
Bisakah aku merubah sikap kamu, tapi aku tau jika itu tak akan mungkin. Karena kita hanya patner!
.
.
.
.
" Mau kemana?" Tanya Mawar sedikit memajukan badan untuk berbicara pada Kevin yang sedang menyetir.
" Apa?" Tanya balik Kevin yang tak sedikit mendengar.
" Kamu mau ajak aku kemana?" Tanyanya lagi tepat di telinga Kevin.
" Cari cemilan." Jawab Kevin. " Kamu tau dimana tempat jajanan yang enak." Tanyanya lagi, sempat berfikir sebentar hingga dirinya tau dimana tempat tongkrongan anak muda.
" Ikuti jalan ini saja, nanti belok kiri." Kata Mawar dan di anggukkan Kevin.
Mengikuti instuktur Mawar yang memandu jalan hingga mereka di sugukan pemandangan banyak tongkrongan anak muda yang berada di pinggir jalan, dengan berbagai gerobak jajanan serta gerobak penjual minuman.
Bukan ke tempat cafe yang Mawar bawa, tapi seperti warung kopi lesehan di sekitaran tongkrongan anak muda yang suka bernuansa bebas tanpa atap dan tenda, hingga mereka bisa melihat langit malam, bulan cahaya serta banyaknya motor-motor yang terparkir di pinggiran jalan dan tentu saja angin malam yang sedikit berhembus kencang .
Memilih warung lesehan sedikit agak lenggang yang berada di ujung dan tidak terlalu ramai.
" Di sini?" Tanya Kevin.
" Hmm, kenapa." Kata Mawar, yang mungkin tau Kevi tidak pernah datang di tongkrongan anak muda seperti ini.
" Enggak papa, ayo cepat turun." Perintah Kevin, yang membuat Mawar langsung turun dari motor sambil mengerucutkan bibir.
Berjalan mengikuti Mawar dari belakang sambil matanya melihat-lihat ke arah mana saja. Banyak para wanita dan pria yang melihat ke arah Mawar serta Kevin yang begitu sempurna di bandingkan pria yang mereka kencani.
" Kamu mau minum apa?" Tanya Mawar pada Kevin yang ada di belakangnya, Penjual wanita begitu terpesona dengan Kevin yang tinggi, putih dan keren.
" Adanya apa aja."
" Tu.!" dengan menunjuk matanya ke arah rentengan kopi dan rentengan pop ice warna warni.
Lagi-lagi mengerutkan kening saat melihat rentengan pop ice yang belum sama sekali dirinya lihat, kalau masalah kopi dirinya tau dan pernah mencobanya, tapi kalau yang warna-warni? dirinya baru tau dan belum pernah mencobanya.
" Cappucino saja." Kata Kevin.
" Dingin apa hangat." kembali menatap Kevin.
__ADS_1
" Dingin saja ya.!" Ujarnya kembali, kini giliran Kevin yang mengerutkan keningnya.
" Cappucino sama yang coklat satu ya mbak, pakai es semua." Kata Mawar melihat penjualnya yang sedari tadi mencuri pandang pada Kevin.
" Iya mbak." Jawab penjual kopi.
" Ada sosis bakar, mau enggak." Kata Mawar melihat di sebelahnya ada penjual sosis bakar.
" Hmm, iya." sambil mengangguk dan mulai pindah tempat penjual sosis bakar.
Memilih beberapa menu sosis, dan ada sepuluh sosis yang berbeda beda saat Mawar yang memilihnya.
" Berapa mbak." Tanya Mawar.
" Empat puluh ribu mbak." Jawab penjual sosis sambil menghitung kembali.
" Uangnya mana." Pinta Mawar pada Kevin yang tak ikut memilih tapi suruh membayar.
Mengambil dompet, memberikan lembaran uang biru pada Mawar. Tersenyun untuk mengambilnya dan memberikannya pada penjual, dan kembaliannya ia simpan tidak mengembalikannya pada Kevin. Wanita memang begitu bukan! tidak akan mengembalikan sisa uang belanja jika ada lebihannya.
Berjalan memilih tempat sedikit jauh dari keramaian di ujung karpet dan duduk berlesehan hanya ada meja kecil sebagai pemisah antara dirinya dan Kevin.
" Sini." Perintah Kevin, menepuk karpet untuk duduk di sebelahnya.
" Sini, atau aku tarik kamu." Ancam Kevin, mau tidak mau Mawar pindah tempat dan duduk di sebelah Kevin.
Entah, kenapa Kevin menyuruhnya untuk duduk di sampingnya seakan Kevin seperti posesif saat melihat para cowok menatap Mawar.
Pesanan minuman terlebih dulu datang, menikmati minuman dingin sambil melihat ke arah jalanan ramai akan pengendarai yang berjalan pelan untuk mencari tempat tongkrongan.
" Kamu sering ke sini?" Tanya Kevin.
" Tidak terlalu sering." Jawab Mawar membuat Kevin memalingkan wajahnya untuk menatap Mawar.
" Hanya setiap malam minggu, pulang kerja dan di ajak teman untuk nongkrong." Ujarnya lagi.
" Teman cowok.!"
" Enggak, Cewek." Jawab cepat Mawar.
" Jangan ke sini lagi." Larang Kevin, membuat Mawar memicingkan mata.
" Pesanannya Mbak.!" Kata penjual sosis bakar.
" Makasih Mas." Jawab Mawar dengan tersenyum dan di anggukkan penjaulnya yang juga ikut tersenyum.
__ADS_1
Sungguh menyebalkan melihat senyuman penjual sosis bakar pada Mawar.
" Jangan kesini lagi sama siapa pun termasuk sama teman cewek kamu." Larang Kevin.
" Eh.! kenapa kamu ngelarang aku.!" seru Mawar dengan rasa protes karena ucapan Kevin yang melarangnya.
" Ya! karena kamu perempuan, nanti kalau ada yang terjadi dengan mu gimana nasib adik dan nenek kamu." Kata Kevin, yang tidak tau juga kenapa dirinya melarang Mawar untuk tidak keluar atau nongkrong di tempat seperti ini.
" Dulu aku juga begitu!" Menunjuk arah dua cewek naik motor dan di goda dua pria yang memepetnya dari samping untuk di ajak kenalan. Mengikuti arah pandangan Mawar, menamati mereka yang berhenti dan bertukar nomer pinsel.
"Kerja pulang malam naik sepeda, tidak pernah peduli orang selalu buntutit aku dari belakang atau selalu ngajak kenalan." Ucap Mawar.
" Dan aku bukan seperti mereka." Ujarnya lagi dengan tersenyum menatap Kevin, seakan dirinya seperti wanita murahan yang gampang di ajak kenalan.
Tapi bukan seperti itu maksud dari ucapan Kevin, dirinya hanya tidak suka Mawar keluar malam apa lagi melihat tatapan pacmra cowok yang seperti ingin mengajaknya kenalan atau kagum dengan dia yang manis.
" Mulai sekarang aku yang akan mengantarkan kamu pulang." Kata Kevin, hingga Mawar membulatkan mata.
" Jangan membantah ini aturanku yang baru." Ujarnya lagi, sebelum Mawar protes, tapi bukan Mawar namanya jika memang belum protes pada Kevin.
" Terus aku berangkat sekolah naik apa! Kalau motorku ada di apartemen kamu.!"
" Berangkat dan pulang sekolah biar di antar jemput sama sopir kantorku." Kata Kevin.
" Enggak mau.!" Tolak Mawar sambil melototkan mata.
" Jangan buat aku jadi gosipan terus ya." Gerutu Mawar. " Lebih baik aku naik motor dari pada harus naik mobil antar jemput pulang sekolah. Seperti orang kaya saja.!" Mengambil sosis bakar dan memakannya dengan rasa dongkol.
seenaknya saja Kevin mengatur hidupnya dan rasanya sungguh sudah panas sekali mendengar gosipan miring dari para tetangga dan teman sekolahnya kalau Mawar lebih suka yang deddy sugar seperti Kevin.
" Terus!" Ucap Kevin.
" Terus apanya!" Seru Mawar. " Udah enggak usah di bahas, ini coba?" Imbuhnya, sambil menyodorkan sosis ke arah bibir Kevin agar ia tidak lagi berdebat lagi dengannya.
" Ar?" Sapa seorang cowok menghampiri Mawar yang sedang menyuapi Kevin, menatap ke arah samping dengan mendongakkan kepala dan sedikit terkejut saat melihat teman sekolah ada di hadapannya.
.
.
.
.🍃🍃🍃
Maaf atas keterlambatannya.🙏
__ADS_1