Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
wanita itu


__ADS_3

Bahagia yang sesungguhnya hanya kita dapatkan, jika kita bisa untuk saling melengkapi dan saling mencintai.


.


.


.


.


Berjalan di pusat belanjaan dengan dirinya yang sendiri tanpa di temani kekasih, teman atau asistennya.


Memilih pernak pernik buah tangan untuk wanita yanv spesial di hatinya. Untuk pertama kalinya, ia memilihkan hadiah pada seorang wanita.


Dulu, dirinya tidak seperti ini pada mantan-mantannya. Tidak pernah membelikan apapun pada mantannya, hanya memberikan kartu kreditnya dan menyuruh mantannya untuk membeli apa saja yang di inginkan, tidak perlu repot-repot untuk dirinya memilihkannya.


Sangat merepotkan! itulah yang ada di dalam pikurannya dulu. Tapi sekarang, wanita yang sudah mencuri hatinya, sudah menempati setengah jantungnya dan sudah menjadi miliknya seutuhnya, kini ingin memberikan hadiah spesial untuknya.


Memasuki toko perhiasan, melihat-lihat semua emas putih yang terjejer rapi dan elegan. Sedikit bingung untuk membelikan apa pada Istrinya, karena selama ini istrinya tidak pernah meminta apapun padanya.


" Untuk orang spesial Kak?" Ucap pramuniaga dengan senyum ramah melayaninya.


" Untuk istri saya?" Jawabnya, membuat pramuniaga mengangguk dan tersenyum.


" Mungkin bisa saya bantu?" Tawar pramuniaga.


" Kalung ini cantik." Ujarnya lagi, memperlihatkannya dari bilik etalase, melihatnya dan terlalu mencolok untuk istrinya pakai.


Mencari lagi dengan melihat teliti, seperti tidak ada yang cocok di matanya. Hingga ada satu kalung yang simpel terpajang di atas etalase dinding dengan liontion berbentuk mawar dan permata putih yang menghiasi kelopaknya.


" Bisa kau ambilkan itu?" Perintah Kevin, membuat pramuniaga melihat ke belakang dan tersenyum.


" Ini Edisi terbaru, pertama ter-,"


" Saya mau yang ini, tolong di bungkuskan." Potong cepat Kevin, karena dirinya tau mana yang asli dan mana yang imitasi. Mengeluarkan kartu black cartnya dan memberikannya pada pramuniaga.

__ADS_1


Saat pramuniaga sedang membungkus kalungnya, ia mencoba berjalan ke arah cincin pernikahan dan sempat teringat jika dirinya dan Mawar tidak mempunyai ikatan suci pernikahan karena menikah sangat mendadak sekali.


Melihat dua cincin putih yang simpel dan elegan membuatnya tersenyum dan memanggil pramuniaga yang melayaninya.


" Saya mau lihat ini?" Pinta Kevin, menunjuk sepasang cincin pernikahan. Meminta tolong pada temannya untuk melayani castamernya karena dirinya belum selesai dengan transaksi kalung yang di beli Kevin.


" Maaf ukuran lingkaran jari manis istrinya berapa Kak?" Tanya dengan sopan, sempat bingung berapa lingkaran jari manis istrinya karena ini pertama kalinya ia membelikannya.


" Istr saya seperti dia?" Tunjuk Kevin pada pramuniaga pertama yang melayaninya, tinggi dan badannya sama seperti istrinya. Mencoba mengukurnya di tangan pramuniaga yang begitu pas di tangannya. Hingga dirinya pun juga membelikan satu pasang cincin pernikahan untuknya dan untuk istrinya.


Tidak mempedulikan harga yang hampir membuat para wanita terkejut saat mengetahuinya, satu kalung permata dan dua cincin pernikahan total yang begitu fantastic. Hampir satu Milyar membeli barang untuk istrinya.


Menyimpan bon di dalam dompetnya saat pramuniaga itu memberikanya dan mengembalikan kartu cartnya.


Dua kantong perhiasan dengan merek logo terkenal telah ada di tangannya, dan berjalan keluar saat ia sudah mendapatkan hadiah untuk istrinya.


Bersinggah terlebih dulu di restoran saat ia merasa lapar setelah puas berbelanja untuk istinya.


Memilih menu makan siang sederhana, menunggu pesanan dengan dirinya yang menyibukkan diri pada ponselnya. Dan mendongakkan kepala saat ia mendengar nama di sapa pada wanita yang ada di hadapannya.


Duduk berdua dengan wanita yang di tolaknya saat Neneknya menjodohkannya. Dengan dia yang tersenyum ramah padanya.


" Ada apa." Tanya Kevin.


" Makasih, sudah menolak perjodohan ini." Ucap Wanita itu, membuat Kevin semakin tak mengerti dan menautkan alisnya.


" Bukannya seharusnya wanita senang di jodohkan? Apa lagi dengan pria mapan dan kaya raya." Sindir Kevin, hingga wanita itu tersenyum sinis mendengar ucapannya.


" Anggap saja aku seperti itu?" Jawabnya. " Tapi sebenarnya bukan aku yang ingin perjodohan ini." Imbuhnya dengan jujur apa yang dirinya katakan, karena memang dirinya bukan wanita munafik dan bukan wanita murahan.


" Bukan kamu?" Tanya Kevin.


" Iya, bukan aku." Tegasnya. " Tapi ke dua orang tuaku yang menginginkan perjodohan ini, terutama mamaku yang begitu antusias." Lirihnya, mengingat mamanya yang begitu memaksanya untuk mau di jodohkan dengan pria yang ada di hadapannya.


Pria yang tidak di kenal, pria yang memang tampan dan kaya. Siapa saja pasti akan suka dan mau dengan Kevin. Tapi tidak dengannya, karena dirinya masih ingin bebas dan memilih pendampingnya sendiri yang entah kapan Tuhan akan mempertemukannya.

__ADS_1


Hidup tidak ingin di atur saat dirinya sudah dewasa, sudah bisa menentukan masa depan dan jodoh yang akan di berikan Tuhan padanya.


Tidak peduli itu pria kaya atau miskin, tidak peduli pria itu mempunyai kekurangan atau kelebihan. Dan yang pasti dirinya akan menerimanya dengan lapang dada dan iklhas, tidak akan mempedulikan cemooh orang nantinya.


" Kau kayin tidak tertarik dengan pria kaya raya, apa lagi tampan." Ucap Kevin.


" Aku tidak munafik! Aku memang tertarik dengan pria kaya raya apa lagi tampan seperti kamu." Jawabnya, membuat Kevin menatapnya.


" Tapi aku bukan wanita serakah yang hanya mau hartanya saja. Cinta itu butuh dua hati, yang saling melengkapi dan saling menghargai. Tidak bisa di paksa dan memaksakan. Bukan begitu!" Ujarnya lagi, Hingga Kevin menatapnya lekat, kejujuran dari wanita yang ada di hadapannya membuatnya tersenyum dan membenarkan ucapannya.


Jika cinta tidak perlu di paksa dan tidak perlu di jodohkan. Cinta akan datang dengan sendirinya, akan datang dimana seseorang mau dengannya, menerimanya dengan apa adanya. Dan mau mendampinginya di saat suka dan duka, di saat senang maupun susah.


Tapi sulit untuk mendapatkan pendamping seperti itu, jika kita tidak benar-benar harus bersabar dan mengejarnya, saat yang di rasa orang itu tepat untuk mendampinginya.


" Hah! Sudah itu saja yang ingin aku katakan. Maaf sudah mengganggu kamu." Kata wanita itu, berdiri dari duduknya tersenyum manis menyapa Kevin dan akan pergi meninggalkan meja Kevin.


" Aku doakan semoga kamu cepat mendapatkan jodoh yang terbaik." Ucapnya dengan tersenyum.


" Makasih." Jawabnya dan balas tersenyum. " Kamu juga, semoga menjadi keluarga yang bahagia." Imbuhnya dan beranjak pergi dari restoran, tidak mempedulikan Kevin yang terkejut dengan ucapannya.


Wanita itu tidak sengaja melihat Kevin di toko perhiasan memilih dua cincin pernikahan yang sangat cantik, dan mendengar ucapannya yang menyebutkan kata istri saat menyuruh pramuniaga untuk mencoba cincin wanita.


Tersenyum saat cincin itu ada di tangan pramuniaga yang pas dan membuatnya langsung membelinya. Dirinya sangat terkejut jika Kevin sudah mempunyai istri dan keluarganya tidak tau jika yang di jodohkan sudah mempunyai istri.


Itulah sebabnya Kevin menolak keras perjodohan dan tidak ingin di jodohkan. Dan dalam pikirannya hanya satu.


Apakah keluarga Kevin sudah tau? Atau memang mereka tau, tapi menyembunyikannya karena hal yang sensitif bagi wanita.


.


.


.


.🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2