
Aku memang sudah iklhas, walaupun nyatanya aku masih berharap.
.
.
.
.
Menjadi momen yang bahagia serta rasa sedih kala banyak gunjingan dan gosib para tetangga sebagai saksi yang sedang melangsungkan akad nikah, tanpa kahadiran orang tua dari pihak mempelai pria.
Desas desus sudah merambat ke semua kampungnya. Ada yang sedikit kasihan, jijik dan juga tidak percaya akan apa yang di dengar dari bibir ke bibir tetangga.
Memilih untuk tutup telinga kala ada yang masih memperdulikannya dan mendukungnya. Tetangga sebelah yang sangat baik pada Mawar dan Angga, Ada sahabatnya Lisa, teman prianya Fahmi dan juga Dokter Eni beserta suaminya yang sangat peduli dan memberi semangat untuknya.
Jangan mendengar ucapan orang, karena orang itu juga belum tentu baik seperti dirimu."
Memang benar, jika orang itu belum tentu baik dari dirimu. Jadi jangan pernah rendah diri (minder) untuk menghadapi orang yang sedang memandang rendah diri mu.
Duduk berdua di depan penghulu dengan saksi, tetangga dan asisten Kevin acara sakral pun sempat tegang dan sunyi. Saat semua orang mulai diam dan mendengarkan ijab khobul dari bibir Kevin menyebut namanya, binti dan mahar yang sangat fantasi kala semua orang terkejut dan menggelengkan kepala tidak percaya akan mahar begitu banyak dan menggiurkan.
tiga puluh gram mulia dan uang tunai satu milyar. Sungguh mahar yang sangat fantasi dan begitu banyak di mata para tetangga. Ada yang iri, ada yang tergiur dengan maharnya dan ada para ibu yang begitu ingin menikahkan putrinya pada Kevin meskipun mereka rela anaknya di jadikan istri ke dua.
Jiwa para ibu tetangga mulai meronta-ronta, tergiur akan mahar dari pria yang sederhana ternyata seorang pengusaha kaya raya. Ingin memaksa putrinya untuk menjadi madu Mawar tapi tau jika itu akan di tolak mentah-mentah dan pastinya akan menjadi bullyan dari orang-orang sekitar.
Lisa menghampiri sahabatnya, memeluknya dengan erat. Terharu dengan sahabatnya yang mempunyai jalanan lika liku dan menyembunyikan semuanya saat dia terpuruk, tidak ingin memberitahunya saat dia takut dan tak ingin dirinya juga ikut merasakan kecewa berteman dengannya.
Sebagai sahabat, ia pun marah dan sedikit kecewa saat Mawar memberitahukan semuanya dan menyembunyikannya. Sebagai sahabat, suka, duka, senang, sedih, bahagia dan menderita dirinya akan tetap bersama. Dan akan tetap berada di sampingnya, tidak akan membiarkan sahabatnya terpuruk hingga melakukan hal yang tidak di inginkan.
" Selamat Ar? Samawa ya dan jaga ini keponakanku." Ucapnya setelah melepas pelukannya dan memandang cantik sahabatnya.
" Makasih ya Lis? Maaf aku mengecewakan kamu." Lirihnya, merasa kecewa dengan dirinya yang membuat Lisa marah dan kecewa tidak memberitahu semua yang terjadi pada dirinya.
__ADS_1
" Banget!! Aku sangat kecewa dan aku orang terakhir yang kamu beritahu semuanya." Ketusnya, dengan wajah cemberut.
" Maaf?" Ucapnya tulus, membuat Lisa tak bisa untuk berlama-lama marah pada sahabatnya. Dirinya juga tau akan posisi Mawar yang sebenarnya, bimbang dan takut.
" Aku sudah maafkan kamu, tapi jangan di ulangi lagi!" Kata Lisa sambil tersenyum menatap sahabatnya. " Kalau ada apa-apa cerita, kita bukan hanya sahabat saja. Kita juga sudah seperti saudara kan." Ujarnya lagi, membuat Mawar mengangguk dan tersenyum.
" Ah!! Sepertinya aku sudah tidak bisa mengharapkan lebih lagi." Ucap Fahmi, membuat Lisa dan Mawar menatapnya dan tersenyum mendengarnya.
" Tenang!! Nanti aku daftarkan kamu di biro jodoh situs online." Kata Lisa, membuat Fahmi mengerutkan kening dan Mawar yang tertawa.
" Kamu pikir aku tidak laku apa!!" Gerutu Fahmi.
" Laku!! Cuma masih bisa belum move on saja." Cibir Lisa, tepat sasaran dan sangat-sangat benar.
" Aku pikir tu om-om gak bakalan kembali dan aku bisa menggantikan posisinya." Ceplos Fahmi, hingga dari belakang mendapatkan tonyoran di kepalanya, membuat dirinya memekik kesakitan dan berbalik badan untuk memarahi orang yang memukul kepalanya.
" Om, om, om!! Masih muda ini!!" Gerutu Kevin menatap tajam Fahmi. " Dan saya enggak akan biarkan bocah seperti mu nikahi Mawar." Ujarnya lagi.
" Terus kalau om menghilang seperti kemarin-kemarin siapa yang akan merawat Mawar dan bayinya." Tanya Fahmi seakan dirinya tidak takut pada Kevin.
" Dasar bucin akut!" Ejek Fahmi.
" Kamu juga, bucin. Tapi sayang di tolak." Sindir Kevin dengan senyum ejek, membuat Fahmi menatap tajam pada Kevin.
" Sudah, sudah!" Lerai Mawar, membuat dua pria menatapnya.
" Dihh!! yang matang gak mau ngalah, yang dewasa juga enggak mau ngalah. Maunya apa sih!!" Seru Lisa, menggelengkan kepala menatap Kevin dan Fahmi berdebat dan menyindir setiap bertemu.
" Dan loe Fahmi!! Jangan coba-coba jadi pebinor. Kayak enggak laku saja."
" Ya enggak lah, Gila apa!! Mana mau aku selingkuh sama tante-tante."
" Loe pikir aku tante-tante apa!!" Sungut Mawar, tidak terima dengan ucapan Fahmi.
__ADS_1
" Eh!!" Pekik Fahmi. " Bukan begitu." Ujarnya lagi merasa bingung melihat Mawar mulai melototkan mata padanya.
" Sukurin!" Lirih Kevin, tertawa pelan melihat ketakutan Fahmi pada ibu hamil yang lagi sensitif dari semalam. Dan bukan dirinya saja yang kini merasakan amukan Mawar tapi juga Fahmi yang mendapatkan amukan dari ibu hamil.
Ternyata amukan ibu hamil lebih seram di bandingkan dengan yang masih gadis. Dan yang lebih parah jika harus di usir dari kamar.
Kini semua orang sedang menikmati hidangan dari tuan rumah, dan memberikan selamat pada dua mempelai yang sudah resmi menjadi suami istri.
Banyak pujian dan sambutan hangat dari para ibu-ibu yang sekarang memuja Kevin sebagai pria tanggung jawab, kaya raya dan juga tampan.
Dan ada yang iri dengan Mawar, hingga membuat isu jika Mawar memakai susuk untuk memikat pria tampan dan kaya raya. Lidah tak bertulang sangatlah tajam, sampai bisa menusuk ke relung hati yang paling dalam.
Satu persatu tetangga berpamitan pulang, Fahmi dan Lisa juga sudah di depan teras di antar Kevin dan juga Mawar.
" Aku pulang ya. Jangan lupa besok sekolah dan mulai ujian akhir semester." Ucap Lisa.
" Iya? Hati-hati di jalan. Jangan ngebut." Kata Mawar membuat Lisa tersenyum dan mengangguk.
" Titip Mawar om, jangan sakiti dia, jangan buat dia nangis apa lagi menderita. Kalau enggak mau nanti di ambil orang." Kata Fahmi, membuat Kevin mengerutkan kening, lagi-lagi Fahmi memanggilnya om.
" Kamu tenang saja?" Jawab Kevin, dirinya juga tau jika itu sedikit ada nada ancaman dari cowok yang masih berseragam sekolah.
Masih menyukai Mawar dan masih mengharapkannya. Tapi takdir tidak bisa menyatukannya kala dia kalah jauh darinya.
.
.
.
.🍃🍃🍃🍃
Maaf🙏 Bukannya aku enggak mau double up. Tapi ini masih ada sedikit kesibukan. Ya maklumin lah jiwa ibu-ibu gimana sih!!😄 Susah jelasinnya.
__ADS_1
Insyaallah kalau ada waktu senggang pasti double up.😊😊
Buat kalian makasih sudah memberi vote dan likenya.