
Nikmati alur cerita tentang kita yang menjadi patner kekasih bohongan.
.
.
.
.
" Kamu mau kemana Ar?" tanya Nenek mawar, saat milihat cucu perempuannya memakai tas serta jaket.
Mawar yang akan keluar dari rumah berhenti sebentar dan berbalik ke belakang menatap Neneknya yang berdiri tidak jauh darinya.
Menghampiri Neneknya dan tersenyum untuk menyapanya. " Mawar pergi sebentar ya Nek, ada urusan sama teman." pamit Mawar.
" Jangn pulang terlalu malam, hati-hati." ucap Neneknya dan di anggukkan oleh Mawar serta mencium tangannya.
Berjalan keluar rumah dengan sedikit tergesa-gesa saat ia mendengar suara ponsel jadulnya yang berbunyi beberapa kali hingga dia merasa sebal sendiri.
sedikit jauh dengan jalan raya hingga dia sudah sampai dan melihat kanan kiri untuk mencari keberadaan pria itu yang sedari tadi menghubunginya.
Mobil berwarna hitam sport berada di sisi kanan sedikit jauh dengan gangnya, berjalan ke arah mobil dan mengetuk jendela saat ia sudah berada di sampingnya.
" Masuk." ucapnya dari dalam mobil saat pintu jendela terbuka, tanpa pikir panjang Mawar pun masuk ke dalam mobil samping kemudi.
" Lama sekali." gerutu Kevin, ya siapa lagi jika bukan Kevin yang menelponnya beberapa kali.
" Apa kamu tidak bisa sabaran sedikit, rumah aku sedikit jauh dari sini." ucap Mawar, membuat Kevin menatapnya.
" Jika jauh seharusnya kau datang dari tadi." kata Kevin
" Kamu tidak menghubungiku dulu saat ingin bertemu dengan ku kan." skak Mawar, karena memang benar apa yang di katakannya.
Kevin tidak menghubunginya jika dia ingin bertemu, saat dirinya sudah sampai di tempat tujuan baru dia menghubungi Mawar, membuat Mawar yang sedang belajar kalut dan segera mengganti baju begitu cepat.
Kevin yang tidak bisa menjawab hanya menghembuskan nafas berat dan menatap Mawar dari bawah hingga ke atas, Mawar yang di tatap seperti itu sedikit risih.
__ADS_1
" Kenapa.!" ketus Mawar dengan menatap balik Kevin.
" Kau tidak berdandan." tanya Kevin.
" Tidak sempat." ucap Mawar dan mencari sisir di tasnya untuk menyisir rambutnya yang sedikit berantakan dan mencuritnya seperti ekor kuda.
Kevin memperhatikan Mawar yang mengisir rambutnya menatap dari samping saat ia melihat wajah Mawar yang ternyata manis tanpa make up.
" Kamu mau bawa aku ke mana.?" tanya Mawar dengan melihat Kevin, membuat lamunan Kenzi buyar dan menatap ke depan.
" Acara pesta, ulang tahun teman aku." kata Kenzi, membuat Mawar membulatkan mata.
" Pesta? pakai baju seperti ini enggak papa kan." kata Mawar.
" Kita ke butik." jawab Kevin dan mulai mengendarai mobilnya untuk menuju butik langganannya.
Ke butik? pasti mahal." gumam Mawar dalam hati dengan menatap jendela luar membayangkan harga baju butik yang terbilang mahal.
Dirinya tidak pernah masuk ke dalam butik untuk membeli baju, Mawar terbiasa membeli baju di pasar dengan harga murah dan bisa di tawar, yang terpenting bagus dan bisa di pakai serta nyaman untuk dia kenakan.
Berhenti tepat di depan butik lantai dua yang terlihat dari luar sudah seperti butik mahal dan terkenal, menatap Kevin yang sedang melepas saltbadnya.
" Selamat malam Tuan." sapa ramah karyawan wanita dengan sedikit membungkukkan badan, Mawar bisa menebak jika Kevin orang yang selalu beli baju di butik ini karena begitu di segani oleh semua karyawan butik.
Hanya mengangguk dan tersenyum saat membalas sapaan karyawan butik.
" Tuan Kevin?" sapa ramah wanita cantik dengan menghampiri Kevin.
" Aku ingin kamu merias dia, dua puluh menit." perintah Kevin tanpa basa-basi dan melihat jam tangan yang menunjukkan jam tujuh.
" Baik Tuan." jawab Wanita itu. " Mari ikut saya Nona." ucapnya dengan ramah pada Mawar, mengangguk dan mengikuti langkah wanita itu menuju ruang rias, sedangkan Kevin duduk di sofa tunggu yang sudah di sediakan pemilik butik.
Butik yang terpercaya dengan kualitas yang sangat bagus dan memuaskan para pelanggan serta tidak pernah mengecewakan sama sekali hingga waktu yang pas saat di tentukan oleh Kevin, Mawar pun sudah di hias begitu senatural dan tidak terlalu menor karena wajahnya sudah putih dan manis serta bajunya pun sangat pas di tubuh Mawar yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Berdiri di depan Kevin dengan berdehem yang sedang melihat ponsel, membuat Kevin mendongakkan kepala serta membulatkan mata saat menatap wanita yang ada di hadapannya.
" Cantik?" lirihnya yang terdengar oleh pemilik butik serta Mawar.
__ADS_1
" Cantik kan Tuan?" kata Pemilik butik dengan tersenyum membuat Kevin tersadar dan segera berdiri dari duduknya.
" Aku akan ke kasir." kata Kevin dan meninggalkan Mawar serta pemilik butik yang menatap kepergiannya.
" Baru kali ini dia memuji seorang wanita dengan tulus.?" ucap pemilik butik yang bernama laura, menatap sang pemilik butik dengan mengerutkan keningnya.
" Kau wanita pertama yang di puji tulus oleh Tuan Kevin" ujarnya lagi dengan tersenyum.
" Benarkah itu Nyonya." tanya Mawar antusias
" Jangan panggil aku Nyonya." ucapnya dengan tertawa. " Panggil saja aku madam Laura." imbuhnya dan di anggukkan oleh Mawar dengan tersenyum.
" Dia memang play boy, rayuan begitu manis tapi tidak pernah terlihat tulus. Tapi saat melihat mu, dia memuji kamu dengan tulus dan terpesona seperti tadi." ucap madam Laura. " Aku harap dia berubah saat bersama kamu." ujarnya dengan tersenyum sebelum Kevin menghampiri mereka.
" Ayo.?" ajak Kevin, membuat Mawar menatapnya, hanya mengangguk saat Kevin mengajaknya untuk keluar dari butik.
" Terima kasih madam." ucap Mawar dengan tersenyum, madam Laura pun tersenyum dan mengangguk.
Masuk ke dalam mobil mengendarainya dengan kecepatan sedang sekali-kali melirik Mawar yang sedang menatap luar jendela karena memikirkan perkataan madam Laura yang berhadap Kevin berubah.
" Mana bisa seorang play boy bisa berubah, dan dia pun akan seperti itu selamanya." gumam Mawar dalam hati dan menatap Kevin yang langsung mengalihkan perhatiannya dengan memandang jalan.
Tidak membutuhkan waktu lama, mobil mereka sudah sampai di sebuah gedung yang megah dan sudah di rias begitu mewah.
Memasuki ruangan dengan Mawar yang harus mulai bekerja menjadi pacar sewaan Kevin, melingkarkan tangannya ke tangan Kevin saat melihat beberapa sepasang kekasih melakukannya seperti yang di lakukan Mawar saat ini.
Kevin tersenyum saat Mawar mulai melakukan pekerjaannya dan tidak susah-susah ia mengajari Mawar bagaimana harus menjadi seorang kekasih.
Semua orang yang ada di dalam gedung menatap ke arah Kevin yang membawa wanita cantik dan seksi memperlihatkan lekuk tubuhnya dan bahu yang terbuka serta berjalan dengan anggun, tidak seperti mantan-mantan Kevin sebelumnya yang para pria melihatnya dengan biasa-biasa saja.
Berjalan menghampiri teman wanita Kevin waktu kuliah dengan mengucapkan selamat ulang tahun dan menyerahkan bingkisan kado yang di bawa Mawar. Menerimanya dengan tersenyum dan saling berkenalan, di sisi lain ada wanita yang memperhatikan Kevin dan Mawar dengan tajam dan marah.
.
.
.
__ADS_1
.