
Like nya jangan lupa guys 🤗
*************
(Pembicaraan bahasa Manado dirubah ke bahasa baku demi menjaga kewarasan kaum pembaca yang katanya mulai bingung sama bahasanya 🤭)
"Ka.. Motornya udah di depan yahh.." ucap Tampan pada Cantik yang sedang duduk di depan TV ikan kembung mereka, dan menyerahkan kunci motor nya.
Sekarang kegiatan wanita berhidung mancung itu hanya dihabiskan dengan menonton TV dirumah, aplikasi ojol nya sudah dia nonaktifkan untuk sementara waktu sampai tangannya sembuh.
"Belakang motornya rusak, harus diganti kaca belakangnya.." sambung Tampan.
"Iya, untung saja hanya bagian belakang yang rusak, jadi harganya tidak akan terlalu mahal untuk biaya perbaikan nanti", jawab Cantik tanpa melihat adiknya yang kini sudah duduk di lantai beralaskan tikar sederhana yang mulai bolong di beberapa tempat.
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya tadi di restoran, dan sibuk menatap dua pasangan yang sempat membuat heboh disana. Tampan pulang sambil membawa motor peninggalan Papa mereka.
"O iya Ka.. Tadi waktu aku ambil motor di warung Om Beng, yang nabrak Kakak waktu itu ninggalin kartu namanya. Kata Om Beng dia dateng kesana nungguin kakak."
Cantik menatap bingung adiknya, "Kenapa dia mau ketemu sama aku?."
"Katanya dia mau minta maaf sekalian mau tanggung jawab untuk biaya pengobatan selanjutnya tangan kakak itu. Tadi aku udah nelpon dia!", jawab Tampan santai dan menyandarkan kepalanya ke kursi sofa yang sudah usang dengan busanya yang mulai keluar disana sini.
"Ih.. kenapa juga kamu mesti telponin dia Utu?", kesal Cantik.
Wanita itu masih kesal dengan si penabrak yang sampai saat ini tidak diketahui namanya oleh dia.
Seenaknya Dodo meninggalkan dirinya di rumah sakit tanpa meminta maaf, setidaknya kalau lelaki itu menunjukkan sedikit saja etikat baiknya waktu itu, Cantik pasti akan memaklumi musibah yang terjadi padanya.
Karena yang namanya musibah nggak ada satu orang pun yang mau ditimpa kemalangan seperti yang dia rasakan.
"Aku nggak ada maksud apa-apa hubungin dia Ka. Aku cuma pengen marahin dia karena udah bikin kakak kayak gini, tapi ternyata dia yang justru menawarkan diri untuk membantu pengobatan tangan kakak sekalian mau minta maaf juga katanya. Dia mau ketemu sama kakak nanti", jelas Tampan cepat sebelum kakaknya melempari dia dengan bantal kepala yang dia letakkan diatas paha untuk menyangga tangan nya yang masih di gips.
__ADS_1
Cantik diam, apa bener yang dikatakan adiknya ini? kenapa malah jadi dia yang nggak enak karena udah mikirin yang tidak-tidak pada lelaki itu?.
"Aku bilang, aku mau nanya dulu sama kakak kalo kakak suka atau enggak ketemu dia.." sambung Tampan.
"Nggak usah lebih baik nggak usah ketemu sama dia Tu.." jawab Cantik.
"Yakin kakak nggak mau..? Dia mau nanggung lohh biaya pengobatan lanjutan tangan kakak ini.." tanya Tampan memastikan.
"Ish.. Pokoknya enggak usah! Malas kakak mau ketemu sama dia lagi!", kekeh Cantik.
Entah kenapa Cantik tidak mau terlibat terlalu jauh lagi bersama lelaki yang diketahuinya bukan orang sini. Lagipula dia merasa tidak pantas jika harus dekat dengan orang 'berada' macam Dodo.
Jiwa miskin nya langsung terlihat jika bergaul dengan orang-orang seperti itu batin Cantik.
"Kakak masih punya uang tabungan untuk biaya pengobatan nanti. Nggak usah di angkat kalo dia telpon kamu!", sambung Cantik lagi.
Baru juga selesai dibicarain, tiba-tiba ponsel di saku celana pendek olahraga yang biasa di obral di Pasar 45 milik Tampan berdering nyaring.
Iya.. Tampan memberi nama Dodo sebagai pemilik dealer, kepanjangan namanya kalo ditaruh semua pikirnya. Sementara dia tidak tahu, biasa dipanggil apa penabrak kakaknya itu.
"Eh.. Ka, pemilik dealer nelpon nih.."
"Pemilik dealer siapa? Emang kamu ambil motor baru Tu?", tanya Cantik bingung.
"Enggak Ka.. Kalo bisa ambil motor baru, udah lama aku belinya Ka. Ini yang nabrak kakak, dia pemilik dealer LSW di Teling.. yang orang bilang dealer paling murah harganya kalo mau beli mobil disana.." terang Tampan.
Meski untuk sebagian orang membeli mobil adalah hal yang lumrah, tapi untuk keluarga mereka yang hidup berkecukupan dengan segala keterbatasan yang ada, hanya sebatas menjadi impian belaka.
Tampan sesekali pernah sok-sokan singgah di salah satu dealer mobil di kota ini, sekedar memanjakan matanya yang memang pecinta mobil. Dan saat seorang pegawai dealer mendekatinya untuk menanyakan mobil yang di ingini lelaki itu, Tampan hanya nyengir dan berlalu meninggalkan dealer tersebut.
Jadi, karena dia yang pecinta mobil Tampan sampai tahu dimana harga mobil yang dijual murah dibanding dealer yang lain di kota mereka.
__ADS_1
"Nggak tahu aku dealer itu.. Angkat teleponnya trus bilang kalo aku nggak mau ketemu dia, trus ngomong lagi berhenti gangguin kamu!", tolak Cantik.
Tampan hanya manggut-manggut dan mengangkat panggilan di ponselnya.
"Halo.."
"........"
"Iya.. Kakak aku nggak mau ketemu sama Bapak. Katanya Bapak nggak perlu repot-repot minta maaf trus tanggung jawab bayarin pengobatan lanjutannya nanti."
"........"
"Ha? Udah di depan rumah?", tanya Tampan terkejut diikuti Cantik yang melongo tidak percaya.
Mereka saling memandang selama beberapa detik, lalu segera beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing, dan sedikit berlari menuju jendela kaca menyibakkan gorden lusuh berwarna kuning menyala.
Cantik melotot melihat sosok laki-laki yang membuat tangan nya harus di gips selama dua bulan, sedang berdiri di depan pagar rumah berkarat mereka sambil memegang ponsel dan celingak celinguk memperhatikan rumah dengan pintu yang tertutup rapat karena hari sudah mulai gelap.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Loh..
Kok..?
Tau darimana si Dodo rumah Cantik yahh 🤔
Tungguin next part nya yahh 😁
*********
Jangan lupa sebarin hadiah bunga yang banyak untuk karya author ini yahh
__ADS_1
Author sayang kalian semua 🤗🥰