Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
jumpa pers.


__ADS_3

Suara riuk di dalam aula kantor yang begitu luas saat akan mengadakan jumpa pers, semua karyawan berkumpul menjadi satu dalam ruangan untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan pada pemimpin perusahaan.


sedikit terkejut dengan kehadiran keluarga besar pemilik perusahaan yang turut hadir dalam jumpa pars. Semua karyawan sudah pernah tau akan keluarga pemilik perusahaan, juga tau akan adik Kevin yang sudah menikah karena sebagian dari mereka pernah turut dalam pesta perayaan pernikahan adik Kevin. Melihat adik pemimpin membawa suami dan anaknya membuat semua terpana dan gemas akan bocah yang ada di gendongan suami Intan.


Tapi yang mencuri perhatian seluruh karyawan adalah gadis cantik bergandengan tangan bersama pemimpin perusahaan, yang tersenyum ramah saat mereka menatapnya dengan penuh tanda tanya dan mereka pun juga membalas senyuman dengan kikkuk.


Kini semua sudah duduk rapi, menatap meja konfrensi pers yang sudah penuh dengan keluarga Kevin termasuk Bima yang juga turut dalam konfrensi pers mantan bosnya.


" Selamat siang, hari ini saya mengumpulkan kalian hanya ingin memberitahukan pada kalian jika saya dan keluarga saya." Sempat terdiam dan tersenyum pada semuanya. " Akan mengadakan perayaan pernikahan saya dan mengundang kalian untuk ikut hadir dalam pesta pernikahan saya yang akan saya gelar dua hari lagi." Ujar Kevin, memberitahukan kabar senangnya pada karyawannya yang membuat semua karyawan terkejut akan ucapan Kevin.


Pasalnya selama kurang satu tahun Kevin tak lagi di kejar-kejar mantan pacar yang setiap hari datang ke kantor membuat hanya membuat keributan demi bertemu dengan pimpinannya. Bukan hanya itu saja, mantan Kevin terbilang wanita angkuh, sombong dan jahat.


" Perkenalkan ini istri saya." Kata Kevin, mengenalkan Mawar yang ada di sampingnya, semakin membuat semuanya terkejut.


"Istri!"


" Pak Kevin sudah punya istri."


" Kapan menikahnya."


" Iya, kapan menikahnya." Suara riuk kembali terdengar, dengan mereka tak percaya akan apa yang di dengar jika Kevin mengatakan istri bukan calon istri pada gadis di sampingnya.


" Istri saya namanya Mawar." Ucapnya dengan senyum bangga mengenalkan istrinya. Tersenyum dan mengangguk malu di perkenalakan oleh suaminya pada semua karyawannya.


"kami sudah menikah hampir satu tahun." Imbuh Kevin, dan lagi-lagi semuanya di buat terkejut karena menyembunyikan pernikahannya dari semua orang selama hampir satu tahun. Tanpa ada yang mengetahuinya, kecuali dua orang, mantan asisten dan sekertaris mantan asisten Kevin.

__ADS_1


" Jangan bilang, kenapa saya menyembunyikannya." Membuat semua orang terdiam saat mengerti apa yang mereka bisikkan dan ingin di tanyakan. Tapi tidak berani satu orang untuk bertanya.


" Saya dan keluarga saya memang menyembunyikannya, termasuk mantan asisten saya yang tau saya menikah dan mengurus segalanya." Kata Kevin, membuat Bima yang mendengarnya pun melototkan mata. sedikit tak terima jika dirinya harus di bawa-bawa, sedangkan dirinya sudah tidak ada lagi sangkut pautnya dengan urusan Kevin saat ini.


Dan pandangan semua wanita tertuju pada mantan asisten Kevin, menatap tajam dan permusuhan akan Bima yang tau Kevin menikah dan menyembunyikannya dari mereka semua. Memberi harapan palsu dan haluan tinggi saat Kevin belum menunjukkan dirinya sudah mempunyai istri. dan sekarang harapan haluan begitu tinggi, terjun bebas ke dalam jurang paling dalam yang tak akan mungkin bisa tercapai karena pimpinannya sekarang sudah menjadi milik orang tanpa bisa di tikung sepertiga tengah malam.


" Tenang? Masih ada yang jomblo dan tak kalah kerennya dari saya." Kata Kevin, memberi candaan pada semua karyawan wanita yang menyukainya.


" Ada pak Bima yang tampan dan tak kalah kaya dari saya." Ucapnya, mencoba menjomblangkan Bima pada karyawan wanitanya yang membuat Bima semakin membulatkan mata menggelengkan kepala dan rasa ingin mencekik leher mantan bosnya yang ingin membocorkan rahasianya.


" Atau boleh juga dengan papa saya." Kata Kevin, yang kini giliran Mama Kevin, Intan dan Mawar melototkan mata horor padanya. dan papa serta adik iparnya hanya tercengang mendengarnya


" Bercanda Ma?" Cengirnya menatap mama dan adiknya bergantian karena begitu takut dengan tatapan sadis dari orang tercinta. Dan semua orang menjadi tertawa tidak tegang seperti semula.


" Saya harap kalian bisa menerima istrinya dan juga turut hadir dalam perayaan pesta pernikahan kami, karena istri saya juga yang ingin membuat kalian senang. Dan sampai sini saya ucapkan terima kasih atas pengertian dan kerja samanya." Kata Kevin mengakhiri jumpa persnya dengan semua karyawannya.


Masuk ke dalam ruang kerja Kevin dengan keluarga Kevin dan istrinya di sana.


" Dasar putra kurang ajar! Kamu kira papamu ini brondong apa pakek di promosikan segala ke karyawan wanita." Ucap Mama Kevin, memukul lengan anaknya begitu keras merasa geram karena suaminya di promosikan di depan semua karyawannya.


" Aduh Ma, ampun Ma, ampun Ma." Kata Kevin bukannya sakit tapi tertawa senang, karena pukulan Mama yang tidak seberapa sakitnya.


" Tau tu Kak Kevin. Bisa-bisanya wanita muda suruh ganggu papa! Yang tua saja." Sambung Intan, yang malah juga mendapatkan pelototan Mamanya.


" Intan!!" Seru Mama, hingga semua yang ada di dalam ruangan menjadi tertawa.

__ADS_1


" Bercanda Ma?" Kata Intan dengan meringis dan selalu bersembunyi di belakang sang suami jika sudah membuat mamanya marah karena kejailannya.


" Kalian ini, selalu saja buat istri papa naik darah." Tegur Papa Kevin pada putra dan putrinya, membuat istrinya menjadi salah tingkah bersemu merah di pipinya karena mendapatkan belaan dari sang suami tercintanya.


" Iihh, mama sudah tua masih saja malu malu kucing." Goda Intan, membuat Mama kembali melirik anaknya.


" Biasa saja, sudah kebal di goda papa kamu." Elak Mamanya.


" Tu pipi Mama kenapa merah begitu." Goda Kevin.


" Kevin! Mau Mama tabok." Ucap Mama membuat Kevin mundur kebelakang istrinya dan melambaikan dua jari sebagai tanda damai tapi masih dengan tertawa.


Melihat suasana keluarga Kevin yang begitu humoris, akur dan juga hangat membuat Mawar senang berada di sisinya dan membuat dirinya tidak kesepian. Rasanya ia juga merindukan keluarganya sendiri seperti keluarga Kevin. seperti dulu saat nenek, ibu dan ayahnya masih ada, seperti ini tertawa dan saling menggoda jika sudah berkumpul setiap malam di teras atau pun di ruang tamu, melihat tv bersamaan dan cemilan hangat di malam hari.


Tapi kini tinggal Angga saja yang dirinya punya, dan sikap Angga yang mulai dewasa hari demi hari mulai berubah, jarang berbicara dan jarang sekali tertawa. Rasanya ia merindukan Angga, sangat rindu dengan adik kecilnya.


Bukan hanya Mawar saja yang merasakan seperti itu, tapi juga Bima yang melihat keluarga lengkap Kevin dan tertawanya membuatnya juga ikut tertawa sekaligus sedikit iri. Dirinya hanya sendiri, ayah yang di hukum begitu lama di dalam penjara dan ibu yang meninggal akibat penyakitnya. Dirinya kesepian, sangat kesepian dan sudah lama dirinya menyendiri tanpa adanya orang tersayang.


Kini sudah waktunya tiba dan ingin ia merasakan seperti Kevin saat ini. Berharap Tuhan akan memberinya jalan begitu baik dengannya walaupun tidak seperti dulu lagi.


.


.


.

__ADS_1


.


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2