
Tombol Like jangan lupa 🤗
***********
Keesokan harinya sesuai janji Tampan pada kakak perempuannya, dia pergi mengambil motor peninggalan Papa mereka sebelum meninggal, ke lokasi kejadian dimana Cantik ditabrak dari belakang.
Tampan mencari spanduk yang bertuliskan nama Om Beng, sesuai petunjuk yang diberikan Cantik kakaknya.
"Permisi.. Siang.."
Seorang pria tambun tergopoh-gopoh keluar dari dalam mendekati Tampan yang berdiri di pintu rolling warungnya.
(Pembicaraan bahasa Manado dirubah ke bahasa baku demi menjaga kenyamanan kaum pembaca yang katanya mulai bingung sama bahasanya ðŸ¤)
Mau beli apa?", tanya Om Beng ramah. Baginya pembeli adalah raja yang harus dilayani dengan baik.
"Eh.. Nggak ada yang mau aku beli Om, cuma mau.."
"Oh nggak ada yang mau kamu beli.. Trus kenapa kamu teriak-teriak tadi ngomong permisi? Kamu mau ngapain? Mau kanvas barang?", potong Om Beng yang udah ngegas duluan karena omongan Tampan tadi.
Et dah ni bapak-bapak gendut, belum juga selesai ngomong udah di potong duluan, gumam Tampan.
"Nggak om.. Aku bukan pegawai kanvas. Aku kemari mau ngambil motor yang kemarin disambar mobil disini, aku ade nya yang punya motor", jelas Tampan merasa risih karena Om Beng tampak mengamatinya dari bawah sampe keatas.
"Bener kamu adiknya Cantik? Mana buktinya? Coba tunjukin sama aku", tanya Om Beng sambil menaruh kedua tangan tambunnya di pinggang.
"Ha? Bukti Om?."
Tampan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bingung harus kasih bukti apa sama Om Beng, harusnya tadi dia bawa KK saja pikirnya.
"Iya mana buktinya! Kalo kamu memang bisa membuktikannya, motornya aku kasih ke kamu", kekeh Om Beng.
Ya ampun.. kok jadi ribet gini sih, batin Tampan.
__ADS_1
"Tapi Om, Aku emang Adiknya Cantik. Coba liat baik-baik wajahku, sama nggak kami berdua.." ujar Tampan sambil menunjuk wajah nya sendiri.
Om Beng memicingkan mata seperti sedang menscreening tubuh Tampan sampai kedalam dalamnya, membuat lelaki itu keki sendiri.
"Aku tetep gak percaya, bawa dulu bukti kalo emang kamu adiknya baru aku kasih!."
Tampan membuang nafas panjang, "Gini aja, aku telpon Cantik trus nanti Om Beng yang tanya langsung sama Kakak aku!", ujar Tampan sambil mengeluarkan ponsel murahnya dari dalam celana jeans yang dia pakai.
Om Beng pun mengangguk setuju.
"Halo Ka.. Ini Om Beng mau ngomong sama kakak. Dia nggak percaya kalo aku adiknya kakak!", ucap Tampan setelah telepon itu tersambung dan diangkat oleh Cantik.
"........"
"Ini Om.. Ngomong langsung sama kakak aku!." Tampan menyodorkan ponselnya ke tangan Beng.
"Halo.. Bener ini Cantik tukang ojek online yang ditabrak kemarin?", tanya Om Beng setengah berteriak.
Ish.. Makan apa ni orang, dia pikir kakak aku budek apa sampe harus teriak-teriak gitu di ponsel! Batin Tampan kesel.
"......."
"Iya, iya.. Lalu gimana keadaan mu? Nggak apa-apa kan kemarin?", sambung Om Beng. Rupanya lelaki tambun itu masih penasaran dengan wanita tukang ojek yang dia bantu kemarin.
Ya ampun.. pulsa aku abis deh ini, malah belum bikin paket nelpon juga tadi! Sungut Tampan dalam hati.
"Alhamdulillah.. yang penting nggak ada luka yang serius. Cepat sembuh yah Cantik", ujar Om Beng genit.
Tampan yang mendengarnya geli sendiri melihat pria tambun dengan rambut di kepala yang mulai putih, menggoda kakak perempuannya yang masih perawan tingting.
"Ini ponsel mu.. tunggu bentar aku keluarin dulu motornya dari dalam."
Om Beng menyerahkan ponsel Tampan dan berlalu masuk ke dalam warung untuk mengambil Motor kakaknya.
__ADS_1
"Ya astaga.. Abis 5.000 pulsa aku!". Tampan menepok jidat saat dia melihat biaya panggilan terakhir tadi.
Baginya 5.000 pun sangat sangat berarti, pulsa yang biasanya hanya dia gunakan untuk kepentingan kuliah online dan urusan mendadak. Kini harus berkurang karena Om Beng yang semaunya berbicara dengan Cantik tadi di telepon.
Tidak lama setelah itu, Om Beng keluar dari dalam warung sambil mendorong motor peninggalan Almarhum Papa Cantik dan Tampan.
Motor keluaran tahun 2000 itu tampak penyok di bagian belakang dengan plat nomor kendaraan yang ringsek dan kaca lampu belakang yang juga terlihat pecah, Tampan tidak bisa membayangkan bagaimana kuatnya mobil yang menabrak motor kakaknya saat masih melaju di jalan aspal itu.
Meski tidak menjelaskan secara rinci bagaimana kronologi tabrakan terjadi, tapi Tampan ingin sekali bisa bertemu dengan pengemudi yang dengan tidak tahu malunya meninggalkan Cantik di rumah sakit tanpa meminta maaf.
Dia hanya meninggalkan segembok uang untuk perawatan kakak perempuannya disana. Tampan kesal, karena orang 'berada' yang biasanya menganggap kalau adanya uang, semua masalah bisa selesai.
"Ini motor kalian", ucap Om Beng sambil menarik standar motor menggunakan kakinya.
"Oh iya, kemarin yang nabrak kakak kamu dateng kesini. Dia bilang kalo dia udah janjian dengan Cantik mau ambil motor, katanya dia mau nanggung biaya perbaikan motor kalian yang rusak!", sambung Om Beng.
"Dia datang kemarin?", tanya Tampan memastikan.
"Iya, satu hari dia nungguin Cantik disini tapi kakak mu nggak dateng!", jawab Om Beng mengingat bagaimana galau nya bos pemilik dealer terkenal di kota ini menunggu wanita yang dia tabrak kemarin.
"Dia cuma nitip ini sama Om.." Om Beng menyodorkan kartu nama Dodo kewajah Tampan.
"Katanya kalo Cantik kesini, suruh langsung telepon ke dia."
Tampan menerima kartu nama itu dan membaca nya sekilas, lalu memasukkannya kedalam saku celana jeans usang yang dia pakai.
...∆∆∆∆∆∆∆...
Om Beng genit juga ternyata yahh ðŸ¤
hehehe...
Setiap hari akan ada Up yahh guys..
__ADS_1
Jejak mu jangan lupa..
author sayang kalian semua 🤗🥰