
Like sebelum lanjut yahh 🤗
***********
"Kekeeeee..." suara cempreng khas Tante Marice terdengar menggelegar di dalam rumah Cantik, yang membuat kedua manusia berbeda jenis kelamin itu terkejut setengah mati.
Dodo dan Cantik refleks berdiri melihat Tante Mar berjalan mendekati keduanya.
Bak dua orang yang sedang dipergoki tengah pacaran dalam rumah, Tante Mar menatap tajam anak perempuan dan juga laki-laki yang bertamu malam-malam kerumah mereka.
"Sapa dia Ke..? Ngana pe cowok ini?", (Siapa dia Ke..? Pacar kamu ini?), tanya Tante Mar masih menatap tajam Dodo yang berdiri salah tingkah.
Cantik menggeleng cepat, "Nyanda Ma.. Dia ini.." (Bukan Ma.. Dia ini..)
"Selamat malam Tante, perkenalkan nama saya Sam Wijaya. Saya kesini mau minta maaf sama Cantik dan keluarga.." potong Dodo.
Tante Mar mengernyit, "Mo minta maaf? Apa ngana da beking pa kita pe anak ha?. Jangan bilang kalo ngana so se hamil kita pe anak!."
(Minta maaf untuk apa? Apa yang kamu lakukan sama anak aku? Jangan bilang kalo kamu udah hamilin anak aku!).
"Ya astaga Ma.. bacerita itu tu bagus Ma. Keke perempuan yang tau jaga diri!", (Ya astaga Ma.. Ngomong tuh yang bener Ma. Keke perempuan yang tau jaga diri!), jawab Cantik membela diri yang sudah dicurigai Mama nya sendiri.
"No kong Kiapa kwa ini cowok datang malam-malam disini, Kong bilang mo minta maaf ha?. Kong ini le, Kiapa cuma ngoni dua di rumah Kong ngana Kase biar dia maso di dalam. Mo suka setang ba Tampa deng ngoni dua?", (Terus kenapa ni cowok dateng malem-malem kesini, trus bilang mau minta maaf ha?. Lalu ini lagi, kenapa cuma kalian berdua yang di dalam rumah trus kamu biarin dia masuk. Mau ditemenin setan kalian berdua?), ujar Tante Mar sambil menunjuk kedua orang yang tengah membungkuk tidak berani lama-lama menatap Ibu betina yang sedang marah, siap menerkam.
"Loh.. kok setan sih Tante?", tanya Dodo tidak mengerti.
Cantik rasanya ingin sekali menjitak kepala Dodo yang dinilainya terlalu polos, ataupun mungkin bodoh.
"Iyo no, kalo parampuang deng laki-laki duduk sama-sama di tampa sepi kong cuma dorang dua, mo ta tambah setang disitu! Setang garida!", (Iya, kalo perempuan dan laki-laki duduk sama-sama di tempat sepi trus cuma mereka berdua, ada setan yang jadi orang ketiga. Setan mesum!), jawab Tante Mar berapi-api.
Dodo terdiam, dia mengerti kini maksud Tante Mar Mama Cantik dan Tampan. Dia bisa melihat kalau tinggi badan dan raut wajah Cantik sedikit banyak mengikuti Mamanya.
Memang benar kalau wanita Manado memang cantik-cantik seperti kata orang, terbukti dari wajah Tante Mar yang meskipun sudah berumur dan terlihat lelah. Wajahnya masih sangat cantik, bahkan Mama dan anak itu justru terlihat seperti kakak beradik jika sedang berdampingan seperti ini pikir Dodo.
"Ma.. brenti Jo bacarita tu nda war. Dia datang kasini mo minta maaf pa kita, karena dia yang ada ba tabrak pa Keke waktu itu!",
(Ma.. Berhenti berbicara yang tidak-tidak. Dia datang kesini mau minta maaf sama aku, karena dia yang nabrak Keke waktu itu!), jelas Cantik.
"Apa..? Ini dang depe orang?."
(Apa? Jadi ini orangnya?).
Tante Mar berjalan cepat mendekati Dodo dengan membawa sapu lantai yang kebetulan berada di dekatnya.
Buk..bukk..bukkk..
"Aduh.. Ampun Tante."
Suara memohon sekaligus meringis keluar dari mulut Dodo, saat dia menerima pukulan dari sapu lantai yang dilayangkan Tante Mar ke tubuhnya.
__ADS_1
"Ya astaga Ma.. Jangan..!", ucap Cantik syok melihat Mamanya sedang memukuli lelaki bernama Sam yang baru diketahui nya saat tadi dia memperkenalkan diri.
Cantik ingin melerai tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya yang masih di gips.
"B*angsat! Laki-laki nda butul ngana! Gara-gara ngana kita pe anak cewe pe tangan patah ee s*etang!. Mo jadi apa le dia kalo Depe tangan so bagitu ha? kalo Depe tangan so nda ta bale masih mo laku le dia?", (Laki-laki nggak bener kamu! Gara-gara kamu tangan anak aku sampe patah!. Mau jadi apa dia kalo tangannya udah patah gitu ha? Kalo tangannya nggak sembuh masih ada yang mau sama dia?), ucap Tante Mar kesal mengeluarkan unek-unek nya dan masih terus memukuli Dodo dengan sapu.
Dodo hanya pasrah menerima tingkah emak emak yang sedang marah. Emaknya juga seperti itu kalo sedang marah padanya, bahkan masih bisa lebih kejam lagi dari pada ini.
"Saya siap bertanggung jawab Tante kalo terjadi apa-apa sama tangan Cantik.. Saya siap nikahin dia!", ucap Dodo spontan.
"Apa..?", ujar Tante Mar dan Cantik bersamaan.
Pukulan ditubuh Dodo langsung berhenti, saat mendengar ucapan pria dengan tinggi 178 cm itu.
"Sam.. Jangan ngomong yang enggak-enggak sama Mama aku!", bentak Cantik tidak suka.
Tante Mar tiba-tiba terduduk di kursi sofa usang mereka, dan melempar asal sapu yang tadi dia pakai untuk memukul Dodo.
"Kakak...." Suara Tampan memanggil Cantik, laki-laki itu bergegas masuk kedalam rumah.
"Eh.. Mama so pulang?", (Eh.. Mama udah pulang?), tanya Tampan serba salah.
Mampus.. Mama pasti mikir yang aneh-aneh ini sama mereka berdua, batin Tampan.
Dia tadi pergi ke warung untuk membeli camilan, sehingga tidak bertemu dengan Tante Mar yang ternyata sudah pulang dari tempatnya bekerja sebagai pembantu. Padahal Tampan bermaksud ingin membagi camilan yang dia beli untuk Dodo tamu mereka.
"Ma.. Nda usah dengar apa kata Sam. Dia nda serius Deng apa dia da bilang itu, lagipula tangan Keke nda apa-apa. Dokter bilang dua bulan Jo so Bae.." (Ma.. nggak usah dengerin apa kata Sam. Dia nggak serius dengan apa yang dia omongin itu, lagipula tangan Keke nggak apa-apa. Kata Dokter dua bulan aja tangan aku bisa sembuh), ujar Cantik menenangkan Mamanya.
"Saya tidak bercanda Tante.. saya akan bertanggung jawab penuh pada anak Tante.." ucap Dodo yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Cantik.
"Baiklah.. saya pegang kata-katamu. Selama dua bulan ini kamu harus memastikan tangan anak perempuan saya ini akan kembali seperti semula, tanpa kurang sedikit pun!", jawab Tante Mar menggunakan bahasa formal.
"Ih.. Mama, kiapa kong bagitu dang? kita nimau!", (Ih.. Mama, kenapa ngomong gitu sih? Aku nggak mau!), rengek Cantik.
"Sudah.. ba dengar jo ngana, kalo mama so ator so butul! kase obat sana depe testa itu, Jang sabantar mama maso penjara lantaran da ba pukul orang!", (Sudah.. Denger aja apa kata Mama, kalo Mama udah atur udah bener itu! Kamu obatin sana dahinya, jangan nanti Mama masuk penjara karena udah mukul orang!), ucap Tanta Mar dan berdiri masuk ke kamarnya.
Tampan yang mendengar ucapan Mamanya melihat kalau dahi Dodo memar, lelaki itu langsung bergidik. Sepertinya aku ketinggalan film gratis tadi.
"Biar aku yang ambilin obatnya Ka.." ujar Tampan dan berlalu dari sana.
"Apa sih maksud kamu ngomong gitu sama Mama aku ha? Aku udah bilang kalo aku gak butuh tanggung jawab kamu!. Bener-bener ngeselin kamu tuh yahh."
Dodo tersenyum tipis dan duduk di dekat Cantik. Sepertinya dia sudah tahu bagaimana cara menaklukan wanita galak ini pikirnya.
Dia harus mendekati Tante Mar dulu, baru bisa membuat Cantik tidak bisa berkutik menolak permintaan nya.
"Apa lagi ini.. Ngapain kamu duduk deket-deket aku?."
"Jangan marah-marah Ca.. nggak capek apa kamu daritadi marah melulu. Tadi kan Mama kamu sendiri yang bilang untuk obatin dahi aku. Sakit loh ini.." ucap Dodo memelas.
__ADS_1
"Siapa suruh kamu masih disini, udah aku suruh pulang nggak mau pulang. Enak kan dapet sapu gratis kamu.."
Dodo tertawa merasa lucu dengan tingkah dan ucapan Cantik yang sangat menggemaskan menurut nya.
"Ini Ka obatnya.. Di obatin tuh baik-baik dahinya. Nanti Kakak yang bakal di labrak sama Mamanya kalo liat anak cowok nya pulang babak belur kerumah", ucap Tampan yang ternyata melihat perdebatan keduanya sejak tadi.
Dia pun menyerahkan kotak P3K dan meninggalkan kedua orang yang sedang duduk berdampingan, kembali ke teras menikmati camilan yang dibelinya tadi.
"Ini obatnya.. kamu usap aja sendiri!."
"Loh.. kok usap sendiri sih Ca.. Aku mana bisa liat. Kamu dong yang usapin obatnya."
Cantik berdecak namun tidak bisa menolak. Memang benar apa yang dikatakan Dodo, tidak mungkin dia mengobati dirinya sendiri sementara tidak ada kaca disana.
Hah.. ini juga karena Mama sih, bikin repot aja gumam Cantik dalam hati.
"Ya udah sini.."
Cantik mulai mengobati dahi Dodo yang memar dimana mana, Tante Mar memukulinya dengan sangat keras tadi sehingga meninggalkan memar yang cukup banyak di wajahnya.
Belum lagi dengan tubuh bagian lain yang Dodo yakin akan meninggalkan bekas lebam besok pasti.
Dodo menikmati bagaimana tangan halus Cantik mengusapkan salep di dahinya yang membuat hatinya seketika berdesir.
Belum lagi mencium aroma wangi sabun di tubuh Cantik membuat Dodo betah berlama-lama berada di dekat wanita ini.
Jarak mereka sangat dekat, Dodo bisa merasakan nafas Cantik di wajahnya.
Dia pun mulai mengamati wajah Cantik, hidung mancung dengan bibirnya yang tipis merekah, manik hitam agak kecoklatan serta rambut lurusnya yang diikat asal keatas memperlihatkan lehernya yang panjang.
Cantik sekali kamu Cantik... gumam Dodo dan tersenyum simpul.
"Udah selesai nih.."
Suara Cantik membuyarkan tatapan Dodo yang sedang menikmati keindahan yang disajikan Tuhan melalui wanita di depannya.
"Mending kamu pulang deh.. Ini udah malem!."
"Iya, iya.. seneng banget kamu ngusir aku dari tadi! Makasih yah udah di olesin obatnya, besok aku balik lagi kesini, nanti kita kerumah sakit sama-sama.." ucap Dodo tersenyum manis.
"Terserah..!."
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Guys..
Dukungan kalian sangat sangat berarti untuk karya author ini...
Kalo kalian suka dengan ceritanya jangan lupa jejak-jejak nya ditinggalin disini yahh..
__ADS_1
Terima kasih 🌹🌹🌹🌹