Ojek Cantik

Ojek Cantik
Wanita Ular


__ADS_3

Yang masih punya sisa Vote,, bolehlah dibagi buat Dodo sama Cantik 😁


****************


Siang ini Cantik dan Dodo akan pergi ketempat house of bridal ternama bersama eyang dan juga Mama Cici.


Mendengar kabar tentang rencana pernikahan keduanya, keluarga besar mereka sangat menyambut dengan antusias. Bahkan Mama Cici rela meninggalkan Papa Marlon di Jakarta, demi bisa membantu persiapan pernikahan anak tunggalnya ini.


"Kamu maunya pake tema apa Ca?," tanya Mama Cici setelah mereka tiba disana.


"Maunya Indonesia aja Ma, aku pengen mengusung tema adat Minahasa untuk acara pernikahan kami nanti.." Sahut Cantik menatap sekilas kearah Dodo yang duduk disampingnya.


Pasangan kekasih yang saling mencintai ini sudah membicarakan tentang tema tradisional khas suku Minahasa untuk acara mereka.


Cantik sudah lama mengimpikan tentang pernikahan sederhana yang kental akan budaya daerah tempat tinggalnya selama ini, dan untung saja Dodo tidak mempermasalahkan hal itu.


Dodo menyerahkan semuanya pada wanita-wanita yang dia cintai dihidupnya ini.


"Baik, ini ada beberapa contoh desain dengan tema tradisional asli Minahasa Bu. Ibu bisa memilih dari pilihan yang ada atau mungkin Ibu ingin membuat konsep sendiri?," tanya seorang wedding planner dari house of bridal yang mereka datangi.


"Untuk konsep saya hanya ingin acaranya diadakan outdoor selebihnya sesuai dengan adat Minahasa saja," jawab Cantik penuh keyakinan. Sepertinya pernikahan mereka akan lain dari pada yang lain.


Pertemuan itu berlangsung selama lebih dari satu jam, dengan konsep dan tema serta harga yang sudah di bayar setengah oleh pihak Dodo sebagai calon pengantin pria.


Semua biaya dia tanggung sendiri oleh Dodo tanpa bantuan dari Mama Cici dan Papa Marlon, dia memang sudah lama menabung untuk pernikahannya yang waktu itu bermimpi akan menikah dengan Alice.


"Mama sudah tidak sabar menunggu hari bahagia kalian Ca, Do.." Ujar Mama Cici ketika mereka singgah sebentar di cafe dalam Mantos (Manado Town Square) setelah pulang dari House of Bridal.


"Iya, eyang juga. Eyang senang karena pernikahan kalian mengusung tema pernikahan adat Minahasa, dulu eyang juga sempat seperti itu dengan Opa. Tapi hanya beberapa saja yang diikuti tidak semuanya," curhat eyang bersemangat menceritakan pernikahan dia dulu dengan Opa.


Cantik dan Dodo hanya manggut-manggut mengerti, dan sesekali menimpali ucapan kedua wanita yang terlihat paling bersemangat dengan pernikahan mereka.


"Jadi karena kalian sudah mau menikah, jangan kerja terlalu capek.. Sekedar saja, biar nanti pas hari H wajah kalian itu terlihat bersinar!," sambung Mama Cici mengingatkan.


"Iya ma, nanti setelah menikah Dodo baru akan capek-capek bikin bayi sama Cantik.." Kekeh Dodo tanpa filter.


"Eh, nggak gitu juga kali Do. Kamu ini.. Belum apa-apa udah mikir jauh sampe kesana!."


"Ya orang kan nikah untuk apa sih Ma kalo bukan untuk meneruskan keturunan, dan untuk dapetin itu jugakan harus butuh banyak usaha. Iyakan Beby?," tanya Dodo memainkan alisnya.

__ADS_1


Wajah Cantik seketika memerah malu, Dodo memang selalu usil menggoda dia akhir-akhir ini setelah kelakukan absurd yang dia lakukan didealer hari itu.


"Itu kamunya aja yang gatel Do, jangan tiap malem juga kalian bikinnya. Nanti yang ada Cantik malah kecapean karena kamu!," timpal eyang menasehati cucu bungsunya ini.


Wajah Cantik semakin memerah mendengar perdebatan antara cucu dan eyang yang tidak mau kalah.


Mama Cici hanya geleng-geleng kepala menjadi pendengar setia, dua orang yang senang berdebat dimana dan kapanpun itu.


"Biarin aja Ca, mereka memang begitu. Nggak ada yang suka ngalah, kita nikmatin aja makanannya. Kamu pasti laperkan belum makan daritadi, mama udah pesen makanan yang banyak buat kamu. Harus sering-sering makan sayur dan buah yah Ca, biar sehat dan kuat kayak kata Dodo.." Bisik Mama Cici dan terkekeh geli dengan ucapannya sendiri.


Cantik ikut tertawa dan menganggukan kepala, memang ada banyak makanan yang mereka pesan diatas meja.


Sayur dan buah lebih tepatnya yang paling banyak, Mama Cici ingin kedua anak-anaknya selalu memakan makanan yang sehat seperti ibu-ibu yang lain.


"Tante.." Sapa seorang wanita yang tiba-tiba sudah berdiri di dekat Mama Cici.


"Eh.. Alice," sahut Mama Cici terkejut melihat mantan kekasih anak laki-lakinya ada disini.


"Halo Tante, eyang, Sam.." Sapa Alice yang berpura-pura tidak sengaja bertemu dengan keluarga lelaki yang pernah menghiasi hari-harinya dulu.


"Kamu ada dikota ini juga?," tanya Mama Cici berbasa basi.


Cantik melirik kearah Dodo yang terlihat tidak suka melihat kedatangan Alice yang mengganggu momennya bersama keluarga, apalagi ada calon istri dia disini.


"Ini siapa Tante?," tanya Alice penasaran.


Sengaja untuk menunjukkan kalau dia masih diterima dengan baik di keluarga Dodo. Padahal Mama Cici hanya tidak enak saja jika tidak mengajak bicara orang yang sudah datang menyapa mereka.


"Ini Cantik, calon istri Sam dan calon menantu keluarga kami.." Sahut eyang menimpali.


Wanita berumur itu sudah gregetan melihat Alice yang sok-sokan dekat dengan keluarga mereka, setelah pengkhianatan yang dia lakukan dulu pada cucu bungsunya.


"Oh, hai.. Aku Alice mantan calon istrinya juga," ujar Alice tanpa tahu malu mengulurkan tangannya.


Dodo seketika naik pitam tidak suka wanita itu sengaja memanas-manasi Cantik.


"Hai.. Aku Cantik," sahutnya membalas salaman tangan Alice dengan sopan. "Makasih yah karena udah sia-siain cowok sebaik Dodo dan keluarga sehangat mereka buat aku. Kami akan menikah bulan depan, kalau kamu ada waktu kamu bisa hadir dipesta pernikahan kami.." Sambung Cantik legowo.


Untuk seorang yang masih mengejar-ngejar calon suaminya ini, Cantik merasa harus membalas ucapan dia dengan kalimat yang lebih menyakitkan agar wanita bernama Alice, keturunan Indo Belanda itu berhenti merecoki hubungan mereka.

__ADS_1


Alice terdiam dengan wajah yang sudah merah padam antara malu, kesal, dan tidak terima dengan ucapan wanita yang duduk disamping Dodo sambil berpegangan tangan dengan mesra.


Mama Cici dan eyang saling menatap dan tertawa tertahan mendengar ucapan calon menantu mereka yang kini sedang menunjukkan taringnya, untuk wanita masa lalu Dodo yang mencoba ingin menghasut Cantik tadi.


"Iya, kamu sangat beruntung bisa dapetin Sam dan keluarganya yang baik. Selamat yah semoga kalian selalu bahagia, aku mungkin nggak bisa dateng karena aku akan kembali ke Belanda akhir bulan ini. Aku permisi yah Tante, eyang, Sam.." Ujar Alice mencoba menahan berbagai macam rasa yang ada dihatinya.


Alice tiba kemarin siang dikota ini, bermaksud untuk mencari Dodo dan bertemu dengan keluarganya. Wanita itu masih sangat berharap bisa kembali membujuk Dodo untuk kembali padanya. Tidak peduli dengan penolakan yang dilakukan Dodo ketika mereka ada di Cafe langganan dia di Jakarta.


Saat mendengar kalau Dodo akan menikah dari Roman sahabatnya. Alice memutuskan akan bertemu secara langsung dengan wanita yang telah berhasil merebut hati lelaki yang masih dia cintai ini. Alice bahkan mengikuti mereka sejak keluar dari rumah eyang Dodo sampai kesini.


Dan yah, nama Cantik ternyata sesuai dengan wajahnya. Selain itu wanita yang baru saja berkenalan dengan Alice ini, terlihat tidak mudah terprovokasi dan punya cara yang anggun untuk membalas ucapannya tadi.


Alice pun berjalan keluar meninggalkan cafe itu dengan perasaan yang hancur dan penuh penyesalan yang mendalam. Mungkin dia benar-benar harus melupakan Dodo dan melanjutkan hidupnya kedepan dengan lebih baik.


"Jangan di dengerin apa kata wanita ular itu tadi Ca, dia kayaknya sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta sampe kesini karena mau ketemu sama kamu. Dia mau bikin hubungan kalian berantakan pasti, untung saja wanita pengkhianat itu tidak menjadi cucu mantu keluarga kami!," ujar eyang berapi-api tidak suka melihat kedatangan Alice.


"Iya eyang, Cantik nggak apa-apa.." Sahut Cantik tersenyum lembut.


Baginya Alice hanyalah sepenggal cerita masa lalu Dodo calon suami dia, dan dengan banyaknya mantan pacar Dodo. Cantik pasti akan bertemu dengan mereka lagi dikemudian hari, entah kebetulan atau tidak.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Cantik dilawan 🤭😆

__ADS_1


Dah lah,, nyerah aja kenapa sih Lis


Gemes banget sama kamu 🥴


__ADS_2