
Like..
************
Flashback malam sebelum ajakan pertunangan
Jakarta, 19.00 WIB
"Ma.."
"Kenapa?."
"Besok mama sama papa nggak mau ikut aku ke Manado?," tanya Dodo saat mereka tengah makan malam dirumah.
"Besok? Bukannya kamu nanti balik lusa?," tanya papa Marlon menimpali.
"Rencana awalnya memang gitu, tapi aku udah selesaikan semua pekerjaan aku hari ini. Semua laporan keuangan dealer udah aku minta kirim ke email aku, jadi besok aku sudah bisa kembali ke Manado ikut penerbangan pagi," sahut Dodo santai.
"Emang nggak bisa sorean aja Do? Besok jugakan weekend, ngapain harus cepet-cepet kesana sih?," tanya Mama Cici sambil mengupas jeruk ditangan dan memakannya.
"Aku mau lamar seseorang Ma.."
"Uhhukkk.. uhuukk.. uhukk.." Mama Cici dan Papa Marlon tersedak bersamaan karena mendengar ucapan anak tunggal penerus mereka.
"Kamu mau lamar siapa Do? Kamu nggak hamiliin anak orangkan Do?," ujar Mama Cici setelah meneguk air putih yang tersaji di meja.
"Ya ampun Ma, nggaklah. Baru juga mau jadian masa langsung hamil sih, gimana ceritanya itu," sahut Dodo geli dengan pertanyaan mamanya.
Mama Cici menghembuskan nafas panjang dan mengusap dadanya, "Syukurlah.. Mama pikir kamu udah buntingin anak orang. Trus kenapa kamu bilang mau ngelamar tadi, siapa yang mau kamu lamar? Kamu emang udah punya pacar? Kok nggak pernah dikenalin sama mama dan papa Do?."
Dodo berdecak, "Gimana mau kenalin sama mama dan papa kalo kalian nggak pernah pulang ke Manado selama aku disana.."
"Oh jadi orang yang diceritain eyang waktu itu udah jadi pacar kamu Do?," tanya papa Marlon yang mengetahui cerita calon pacar anaknya dari kedua orangtuanya di Manado.
"Hah? Siapa sih Pa? Kok mama nggak tahu."
"Itu yang sempat dibicarain sama eyang dan Opanya Dodo waktu itu loh Ma, masa mama lupa sih. Coba deh diingat-ingat lagi.." Jawab Papa Marlon memberi tahu.
"Jadi eyang udah kasih tahu sama papa dan mama soal Cantik?," tanya Dodo memastikan.
"Oh, cewek yang kamu tabrak waktu itu yah Do?," sahut mama Cici ingat setelah mendengar nama Cantik disebut.
Dodo mengangguk, "Iya ma, aku rencananya mau langsung lamar dia besok. Kan Mama dari dulu suruh cepet-cepet aku nikahkan, jadi sekarang aku udah punya calonnya. Mama dan papa tinggal ketemu aja sama keluarganya nanti.." Jelasnya penuh semangat.
"Ya ampun Do, apa nggak terlalu cepat kamu mau ngelamar Cantik? Kalian kan belum lama saling kenal," tanya papa Marlon yang diangguki setuju oleh mama Cici.
__ADS_1
"Aku udah yakin sama pilihan aku Pa, Ma.. Cantik wanita berbeda dari semua yang pernah aku kenal dan yang jadi pacar aku dulu. Aku nggak mau banyak omong, mama dan papa bisa nilai sendiri kalo ketemu sama dia nanti. Dan yang terutama keluarganya juga sangat baik, mereka tidak matre dan suka mencari muka seperti yang lain. Pokoknya mereka semua baik, terutama Cantik. Aku yakin dia pasti bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak aku kelak.." Ujar Dodo meyakinkan mama dan papanya tentang wanita yang dia pilih untuk mendampinginya kelak.
Mama Cici dan papa Marlon saling menatap satu sama lain, anak mereka memang sudah dewasa sekarang. Selama ini mereka selalu membebaskan Dodo untuk memilih, baik itu impian maupun jodohnya. Sebagai orangtua mereka hanya bisa memberikan dukungan untuk setiap keputusan yang diambil anak laki-lakinya ini.
"Kalo kamu udah mikirin semuanya dengan baik, papa dan mama hanya bisa mendoakan agar kamu bisa selalu bahagia bersama pilihan kamu Do. Kami akan ikut kamu ke Manado besok," ujar papa Marlon bangga dengan sikap anaknya yang dinilainya sama seperti dia dulu saat masih muda. Berani mengambil keputusan dan pilihan untuk masa depannya bersama wanita yang dia cintai.
...************...
Manado, 09.15 WITA
"Cari siapa pak?."
"Saya mau ketemu Tante Mar, bisa?."
Satpam rumah dimana Tanta Mar bekerja sebagai asisten rumah tangga, menatap dari atas kebawah Dodo yang berdiri dibalik pagar tinggi rumah majikannya.
Dodo datang kesana memakai kaos bermerek dengan celana jeans kaki botol dan sepatu kets mahal, juga kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Dia langsung singgah dirumah Tanta Sri majikan mama Cantik dari bandara Sam Ratulangi Manado.
"Kalau boleh saya tahu bapak ini siapa yah?," tanya si satpam lagi.
"Saya calon menantunya, katakan saja kalau Sam datang mencarinya," sahut Dodo percaya diri.
Sang satpam manggut-manggut mengerti dan masuk kedalam posnya menghubungi bagian dapur dimana Tanta Mar biasa berada.
Rumah Tanta Sri memang sangat megah dan luas, majikan Tanta Mar ini adalah istri dari seorang kapten kapal dan memiliki banyak kepunyaan dimana-mana.
"Sebentar yah Pak, Tanta Mar sedang masak katanya sepuluh menit lagi selesai. Bapak mau masuk saja atau gimana?," tanya satpam setelah mendapatkan informasi dari bagian dapur yang dia hubungi tadi.
"Nggak usah Pak, saya tunggu di mobil saja nggak apa-apa. Saya permisi dulu, terima kasih karena sudah panggilin Tanta Mar.." Ujar Dodo sopan dan berlalu masuk kedalam mobil sport mahalnya yang terparkir tidak jauh dari pintu pagar, rumah majikan calon mertuanya.
Di dalam mobil Dodo menunggu dengan gelisah, dia tidak sabar untuk memberikan kejutan pada Cantik wanitanya.
Mama Cici dan papa Marlon sudah lebih dulu pergi ke resort bersama dengan opa dan eyang Dodo yang menjemput mereka di bandara tadi.
Semua persiapan sudah dia siapkan dengan sangat baik, beberapa kali Dodo menghubungi pihak resort untuk menanyakan acara kejutannya nanti malam.
Entah Cantik mau menerimanya atau tidak, Dodo hanya meyakinkan dirinya sendiri kalau usahanya malam ini pasti tidak akan sia-sia.
Tok..Tok.. Tok...
Bunyi jendela kaca mobil dimana Dodo duduk diketuk dari luar, Dodo tersentak dan mendapati Tanta Mar sudah berdiri disamping mobilnya.
Dodo buru-buru turun saat Tanta Mar mundur selangkah kebelakang, "Siang Tante.." Sapa Dodo sumringah.
"Ya ampun Sam, Tante sampe kaget.. Kata satpam ada calon menantu Tante diluar. Tante pikir siapa, ada-ada aja kamu ini."
__ADS_1
Dodo menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum malu, "Emang Tante nggak mau aku jadi menantunya Tante?," ujar Dodo setengah bercanda.
"Bukan Tante yang nggak mau, takutnya Cantik yang nggak mau sama kamu.." Kekeh Tanta Mar. "Kamu ngapain kemari sih, tau darimana alamat rumah majikan Tante?," tanyanya.
"Tante bisa izin dulu nggak siang ini sampe besok? Aku mau ngundang Tante ke acara."
"Acara? Acara apa?."
"Acara pertunangan Tan.." Jawab Dodo enteng.
"Acara pertunangan? Kamu mau tunangan Sam?," tanya Tanta Mar yang diangguki oleh Dodo. "Sama siapa?."
"Anak Tante, Cantika Hidayat.."
"Apa?," sahut Tanta Mar setengah berteriak dengan suara cemprengnya yang menggelegar. "Yang bener kamu Sam? Kok Cantik nggak pernah ngomong apa-apa sama Tante?," tanya Tanta Mar kaget tidak percaya.
"Dia memang nggak tahu Tan.. Cantik bahkan nggak tahu kalau aku kembali hari ini, aku ingin bikin kejutan untuknya," jawab Dodo memperhatikan wajah Tanta Mar yang masih syok dengan ucapannya tadi.
"Aku mau melamar Cantik secara resmi nanti malam Tante, orangtuaku juga ikut datang hari ini khusus untuk bertemu dengan Tanta Mar dan keluarga. Maaf karena tiba-tiba seperti ini, tapi mengenal Cantik membuat aku sangat yakin ingin menjadikan dia sebagai istri dan pendamping hidupku. Aku mohon agar Tante mau menerima niat baik saya ini.."
Tanta Mar seketika terdiam dengan hati yang penuh haru, Dodo memang anak yang baik. Selama sebulan mengenal lelaki yang berdiri di depannya dan sedang menatapnya penuh harap ini, Tanta Mar tahu kalau Dodo mencintai anak perempuannya dengan tulus.
Dia bahkan menerima keluarga mereka yang berasal dari status yang berbeda, dan itu semua bisa membuktikan kalau Dodo memang pantas mendapatkan restu darinya.
"Tante serahin semua sama Cantik aja Sam, kalau dia mau Tante akan dukung sepenuhnya hubungan kalian berdua. Tante nggak mau masuk campur dengan keputusan diantara kalian, selama anak-anak Tante bahagia Tante akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mereka. Termasuk dengan hubungan kalian berdua jika nantinya Cantik mau terima lamaran kamu.." ujar Tanta Mar bijak.
Dodo tersenyum bahagia, setelah meminta izin dari wanita yang melahirkan calon istrinya ini, dia semakin yakin akan melamar Cantik malam nanti meski kemungkinan diterima masih 50:50
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Author paling demen ketemu kaum jantan model begini..
__ADS_1
Mari kita doakan sama-sama agar Cantik mau terima lamarannya Dodo yahh 😁🤭