membuat Intan dan mamanya membulatkan mata dan menatap Bima dengan tercengang.
" Aku mau ikut!!" Rengek Intan pada Bima.
" Mama juga mau!!" Rengek Mama Kevin pula. Hingga Kevin dan Mawar tersenyum.
" Mama mau ngapain ikut! Mau jadi wasit di dalam kamar hotel." Kata Kevin, mendapatkan pukulan dari Mawar dan juga pelototan dari mamanya.
" Anak kurang ajar!" Seru Mama Kevin. " Mama mau ikut naik kapal pesiar, bukan mau ikut lihat kalian berdua di kamar hotel. Buat apa coba, Mama sama papa sudah setiap hari begituan." Lirihnya, tanpa sadar yang langsung membuat semua anak dan menantunya tercengang dengan kejujuran dan keceplosan mamanya.
" Mama!!" Tegur Intan dan Kevin bersamaan. sedang kan Mawar, adik ipar dan Bima hanya menunduk menahan senyum.
" Ups, Maaf Pa! Kelepasan." Lirihnya, saat suaminya juga malu sendiri kala dirinya begitu kelepasan berbicara dengan anak dan menantu dalam urusan ranjang.
__ADS_1
" Awas saja kalau sampai punya anak lagi!" Ancam Intan. " Aku penyet-penyet nanti. Masak anakku punya om kecil." Ujarnya, mengerucutkan bibir menatap orang tuanya.
" Udah-udah, makan dulu jangan banyak bicara." Lerai Papa Kevin, mengakhiri obrolan yang sudah mulai menjalar kemana-mana.
Suasana meja makan dalam restoran begitu penuh, akan kedatangan Angga dan Arsya yang di gendong pengasuhnya dimana mereka baru saja keluar dari kamar hotel karena kelelahan dan tidur begitu nyenyak.
Angga di sambut hangat dan sudah menjadi keluarga besar Kevin. Ada rasa canggung bergabung dan ikut menginap di hotel bersama dengan keluarga besar kakak iparnya meskipun dirinya tidur bersama dengan Bima mantan asisten Kevin untuk menemaninya.
Bukan hanya mertua Mawar saja yang memperlakukannya baik, tapi juga Intan dan suaminya juga memperlakukannya seperti adiknya sendiri. Keluarga Kevin memang sangat baik dan tulus menerima dirinya dan Kakaknya.
Sungguh, dalam suasana di meja makan kali ini. Ini seperti ke inginannya, meskipun bukan ke dua orang tuanya yang ada di hadapannya. Mengobrol, tertawa, dan saling berbagi makanan begitu terasa hangat dan bahagia terpancar jelas dari mata kakaknya.
****
Duduk berdua di teras murah sederhana, siang hari kedatangan tamu yang sudah mengirim pesan jika dia akan datang ingin bertemu dengannya.
Lisa menyambutnya dengan senang hati, begitu pula ke dua dengan ibunya yang sudah mengenalnya karena cowok itu selalu ada saat anaknya berbaring di rumah sakit.
" Di minum Nak Fahmi?" Ucap ibu Lisa, membawa minuman dan cemilan ringan untuk tamu putrinya.
" Makasig tante." Kata Fahmi dengan tersenyum dan mengambil gelas dengan air es sejuk peras yang menyegarkan tenggorokan.
" Ambil di belakang, jangan manja." Ucap ibuk Lisa, membuat Lisa mengerucutkan bibir karena ibu pilih kasih padanya dan lebih memilih Fahmi mengambilkan minuman untuknya.
" Ibu tinggal ke belakang ya Nak Fahmi, mau nyiapin makan buat bapak." Pamit ibu Lisa.
" Iya buk." Jawabnya dengan senyum dan mengangguk.
" Ibu kalau ada yang bening-bening selalu saja jelalatan." Gumam Lisa, masih sebal dengan ibunya yang sangat senang jika ada teman Lisa datang ke rumahnya terutama Fahmi. Yang sudah mencuri hati ibunya.
" Sama seperti kamu." Kata Fahmi, membuat Lisa melototkan mata.
" Enak saja, enggak ya." Elak Lisa.
" Masak!"
" Enggak, cuma mata ini aja gak bisa nolak liat yang segar-segar." Jawab Lisa, dan Fahmi menggelengkan kepala serta mengacak rambut Lisa.
__ADS_1
" Jalan yuk." Ajak Fahmi.
" Kemana?" Tanyanya, sambil membenarkan rambutnya yang berantakan karena ulah Fahmi.
" Kemana saja." Ucapnya.
" Enggak mau ah kalau enggak ada tujuan." Kata Lisa.
" Ayok!"
" Kemana dulu!"
" Nanti juga tau." Kata Fahmi, membuat Lisa mendesah dan berdiri dari duduknya.
" Mau kemana?" Tanya Fahmi, mendongak kepala menatap Lisa yang berdiri.
" Mau ganti baju dan pamitan sama ibuk." Jawab Lisa, hanya mengangguk dan tersenyum. Karena Lisa mau di ajak pergi dengannya.
Berpamitan pada ibuk Lisa, meminta ijin untuk membawa anaknya jalan keluar rumah dan pulang sebelum malam tiba. Ibu pun mengijinkannya karena memang Fahmi bisa menjaga putrinya.
Melajukan motor sport dengan kecepatan sedang dengan Lisa memegang bahu Fahmi untuk berpegangan takut akan dirinya jatuh.
Berhenti di parkiran mall, dengan Lisa yang sudah turun dan melepaskan helm di ikuti Fahmi yang juga turun dan berjalan bersama menuju penitipan helm.
" timezone." Kata Lisa.
" Hmm." Jawabnya dengan senyum, karena Lisa juga suka dengan permainan di Mall.
Sedikit terkejut, kala tangannya di gandeng oleh Fahmi dan dirinya pun hanya bisa tersenyum. Mengikuti langkah kaki berjalan bersamanya.
Menuju lantai atas, khusus permainan timezone. Mengisi saldo dengaj limit yang banyak agar dirinya dan Lisa bisa bermain dengan sepuasnya tanpa henti.
Permainan pertama stret basketball, melempar bola basket hingga waktu yang di tentutan. Sangat menikmatinya dan sangat membuat mereka tertawa. mulai menjelajahi keseluruh timezone, dari air hoky, walking dead, hause of date hingga dance revolution. banyak orang yang menyaksikan ke asikan dua remaja sedang battle dance dengan mereka yang bercanda dan tertawa serta berkeringat.
.
.
__ADS_1
.
.🍃🍃🍃🍃