
Setidaknya aku bukan wanita lemah, yang mudah di tindas walaupun bukan dari kalangan atas.
.
.
.
.
Mawar yang mudah bergaul dan beradaptasi pada siapa pun begitu mudah untuk saling mengobrol dan saling bergurau saat teman Kevin melempar candaan pada dirinya atau pada kekasih bohongannya.
Banyak teman lelaki Kevin yang menghampiri mereka hanya untuk berkenalan pada Mawar atau hanya ingin melihat begitu dekat wajah kekasih Kevin yang manis sedap di pandang.
Entah Kevin merasa cemburu atau memang dia ingin menunjukkan jika di sampingnya ini adalah wanitanya, yang tidak boleh di sentuh pada siapapun termasuk teman lekakinya saat ingin berjabat tangan pada Mawar. Merengkuh pinggang Mawar dengan sangat mesra membuat para wanita iri melihat Kevin yang begitu protektif pada kekasihnya, ralat kekasih bayarannya.
Mawar yang di sentuh pinggangnya oleh Kevin, memang sedikit risih. Tapi mau bagaimana lagi, karena ini memang sudah konsekuensinya hingha ia harus menerima sentuhan Kevin saat menjadi kekasihnya di hadapan semua orang.
" Kamu lelah." bisik Kevin di telinga Mawar.
" Sedikit." jawab Mawar lirih, mengendarkan pandangan ke seluruh gedung dan menemukan tempat duduk yang kosong.
" Kita duduk dulu di sana." kata Kevin dengan menunjukkan arah pandangan matanya ke tempat duduk kosong, di ikuti Mawar yang juga melihatnya serta mengangguk tersenyum untuk mengiyakan ajakannya.
Berjalan beriringan dengan Kevin yang masih setia menyentuh pinggang Mawar dengan lembut. Menyuruh Mawar untuk duduk di ikuti dirinya yang juga duduk di samping Mawar.
Melihat pelayan yang berjalan membawa minuman dan melambaikan tangan untuk meminta dua minuman yang di bawanya.
" Terima kasih." ucap tulus Mawar dengan tersenyum pada pelayan, pelayan itu mengangguk dan tersenyum untuk membalas ucapa Mawar.
" Apa acaranya belum selesai." tanya Mawar pada Kevin.
" Belum, mungkin sebentar lagi." jawabnya dengan meneguk minumannya. " Apa kamu ingin pulang." tanyanya.
Ingin sekali Mawar jawab 'ya' karena ia merasa risih dengan orang-orang yang sedang memandangnya apa lagi para pria yang menatapnya seperti mangsa.
" Tidak?." dengan menggelengkan kepala dan juga ikut meneguk minuman.
__ADS_1
Menikmati minumannya dengan mereka yang sama-sama diam dalam pikiran masing-masing, dan mulai terganggu oleh kedatangan wanita yang tak kalah seksi dengan pakaian yang begitu terbuka di belaian dadanya.
" Hey, Kevin.?" sapa wanita itu, menghampiri Kevin yang duduk dan mencium pipinya kanan kiri membuat Mawar mengerutkan kening saat melihatnya.
Tidak menyangka Kevin harus bertemu dengan mantan kekasihnya di acara pesta, menghampirinya, mencium pipinya dan meraba dadanya saat ia sedikit terkejut melihatnya.
" Apa dia pacar baru kamu.?" tanya wanita seksi, menatap sinis pada Mawar yang juga menatapnya.
Memandang Mawar dengan tersenyum dan juga mulai memegang tangannya dengan lembut. " Ya, dia kekasihku. Namanya Mawar." jawab Kevin dan mencium tangan Mawar di hadapan wanita itu.
Menatap tajam ke arah Kevin yang mencium tangan Mawar dengan saling berkontak mata.
" Mungkin hanya satu minggu kamu bertahan dengannya." cibir Wanita seksi, yang bernama Sasa. Pacar pertama Kevin yang membuat hidup Kevin mulai berubah karena dia.
Melihat ke arah Sasa dengan Sasa yang tersenyum mengejek melihatnya.
" Kevin tidak akan puas, bila bukan dengan ku." ujarnya, yang membuat Mawar semakin tidak mengerti apa yang di katakan Sasa.
" Kata siapa?" tanya Kevin. " Aku puas dengannya, sangat puas malahan." imbuhnya.
" Oh ya.!" seru Sasa menaikkan satu alis. " Kau tidak bisa berbohong padaku Honey." imbuhnya dengan tesenyum
Mawar yang di tatap pun hanya tersenyum serta menggelengkan kepalanya sedikit, karena ia baru mengerti apa yang di bicarakan mantan kekasih Kevin.
Menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Kevin dan melingkarkan tangannya di lengan Kevin serta menyandarkan kepalanya di bahu Kevin, yang membuat Kevin langsung tersenyum dan mengusap lembut tangan Mawar yang melingkar di tangannya.
Kembali menatap sasa dengan senyum sinis untuk membalas dia, dan Sasa pun mulai meradang melihatnya.
" Mau dansa.?" pinta Mawar dengan manja, tanpa menunggu lama Kevin pun berdiri dan mengulurkan tangan padanya, membalas uluran tangan Kevin dengan tersenyum dan berdiri di samping Kevin.
" Aku tidak tau cara memuaskannya, tapi kau tenang saja! Aku akan belajar bagaimana caranya biar dia tidak teringat lagi dengan kamu." ucap Mawar sebelum dirinya pergi ke depan untuk berdansa bersama Kevin.
Berjalan menuju tempat dansa dengan beberapa pasangan yang juga menikmati dansa mereka.
" Kamu bisa berdansa." tanya Kevin.
" Sedikit." jawabnya dan mulai menyentuh dua bahu Kevin dengan Kevin yang menyentuh balik pinggangnya, berhadapan dengan Kevin lebih dekat membuat bisa menyium bau parfum coklat di tubuh dia.
__ADS_1
Mulai berdansa dan memperhatikan Sasa yang menatapnya dengan tajam, dan tidak membuat dirinya takut. Dirinya malah semakin tertantang dan memajukan tubuhnya lebih dekat hingga dua gunung kembarnya menempel pada Kevin, dengan dirinya yang menyandarkan kepalanya di bahu dia serta tersenyum ejek untuk membalas tatapan Sasa.
" Mantan pacar kamu liatin terus." bisik Mawar di telinga Kevin. " Apa dia mantan pacar pertama kamu." tebak Mawar.
" Iya." Jawab lirih Kevin karena saat ini dirinya sedang di uji oleh Mawar yang memeluknya sambil berdansa.
" Dia marah sekali." bisiknya lagi, di telinga Kevin dengan hembusan nafas yang menggelitikkan, dan bulu-bulu halus Kevin mulai menegak.
" Dia sudah pergi." ujar Mawar dan mulia menjaga jarak dari tubuh Kevin.
" Kamu kenapa.?" tanya Mawar, mengerutkan kening saat melihat mata Kevin tertutup.
Membuka matanya, menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan perlahan. Mencoba menghilangkan pikiran kotornya itu di hadapan Mawar yang saat ini berdansa dengannya.
Empuk, berisi, sentuhannya, lekuk tubuhnya, pinggangnya dan hembusan nafasnya, sungguh menggiurkan nafsunya yang mulai bergairah saat Mawar memeluknya.
Sial, pikiran kotor itu ada di otaknya, dan tidak bisa ia kendalikan. degup jantungnya juga mulai memompa serta di bawah sana sudah mulai sedikit menegang.
" Sudah malam, ayo kita pulang." ajak Kevin, yang membuat Mawar semakin mengerutkan keningnya menatap Kevin yang tidak berani menatapnya.
" Baiklah." jawab Mawar dengan tersenyum dan melepaskan ke dua tangannya di bahu Kevin, dengan Kevin yang juga melepaskan tangannya di pinggang Mawar.
Berjalan menggenggam tangan Mawar dan berpamitan pulang pada beberapa teman yang menyapanya.
Berjalan menuju parkiran, membunyikan alarm mobil untuk menemukannya, melepaskan tangannya dan masuk sendiri ke dalam mobil di ikuti Mawar yang juga masuk ke dalam mobil.
" Kamu kenapa?" tanya Mawar, dengan menatap Kevin.
Bukannya menjawab, Kevin melepaskan jasnya dan memberikannya pada Mawar.
" Pakailah untuk menutupi tubuhmu." perintah Kevin tanpa melihat Mawar.
.
.
.
__ADS_1
.🍃🍃🍃