
Jika sudah menjadi mantan, lebih baik buanglah pada tempat yang semestinya.!
.
.
.
.
Braakk.
Pintu ruangan yang terbuka dengan lebar dan terbentur dengan keras membuat orang yang ada di dalam begitu terkesiap dan menatap tajam ke arah pintu yang memperlihatkan seorang wanita sexsi datang berjalan ke arahnya.
" Maaf pak, saya sudah mencegahnya untuk tidak ma-."
" Aku ini masih kekasih kamu Kev! kenapa securyti dan asisten kamu menghadangku untuk tidak bertemu dengan kamu.!" Potong Lina mantan yang teropsesi dengan Kevin dan masih saja mengejarnya.
Menghembuskan nafas berat dan menatap tajam mantan kekasihnya dengan jenuh dan muak sekali.
" Sudah aku bilang kamu bukan lagi pacarku." Kata Kevin dan melanjutkan pekerjaannya.
" Aku enggak mau ya Kevin kita putus, semuanya sudah aku berikan ke kamu termasuk tubuhku." Protes Lina, membuat Kevin memberhentikan pekerjaannya dan menatap tajam Lina.
Asisten Kevin yang sudah melihat perubahan wajah bosnya itu pun langsung menundukkan kepala dan berjalan keluar serta menutup pintu dan menunggunya di luar.
" Hanya memberikan tubuhmu, tapi tidak dengan perawan kamu kan." Cibir Kevin, dan Lina pun terkesiap dengan ucapan Kevin.
" Kau pikir aku bodoh jika kau masih perawan." Sinis Kevin. " Kau sudah tidak perawan ketika aku melakukannya denganmu dan aku bukanlah orang pertama yang menyentuh kamu." Imbuhnya lagi dengan senyum ejek.
" Tapi aku tidak terima Kevin, kamu selalu menyentuhku dan ketika sudah puas kamu minta putus dengan ku."
" Aku putus dengan kamu karena kesalahan kamu sendiri." Jawab Kevin, mengerutkan kening tidak mengerti apa yang Kevin katakan.
" Kesalahanku.!" Ulang Lina.
" Ya." Jawab Kevin, membuka laci mengambil beberapa foto, berdiri dari duduk singgah sananya dan menghampiri Lina.
" Aku tidak mempersalahkan kamu masih perawan atau tidak, yang aku butuhkan adalah kesetiaan." dengan menatap kembali beberapa lembar foto dengan rasa jijik. " Tapi ternyata aku salah, kau sama saja seperti dia." Ujarnya lagi dan melempar foto ke arah Lina dan membuat Lina terkesiap hingga terkejut saat melihat foto dirinya bersama pria lain masuk ke dalam hotel dengan mesra.
" Kev.!" Ucapnya lirih memandangi foto-foto dirinya dengan selingkuhannya dan menatap Kevin dengan rasa takut.
" Sudah impaskan, aku butuh tubuhmu dan kau butuh uangku untuk bersenang-senang dengan pacar kamu." Cetus Kevin.
__ADS_1
" Ini tidak seperti yang kamu lihat Kev, aku bisa jelaskan."
" Aku tidak butuh penjelasanmu." sahut cepat Kevin. " Sekarang kau pergi dari sini sendiri atau aku akan memanggilkan penjaga untuk mengusirmu." tambahnya lagi dengan sedikit mengancam.
" Aku tidak mau Kev, dan aku tidak ingin putus dengan kamu." Kekeh Lina, berjalan menghampiri Kevin dan memeluknya dengan erat.
" Jangan putusin aku Kevin! Please." Ujarnya lagi, dan mencium bibir Kevin. memberikan sentuhan sexsual pada mantan kekasihnya agar dirinya bisa kembali lagi mendapatkan atm berjalan, karena Kevin pria yang sangat royal dan selalu memberikan apa saja yang dirinya minta.
Bukan balasan yang Lina terima, tapi penolakan dan dorongan dari Kevin yang ia dapatkan serta dirinya jatuh tersungkur di lantai, membuatnya memekik kesakitan.
" Kevin!" Pekik Lina, dengan dirinya yang masih duduk di lantai.
" Bima!!" Teriak Kevin, dan dengan cepat asistennya masuk ke dalam ruangan.
" Geret dia keluar dari kantor saya." Ucap Kevin dengan tegas dan menatap tajam Lina yang terkejut.
" Kevin, aku kamu enggak bisa lakuin ini ke aku.!" Teriak Lina, berdiri dari jatuhnya dan akan menghampiri Kevin tapi terhalang oleh asistennya.
" Maaf mbak, tolong Anda keluar dari ruangan bos saya." Ucap Kevin dengan mencekram lengan Lina.
" Lepasin! aku enggak mau. Aku masih ingin bicara dengan Kevin.!" tolak Lina dengan memberontak, akan tetapi tenaganya kalah dengan Bima dan menggeretnya keluar dari ruangan Kevin.
" Kita masih punya urusan Kev.!" Teriak Lina saat berada di luar ruangan.
" Mantan spikopat.!" gumam Kevin dengan menggelengkan kepala serta tersenyum miris.
****
" Wihh, hp baru nich.!!" Seru Lisa yang melihat Mawar mengeluarkan ponsel pemberian dari Kevin, saat jam istirahat dan memutuskan untuk tetap di dalam kelas dengan mereka yang sudah membawa jajan waktu pagi sebelum jam kelas di mulai.
" Hp nyicil, gara-gara mantan Kevin." jawab Mawar.
" Kenapa?" kepo Lisa sambil mencoba otak-atik ponsel Mawar.
" Di belikan hp, mintanya berlian." Jawabnya, membuat Lisa membulatkan mata.
" Wiihh matrek juga tuh mantan.!" Seru Lisa dan di anggukkan Mawar.
" Di kasihkan ke aku, tapi enggak gratis harus bayar! ya, sudah aku cicil saja satu bulan seratus ribu." Ucap Mawar, membuat Lisa tercengang dan tertawa kemudian
" Seratus ribu per bulan. Gila! berapa tahun tu habisnya." cicit Lisa dengan masih tertawa.
" Sepuluh tahun, dan dua tahun kemudian hp sudah bobrok" Ujar Mawar, yang lagi lagi mendapatkan tawa renyah dari Lisa.
__ADS_1
" Pacar kamu royal ya sama mantannya."
" Bukan pacar beneran kali Lis.!" jawab Mawar sedikit tak mau Kevin di bilang pacarnya. " Antara royal dan di manfaatkan." tambahnya lagi.
" Terlalu royal bisa di manfaatkan tu! minta ini itu selalu di turutin. Kalau sudah bosan di tinggal cari selingkuhan, tapi tetap masih dengan atm berjalannya." Ucap Mawar dan di anggukkan oleh Lisa, karena benar sebagian apa yang di ucapkannya.
" Nanti pulang sekolah jalan yuk.! Fitri ngajakin tu." Ajak Lisa.
" Enggak bisa, aku babu nanti siang." Tolak Mawar yang mulai cemberut lantaran dirinya tidak bisa ikut hangout bersama sahabatnya.
" Kamu kapan sih bisanya.!" cibir Lisa.
" Minggu depan, kalau si kunyuk libur kerja." Jawab Mawar seadanya, dan di anggukkan Lisa saat paham akan kondisi sahabatnya itu.
Memakan cemilan kembali sambil mereka mengerjakan tugas pelajaran pertama dan merangkum beberapantugas lain hingga jam istirahat selesai.
Sedangkan Fahmi yang berada di kantin bersama beberapa temannya itu selalu saja memperhatikan seluruh kantin saat jam istirahat. Ia sedang mencari seseorang yang di tunggunya sedari tadi dan ingin mengajaknya makan bersama, tapi sayang yang di tunggu tak kunjung datang hingga jam istirahat selesai dan membuatnya sedikit kecewa. Jika tau begitu ia akan menghampirinya ke kelasnya dan mengajaknya makan bersama di kantin.
Pelajaran terakhir, semua murid yang mendengar suara bell tanda pulang pun begitu semangat, memasukkan buku pelajaran dalam tas dan berpamitan pada guru untuk pulang.
Mawar dan Lisa yang sudah berada di parkiran berhenti sekejap dan menatap ke belakang saat mendengar nama Mawar yang di panggil.
" Ada apa Fahm." Tanya Mawar.
" Kamu tadi enggak ke kantin Ar! kenapa." Tanya fahmi, membuat Mawar dan Lisa mengerutkan keningnya.
" Oh, tugasku banyak." Kata Mawar
" Memangnya ada apa?" Tanya Lisa.
" Mau traktir makan kalian." Jawab Fahmi. " Kita makan siang gimana, aku traktir kalian." Ajak Fahmi yang tujuannya saat ini adalah Mawar.
" Aku enggak bisa, ada janji sama Fitri." sahut cepat Lisa, membuat Fahmi senang Lisa tidak bisa ikut bersama dan itu artinya hanya Mawarlah yang bisa.
" Maaf, Fahm aku juga enggak bisa." Tolak halus Mawar, dan membuat Fahmi kecewa lagi akan tolakan Mawar.
.
.
.
.🍃🍃🍃🍃
__ADS_1