Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
perang mak lampir


__ADS_3

Jika diamku di anggap takut itu salah, karena aku memang tidak suka keributan. Tapi jika sudah seperti ini jangan salahkan aku?


.


.


.


.


Awal yang baik di pagi hari, seperti biasa berjalan ke kelas dengan melewati kelas-kelas lain.


Tapi sial, awal baik menjadi awal yang buruk saat dirinya bertemu dengan cowok yang dia hindari di swalayan kini sedang berada di depan kelasnya.


Dalam hati dirinya berdoa semoga cowok itu tidak menemui dirinya, hanya karena dirinya yang selalu menghindar saat di swalayan. Jika itu benar maka tamatlah riwayatnya.


Bukan karena takut, tapi malas saja dia bertengkar. Apa lagi jika bertengkar dengan cewek itu, bisa-bisa dirinya yang salah padahal bukan dirinya yang mulai dan pastinya hukumannya skors atau di keluar dari sekolah. Sungguh mengenaskan!


Menundukkan kepala berharap cowok itu tidak melihatnya saat masuk ke dalam kelas, tapi sayang seribu sayang! cowok itu menggenggam tangan Mawar saat dirinya hampir mencapai pintu kelas.


" Aku ingin bicara dengan kamu Ar?" Ucap Fahmi yang masih mencekram tangan Mawar dengan lembut dan tidak menyakitinya.


" tTolong lepasin Fahmi.?" Pinta Mawar dengan mencoba melepaskan tangannya dan Fahmi mulai melepas cengkramannya.


" Maaf?" Ujar Fahmi.


Mawar sempat gugup hingga dirinya selalu melihat kanan kiri saat para wanita mulai menatap dengan rasa penasaran, atau seperti menyarankan untuk tidak mendekati cowok itu.


" Kamu kenapa selalu menghindar dari ku Ar?" Pertanyaan pertama yang langsung terlontar dari bibir Fahmi.


" Maaf fahm, aku harus masuk lupa belum mengerjakan pr." hindar Mawar dan akan pergi tapi masih tetap di halang Fahmi.


" Kamu belum jawab pertayaan ku Ar.!" tukas Fahmi sedikit mulai marah, sebab lagi-lagi Mawar mencoba mwnghindar darinya.


Bingung Mawar harus berbuat apa, sebab banyak siswa yang masih melihat dirinya dengan Fahmi


" Mawar?" teriak Lisa dan menghampirinya.


" Kamu ini gimana sudah aku tunggu dari tadi, ayo cepat kerjakan pr kamu! pagi ini harus di kumpulkan." ucap Lisa


" Maaf fahm, aku harus pergi." kata Mawar, dan melepaskan cengkramannya berjalan cepat dengan Lisa agar fahmi tidak mengejarnya untuk ke kelas.


Menatap kepergian Mawar dengan rasa kecewa saat dirinya belum juga mendapatkan jawaban dari dia yang selalu menghindar darinya.


Menghembuskan nafas berat, menatap jendela kelas Mawar, melihat Mawar yang duduk di mejanya dengan dia yang mulai menulis. berjalan pergi dari depan kelas Mawar dan menuju kelasnya.


Diam diam dari kejauhan Cewek yang menyukai Fahmi dan di takuti semua siswi itu sedari tadi menatap Mawar dan Fahmi yang saling berhadapan, apa lagi Fahmi memegang tangan Mawar membuatnya seakan cemburu dan marah.

__ADS_1


Berjalan ke arah kelas Mawar bersama gengnya berhenti di pertengahan saat mendengar suara bell berbunyi sebagai tanda pelajaran pertama akan di mulai. Mau tidak mau mereka harus kembali ke kelas dan akan beraksi setelah jam pertama di mulai.


" Thanks ya Lis, jika gak ada kamu mungkin sudah hancur."


" Lagian kenapa sih! kamu enggak bilang saja sama dia Ar. Kalau kamu itu menghindar gara-gara tu mak lampir." gerutu Lisa.


" Gak tambah ngasih solusi, malah tambah runyam." cibir Mawar.


" Itu solusi tau!! malah tambah bagus kan."


" Bagus palamu peang!" geram Mawar " Malah tambah masalah tau enggak, kayak enggak tau mak lampir itu gimana." ujarnya lagi.


" Ya tapi kan se-," Belum sempat berdebat dengan sahabatnya, guru sudah datang dan pelajaran pun di mulai mau tidak mau dua sahabat itu harus diam dan tak berdebat lagi.


Dalam hati Mawar bersyukur, jika mak lampir tidak melihatnya dan berharap tidak akan ada orang yang akan menyampaikan hal apa yang dia lihat.


tidak ingin ambil pusing hingga Nawar memilih untuk fokus dalam pelajaran saat guru sudah mulai menerangkan.


" Kantin yuk." ajak Lisa pada Mawar, saat pelajaran pertama dan kedua selesai dan bel istirahat berbunyi, hanya mengangguk dan tersenyum sebagai tanda setuju.


Belum sempat dua sahabat itu keluar dari kelas sudah di hadang oleh tiga cewek lampir yang menghampirinya.


Mengerutkan kening, saling menatap dan menghembuskan nafas berat karena inilah yang harus menjadi resiko Mawar.


" Sudah gue bilang kan loe harus menghindar dari fahmi.!" Cicit mak lampir.


" Halah alasan, bilang saja kalau loe yang ganjen." Kompor anak buah mak lampir.


" Kalau gak percaya ya sudah." Ucap Mawar dan berjalan melewati tiga lampir yang menghadang tapi dari belakang rambut Mawar di tarik oleh Mak lampir.


Memekik kesakita saat rambutnya di tarik oleh mak lampir dari belakang hingga dirinya mencoba untuk melepaskannya.


Lisa yang mendapati sahabatnya di perlakukan kasar pun tak terima, hingga dirinya akan ikut membantu melepaskan jambakan Mak lampir. Tapi sayang seribu sayadm dua anak mak lampir menghadangnya dan mencekram kedua tangan Lisa untuk tidak ikut dalam urusan bosnya.


" Loe berani sama gue hah!" Geram Mak lampir.


" Aku enggak salah, ngapain aku takut." jawab Mawar dan mencoba mencekram tangan Mak lampir dengan kuat, membuat yang punya tangan melepaskan rambut Mawar dan memekik kesakitan.


" Loe.!!" Geram Mak lampir dan menjambak lagi rambut Mawar dari depan, membuat Mawar jug ikut menjambak rambut Mak lampir.


" Hajar Bianca, hajar.!!" seru anak buah mak lampir.


" Eh, tolongin wooii.!!" Teriak Lisa yang melihat beberapa siswa melihatnya dan hanya menjafi penonton.


" Awas loe jika ada yang berani melerai." Ancam anak buah Mak lampir dengan tatapan tajam dan mengepalkan tangan ke udara.


Mawar dan Bianca masih mencoba adu jambak dan Bianca mencoba mencakar tangan Mawar dengan kuku tajamnya, membuat Mawar meringis kesakitan.

__ADS_1


Tidak terima akan perlakuan Bianca, Mawar memberontak dan mencakar balik Bianca di pipiny, hingga membuat pipi dia tergores.


" Aww!! loe." Ucap Bianca. " Bantuin gue.!!" perintah Bianca, satu gengnya ikut menyerah Mawar dan Lisa mulai memberontak juga ikut berkelahi dengan geng Mak lampir.


satu lawan dua dan satu lawan satu membuat suasana menjadi riuh dan banyak siswa siswi melihat mereka berkelahi.


" Ada apa ini.?" tanya Fahmi saat ingin kembali bertemu Mawar.


" Cewek loe bertengkar tu." jawab salah satu siswi.


" Cewek gue!"


" Iya siapa lagi bukan cewek loe yang namanya bianca." sahut cepat yang lain. " Tu dia bertengkar sama Mawar." tunjuknya, hingga membuat Fahmi terkejut.


Mencoba masuk dalam kerumunan dan melihat benar yang bertengkar adalah Mawar yang di serang oleh Bianca bersama gengnya.


Mencoba melerai.


" Stop, stop.!" Lerai Fahmi mencoba melindungi Mawar.


" Woii bantuin.!!" perintah Fahmi hingga beberapa siswa mencoba ikut melerai dengan mereka yang memegangi tubuh Bianca dan gengnya.


" Lepasin.!!" Teriak Bianca, mencoba menendang kakinya ke arah Mawar.


" Ar, sudah." ucap Fahmi dengan memegang tubuh Mawar dari belakang.


" Dia yang mulai dulu, aku enggak salah." jawabnya dengan mencoba melepaskan rengkuhan Fahmi.


" Loe yang mulai dulu.!!" teriak Bianca.


" Ada apa ini.?" teriak kapsekyang datang ke kelas saat menerima laporan dari salah satu siswa, melihat ke arah kapsek yang berteriak membuat mereka terdiam menundukkan kepala.


" Kalian semua ikut ke ruangan saya.!" perintah dan meninggalkan mereka menunggunya di ruangannya.


" Mampus loe.!" Cela Bianca dengan senyum licik, meninggalkan Mawar dan Lisa yang menatapnya dengan emosi.


" Ar.?" sapa Fahmi dengan menyentuh puncak Mawar.


Menatap ke arah Fahmi dengan wajah yang merah. Menyentak tangan Fahmi dan pergi begitu saja melewati semua siswa yang mengerumuninya dengan di ikuti Lisa yang menatap tajam Fahmi dengan sekilas seakan tanda permusuhan di mulai.


.


.


.


.🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2