Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
Hadiah Angga


__ADS_3

Satu hal yang aku tau dari kamu, gadis yang tangguh.


.


.


.


.


Duduk di sofa dengan rasa lelah, akan pekerjaan, lelah pikiran yang mengingat mantan dakjalnya datang ke kantornya dan membuat keributan hingga semua karyawan bergosib.


Sepuluh menit yang lalu dirinya sudah berada di rumah dan menyandarkan tubuhnya di sofa mendongakkan kepala serta menutup mata saat dirinya sudah begitu letih.


" Kamu sudah pulang?" Suara wanita yang menghampirinya di ruang tamu dengan dirinya yang menegakkan kepala untuk melihatnya.


" Kamu belum pulang.!" Tanya Kevin, melihat Mawar yang menaruh minuman di atas meja.


" Habis ini aku pulang." Jawab Mawar. " Aku sudah menyiapkan makanan untuk kamu." Ujarnya lagi.


" Hmm, iya makasih." Kata Kevin dan di anggukkan Mawar.


" Kalau gitu aku pulang dulu, selamat malam." Pamit Mawar, mengambil tas yang ada di sofa dan berjalan menuju pintu keluar tapi berhenti saat Kevin memanggilnya.


" Iya, ada apa?" Tanya Mawar dengan alis mengerut melihat Kevin tak kunjung berbicara.


" Ada apa! manggil-manggil tapi enggak mau ngomong." Ketus Mawar.


" Temani aku makan." Kata Kevin. " Dan enggak bisa di bantah." Imbuhnya lagi, berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan badannya terlebih dulu, sedangkan Mawar menatapnya sambil mengerutkan kening, aneh melihat Kevin pulang kerja yang diam saja.


Kembali ke dapur menyiapkan dua piring dan menunggu Kevin di meja makan sambil melihat ponsel yang sedang berbunyi.


" Siapa?" Tanya Kevin, baru datang menghampiri Mawar di meja makan.


Melihat Kevin merasa bugar setelah mandi dan berpakaian hitam polos di padu dengan celana selutut terlihat cool dan menawan.


" Teman." Jawab Mawar dan beralih menatap makanan.


" Kenapa enggak di angkat." Tanyanya lagi, masih melihat ponsel Mawar yang menyala dengan panggilan nama yang tertera di sana ' Fahmi'


" Enggak penting juga." Jawabnya, sambil mengambil nasi serta lauk untuk Kevin dan mengambil untuk dirinya.


" Habis ini pulang aku antar." Ucap Kevin, membuat Mawar kembali menatapnya.


" Aku bawa motor.!" Jawabnya.


" Aku ada janji sama Angga." Ujarnya.

__ADS_1


" Janji apa.!" Sambil memicingkan mata.


" Urusan lelaki, kamu enggak akan tau."


" Adikku masih kecil ya! Jangan di ajarin yang aneh-aneh." Kata Mawar sambil menatap tajam Kevin dan tidak mempedulikan Mawar yang sedang menatapnya tajam serta menggerutu.


" Makan, enggak usah banyak bicara." Kata Kevin, menyuapi Mawar yang masih saja menggerutu, membuat bibir Mawar diam dan mengunyah makanan yang di suapi Kevin.


Menunggu Mawar yang sedang mencuci piring sambil memainkan ponsel hingga Mawar selesai.


Sedikt mengerutkan kening saat Kevin membawa ransel yang ada di punggungnya tidak ingin berdebat ia pun memilih diam dan Berjalan keluar apartemen bersama. berpisah untuk mengambil motor yang berbeda parkir, tapi tetap Mawar menunggu Kevin di depan apartemen untuk menuju rumahnya bersama dengan Kevin yang membuntutinya dari belakang.


Sesampai di depan rumahnm Mawar, Kevin memarkirkan motornya di sebelah Mawar dan melihat Nenek Mawar yang berdiri di ambang pintu, seperti sedang menunggunya.


" Asalamualaikum Nek." Ucap Mawar bersamaan dengan Kevin


" Walaikum salam." Jawabnya dengan tersenyum.


" Nak Kevin?" Sapa Nenek Mawar, saat Kevin menyalimi tangan Nenek Mawar.


" Baru pulang kerja Nak." Tanya Nenek.


" Iya Nek." Jawab Kevin. " Angga ada nek." Tanyanya.


" Ada di dalam, ayo masuk Nak Kevin." Ajak Nenek dan di anggukkan Kevin berjalan mengikuti Nenek Mawar dan meninggalkan Mawar yang baru kali ini di acuhkan oleh Neneknya.


Berjalan masuk ke dalam rumah dan melihat Kevin yang sudah mengobrol dengan Angga serta melihat Angga yang begitu senang memegang ps dua dan dua stick berwarna hitam.


" Dari siapa Ga.?" Tanya Mawar.


" Dari mas Kevin mbak.!" Seru Angga senang, memicingkan mata melihat Kevin yang memasang muka acuh.


" Makasih Mas.!" Ucap Angga dan di anggukkan Kevin.


" Tapi ingat, jangan lupakan sekolah dan belajar." Kata Kevin.


" Kalau itu enggak akan lupa."Jawab Angga sambil menyengir kuda.


" Aku coba dulu Mas." Ujarnya lagi, hanya deheman dan mengangguk untuk menyetujuinya.


Berjalan menuju depan tv berjongkok dan mengutak-atik colokan tv untuk kabel psnya, sedangkan Kevin hanya melihatnya.


" Kamu ngapain beliin ps untuk adikku." Bisik Mawar yang mulai duduk di samping Kevin, sangat dekat dan hembusan nafas itu menggelitik di telinga Kevin dan membuat Kevin merasa geli.


Menggeser duduknya untuk sedikit menjauh dari Mawar, dan mendapati Mawar yang mengerutkan kening akan kelakuan anehnya.


" Kamu bau.!" Ucap Kevin yang berbohong, padahal dirinya menghindar karena sedikit mulai tergoda akan hembusan nafas Mawar.

__ADS_1


" Enak saja aku bau! aku sudah mandi tau!" Seru Mawar tak terima akan hinaan Kevin.


" Enggak percaya, nih!, nich!"


" Mawar!" Tegur Neneknya yang datang dengan membawa minuman untuk Kevin, dan Mawar tak jadi memprotes Kevin, hanya mengerucutkan bibir sambil menatap Kevin dan membuat Kevin mengulum senyum.


" Di minum nak Kevin."


" Terima kasih." Kata Kevin dan di anggukkan Nenek Mawar.


" Wihh! Bisa Mas.!" Seru Angga menoleh ke belakang dan tersenyum lebar menatap Kevin dan ini pertama kalinya Mawar melihat Angga tersenyum seperti itu.


" Ayo main mas?" Ajak Angga.


" Tidak, kamu saja Ga." Tolak Kevin, hanya mengangguk dan kembali melanjutkan bermain ps dengan sangat lihai seperti dirinya yang main di rumah temannya.


" Itu dari Mas Kevin Nek." Kata Mawar yang melihat Neneknya sedang memperhatikan Angga bermain ps.


" Di belikan Nak Kevin?" Tanya ulang Nenek dan Mawar hanya mengangkat bahu karena tidak tau.


" Jangan repot-repot nak Kevin! Itu pasti mahal, Sayang uangnya!" Kata Nenek Mawar.


" Saya tidak beli Nek, itu punya saya di rumah. Dan enggak ada yang memakainya, jadi saya kasihkan ke Angga." Kata Kevin, lagi-lagi dirinya berbohong dan itu membuat Mawar menatapnya penuh arti karena dirinya tau jika di apartemen Kevin tidak ada semacam ps.


" Terima kasih Nak.?" Ucap tulus Nenek Mawar.


" Sama-sama Nek." Jawabnya dengan tersenyum.


Nenek Mawar yang sudah mulai mengantuk, memutuskn untuk masuk ke kamar, meninggalkan Mawar dan Kevin yang sedang memandang seru Angga bermain ps.


" Temani aku keluar sebentar." Ajak Kevin pada Mawar.


" Kemana?" Tanya Mawar.


" Jangan banyak tanya? Ayo." Ucapnya dan berdiri dari duduknya, hanya cemberut tanpa protes Mawar pun mengikuti Kevin dari belakang dan berpamitan pada Angga yang masih setia bermain ps barunya.


Duduk di jok belakang yang tinggi ketika menaiki motor sport milik Kevin. Mengendarai motornya dengan pelan dan banyak para gadis serta tetangga yang melihat Mawar berboncengan dengan Kevin yang tak memakai helm hingga membuat semua orang terpesona akan motor dan orang yang mengendarainya.


.


.


.


.


🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2