Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
kelulusan


__ADS_3

Penantian kelulusan sekolah sangat membuat para siswa siswi begitu gelisah dan juga takut akan kegagalan dalam ujian. yang bisa membuat siapa saja tak akan lulus, dan pastinya akan tetap mengulang untuk sekolah kembali bersama dengan adik kelas yang akan menjadi satu kelas bersama.


Sangat tidak di inginkan dan tidak ingin terjadi seperti itu. Selalu berdoa pada Tuhan agar dirinya bisa lulus sekolah meskipun nilai tak begitu memuaskan.


Harap-harap cemas duduk di teras rumah, di kediaman neneknya. Semalam Mawar dan Kevin memutuskan untuk menginap ke rumah Nenek, menjenguk Angga dan juga menanti akan harinya ini pengumuman kelulusan sekolah Mawar.


Dimana jika ada guru yang berkunjung ke rumah siswa atau siswi dinyatakan murid itu tidak lulus. Dan jika dalam satu hari tidak ada guru yang berkunjung ke rumah, mara murid itu dinyatakan lulus sekolah dan bisa melanjutkan ke perguruan tinggi atau bisa untuk melamar kerja meskipun dengan ijasah menengah atas saja.


" Semoga lulus ya Ar! berharap tidak ada guru yang akan datang ke rumah kita." Tulis chat Lisa pada Mawar.


" Amin!! Aku berharap juga gitu Lis! Aku takut." Balas Mawar.


" Sama ooii, Aku juga takut. Otak sudah semaksimal mungkin bekerja keras kini di landa ketakutan gara-gara lembar jawaban." Keluh Lisa, saat dirinya berusaha mencari jawaban dengan otak yang bekerja keras untuk menentukan hidup dan matinya.


" Yang paling parah gak bisa nyontek, nengok kanan kiri sudah di curigai." Kata Mawar.


" Parah! Sadis! Gila gak tu! Aku saja sampai pegal terlalu menunduk hanya karena kertas." Jawab Lisa, membuat Mawar sedikit tersenyum melihat isi pesan keluhan sahabatnya yang tidak ada hentinya menerornya dari pagi hingga menjelang sore hari.


" Kalau sampai jam enam belum datang, berarti kita lulus."


" Yes, aku langsung sujud syukur. Terus nanti emakku aku suruh buat bubur." Jawab Mawar.


" Aku juga nitip ke tante, minta tolong buatin bubur buat aku juga." Tulis Mawar.


" Ibu-ibu di rumah loe banyak, suruh buatin sana jangan minta suruh emak gue."


" Iihh pelit!! Gue telpon sendiri ke emak loe malas ngomong sama anaknya." Jawab Mawar, membuat di sebrang sana bukannya marah malah tertawa, karena sudah terbiasa dengan sahabatnya yang menganggap ibunya sebagai ibunya sendiri dan tidak ada rasa canggung lagi kala orang tuanya juga menganggap Mawar sebagai anaknya juga.

__ADS_1


Tak terasa hari semakin sore, menjelang malam Kevin baru pulang dari kantor di sambut senyum hangat oleh Mawar yang sudah berdandan rapi di teras rumah.


" Tumben cantik?" Goda Kevin.


" Oh! Berarti aku kemarin-kemarin enggak cantik donk mas." Rajuk Mawar, mengerucutkan bibir.


" Cantik! Tapi hari ini cantik banget sayang.. Jadi pengen nyembunyiin kamu di kamar terus?" Kata Kevin, mencolek dagu istrinya hingga membuat pipi Mawar memerah akibat godaan suaminya.


" Malu di lihat tetangga!" Pelotot Mawar, menyadari jika mereka masih di luar rumah dan ada sebagian ibu-ibu sedang bergosip tersenyum-senyum menyaksikan adegan mesra Kevin padanya.


Sangat memalukan dan tidak nyaman jika ada yang melihat kelakuan suaminya sedang menggodanya. Dan pastinya akan ada kecemburuan ibu-ibu padanya karena mendapatkan suami atau menantu romantis, kaya dan setia pada Mawar tanpa memandang status keluarga kalangan bawah. Sangat beruntungnya Mawar, gadis biasa di persunting pria kaya raya.


" Sekali-kali pamer di depan para tetangga gak papa kan yank." Kata Kevin, semakin membuat Mawar melototkan mata kala suaminya mencium pipinya di depan banyaknya ibu-ibu rempong. dan di sebrang sana sudah mulai riuh dan terkejut melihat adegan mesra Kevin pada Mawar.


" Mas!!" Sungut Mawar, semakin melototkan mata.


" Dih! Iri!" Ejek Kevin, dengan tertawa.


" Biasa saja, mana ada aku iri. Tu yang iri." Sambil mata melirik ke belakang. " Ibu-ibu tu senyam senyum lihat mbak sama mas. Awas, sebentar lagi gosip menyebar." Ujarnya lagi.


" Sekalian saja di buat panas. Gimana?" Kata Kevin, merangkul bahu istrinya dan mencium pipinya sekali lagi.


" Mas!" Tegur Mawar melepaskan rangkulan Kevin dan memukulnya. menggelengkan kepala heran dengan tingkah Kevin yang mulai tengil.


Sama seperti Mawar, wajah Angga berubah sewot seperti tak terima kakaknya di peluk Kevin. Ada rasa cemburu dan juga iri melihat kemesraan Kakaknya dengan Kevin, daj juga ada senang jika kakaknya Bahagia dengan pria yang sangat tepat.


" Nih mbak pesenannya! Lain kali jangan nyuruh aku, suruh tu Mas Kevin." Gerutu Angga, memberikan kantong plastik berlogo minimarket. Dan pergi masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" Makasih sayang?" Ucap tulus Mawar tersenyun lebar saat adiknya mau membelikannya meskipun terpaksa. Kevin mengerutkan kening melihat kantong plastik di tangan istrinya.


" Apa itu sayang?" Kepo Kevin, dan terkejut melihat isinya.


" Pantesan tu anak marah! orang di suruh beli itu." Gumam Kevin, tertawa meratapi nasib adik iparnya yang sama seperti dirinya. Ada rasa malu saat akan membayar di kasir karena membeli pampers wanita berwarna hitam. Menyebalkan.


" Eh! Lagi kedatangan tamu bulanan yank!" Pekik Kevin.


" Iya!" Jawab Mawar dengan senyum. " Puasa ya Mas, satu minggu." Godanya, mencolek dada Kevin, dan membuat Kevin membulatkan mata.


" Berabe kalau ke goda istri, alamat pakai sabun ini! " Lemas Kevin melihat kepergian istrinya dengan senyum menggoda imannya, sudah mulai terbiasa dengan tingkah istrinya yang menggodanya jika ada udang di balik rempeyek. Beralamat akan lama di kamar mandi tengah malam hari, menyiksa pikiran dan batinnya.


" Sial! Kenapa harus di rumah adik ipar juga!!" Gerutunya sendiri, takut jika di goda istrinya dan takut jika harus ke kamar mandi tengah malam ada yang memergokinya. Karena kamar mandi rumah nenek berada di luar, bukan di kamar. Ikut masuk ke dalam rumah, dengan langkah lemas dan tak bersemangat. Mencoba berpikir keras bagaimana cara untuk menghindar dari godaan istrinya nanti, jika sudah berbaring di ranjang yang sangat sempit untuk mereka berdua.


Sedangkan Mawar sudah terlihat sangat senang, melihat wajah sengsara Kevin mengetahui dirinya sedang kedatangan tamu bulanan. Dirinya bisa terbebas dari Kevin selama satu minggu dan bisa menggodanya untuk membalaskan dendam di tengah malam, seperti Kevin yang selalu membangunkannya di tengah malam kala tidak sedang datang bulan.


Ada rasa kasihan dan rasa tak tega melihat lemasnya wajah Kevin saat keluar dari kamar mandi yang begitu lama di dalamnya. Terkadang suaminya harus menahan saat tidur bersamanya dalam pelukan yang hangat.


Sungguh itu sangat menggemaskan akan wajah Kevin menahan hawa *****.


.


.


.


.🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2