Ojek Cantik

Ojek Cantik
Restu Om Wellem (End)


__ADS_3

Setelah kejadian perampokan oleh begal terjadi, om Wellem selalu menanyakan kabar Tampan pada anaknya Viola.


"Tapi sekarang udah nggak apa-apa, kan?"


"Udah nggak apa-apa Yah, luka jahitannya kering dengan baik. Kata dokter seminggu lagi perbannya sudah bisa dilepas."


"Syukurlah kalo gitu ... ayah ikut senang mendengarnya," sahut om Wellem sedang duduk bersama keluarga dia diruang keluarga.


"Udah perhatian yah sekarang sama calon mantu...," kekeh tante Wina menggoda suaminya.


Meski sempat bersiteru waktu itu karena tidak terima dengan ucapan om Wellem pada Tampan maupun dirinya, tapi dua pasangan suami istri yang tidak lagi muda itu kembali berbaikan setelah musibah yang menimpa om Wellem terjadi.


"Jadi Ayah udah setuju nih sama Tampan?" tanya Viola ikut menggoda om Wellem.


"Siapa bilang? Ayah nggak pernah ngomong begitu!"


"Ayah emang nggak pernah ngomong begitu, tapi sekarang dikit-dikit nanya Tampan. Aku aja nggak pernah dikhawatirin sampe segitunya sama Ayah...."


"Perasaan kamu doang itu Vi...," sahut om Wellem malu-malu.


"Makanya jangan cepat men-judge (menghakimi) orang dari luarnya aja Yah ... liat sendirikan gimana baiknya Tampan sama keluarga dia? Harusnya Ayah bersyukur anak perempuan tunggal kita nggak sampe nikah sama Glen. Dia sekarang dapet lelaki baik yang bertanggung jawab dan mau berkorban untuk orang lain, apalagi coba yang kurang sama dia Yah ... kalo cuma harta, kita juga waktu nikahkan belum se sukses sekarang," timpal tante Wina kembali menasehati suaminya.


"Iya sudah, sudah ... Ayah yang salah. Sekarang kita siap-siap dulu mau ketemu rekan bisnis Ayah!"


"Jadi emang Yah?" tanya Viola ragu akan ikut pergi bersama orangtuanya.


"Jadilah ... ada-ada aja pertanyaan kamu itu."


"Aku boleh nggak, nggak ikutan pergi sama Ayah dan Bunda?"


"Loh kenapa Vi? Ayahkan ingin kenalin kamu juga sama rekan bisnis Ayah yang lain...."


"Tapi nggak pake di jodoh-jodohin kan Yah?" selidik Viola.


Om Wellem tersenyum geli. "Iya, nggak ada lagi ... sana cepet siap-siap. Ayah nggak mau kita terlambat!"


...************...

__ADS_1


Tepat pukul tujuh malam, keluarga om Wellem dan tante Wina bersama anak mereka Viola tiba dihotel bintang lima yang ada di kota ini.


Acara makan malam sekaligus pengenalan direktur baru perusahaan rekan bisnis om Wellem, dilangsungkan secara meriah dengan mengundang banyak kalangan orang-orang penting. Baik dari pihak pemerintah, maupun beberapa perusahaan terkenal lainnya yang sama-sama sukses dibidangnya masing-masing.


Om Wellem turun bersama keluarga dia dari mobil mewah berwarna hitam dengan setelan jas rapi, dan berjalan masuk kedalam hotel dimana acara malam ini diadakan.


Mereka tiba pada saat acara baru saja dimulai oleh seorang pembawa acara. Beberapa sambutan diberikan sebelum masuk pada acara puncak malam ini.


Seorang pria berumur yang duduk dikursi roda di dorong masuk oleh seorang pria dengan rambut yang digunting rapi, serta memakai setelan jas berwarna navy dengan sepatu hitam mengkilap.


Om Wellem, tante Wina hingga Viola begitu terkejut saat melihat sosok pria yang sudah berdiri di samping pria berumur itu, yang diketahui sebagai direktur sekaligus pemilik perusahaan yang menjadi rekan bisnis perusahaan mereka.


"I-itu, itu Tampan, kan?" tanya om Wellem pada Viola anaknya.


Lelaki yang dulu berambut sedikit gondrong itu tampak berbeda dan sangat rapi malam ini.


Viola mengangguk. "Sedang apa dia diatas sana?" tanya om Wellem lagi.


"Tidak tahu Yah...," sahut Viola terpesona melihat tampilan baru dari kekasih hatinya.


Astaga ... kenapa dia malah terlihat lebih tampan malam ini? Gumam Viola dalam hati sambil tersenyum sumringah dari tempat mereka sedang duduk.


Tepuk tangan meriah langsung terdengar memenuhi ball room hotel dimana acara perkenalan ini dilangsungkan.


Pria berdarah Manado itu tersenyum dan sedikit membungkukkan badan saat namanya disebut oleh opa dia dan Cantik.


"Perusahaan akan resmi dipimpin olehnya saat Tampan menyelesaikan kuliahnya pada tahun depan...," sambung opa tersenyum bangga menatap cucu penerus keluarga mereka.


Selesai memperkenalkan Tampan, opa mengajak seluruh keluarga dia untuk ikut berdiri bersama mereka berdua di depan.


Opa memperkenalkan tanta Mar sebagai menantunya beserta Cantik dan Dodo sebagai suami dari cucu pertama dirinya dan oma.


Keluarga yang belum lama berkumpul kembali itu tampak dipenuhi kebahagiaan, dan saling


menyayangi satu sama lain dengan hati yang penuh kehangatan.


Meski anak laki-laki mereka sudah tidak bisa berkumpul bersama, namun kehadiran Romi akan selalu dikenang dihati seluruh keluarga yang mencintainya.

__ADS_1


"Kamu kok nggak pernah cerita soal ini sama aku Tam?" tanya Viola setelah hampir satu jam menunggu bisa berbicara dengan pacarnya ini.


Iya, setelah pengenalan oleh opa Tampan tadi, lelaki itu langsung dikerubungi oleh semua orang yang ingin berkenalan bahkan sekedar berbasa-basi dengan pemimpin baru disalah satu perusahaan sukses dikota ini.


"Sengaja sayang ... aku mau kasih surprise aja sama kamu." kekeh Tampan mencolek hidung mungil wanitanya mesra.


Tampan yang tahu kalau perusahaan milik om Wellem akan ikut diundang malam ini, sengaja tidak memberitahukan apa-apa pada Viola untuk membuktikan diri pada calon ayah mertuanya itu. Kalau dia bisa memantapkan diri untuk bisa bersanding dengan Viola, pacarnya.


Tampan bahkan harus rela tidak sering bertemu dengan Viola untuk bisa belajar banyak hal sebelum dia menjabat sebagai direktur di perusahaan opanya.


Karena dia tahu, setiap pengorbanan pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik jika dijalani dengan niat dan hati yang tulus.


"Ish ... pantes aja kamu sering nggak bisa ditemuin akhir-akhir ini. Jadi karena sekarang udah jadi direktur perusahaan besar yah...," goda Viola.


"Belum sayang ... aku masih harus banyak belajar lagi. Doain yah biar semuanya lancar sayang...."


"Iya, aku selalu doain kamu dan hubungan kita kok Tam. Sekarang aja ayah udah kasih lampu ijo loh buat hubungan kita berdua Tam."


"Hah? Serius?" tanya Tampan kaget tidak percaya.


"Iya serius Tam ... tuh, ayah aku lagi liatin kita berdua daritadi!" tunjuk Viola pada om Wellem yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka, dengan tante Wina disamping.


Melihat dirinya sedang ditunjuk oleh Viola, lelaki paruh baya itu memutuskan untuk mendekati dua pasangan kekasih yang tampak selalu serasi dimatanya.


Om Wellem harus membuang rasa malunya jauh-jauh agar bisa berbicara dengan sosok pria yang selalu dia rendahkan dulunya.


Tampan seketika salah tingkah saat om Wellem menyapa dia dengan hangat, dan tidak seperti biasanya.


"Selamat yah Tampan ... om ikut senang untukmu," ujar om Wellem tulus.


"Eh, i-iya om. Makasih...," sahut Tampan canggung.


Tante Wina juga ikut memberikan selamat untuk lelaki yang sangat dicintai anak perempuannya Viola dengan hangat seperti biasa.


Lelaki yang dulu pernah mengusir Tampan, kini tampak lebih baik dan ramah serta selalu tersenyum setiap kali mereka berbicara mengenai bisnis maupun keadaan dirinya setelah kejadian perampokan waktu itu.


"Terima kasih karena sudah menjaga dan mencintai Viola dengan tulus Tam, mulai sekarang om merestui hubungan kalian berdua...."

__ADS_1


...The End ...


__ADS_2