Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
Balas dendam


__ADS_3

Jika memang cinta, bilang! Sebelum dia di rebut orang.


.


.


.


.


" Kenapa enggak bilang sih Bim! Kan malu jadinya!" Seru Zellin mengerucutkan bibir setelah memukul lengan Bima yang menertawakan sikapnya, dimana Zellin marah padanya dan juga pada istri bosnya yang mengira wanita itu adalah istrinya.


Duduk berdua di balkon apartemen Zellin, malam yang ingin sekali Bima berkunjung ke apartemennya saat pulang kerja dan membawa makanan untuk mereka berdua.


Mengingat kembali Zellin yang marah dan menangis melihatnya berdua bersama wanita yang ternyata istri bosnya, memakinya hingga habis-habisan. tidak mendengarkan penjelasannya terlebih dulu, hingga pada akhirnya istri bos yang tidak pernah ia melihatnya marah seketika menunjukkan kegarangannya di depan umum, seperti banteng melihat kain merah berkibar-kibar di depannya.


" Kamu cemburu aku dekat sama wanita?" Tanya Bima menatap Zellin yang masih mengerucutkan bibir.


" Iyalah aku marah, orang aku di bohongin. Bilang enggak punya pacar tapi jalan sama cewek." Ketus Zellin, membalas tatapan Bima yang tersenyum menatapnya.


" Aku lebih suka kamu memakai kata aku kamu, bukan loe, gue." Jujur Bima untuk pertama kali, Zellin mengucapkan aku kamu dalam bahasa dan berbicara padanya.


Tidak pernah Bima memprotes Zellin memanggil Loe atau Gue, tidak pernah pula Bima melarang Zellin bersama teman-temannya. Asal ada batasnya dan tidak akan membuat hal yang memalukan atau menjijikkan dan bisa melindunginya sendiri.


" Aku enggak pernah deket sama wanita, dan kamu wanita pertama yang dekat denganku." Ucapnya dengan jujur, masih menatap lekat wajah Zellin dengan dia yang terkejut dan mulai ada semburat merah di pipinya.


" Masak!" Ketus Zellin mencoba menahan kegugupan dan salah tingkahnya.

__ADS_1


" Hmm, wanita seperti babi hutan yang selalu memanyunkan bibirnya." Sudah di buat melayang tinggi dengan kegombalannya kini di jatuhkan lagi dengan godaannya. Dan tanduk di kepalapun mulai tumbuh hingga Zellin memukul lengan Bima berkali-kali.


Bukan marah, justru dirinya senang sekali Zellin seperti ini sampai dia menangis dan bisa mencuri kesempatan untuk memeluk Zellin, wanita cengeng dan menggemaskan walaupun umur sudah dewasa.


" Apa!" Ketus Zellin, sudah puas memukuli lengan Bima dengan dia yang meringis kesakitan.


" Sakit?" Tanya Zellin sedikit khawatir, pasalnya seharian ia marah, memaki dan memukul Bima.


Mencoba mengusap lengan Bima, dan memijatnya dimana dirinya merasa bersalah, takut akan memberi luka lebam di lengan Bima. hingga dirinya berhenti kala tangannya tergenggam oleh Bima.


" Enggak sakit kok?" Ucap Bima tersenyum dan mencium tangan mulus Zellin begitu lama.


Terkejut dan jantung yang berdebar, merasakan aliran listrik menyengat keseluruh tubuhnya saat Bima mencium tangannya dengan lembut. Pertama kali Bima seperti ini padanya, pertama kali Bima mencium tangannya. Ada rasa hangat, senang, terharu dengan perlakuan Bima. Seperti dirinya yang menyimpan cinta dan di balas oleh Bima yang sama cinta.


" Coba belajar ngerayu istri kalau nanti ngambek tinggal begini nich! Pasti dia sudah tersipu malu." Kata Bima, dan kembali dengan wajah datar saat dirinya hanya menjadi bahan percobaan.


Sulit sekali untuk mengungkapkan rasa cinta, sayang, atau rasa ingin memilikinya selamanya begitu sulit, begitu takut dan begitu gugup. Dan dirinya hanya mencoba untuk memberi kode agar Zellin mengerti. Tapi sayang Zellin sudah terlanjur dengan pikirannya yang kecewa kala Bima hanya belajar mencoba mereyu calon istrinya nanti bukan merayu dirinya.


" Sudah?" Jawabnya sambil tersenyum menatap Zellin dengan dia yang cepat melihat Bima.


" Siapa?" Tanya Zellin penasaran, bisa kemungkinan dirinya akan patah hati, memilih mundur untuk tidak berharap dan siap untuk dari lelaki yang selalu membuatnya nyaman.


" Wanita yang manja dan cerewet saat di dekatku." Jawab Bima, membuat Zellin mengerutkan kening dan tersenyum paksa dikala Zellin mengerti jika bukan dirinya saja yang ternyata dekat dengan Bima.


" Apa dia berarti bagimu." Tanya Zellin pelan.


" Sangat berarti! karena dia membuatku kembali untuk tersenyum." Jawabnya dengan senyum tulus dan bahagia.

__ADS_1


Ada rasa nyeri dan rasa sakit yang begitu dalam menusuk hatinya. Beginikah rasanya patah hati, rasa cinta yang belum di ungkapkan tapi sudah pupus kala orang itu sudah memiliki dambatan hati yang ternyata bukan dirinya.


" Doain ya semoga nanti cintaku di terima sama dia." Kata Bima, senyum tidak tulus dan mengangguk untuk menjawabnya.


****


" Aaahhkk!! kenapa ini tidak sesuai rencana sih!!" Geram wanita ****, mendengar informasi dari gadis satu sekolah dengan Mawar.


" Ini tidak boleh. Dia harus di beri pelajaran. Ya harus, biar dia tau bagaimana rasanya sakit. Sama sepertiku bagaimana Kevin membuat kontrak kerjaku di batalkan." Gumamnya sambil mondar mandi di apartemen miliknya. merasa kesal karena dirinya gagal dalam memberi pelajaran dan balas dendam pada kekasih Kevin.


Dan karena Mawar Kevin memberikan balasan atas apa yang pernah dirinya lakukan pada Mawar, membuat Mawar terluka.


Di batalkan kontrak besar dari agensi yang ingin menjadikannya model dengan alasan bahwa itu perintah dari klaen yang bekerja sama dengannya, klaen dengan nama kantor wijaya membuatnya menelan seliva sudah berurusan dengan Kevin. Rasa tidak terima akan perlakuan Kevin hingga dirinya marah dan bertekat untuk memberikan pelajaran pada kekasih Kevin.


Lina, ya mantan dakjal yang teropsesi dengan Kevin karena tampan dan kaya. Dan suka dengan kemewahan yang dulu selalu Kevin berikan padanya saat dirinya masih menjadi kekasih Kevin.


Di putuskan Kevin karena ketahuan dirinya sedang berkencan dengan mantan pacarnya di pulai bali selama beberapa hari. Dan bukan hanya itu saja, tapi juga karena dia memakai kartu kredit Kevin untuk bersenang-senang.


Tentu saja Kevin marah dan memutuskannya uang yang dia berikan di buat senang-senang dengan mantan pacarnya. Memang Kevin pernah menjam*h tubuhnya tapi Kevin berhati-hati dalam bertindak. Melakukannya dengan memakai pelindung dan tidak membiarkan benihnya tumbuh di rahimnya. Entah kenapa!


Tidak ada satu foto dirinya dan Kevin di ranjang cinta, hingga sulit sekali membuat Kevin terjerat dan takut padanya. Dia pria yang pintar, tidak meninggalkan jejak saat bercinta, meskipun Lina pernah mengambil foto mereka berdua secara diam-diam tapi tetap ketahuan dan langsung di hapus oleh Kevin seerta ancaman begitu mengerikan hingga tidak berani lagi untuk mencuri foto di ranjang.


Akan mendapatkan kontrak besar sangat membuatnya senang, tapi siapa sangka jika klaen dari agensi yang akan mengontraknya ternyata klaen dari Wijaya yang berhubungan dengan Kevin hingga ia harus menelan kepahitan dan kekecewaan besar terhadap Kevin. Jika saja ia tidak bermain di belakang Kevin mingkin hidupnya tak akan begini, mungkin karirnya akan menanjak dan bisa menikah dengan Kevin serta menjadi nyonya keluarga wijaya.


.


.

__ADS_1


.


.🍃🍃🍃🍃


__ADS_2