
Pertemuan yang tak terduga, dan membuat hati wanita sakit jika melihatnya.
.
.
.
.
Selesai dengan menonton bioskop, Mawar dan Kevin berjalan kembali mengelilingi mall dengan saling bergandeng tangan dan mengobrol.
dengan Mawar yang bercerita panjang dan Kevin yang setia mendengar serta membalas pertanyaannya. tidak ada rasa canggung sama sekali dalam diri mereka dan tidak ada kata jarak di setiap langkah mereka menyusuri mall yang besar.
Membawa Mawar berbelanja di butik terkenal dan menyuruhnya untuk memilih baju mana yang dia sukai.
Sempat menolak, tapi Kevin tidak suka kata penolakan dari bibir Mawar. Hingga terpaksa Mawar memilih dan menemukan satu pasang jaket kembar membuatnya tersenyum. Mengambil dua jaket couple memperlihatkan pada Kevin yang menatap jaket dan menatap dirinya hingga ia tersenyum dan mengangguk.
Selesai dengan urusan kasir, mereka kembali untuk menyisiri mall dengan Kevin yang membawa paberbag dan satu tangan menggenggam tangan Mawar. Membuat siapa saja yang melihat pasti akan iri, karena Kevin begitu romantis dan so sweet!
Memilih makanan korea, duduk seperti biasa Kevin yang memilih untuk jauh dari kata berisik.
Duduk berhadapan dan saling memilih menu makanan yang belum pernah Mawar memakannya. Dia hanya pernah melihat di film korea dan belum pernah mencobanya. Ini adalah kesempatannya dan ingin mencoba memakan apa yang pernah ia lihat film korea.
" Kamu suka filmnya?" Tanya Kevin, selesai dengan memilih menu makanan.
" Iya, filmnya bagus. Makasih udah di traktir." Jawab Mawar dengan tersenyum, membuat Kevin mengangguk dan juga ikut tersenyum.
" Aku ijin ya beberapa hari ini untuk masuk telat kerja? Aku mau ujian." Kata Mawar.
" Iya enggak papa." Jawab Kevin. " Belajar yang rajin, biar nilai kamu bagus." Ujarnya lagi.
" Siap bos! Makasih!!" dengan tertawa dan Kevin pun juga ikut tertawa serta mengacak rambut Mawar, membuat Mawar menggerutu karena rambutnya berantakan.
Di saat Kevin dan Mawar asyik mengobrol, mereka mendengar suara keributan melihat ke arah samping dan mendapati dua wanita yang mengeroyok satu wanita hingga wanita itu tak bisa menghindar.
__ADS_1
Mawar yang melihatnya merasa iba karena tak ada satu orang pun yang mau membantu atau melerainya pengunjung hanya melihat dan merekam pengeroyokan itu.
Mawar berdiri dari duduknya tapi tangannya di cengkram oleh Kevin.
" Kasian wanita itu, dia bisa mati jika tidak di tolong." Kata Mawar pada Kevin.
Kevin pun ikut berdiri dan berjalan di belakang Mawar untuk melindungi Mawar.
Saat Kevin sudah dekat dan dia terkejut melihat siapa yang di keroyok dua wanita yang tak memberinya ruang untuk menghindar. Hingga Kevin pun melerai dan melindungi wanita yang di keroyok oleh dua wanita tersebut. Mawar yang melihat sempat terkejut dan juga ikut membantu untuk melerai dua wanita yang ingin kembali mengeroyok wanita yang ada di hadapan Kevin hingga tiga dua security datang membawa dua wanita itu ke pos keamanan dan satu meminta keterangan.
" Kevin?" Lirih wanita itu dengan wajah yang lebam, rambut yang berantakan dan tersungkur di bawah.
" Dia mengenal Kevin!" Gumam Mawar dalam hati mendengar sapaan wanita itu.
" Kevin?" Ujarnya lagi dengan memeluk Kevin erat sebelum akhirnya wanita itu pingsan dan dengan cepat Kevin menangkapnya.
" Sasa, Sa!" Ucap Kevin menepuk pipi wanita itu berkali kali untuk membangunkannya.
" Bawa ke rumah sakit saja mas!" Saran salah satu pengunjung yang melihat wanita di pelukan Kevin pingsan.
Tanpa menunggu lama, Kevin pun membopong tubuh Sasa dan berjalan cepat meninggalkan restoran untuk membawa Sasa ke rumah sakit.
Mawar yang melihatnya pun hanya menunduk dan mengerti jika wanita itu bukan wanita biasa di kehidupan Kevin. Wajah Kevin sangat khawatir melihat wanita itu yang pingsan dengan keadaan yang seluruh wajahnya berantakan. Dan dirinya baru tersadar serta ingat kembali siapa wanita yang ada di pulukan Kevin.
Mantan! yang pernah bertemu di acara pesta saat dirinya mulai menjadi pacar sewaan Kevin.
Sakit! Pasti sangat sakit kala dirinya di tinggal. begitu saja oleh Kevin tanpa mempedulikan dirinya.
Menghembuskan nafas berat, kembali ke tempat duduknya, mengambil paberbag yang tertinggal di sana dan akan keluar sebelum pelayan menegurnya atas pesanan yang baru tiba.
Sial, dirinya tidak membawa tas dan dompet karena ulah Kevin yang memaksanya langsung keluar rumah. Beruntung ia hanya membawa ponsel dan mencoba untuk menelpon Lisa tapi tidak aktif, menelpon Kevin tapi tidak di angkat dan selalu sibuk, dirinya merasa marah serta ingin menangis dan dirinya bingung harus menghubungi siapa lagi.
Hanya satu nama yang ia ingat saat ini, dan mencoba menghubunginya sekali panggilan tapi ia matikan lantaran malu untuk meminta tolong.
Pada akhirnya ia hanya bisa menundukan kepala, sebelum akhirnya ia mendongakkan kepala mendongakkan kepala menatap siapa yang menyentuh bahunya.
__ADS_1
Memeluknya dengan erat membenamkan wajahnya di perutnya dan menangis kesenggukan.
" Maaf." Ucap Kevin, mengusap lembut punggung yang gemetar akibat ulah dirinya.
Ya, Kevin datang menghampirinya kala dia baru menyadari saat akan keluar dari mall dia melupakan sesuatu yang seharus bukan wanita itu yang dia khawatirkan.
mencari ke samping kebelakang tidak menemukan seseorang yang dia cari hingga akhirnya ia kembali ke restoran dan meminta tolong pada security. Menyerahkan tubuh Sasa yang pingsan dalam gendongannya, memberikan beberapa lembar uang pada security dan meninggalkan security yang berteriak padanya lantaran bingung apa yang harus dia buat dengan wanita pingsan di gendongannya sekarang.
" Aku takut." Lirih Mawar dengan kesenggukan lantaran bingung harus membayar makanan dengan apa.
" Ada aku di sini, maaf." Kata Kevin, mengusap air mata Mawar yang membasahi pipinya.
" Aku bayar dulu ya, kamu tunggu di sini." perintah Kevin dan mengangguk untuk mengiyakan.
Menatap kepergian Kevin menuju ke kasir dengan rasa syukur saat dirinya tidak jadi akan di bawa ke pos keamanan oleh menejer restoran.
Dan ternyata Kevin tidak melupakannya dan itu membuatnya merasa tersentuh akan perbuatan Kevin saat ini.
" Sudah, ayo kita pulang." Ajak Kevin, saat dirinya baru tersadar dari lamunannya.
" Hmm, iya." Jawab Mawar berdiri dari duduknya, dengan Kevin mengambil alih paberbag dari tangan Mawar.
Kembali seperti awal, menggenggam tangan Mawar, berjalan bersama menuju parkiran mall. Melupakan mantan yang entah kemana security membawanya dan tidak mempedulikan mantan yang sudah menyakitinya. Dan dirinya sekarang hanya fokus pada satu orang saja.
Yang sekarang ada di sisinya, menggenggam tangannya dan berjalan bersama.
.
.
.
.🍃🍃🍃🍃
Hay!! mau numpang promosi ini!!
__ADS_1
Yuk kak, mampir di novel terbaruku yang berjul BTS (Beri Tau Sayang) cerita ringan gak ada berat-beratnya sama sekali.
dan tentang cerita babang Dika belum aku update, tunggu ya!!