Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
Cemburu


__ADS_3

Tetaplah singgah di hatiku, meskipun kita belum saling memiliki.


.


.


.


.


Duduk berempat, saling berpasangan dan saling menatap tak percaya akan pertemuan yang tidak di sengaja.


Awal tidak percaya jika yang duduk di depannya adalah pacar sewaannya. Tapi ketika mendengar nama wanita yang di panggil oleh pria di hadapannya yang tertutup punggunganya, ia percaya jika itu adalah pacarnya. Ralat pacar sewaannya.


Dan ketika pria itu berdiri dari hadapan sang wanita, matanya begitu tajam menatap pria yang dia kenal sebagai saingannya dan selalu mencoba mendekati pacar sewaannya.


Fahmi!"


Berdiri dari duduknya, dengan Sasa yang bertanya tapi tidak menjawabnya.


Beralih duduk di samping wanita yang memejamkan mata dengan tubuh yang tegang, menahan amarah untuk tidak melakukan apapun.


Mengucapkan kata dengan Mawar yang terkejut akan kehadiran dirinya di sampingnya. Hanya membalas senyum dan mengacak rambutnya, meskipun sebenarnya ia marah akan Mawar yang berjalan bersama pria lain selain dirinya.


Di sini lah sekarang, Kevin duduk dengan Mawar dan Sasa dengan Fahmi. Saling berhadapan dengan rasa cemburu melihat pasangan kekasih ada di depan mata.


Melihat bagaimana Kevin menunjukkan jika dirinya lah yang berhak atas Mawar, menautkan tangannya pada Mawar dan selalu menunjukkan perhatiannya pada Mawar. Agar dua orang yang ada di depannya bisa melihat sendiri untuk tidak mengganggu Mawar dan dirinya. Meskipun hanya kekasih bohongan.


Sedikit tidak enak hati melihat Fahmi yang menatapnya dengan wajah yang dingin, memperlihatkan ketidak sukaan pada Kevin yang ada di sampingnya.


Tapi juga ada rasa senang, kala melihat mantan Kevin yang juga menatapnya dengan rasa permusuhan. Jika dia tidak suka dengannya dan ingin mengambil Kevin kembali.


" Sudah mau siang, ayo pulang.?" Ajak Kevin, hanya tersenyum dan mengangguk.


" Fahm, aku pulang dulu ya." Pamit Mawar dengan senyum.


" Iya, hati-hati." Jawab Fahmi dengan senyum paksa.


" Aku belum sele-,"


" Sudah selesai dan tidak perlu di bahas lagi." Sahut cepat Kevin menatap Sasa dengan tajam. Sudah jengah dengan ucapan Sasa yang berterima kasih dan meminta maaf sedari tadi karena telah memutuskannya dan ingin mengajaknya kembali menjadi pasangan kekasih.


" Tapi Kev-,"

__ADS_1


" Ayo?" Ajak Kevin, berdiri lebih dulu di ikuti Mawar yang menerima uluran tangan dari Kevin.


Dua orang menatap kepergian Mawar dan Kevin dengan rasa benci dan marah saat di pertemukan di waktu yang sangat tidak tepat.


Fahmi yang mulai berdiri dari duduknya dan akan meninggalkan Sasa sempat terdiam, saat Sasa mengucapkan sesuatu padanya.


" Aku tau kamu menyukainya, mau bekerja sama denganku." Kata Sasa dengan senyum licik menatap Fahmi.


Memanfaatkan Fahmi untuk memisahkan Mawar dari Kevin dan membuat Kevin kembali kepadanya, cara satu-satunya bekerja sama dengan pria yang ada di hadapannya ini. Karena dirinya tau jika Fahmi menaruh hati pada Mawar dengan tatapan yang berbeda, dan menatap Kevin dengan cara bermusuhan.


" Aku bukan orang licik yang mau bekerja sama untuk memisahkan pasangan kekasih." Tegas Fahmi, meninggalkan Sasa yang terkejut dengan jawabannya.


Ya, bukan sifat Fahmi merebut wanita yang di sukainya secara licik, bersekongkol dengan mantan kekasih Kevin dan saling memanfaatkan keuntungan.


Biarkan dirinya bersaing dan merebutnya dengan cara sehat, dengan caranya sendiri walaupun ia tetap di tolak berkali-kali nantinya. Dan akan menyerah jika dirinya sudah lelah atau bertemu dengan wanita yang sama seperti Mawar.


Sasa yang melihat kepergian Fahmi hanya bisa mengepalkan tangan serta mengeratkan gigi menahan emosi.


" Aku akan merebutnya dengan caraku sendiri, meskipun dengan menyingkirkannya.!" Gumam Sasa dalam hati.


****


Bukan jalan menuju arah rumah Mawar, tapi menuju ke arah apartemen yang sudah tepat berhenti di area parkir.


" Ini hukuman kamu, karena sudah melanggar kontrak kerja." Jawab Kevin, membuat Mawar mengerutkan kening.


" Tidak boleh keluar sama pria lain selain diriku, selama kamu masih menjadi pacar sewaanku." Ujarnya lagi, keluar dari mobil meninggalkan Mawar dengan wajah yang kecewa, seakan dia lupa akan statusnya sekarang.


" Pacar sewaan!" Gumam Mawar, tersenyum pahit mendengar ucapan Kevin. Seakan dirinya di peringatkan untuk tetap dengan posisinya, menjadi pacar sewaan bukan pacar sungguhan.


Mengikuti langkah Kevin terlebih dulu masuk ke dalam apartemen, dengan dirinya yang kecewa akan ucapan Kevin. Dan selama ini dia hanya memberi harapan palsu padanya, tapi mengapa dia begitu baik dan selalu membuatnya terasa nyaman, jika Kevin hanya menganggapnya sebagai pacar sewaan tidak lebih.


Sungguh inilah yang tidak ingin terjadi pada dirinya, pemberi harapan palsu setelah dirinya mulai merasakan nyaman dengan Kevin.


Kevin yang sudah berada di ruang kerjanya, begitu menyadari dengan ucapannya dan dirinya merasa bersalah telah mengucapkannya.


Bukan maksudnya untuk memberikan harapan palsu pada Mawar, bukan juga ingin menyakiti Mawar. Tapi dirinya bingung dengan dirinya sendiri. Entah kenapa!


Kenapa dirinya bisa marah melihat Mawar jalan bersama pria lain, kenapa dirinya tidak terima melihat Mawar tersenyum pada pria lain selain dirinya dan entah kenapa ia tidak ingin Mawar di miliki orang lain.


Apa dirinya cemburu.


Apa dirinya tidak suka Mawar tebar pesona.

__ADS_1


Atau dirinya, mulai jatuh Cinta. Dengan Mawar!


Sungguh dirinya sangat bingung dengan hatinya.


Memijat pangkal hingung, pusing dengan hati dan pikirannya. Merasa haus, ia pun memutuskan keluar dari ruang kerjanya menuju dapur untuk mengambil minuman dingin. Menyegarkan pikiran dan hati yang terasa panas.


Melihat dapur dan ruang tamu yang terasa kosong dan tidak melihat Mawar saat dirinya sudah lebih dulu masuk ke dalam apartemen.


" Kemana dia?" Gumam Kevin, dengan mata yang masih mencari keberadaan Mawar.


Menuju ruang pencuci baju, ruang setrika dan kamar tamu, tetap tidak menemukan Mawar.


" Apa dia pulang." Gumamnya lagi, merasa bersalah jika dia benar-benar pulang.


Memutuskan untuk ke kamar, berganti baju terlebih dulu sebelum menuju ke rumah Mawar untuk meminta maaf.


Mendengar suara gremicik kamar mandinya membuat dirinya penasaran, perlahan membuka pintu kamar mandi dan mendapati Mawar yang sedang membersihkan lantai dengan berjongkok.


Sedikit terkejut, hingga Mawar berdiri.


" Mawar?" Lirihnya tidak percaya akan apa yang di lakukan Mawar.


" Maaf Mas, kamar mandinya sedang saya bersirkan." Ucapnya dengan menunduk.


"Saya!" Gumam Kevin dalam hati.


Melihat Kevin yang tidak kunjung pergi, membuatnya memilih keluar terlebih dulu dan memberikannya untuk memakai kamar mandi yang belum selesai di bersihkan.


Menegang saat tangan di cengkram oleh Kevin, dengan sekali gerakan, Kevin memutar badannya tepat berada di hadapannya dengan mata yang membulat sempurna saat merasakan hangatnya di bibir membungkamnya tanpa permisi.


.


.


.


.🍃🍃🍃🍃


Selamat hari raya idhul adha. Bagi yang menyembelih qurban, tolong donk!! Kirimin ke rumah author 😅😅.


Maaf, bercanda 😆😆


Semoga kita di berikan kesehatan dan di lindungi Allah dari marabahaya. Amin.😇

__ADS_1


__ADS_2