
Like biar author kenal..
************
Keesokan harinya, Dodo berniat ingin mencari wanita tukang ojek yang dia tabrak kemarin dengan mengunjungi lokasi tempat kejadian tabrakan.
Dia ingat kalau Cantik menitipkan motor keluaran tahun 2000 miliknya, pada seorang pemilik warung bernama Om Beng.
Pagi-pagi sekali dia sudah keluar dari rumah opa dan eyang nya, berharap bisa bertemu dengan Cantik jika dia ingin mengambil motornya disana.
Sampai di lokasi tersebut, Dodo mulai mencari-cari spanduk bertuliskan Om Beng karena disana ternyata berjejer toko-toko lain.
Mata tajamnya berhasil menangkap sosok pria tambun yang kemarin sempat mencak-mencak padanya, sedang mendorong pintu rolling warung yang ternyata baru dibuka.
Dodo pun bergegas turun dari dalam mobil mendekat ke arah warung Om Beng.
"Selamat pagi Om Beng.." sapa Dodo.
Om Beng berjengkit kaget karena di sapa oleh Dodo dari belakang.
"Woi.. beking kage ngana ee! Mo apa ngana? So lia-lia kita pe warong baru ja buka! Kalo mo ba beli nanti sabantar jo!."
(Woi.. bikin kaget aja kamu! Mau apa kamu? udah liat kalo warung aku baru mau dibuka! Kalau mau belanja nanti sebentar!).
"Eh.. Maaf Om, nggak sengaja gue", ucap Dodo merasa nggak enak.
"Gue.. gue.. Lu pikir ini di Jakarta pake gue gue segala lu!."
"Eh.. Om Beng tahu logat Jakarta ternyata. Gue emang orang Jakarta Om, tapi ayah gue yang asli sini", nyengir Dodo memperlihatkan gigi rapinya yang putih.
"Oh orang Jakarta toh, gue juga pernah tinggal disana pas masih muda. Yah, merantau lah kesana coba-coba cari peruntungan. Eh nggak taunya disana lebih susah nyari kerjaan, untung baek gue masih bisa pulang kembali ke kampung halaman!."
Dodo hanya mengangguk-angguk kan kepala mengiyakan ucapan Om Beng yang malah curhat tentang dirinya yang merantau ke Ibukota Indonesia beberapa tahun yang silam.
Lelaki itu tidak fokus dengan semua cerita Om Beng, dia hanya sibuk memperhatikan isi dalam warung untuk melihat motor milik Cantik, apa masih ada atau tidak disana.
"Lu mau beli apa emangnya?", tanya Om Beng yang sadar kalau dari tadi pria yang datang tiba-tiba mengagetkan nya tadi, sedang celingak celinguk melihat kedalam warung miliknya.
Dodo menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata, "Gue.. gue mau liat apa motor cewek yang gue tabrak kemaren masih ada disini Om Beng.."
__ADS_1
"Ha? Kenapa emangnya? tu cewek suruh elu ambilin yah? ada.. ada kok di dalem. Gue parkirin di tempat yang aman! Mau gue ambil sekarang?."
Dodo mengangkat kedua tangannya di depan dada dan menggerakkan nya ke kanan dan ke kiri, "Nggak.. Nggak Om Beng. Bukan itu! Gue cuma mau ngecek aja, soalnya gue pengen ketemu sama yang punya motor hari ini!."
"Ha? Kenapa?", tanya Om Beng masih bingung. Udah kayak orang pacaran yang lagi marahan aja mereka, pikirnya.
Duh.. Gimana Gue jelasinnya yahh? Dodo menggaruk lagi kepalanya yang tidak gatal.
"Begini Om Beng, kemarin kita memang janjian ketemu disini karena Cantik minta gue tanggung jawab buat perbaikan motornya yang rusak. Jadi yahh gue diminta tungguin dia disini!", ucap Dodo beralasan.
Tidak mungkin dia mengatakan kalau kemarin dia meninggalkan Cantik dirumah sakit saat wanita itu tengah menahan sakit, akibat cedera di tangannya.
"Oh nama tu cewek Cantik yah.. Pantesan, dia emang cantik sih. Nggak salah orang tuanya kasih nama dia itu. Yaudah, mending elu tunggu di dalem sambil minum kopi bareng gue. Ayo!", ucap Om Beng menarik tangan Dodo.
"Eh.. nggak usah Om Beng, aku nunggunya disini aja. Biar kalo Cantik dateng gue tahu!."
"Yakin elu nggak mau? Mumpung gratis ini!."
"Iya Om.. yakin banget malah, hehehe.." Cengir Dodo dan melepaskan tangan kirinya yang masih dalam genggaman tangan gempal yang sama seperti tubuhnya itu.
"Yaudah.. Gue mau buka warung dulu. Duduk aja disini, nanti kalo ada yang belanja bilang yang punya masih minum kopi!."
Om Beng pun berjalan masuk ke dalam dan membuka makin lebar pintu rolling warungnya, meninggalkan Dodo yang duduk di pal beton sambil bersandar di dinding.
Tapi sepertinya, penantian Dodo hari ini sia-sia. Sudah seharian dia menunggu di depan warung, bolak balik ke mobilnya untuk sekedar mendinginkan diri karena udara kota ini yang panas minta ampun jika siang hari. Orang yang ditunggu tidak kunjung terlihat batang hidungnya.
Dodo sampai harus menahan lapar dan mengganjal perutnya menggunakan roti isi pandan tadi siang, dan sebotol minuman dingin. Kecewa.. kesel.. bete.. marah.. itu yang dirasakan Dodo sekarang.
"Om Beng, gue permisi dulu. Terima kasih udah izinin gue nunggu disini seharian ini, gue jadi nggak enak."
"Ya ampun.. Nggak masalah kali Sam, nyantai aja. Mungkin nona Cantik masih sakit jadi belum bisa datang sekarang ngambil motornya."
Dodo sudah memperkenalkan namanya tadi pada Om Beng. Mereka sempat bercakap-cakap jika tidak ada pembeli di warungnya yang terbilang cukup laku hari ini.
"Iya.. mungkin aja Om Beng. Kalo gitu aku titip kartu nama gue aja ya, nanti tolong Om kasi sama Cantik kalo dia dateng. Bilang langsung hubungin gue nanti", ujar Dodo sambil menyerahkan kertas kecil bertuliskan nama lengkapnya dengan nomor telepon disana.
"Wih.. Baru sekarang gue dikasih kartu nama gini." Om Beng membolak balikkan kertas itu ditangannya.
"Oh.. Kamu pemilik dealer mobil LSW yang di Kelurahan Teling itu? Wah.. Nggak nyangka gue bisa kenal sama bos nya langsung. Adik gue kemarin beli mobil disana, katanya lebih murah lima ratus dibanding dealer mobil yang lain", sambung Dodo bersemangat. Rezeki nomplok buatnya karena bisa kenal dengan orang kaya.
__ADS_1
Padahal kemarin saja pria tambun itu sempat marah-marah pada Dodo. Manusia memang seperti itu, kalo dapet kenalan orang berduit. Biar disuruh cium kakinya pun pasti mau.
Dodo hanya tersenyum menanggapi ucapan Om Beng yang menurutnya terlalu berlebihan. Meski bangga dengan usaha hasil kerja kerasnya sendiri, tapi dia tidak pernah menyombongkan segala sesuatu yang dia punya.
Orang tua dan opa eyangnya, mengajarkan anak-anak mereka untuk selalu rendah hati dan jangan cepat puas, apalagi sampai menyombongkan milik kepunyaan mereka pada orang lain.
Semua itu hanyalah titipan yang diberikan Tuhan untuk keluarga mereka, yang kapan saja bisa diambil kembali oleh Nya.
"Kalo gitu gue pergi dulu Om Beng.."
"Ok.. hati-hati dijalan Sam. Awas jangan nabrak orang lagi lu!."
"Iyaaa..." kata Dodo setengah berteriak karena sudah berjalan menjauh dari warung Om Beng, yang seharian ini menjadi tempat dirinya menunggu Cantik.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Yah..
Gagal ketemu si Dodo sama Cantik..
Hehehe sabar yahh Dodo 🤭
Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian disini yaa guys..
Coment
Coment
Coment
Rate
Rate
Rate
Vote
Vote
__ADS_1
Vote
Author sayang kalian semua 🤗🥰