Not A Paid Lover

Not A Paid Lover
taman balai kota


__ADS_3

Aku memang bersama mu, tapi hatiku hanya tetap untuk dia.


.


.


.


.


Tersenyum, melihat Mawar di pagi hari dengan dia yang seperti semangat menyambut kedatangannya.


Bohong, nyatanya tidak. Karena yang di sambut sebenarnya bukan dia!


Ya siapa lagi jika bukan, Fahmi. Datang di pagi hari dengan dia yang berpakaian santai untuk mengajak Mawar pergi menikmati udara segar. Dan pertama kalinya Fahmi datang ke rumah Mawar, tanpa bertanya atau mengatakannya terlebih dulu.


Ingin membuat kejutan, dan sukses!


Bukan senang, malah kecewa. Yang di harapkan ternyata bukan pria yang semalam menelponnya, membuat hatinya berbunga-bunga.


" Hay?"


" Hay?" Sapa balik Mawar dengan tersenyum kaku.


" Pagi-pagi ke rumah, ada apa?" Tanya Mawar, dengan Mawar yang masih berdiri di tengah ambang pintu. " Duduk Fahm?" Ujarnya lagi, menyuruh Fahmi duduk di kursi rotan dan Mawar pun juga ikut duduk di sampingnya.


" Aku mau mengajak kamu jalan-jalan." Jawab Fahmi.


" Jalan-jalan! Pagi-pagi begini!"


" Hmm, iya. Taman kota, cari udara segar." Ucapnya dengan senyum dan semangat mengajaknya.


Rasa ingin menolak dan tidak ingin pergi dengan pria yang tidak membuatnya nyaman. Tapi karena Mawar melihat Fahmi yang semangat dan tersenyum membuatnya kasihan dan tidak mungkin untuk menolak, takut membuatnya kecewa kembali dan kasihan dengan senyumanan yang mulai ada di wajah Fahmi.


" Hhmm, iya?" Jawabnya dengan mengangguk dan balas tersenyum.


" Tunggu sebantar, aku ganti baju dulu." Ujarnya lagi, membuat fahmi dengan cepat mengangguk dan tersenyum senang ke arahnya, Karena Mawar tak menolak ajakannya.


Sepuluh menit, menunggunya di depan dan melihat Mawar yang sudah berganti pakaian santai tanpa bedak dan lipstik.


" Mau kemana mbak?" Tanya Angga datang dari arah depan dengan wajah yang berkeringat, dan menatap cowok di samping Mawar yang belum pernah datang ke rumahnya selain Kevin.


" Mau pergi dulu sama teman." Jawab Mawar. " Mbak berangkat Ga." Pamitnya, sambil memakai helm.


" Iya hati-hati." Jawab Angga, melihat Fahmi yang tersenyum dan mengangguk ke arahnya.


Hanya membalas senyuman dan menatap kepergian kakaknya yang di bonceng motor sport sama seperti punya Kevin.


" Mbakku, banyak idolanya! Keren!! " Gumam Angga polos, sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.

__ADS_1


****


Dreett, dreett.


Hanya mengerutkan kening, saat nomer panggilan tidak di kenal menghubunginya, tidak mempedulikan siapa yang menelponnya pagi-pagi hingga dirinya berkonsentrasi kembali dengan olahraganya di rumah.


Meskipun tidak mempedulikannya, tapi nomer tak di kenal masih saja menghubunginya lagi. Membuatnya mengeram merasa terganggu dengan panggilan yang tidak kunjung berhenti.


Mengusap keringat, mengambil ponselnya dan mengangkat nomer yang sedari tadi menelponnya


" Hallo." Ucap Kevin.


" Kevin?" Lirih dari sembarang telpon.


Mata lurus, menatap tajam jendela luar pemandangan di pagi hari saat mendengar suara wanita yang tak asing dari kehidupannya.


" Kevin, bisa kita bertemu?" Pinta wanita di sebrang sana. " Aku ingin bertemu dengan kamu."


" Untuk apa!" Suara dingin Kevin.


" Ada yang ingin aku katakan padamu."


" Tentang!"


" Tentang kita, aku tunggu di tempat pertama kali kita berjumpa." Ucap wanita itu. " Aku akan tetap menunggu kamu, sampai kamu datang." Ujarnya lagi dan mematikan panggilannya dengan sepihak sebelum Kevin menolaknya.


" Untuk apa dia ingin menemuiku!" Gumamnya, menutup mata, mendesah tak percaya akan bertemu kembali dengannya. Saat dirinya sudah enggan berhubungan lagi dengan yang namanya mantan.


****


Taman balai kota, minggu yang ramai akan pengunjung. Ada yang berolahraga ada yang ikut senam, ada yang menikmati kuliner pagi dan ada yang ingin menikmati waktu senggangnya bersama keluarga.


Dari kalangan anak remaja, desawa, teman, kekasih atau keluarga. Semua ada di taman balai kota.


Mawar dan Fahmi berjalan mengelilingi taman, melihat suasana ramai akan minggu pagi.


" Mau lari pagi?" Ucap Fahmi.


" Hmm, jalan saja." Jawab Mawar.


" Masih mengantuk nich!" goda Fahmi


" Sedikit." Jawabnya. " Kamu enggak ngantuk." Tanya Mawar


" Kalau aku kantuk bisa nabrak dong." Jawab fahmi dengan tertawa kecil membuat Mawar meringis dengan kebodohan soal pertanyaannya.


Menghirup udara segar di pagi hari, bersama Fahmi dan mengelilingi taman sambil mereka mengobrol dam tertawa bersama melihat tingkah anak kecil yang menggemaskan.


Beralih berjalan mengelilingi kuliner makanan di jalan raya yang di tutup sementara oleh pedagang kaki lima.

__ADS_1


" Mau makan Apa?" Tanya Fahmi, masih berjalan mencari makanan yang enak.


" Batagor bandung saja." Jawab Mawar, melihatnya tidak jauh dari pandangannya dengan gerobak coklat bertulis batagor bandung, yang pastinya menggiurkan lidahnya untuk ia santap di pagi hari.


" Aku pesan dulu." Kata Fahmi hanya mengangguk dan tersenyum.


Mencari duduk yang pas, membuka tas dan melihat ponsel yang tidak ada notifikasi dari pria yang di tunggunya. Tidak ada pesan, tidak ada telpon dari pria yang semalam menelponnya. Ingin menelpon atau mengirim chat, tapi ia malu. Karena hari libur bukan buat dirinya untuk bekerja pada pria yang membayarnya.


Berhadapan dengan Fahmi yang baru saja duduk setelah selesai memesan makanan.


" Capek?" Tanya Fahmi, perhatian sedari tadi dengannya, tapi tidak membuatnya luluh akan perhatian Fahmi.


" Enggak." Jawabnya, menaruh kembali ponsel ke dalam tas dan menikmati teh hangat yang sudah di antar oleh penjual.


" Kamu mau minum apa?" Mendengar suara wanita yang duduk di belakangnya.


" Air mineral saja." Jawab seorang pria, yang membuat Mawar terkesiap dengan suara familiar di telinganya.


Melihat ke belakang dan terkejut mendapati pria yang semalaman telpon dengannya.


" Mas Kevin!" Gumam Mawar dalam hati, dan mendapati wanita yang duduk di sisi sampingnya.


" Mbak Sasa!" Gumamnya sekali lagi, melihat mantan Kevin bersamanya.


Kembali menghadap ke depan, menatap Fahmi yang sedang fokus dengan ponselnya. Dan dirinya mulai menggeser tubuhnya untuk menghalangi Fahmi agar tidak melihat Kevin.


" Ar? Kenapa?" Tanya Fahmi melihat Mawar duduk tegang menghadapnya.


" Tidak apa-apa?" Jawab Mawar lirih dengan senyum kaku dan kembali menutup mata, rasanya sedikit sakit melihat apa yang ia lihat sekarang.


" Pulang yuk." Ucap Mawar, membuat Fahmi mengerutkan kening.


" Aku ngantuk." Ujarnya lagi, sedikit berbohong.


" Hmm, ya sudah aku ke bapaknya dulu untuk suruh bungkus makanannya." Ucap Fahmi, Hanya mengangguk dan tersenyum.


Kembali menundukkan kepala, merasa nyeri di dalam hatinya. Dirinya yang awal sudah di atas angan kini terjun jauh saat melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Dimana Kevin berjalan bersama dengan Sasa mantan pacarnya. Ingin marah, tapi tidak mungkin karena ia bukan siapa-siapa.


" Sama siapa ke sini?" Tanya pria yang tiba-tiba duduk di sampingnya, membuat Mawar yang menutup mata reflek melihat ke arah samping.


Melihat dia yang tersenyum dan mengacak rambutnya.


.


.


.

__ADS_1


.


🍃🍃🍃🍃


__ADS_2