
Terbuai aku dalam cinta mu, hanyut ku rasa di pelukanmu.
.
.
.
.
Ting.
Bunyi pesan chat dari ponsel Mawar yang menyala, mengambil ponsel di sakunya. duduk di depan kelas saat dirinya akan pulang.
Mengerutkan kening melihat nama pesan dari Kevin, membukanya dan melihat foto yang di kirimkan Kevin padanya.
seporsi nasi padang di temani jus jeruk yang menggoda selera, di siang hari dengan perut yang sudah keroncongan minta di isi. Sungguh menggiurkan, apa lagi jika mendapatkan gratisan.
" Mau?" Tulis pesan Mawar untuk Kevin.
Chat yang bertulis online dan sedang mengetik itu dengan sabar Mawar menunggunya.
" Sudah pulang?" Tanya Kevin.
" Ini mau pulang." Jawab Mawar.
" Aku kirim nasi padang ke aparteman. Mau lauk apa?" Balasnya, tersenyum dan tak menyia-nyiakan rejeki siang hari ia pun semangat membalas chat Kevin.
" Ayam goreng saja, sayurnya minta pisah."
" Makasih.?" Tulisnya lagi dengan emote senyum.
Kembali menaruh ponselnya di dalam tas, berdiri dari duduknya dan berjalan dengan tersenyum menuju parkiran. Tanpa ia sadari diam-diam sepasang mata menatapnya dengan sendu, seakan dirinya ingin sekali menghampirinya. Tapi sayang, dirinya sudah bertekat untuk menjauh dan memendam cintanya dalam-dalam, karena dia sudah ada yang punya.
Sulit rasanya, tapi mau bagaimana lagi. Demi dirinya, agar hatinya tidak terluka lagi. Tersenyum miris menatap punggung orang yang di cintainya dan dia pun mulai berjalan melawan arah untuk menghindari bertatapan dengan Mawar.
Mendapatkan emote senyum di ujung bibir terdapat love, tersenyum sendiri menatap pesan Mawar. Mengulum bibirnya begitu dalam memancarkan mata yang berbinar saat melihat pesan Mawar, dan tanpa di sadari orang yang berada di hadapannya menatapnya dengan alis yang mengerut. Penasaran akan apa yang terjadi dengan bosnya saat ini.
Berubah dari pagi sampai siang, masih saja tersenyum dan bersikap santai tidak ada bebam berat dalam isi kepalanya dan tidak marah-marah seperti biasanya.
__ADS_1
" Pesankan satu bungkus nasi padang lauknya ayam goreng, sayurnya pisah." Perintah Kevin pada asistennya.
" Baik pak." Jawab Bima.
" Sama sekalian suruh sopir antar ke apartemen saya." Ujarnya lagi.
" Bukan buat Bapak.?" Tanya Bima.
" Bukan." Jawabnya, sedetik kemudian Asistennya pun mengerti. Jika perubahan ini karena mood yang ada di dalam apartemen bosnya. Yang pernah dia jumpai saat mengantar bosnya pulang ke apartemen dengan posisi mabuk berat.
Dasar bucin.! Gumam bima berjalan ke arah menu makan dan membayar makan siangnya bersama bos.
Teriknya panas sinar matahari serta panasnya udara membuatnya merasa haus kala tiba di apartemen Kevin, berjalan ke arah dapur mengambil air dingin dan meminumnya langsung di botolnya tanpa menuangkan terlebih dulu ke wadah gelas.
Tenggorokan yang merasa kering kini tersiram dengan air dingin hingga segar kembali.
Bunyi bel apartemen membuatnya tersenyum saat mengingat pesan dari Kevin, jika makanan padangnya akan di antar hingga dirinya mengira jika itu adalah kurir pengantar makanan.
Membuka pintu apartemen tanpa melihat siapa dulu di monitor dekat pintu. Membuka dengan cepat, saat menatapnya senyumanpun berubah dengan mengerutkan kening. Melihat wanita seksi ada di hadapannya sekarang, wajah yang menunjukkan ketidakramahan, bermusuhan ia tunjukan pada Mawar.
Beruntungnya Mawar masih menggunakan jaket dan sudah melepaskan sepatunya.
" Kamu! ada apa kemari." Ucap Mawar.
Mencoba melepaskan rambutnya yang di jambak dari wanita yang bernama Lina sekuat tenaga tapi tetap tidak bisa. Hingga dirinya mulai membalas perlakuan Lina, menjambak rambut mantan Kevin dengan kuat hingga dia memekik kesakitan.
" Lepasin jalang.!" Teriak Lina, merasa kesakitan akan jambakan kuat dari Mawar.
" Aku bukan jalang.!" Ucap Mawar sambil menjambak rambut Lina sekuat tenaganya. "Kamu yang mulai duluan. Jangan salahkan aku membuat rambut kamu rontok dan botak.!" Ujarnya lagi.
" Kamu pelakor merebut kekasihku! Gara-gara kamu Kevin mutusin aku." Teriak Lina.
" Itu salah kamu sendiri bukan salahku." Jawab Mawar. " Cewek matrek.!" Ujarnya lagi dengan masih saling menjambak, hingga seorang bapak yang membawa kantong plastik makanan terkejut akan perkelahian dua wanita yamg saling menjambak.
" Sudah mbak berhenti.!" Ucap pria, melerai dua wanita berkelahi, tidak bisa di pisahkan. Saling lengket dalam tarik menarik rambut, membuat bapak sopir kualahan. Beruntungnya melihat dua security sedang berpatroli dan memanggilnya dengan kencang.
Berlari kecil mendengar teriakan, memisahkan dua wanita yang masih bertengkar, terpaksa mereka melerainya dengan menarik dua wanita itu untuk saling menjauh.
Mawar yang mendapatkan rontokan rambut di dalam tangannya begitu banyak, sedangkan Lina mendapatkan sedikit.
__ADS_1
" Dasar pelakor.!!" Teriak Lina, menendang-nendang kakinya ke arah Mawar.
" Aku bukan pelakor, mantan dakjal enggak tau diri.!" Balas Mawar.
" Bawa dia pergi pak." Perintah sopir pada dua security yang tau jika itu mantan bosnya.
" Baik pak." Jawabnya, menggeret paksa Lina yang masih memberontak.
" Aku akan membalas dendam dasar pelakor!!" Teriak Lina.
" Mbak gakpapa?" Tanya sopir Kevin, merasa kasihan melihat rambut Mawar yang berantakan dan pipi yang merah hasil tamparan dari Lina begitu kuat.
" Enggak pak, terima kasih." Jawab Mawar, hanya mengangguk dan tersenyum.
" Ini dari Pak Kevin Mbak." Ujar sopir, memberikan plastik berisi makanan padang. Menerimanya dan tersenyum.
" Kalau begitu saya permisi mbak." Pamitnya.
" Iya, terima kasih pak." Jawabnya, masuk ke dalam apartemen dengan wajah kesal.
Berjalan ke arah dapur, menaruh makanan padang dengan kasar di atas meja. Wajah yang memerah, rahang yang mengeras dan mata yang berkaca-kaca.
" Dasar mak lampir! mantan dakjal, mantan matrek." Umpat Mawar.
" Dasar play boy, buaya darat, biawak! gara-gara ulahnya, aku yang kena sasaran." Ujarnya lagi, menghapus air mata yang tiba-tiba saja keluar. Berjalan ke wastafel mencuci muka dan melihat pipinya yang memerah akibat tamparan dari mantan Kevin.
Ini ke dua kalinya Mawar berkelahi dan bertengkar dengan wanita yang berbeda, dua wanita menyukai dua pria yang berbeda dan dua pria itu yang juga menyukainya.
Dua pria yang membuat masalah dalam hidupnya, yang membuat ia terkena imbasnya dan menjadi sasaran amukan dari wanita yang mencintai pria itu.
Membasuh muka beberapa kali, menghapus mata yang akan mengeluarkan air.
Apa ini karma! Atau resiko aku menjadi pacar sewaan.! Aku harus kuat, aku tidak boleh cengeng, demi uang." Gumamnya.
Berjalan menuju laci, mencari salep dan duduk di sofa. Membuka tutup salep, terdengar suara pintu terbuka suara sepatu yang menggema di telinganya, hingga memperlihatkan wajah Kevin di hadapannya dengan wajah yang khawatir.
.
.
__ADS_1
.
.🍃🍃🍃