
Ibu? " Sapa gadis yang sudah menjadi dewasa dan tersenyum kala melihat ibunya sedang menunggunya di depan rumah besar dua tahun mereka baru menempatinya, duduk di kursi roda di temani seorang perawat yang setia membantunya dua tahun ini menjaga ibunya.
Hanya tersenyum dan memandangnya dengan hangat saat putrinya tiba di rumah kala tiga hari tidak bertemu karena putrinya sibuk dengan usahanya yang mulai berkembang dengan pesat.
Berjongkok di depan sang ibu, menyalimi tangannnya dan mencium pipi ibunya.
" Lisa kangen sama ibu?" Ucap Lisa, menyentuh punggung tangan ibunya yang sudah bisa di gerakkan meskipun masih sedikit lemas.
" I bu ju ga ka ngen Li sa." Ucap ibunya yang sudah bisa berbicara meskipun masih terbata-bata. Terasa senang kala perkembangan sang ibu sudah begitu mulai maju dan tidak sia-sia ia mencari pengobatan serta pindah ke luar kota demi ibunya untuk sembuh dan bisa menemaninya saat dirinya sudah tidak punya siapa-siapa lagi.
" Ayo masuk buk, sudah mau malam enggak baik buat ibu lama-lama di luar." Ajak Lisa, dan mengambil alih kursi roda dari tangan suster untuk mendorong ibunya.
__ADS_1
" Terima kasih mbak Santi?" Ucap Lisa pada suster yang menemani ibunya sepanjang hari saat dirinya pergi ke luar kota dengan urusan bisnisnya.
" Sama-sama mbak?" Kata Suster Santi dengan senyum dan berjalan di belakang Lisa.
Mendorong kursi roda ibunya untuk masuk ke dalam rumah, memindahkan ibunya untuk duduk di sofa ruang keluarga dan mulai berbagi cerita tentang tiga harinya pergi ke luar kota membuka toko baru yang langsung di serbu para remaja dan ibu-ibu saat ada diskon besar-besaran untuk pertama kali pembukaan.
Ya, setelah ayahnya meninggal karena serangan jantung dan tujuh hari ibunya jatuh sakit dan di larikan ke rumah sakit, hingga dirinya terkejut kala dokter menyatakan sakit stroke berat hingga lumpuh total dan juga sulit berbicara. Dunianya terasa begitu hancur dan sulit untuk menerima cobaan berturut-turut saat itu.
Mungkin Mawar dan suaminya membalas budi kebaikan keluarga Lisa yang pernah menolongnya dan tak pernah menyalahkan apa yang pernah terjadi di masa lalu yang membuat Lisa sampai koma.
Bertekat dengan modal seadanya, Menjual motor miliknya, ia mencoba berjualan baju, dari mulai jualan online dan berdagang keliling alun-alun kota. sedikit demi sedikit Lisa bisa mengumpulkan uang hasil penjualannya, mulai mencoba menyewa toko dan mulai berjualan sendiri hingga toko terkenal murah dengan kualitas baju yang bagus dan tren dari kalangan para remaja, wanita dewasa dan ibu-ibu rumah tangga.
__ADS_1
Dalam satu tahun, berjualan online baju begitu ramai dan toko sudah ada dua karyawati, hingga dirinya merasa harus mengembangkan tokonya lagi dan mempekerjakan wanita yang sedang membutuhkan biaya hidup seperti dirinya.
.
.
.
Hay!!! Kangen ya!! Sama aku juga😀 kangen like komen dan vote kalian tau gak.😍😍
Tenang-tenang kalau penasaran dengan cerita Lisa mampir yuk di novel NONA LISA yang gak seberapa bagusnya tapi insyaallah bisa menghibur kalian.
__ADS_1
Jangan lupa kepoin ya!! gak kalah seru sama cerita Mbak Mawar sama Mas Kevin.😄😄