Ojek Cantik

Ojek Cantik
Ibu Mertua


__ADS_3

"Apa kabar Mar?" tanya ibu mertuanya yang sudah duduk manis di kursi sofa baru rumah mereka.


Sebelum melangkahkan kaki kedalam rumah yang selama ini ditinggali mendiang anak laki-lakinya bersama istri dan anak-anak dia, wanita berumur itu tampak tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis.


Sudah banyak hal yang mereka lewati tanpa hadirnya dia disisi sang anak yang kini telah tiada.


Rasa penyesalan yang terus menggerogoti hati dan jiwanya membuat Oma Cantik dan Tampan ini terus menyalahkan dirinya sendiri.


Kesalahan dia dan suaminya dulu tidak mau menerima keputusan anak penerus dia untuk menikah dengan Tanta Mar, membuat mereka harus rela kehilangan momen-momen berharga dalam hidup keduanya.


"Baik ... Ibu sama bapak gimana kabarnya?" tanya Tanta Mar sopan.


Tampan sengaja meninggalkan dua orang wanita berbeda usia itu dirumah, dan pergi ke warung sebentar agar mereka dapat berbicara dengan leluasa.


"Baik ... Ibu baik Mar, cuma Bapak...."


"Bapak? Bapak kenapa Bu?"


"Bapak lagi sakit Mar, Bapak sakit sejak Romi meninggal...," sahut ibu mertuanya dengan nada bergetar.


Tanta Mar tersentak, kalau bapak mertuanya sakit semenjak suami dia meninggal. Berarti sudah hampir lima tahun ini lelaki dengan sikapnya yang dingin itu sakit pikirnya.


"Dia sekarang cuma bisa duduk dikursi roda Mar. Tubuh bagian bawahnya lumpuh total karena serangan jantung saat mendengar Romi meninggal waktu itu...," sambung ibu mertua Tanta Mar lagi dengan bulir kristal di pelupuk matanya.


"Itu sebabnya kami tidak bisa hadir dalam pemakaman Romi, Mar. Bapak dilarikan kerumah sakit dan tidak sadarkan diri selama hampir dua Minggu waktu itu. Ibu tidak bisa meninggalkannya karena kami tidak punya siapa-siapa lagi selain Romi dan kalian. Hingga sampai selama ini, Ibu baru bisa datang kesini untuk meminta maaf dan memohon agar kalian semua mau kembali kerumah dan tinggal bersama kami Mar."


"Ibu tahu kalau Ibu tidak pantas untuk meminta apa-apa pada kamu dan keluarga kalian, tapi Ibu tidak tahu harus meminta pada siapa lagi selain istri dari anak Ibu dan cucu-cucu Ibu juga. Hanya kalian yang Ibu dan bapak punya sekarang ini, semua keluarga besar kami tidak ada yang mau mempedulikan keadaan bapak. Mereka hanya sibuk berlomba untuk merebut perusahaan milik bapak Mar, perusahaan yang dulunya ingin diberikan bapak untuk Romi."


"Sekarang perusahaan bapak masih bisa Ibu pegang, tapi Ibu udah makin tua Mar. Ibu juga sudah capek mengurusi hal yang sebenarnya bukan lagi menjadi tanggung jawab Ibu. Perusahaan itu akan kami berikan untuk kedua cucu kami, anak dari Romi dan juga kamu Mar."


Tanta Mar hanya diam tidak tahu harus berkata apa pada ibu mertuanya yang duduk berdampingan dengan dia.


Wanita yang dulunya selalu berada paling depan menghina bahkan menjelek-jelekkan dia didepan keluarga besar Romi suaminya, kini sedang berada dirumahnya yang sederhana dan meminta untuk tinggal bersama mereka di Jakarta.


Wanita itu terlihat bersungguh-sungguh dan tulus menyesali setiap perbuatannya dulu pada dia dan Romi.

__ADS_1


Semenjak mereka menikah, ibu dan bapak mertuanya ini tidak pernah datang kesini ataupun sekedar menengok kedua cucu mereka.


Romi dan dia benar-benar dibuang oleh keluarga terpandang di kota metropolitan itu, bahkan sampai suaminya harus lebih dulu meninggalkan mereka semua dunia ini.


Masih dalam lamunannya tentang masa lalu, tiba-tiba ibu mertua Tanta Mar berlutut dibawah kaki menantunya dan menangis.


"Maafin Ibu Mar, Ibu tahu kalau perbuatan Ibu padamu dulu tidak bisa dimaafkan sampai kapanpun. Tapi Ibu mohon Mar, tolong kasihani Ibu dan bapak yang sedang sakit saat ini. Ibu ... Ibu tidak tahu harus bagaimana lagi Mar," ujarnya menangis sesenggukan dibawah kaki Tanta Mar.


"Ibu, astaga ... jangan begini Bu," ujar Tanta Mar tidak enak.


Dia segera mengangkat tubuh renta ibu mertuanya dan membawanya kembali duduk disofa.


"Tolong maafkan Ibu dan bapak, Nak...," sambung wanita berumur itu lagi masih menangis.


"Ibu ... Mar tidak pernah marah dengan Ibu dan juga bapak. Sudahlah, jauh sebelum Ibu datang meminta maaf. Mar sudah memaafkan semuanya, itu semua sudah berlalu ... kita tidak perlu lagi mengungkitnya."


Ibu mertua Tanta Mar terenyuh mendengar ucapan menantu wanita yang tidak pernah dia anggap selama bertahun-tahun ini, hanya karena latar belakang keluarga mereka yang berbeda.


Jika bisa mengulang waktu, dia ingin sekali bisa kembali saat dulu Romi anaknya masih hidup.


Tapi, tidak ada penyesalan yang datang diawal. Semua akan terasa saat orang yang kita sayang dan cinta tidak ada lagi didunia ini.


"Makasih Mar, makasih untuk hati tulusmu yang mau memaafkan segala kesalahan Ibu dan bapak dimasa lalu. Tidak ada yang bisa Ibu lakukan untuk membalas semua kebaikanmu untuk Ibu dan juga keluarga kami. Terima kasih juga karena sudah mengurus Romi dengan baik sampai akhir hidupnya. Ibu tahu kalau dia pasti bahagia dengan pernikahan kalian berdua hingga memiliki dua anak yang kini sudah tumbuh hebat dan membanggakan."


"Sama-sama Ibu, Mar juga bahagia bisa mengenal sosok Romi yang begitu mencintai keluarga dan juga sangat bertanggung jawab pada kami. Meski tidak bisa bertemu dengan Ibu dan bapak diakhir hidupnya, tapi Romi selalu mendoakan agar Ibu dan bapak sehat dan bahagia. Dia sama sekali tidak marah ataupun membenci Ibu dan bapak, baginya kalian akan tetap menjadi orangtuanya sampai kapanpun."


Kedua wanita yang sama-sama sudah menangis itupun saling berpelukan dengan hati yang menghangat, mencurahkan perasaan yang selama bertahun-tahun ini mengendap di dasar hati mereka.


Ada rasa lega yang mereka rasakan setelah berbicara panjang lebar dan saling menerima satu sama lain.


Cantik yang sedaritadi mendengarkan pembicaraan keduanya pun ikut menangis disamping Dodo yang berdiri didekatnya.


Iya, Cantik belum lama tiba dirumah yang dulu dia tinggali bersama mama, papa dan juga adiknya Tampan.


Melihat ada sebuah mobil mewah berwarna putih terparkir di depan pintu pagar berkarat rumah mereka, membuat Cantik bertanya-tanya tentang sosok tamu yang datang kerumah mereka di petang menjelang malam ini.

__ADS_1


Dan sama sekali tidak Cantik duga kalau tamu yang datang kemari adalah seorang wanita berumur, yang tidak pernah dia dan adiknya kenal sejak kecil.


"Jadi dia adalah omamu By?"


Cantik mengangguk dan mengusap airmata yang menggenang di pelupuk mata indahnya. "Iya, seseorang yang baru pertama kali aku lihat dan dulu sering diceritakan papa padaku."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian disini yah guys..


Bakalan ada Giveaway nanti sesuai dengan janji author sebelumnya..


Untuk ketentuannya bakalan author kasih tahu nanti,,

__ADS_1


So ... stay tuned guys 🤗


__ADS_2