Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
wisuda


__ADS_3

Depan sekolah, penuh dengan parkiran motor dan mobil yang berjejer rapi karena di tertibkan oleh juru parkir dadakan.


Banyak keluarga datang untuk menyaksikan putra atau putri mereka wisuda. Dan ingin membagikan momen bahagia mereka dalam sesi foto bersama.


Mawar datang dengan Kevin dan keluarganya, memakai kebaya modern sangat cantik dan elegan, mendapatkan kebaya dari butik langganan mama mertua yang siap membantu meskipun dengan mendadak.


" Lisa?" Sapa Mawar, kala melihat Lisa bersama orang tuanya yang akan masuk ke dalam aula sekolah.


" Mawar?" Ucap Lisa, berjalan menghampirinya dengan senyum.


" Kamu cantik Lis?" Puji Mawar, untuk pertama kali melihat wajah temannya di rias dan terlihat begitu cantik.


" Kamu juga cantik?" Puji Lisa juga pada Mawar, dirinya begitu tidak percaya diri akan penampilannya yang di rias oleh tukang salon langganan ibuknya, yang di paksa ibunya untuk berdandan karena wisuda.


" Masih cantikan kamu? Beda tau gak." Masih memuji Lisa, hingga Lisa merasa malu.


" Udah ah! Jangan muji-muji gitu nanti gue bisa besar kepala." Kata Lisa, membuat Mawar tertawa di ikuti Mama Kevin.


" Tante?" Sapa Lisa, menyalimi Mama mertua Mawar yang juga ikut hadir dalam wisuda menantunya.


" Lisa, kamu cantik nak. Sama seperti putri mama ini, kalau dandan cantik." Puji Mama Kevin, Lagi-lagi membuat Lisa malu dan belum percaya diri.


" Buk, Pak?" Sapa Mawar, menyalimi orang tua Lisa di ikuti Kevin yang juga bersalaman dengan orang tua Lisa. Menghormati yang lebih tua, dan telah menganggap istrinya sebagai anaknya juga.


Tidak luput juga ke dua orang tua Lisa bersalaman dengan mertua Mawar turut hadir dalam melihat acara wisuda menantunya.


Saling menyapa dan sedikit bercengkama, sedikit mulai akrab dengan keluarga Kevin yang juga baik dengan orang tua Lisa.


Orang tua wali murid duduk terpisah dengan anak-anaknya. Melihat sedikit jauh, menyaksikan pentas dan pidato dari kepala sekolah serta tidak lupa dengan siswa siswi, yang meraih beasiswa dan juga mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian.


Acara selesai dengan penutup tarian dari adik kelas, Mawar dan Lisa mendapatkan ijasah dan tidak lupa mereka mengabadikan foto bersama dengan keluarganya.


" Lisa?" Suara cowok yang memanggilnya dari belakang, membuat Lisa dan Mawar menatap ke sumber suara.


" Fahmi? Kamu dari mana saja, aku sama Mawar dari tadi nyariin kamu tau!" Ucap Lisa, kala tidak melihat Fahmi ada dalam aula dan seharusnya dia naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan dari kepala sekolah, karena mendapatkan nilai terbaik dari semua murid yang lulus sekolah.

__ADS_1


" Aku tadi sedang huat pasport, sama orang tuaku." Jawab Fahmi.


" Pasport!" Ulang Mawar. " Emang kamu mau kemana?" Tanya Mawar, karena dirinya tidak tau apa-apa tentang Fahmi. Dan meminta Lisa untuk meminta jawaban.


" Fahmi mau kuliah ke london." Kata Lisa, membuat Mawar terkejut serta sedikit tak percaya.


" London! Kuliah di sana!" Tanyanya, dan di anggukkan Fahmi.


" Bukannya kamu akan kuliah di sini, kenapa sekarang kuliah ke luar negeri." Tanyanya lagi, merasa penasaran. Karena yang Mawar dengar dulu, Fahmi ingin kuliah bersama Lisa dan ingin menjaga Lisa. Tapi ternyata, semuanya berubah saat dirinya tidak diberitahu oleh Lisa ataupun Fahmi.


" Maaf, aku lupa memberitahu kamu Ar?" Kata Fahmi.


" Orang tua Fahmi sudah daftarin kuliah di sana Ar? Dan itu baguskan, cita-cita dia ingin kuliah di sana tercapai." Kata Lisa, dengan tersenyum tulus serta bangga mengatakannya. Tapi tidak dengan Mawar, dirinya tau jika itu akan menyakitkan untuk mereka berdua yang terpisah jauh dan tidak akan bertemu sangat lama.


" Kamu yakin mau kuliah di sana!" Kata Mawar, membuat Lisa, Fahmi dan Kevin mengerutkan kening. Pasalnya sang istri seperti tidak rela Fahmi pergi kuliah ke luar negeri.


" Sayang!" Tegur Kevin, merengkuh bahu istrinya untuk berapat ke sampingnya.


" Kenapa kamu seperti enggak rela gitu si ingusan itu pergi!" Bisik Kevin di telinga Mawar, membuat Lisa dan Fahmi mengerutkan kening menatapnya.


Jika jawaban sang istri sudah ketus, Kevin hanya bisa diam dan menghela nafas panjang untuk sabar serta mengalah.


" Ayo ceritakan!" Pinta Mawar membuat Lisa dan Fahmi masih mengerutkan kening.


" Ceritakan apa?" Tanya Fahmi.


" Iya, apanya yang mau di ceritakan kan." Imbuh Lisa.


" Kenapa Fahmi bisa pindah halauan, Katanya kuliah di sini, tapi kenapa jadi pindah ke luar negeri." Ketus Mawar, mencecar Fahmi untuk menjelaskan semuanya.


Hanya mendesah dan menarik nafad panjang, rasanya sulit sekali menjelaskannya. Kerena dirinya pun juga enggan sekali untuk pergi ke luar negeri ataupun jauh dari orang yang di cintainya.


" Ar? Dia di sana mau kuliah, kuliah di sana bagus dan cocok juga buat Fahmi untuk ngejar cita-citanya." Jawab Lisa.


" Di sini juga ada yang bagus kan Lis! Dan enggak perlu jauh juga dengan kamu."

__ADS_1


" Sayang?" Tegur Kevin.


" Ar!" Tegur Lisa bersamaan, membuat Mawar mendesah, sungguh Lisa gadis yang sangat cuek dan tidak akan mengubah perkataannya untuk tidak melarang Fahmi pergi.


Dan Lisa, masih ingin sendiri. tanpa beban cinta hubungan jarak jauh yang akan membuat dirinya menderita sendiri nantinya.


" Jika itu mau kalian, dan kalian saling mendukung ya sudah. Jalani saja dengan baik-baik." Kata Mawar, tidak bisa melarang saat semua sudah terjadi dan Lisa pun tidak keberatan akan hal itu.


" Lis, ikut aku sebentar." Pinta Fahmi, menggenggam tangan Lisa dan membawanya pergi dari hadapan Mawar dan Kevin.


" Eh! Mau ke-."


" Jangan ikut-ikut." Halang Kevin menutup bibir istrinya yang mau meneriakinya.


" Ih!! Mas." Cemberut Mawar, Kala Kevin menutup mulutnya karena kepo dengan Lisa dan Fahmi.


Dan entah kenapa dirinya menjadi Mawar yang suka kepo dengan urusan orang dan juga senang sekali mengomeli atau suka menangis karena kesalahan sedikit saja.


" Minggir!" Ucap Mawar, melepaskan tangan Kevin dari bahunya. serta berjalan ke arah ibu mertuanya yang sedang mengobrol dengan Ibu Lisa, meninggalkan permusuhan antara dirinya dan suaminya yang membuat moodnya hari ini berubah malas melihat wajah Kevin.


" Istriku marah?" Tanyanya sendiri, bingung kenapa istrinya menjadi marah dengannya.


" Apa dia mau datang bulan!" Tanyanya lagi, dan berjalan mengikuti istrinya yang menghampiri mamanya.


" Lisa mana Ar?" Tanya Ibu Lisa, yang tidak melihat anaknya bersama Mawar.


" Lagi sama Fahmi buk, ke kantin sebentar katanya." Jawab Mawar dan di anggukkan Ibu Lisa.


.


.


.


.🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2