Ojek Cantik

Ojek Cantik
Extra Part


__ADS_3

Satu setengah tahun kemudian


"Ayah pulang...!" teriak Dodo dari pintu masuk rumah mereka.


Seorang anak kecil laki-laki yang sebentar lagi akan berusia satu tahun terlihat tertatih-tatih mendekati Dodo diikuti Cantik dari belakang.


Anak itu tersenyum sumringah melihat ayahnya sudah pulang dari dealer, tempat usaha dia selama ini.


"Eh, jangan dulu di peluk Sam ... kamukan baru sampe!" protes Cantik saat Dodo memeluk anak mereka dan menciumnya dengan gemas.


"Aku udah ganti baju By, tadi sebelum turun dari mobil aku cuci tangan juga di depan...," terang Dodo membaui anak mereka yang wangi minyak telon khas bayi.


"Anak ayah udah wangi aja sore-sore begini," ujar Dodo berbicara dengan Delano anak laki-laki mereka.


Cantik tersenyum melihat Dodo yang meskipun seharian sudah lelah bekerja, tapi masih mau bermain dan ikut membantu dia menjaga buah cinta mereka dirumah.


Dodo bahkan tidak segan membantu memandikan dan mengurus rumah jika Cantik sedang sibuk dengan anak mereka.


"Mandi dulu gih, bentar lagi kita udah harus pergi Sam...," ujar Cantik mengingatkan suaminya.


"Jam berapa emang resepsinya By?"


"Jam tujuh ... kita harus pergi lebih cepet Sam biar nggak kejebak macet nanti."


"Iya, ok ... sini cium dulu. Bundanya Delano kan belum dicium sama ayah," sahut Dodo merangkul mesra pinggang Cantik dengan satu tangannya menggendong anak laki-laki mereka.


Bunyi decapan halus keluar dari bibir dua pasangan suami istri yang meski sudah memiliki satu anak, selalu saja mesra dan saling mencintai serta memuja satu sama lain.


"Udah ih ... nggak malu apa diliatin sama anak kamu!" ujar Cantik melepaskan tautan bibir yang sudah sama-sama basah itu.


"Dia tahu kalo ayah dan bundanya ini saling menyayangi By," kekeh Dodo dan kembali menautkan bibirnya ke bibir Cantik.


Tawa renyah anak kecil terdengar ditengah cumbuan suami istri itu, yang membuat Cantik dan juga Dodo ikut tertawa bersama malaikat mereka yang hadir untuk semakin menyempurnakan kebahagiaan keluarga mereka.


Sejam kemudian keluarga Wijaya itu tiba disebuah venue yang didekorasi serba putih, dengan bunga mawar putih yang tersebar hampir diseluruh penjuru venue.


"Kalian sudah datang? Cucu Oma mana?" tanya tanta Mar mendekati keluarga anak pertamanya.


Wanita paruh baya yang hari ini terlihat begitu cantik dengan make up tipis diwajahnya, membuat tanta Mar kelihatan lebih muda dari usia dia yang sebenarnya.


"Ini lagi tidur Ma...," sahut Cantik menunjukkan Delano yang tidur di stroller bayi yang didorong oleh suaminya.


"Yah ... padahal Mama udah pengen banget peluk dia Ke," sahut tanta Mar mengusap lembut pipi chubby cucu pertamanya.


"Utu dimana Ma?"


"Udah diruang tunggu, bentar lagi resepsinya bakal dimulai. Sana gih ... temui dulu adik kamu, kayaknya dia lagi gugup banget," kekeh tanta Mar yang baru saja menemui Tampan diruang tunggu sebelum resepsi pernikahan dia dan Viola dimulai.


Meski sudah resmi menikah seminggu yang lalu di gereja, namun lelaki berlesung pipit itu masih saja gugup untuk menghadapi resepsi pernikahan mereka hari ini.


Tampan dan Viola memutuskan mengadakan resepsi pernikahan mereka seminggu setelah pemberkatan di gereja, karena Viola yang baru saja di wisuda dua hari lalu.


"Tu...," panggil Cantik saat dia membuka pintu ruang tunggu dimana adik laki-lakinya itu berada.


"Eh Ka ... baru nyampe?"


"Iya ... gimana perasaannya?"

__ADS_1


"Gimana apanya? Senenglah yang pasti Ka, nggak usah ditanya lagi," sahut Tampan tersenyum bahagia.


"Nggak gugup, kan?"


Tampan menggeleng lalu mengangguk. "Gimana sih, jawabnya nggak konsisten begitu!" protes Cantik pada adiknya.


Tampan tertawa geli. "Gugup sih Ka ... tapi dikit doang. Masih lebih gugup saat di gereja waktu itu," jujurnya.


"Yaudah, tarik nafas yang panjang aja Tu. Nanti jugakan kamu barengan sama Viola jalan kedepan, pegang aja tangannya dengan erat Tu ... pasti gugup kamu langsung ilang."


"Iya."


"Adik kakak sekarang udah gede yah, nggak kerasa udah nikah aja sekarang. Dulu aja sering isengin dan ikutin kakaknya kemana-mana, sengaja nangis kuat-kuat biar aku dimarahin sama papa. Kalo inget jaman dulu, rasanya cepet banget waktu berjalan yah Tu...," ujar Cantik dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Iya Ka ... makasih yah karena selalu jadi kakak yang baik buat aku selama ini. Makasih karena udah jagain aku juga, udah ikut menjadi tulang punggung keluarga semenjak papa nggak ada. Bahkan rela berkorban untuk aku agar bisa menggapai cita-cita aku, makasih Ka ... rasanya terima kasih aja bakal nggak cukup untuk membalas semua kebaikan kakak untuk hidup aku."


Kedua kakak beradik itupun saling memeluk dengan airmata yang membanjiri kedua pipi mereka.


"Jadilah suami yang bertanggung jawab dan sayang dengan keluarga Tu, bagaimana dulu papa selalu menjaga dan melindungi keluarga kita ... kamu pun harus seperti itu pada Viola dan anak kalian kelak," bisik Cantik masih memeluk adik tercintanya.


"Pasti Ka!"


Bunyi ketukan pintu di ruang tunggu membuat pelukan dua kakak beradik yang saling menyayangi itu berakhir.


"Mungkin resepsinya sudah mau dimulai Tu, ayo kita keluar ... temui istrimu diluar," ajak Cantik dan mengusap airmata dia dipipi.


Tampan mengangguk dan ikut keluar bersama Cantik sambil berpegangan tangan dengan hati yang penuh kehangatan.


Meski sudah sama-sama dewasa, nyatanya mereka berdua tidak pernah segan untuk menunjukkan rasa kasih sayang pada adik maupun kakaknya.


"Kakak duluan kedepan yah Tu...."


"Iya Ka," sahut Tampan melepaskan genggaman tangan dia dan Cantik.


Tampan pun berjalan mendekati ruang tunggu dimana Viola berada. Wanita yang baru selesai dirias itu terlihat sangat cantik dengan balutan dress berbahan sifon yang menjuntai indah kebawah, menutupi sampai kemata kakinya.


"You look so beautiful my wife...," bisik Tampan memeluk tubuh Viola dari belakang.


Dikecupnya bahu polos sang istri dengan lembut hingga ke leher, dan berhenti dibelakang telinga kanan Viola.


"Tam ... jangan nakal!"


Tampan tertawa dan mengecup sekilas bibir tipis yang kini sudah berwarna merah karena pewarna bibir yang dipakai Viola.


"Dikit doang sayang ... baru juga pemanasan," sahut Tampan masih tertawa.


"Ish, nggak puas-puas emang kamu yah ... baru juga tadi pagi sebelum kesini udah tiga ronde aja. Nggak tau kenapa kamu bisa kuat begitu, astaga...."


"Yah namanya juga pengantin baru sayang."


"Udah ih, nanti mama nyariin kita kalo kelamaan disini!" sahut Viola melepaskan rangkulan Tampan dipinggangnya.


"Iya, iya ... nanti malam lagi yah sayang. Aku masih kangen," lirih Tampan mengedipkan mata kirinya.


Viola hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepala, tidak habis pikir dengan Tampan yang baru menjadi suaminya seminggu ini.


Lelaki itu seakan tidak pernah lelah melakukan hal yang menyenangkan sekaligus memabukkan selama mereka resmi menikah.

__ADS_1


Viola bahkan sampai kewalahan menghadapi Tampan yang selalu bisa 'on' hampir setiap saat.


Menyandang status nyonya Hidayat serta gelar sarjana teknik informatika, membuat Viola benar-benar merasa bahagia dan bersyukur bisa menikah dengan lelaki yang dia cintai.


Sambil merangkul lengan Tampan, mereka keluar menuju tempat resepsi pernikahan mereka diadakan.


Acara resepsi pernikahan mereka pun hari itu berjalan dengan baik sampai malam hari.


Terlihat ada sahabat Tampan, Toar dan Debo yang belum lama tiba disana dan menyapa kedua pasangan suami istri yang tengah berbahagia itu.


Mereka kini sudah resmi berpacaran setelah hampir dua tahun Toar terus mengejar Debo hingga memutuskan pindah kuliah ke Singapura untuk bisa dekat dengan wanita incarannya itu.


Devan sepupu Dodo juga ikut hadir malam ini, dia membawa seorang wanita keturunan eropa yang sudah tiga bulan ini menjalin kasih dengannya.


Kebahagiaan akhirnya menjadi milik semua orang malam ini, Cantik dan Dodo berdiri diujung ruangan venue sambil memperhatikan semua orang dari sana.


Dodo merangkul istrinya dan sesekali mencumbu pipi dan tengkuk Cantik. Anak mereka Delano sedang digendong oleh mama Cici sambil asik berceloteh bersama keluarga besarnya.


"Makasih By...."


"Makasih untuk apa Sam?"


"Makasih karena sudah hadir dalam kehidupan aku yang sepi, makasih karena sudah memberikan aku seorang anak yang lucu, makasih karena sudah mau membalas perasaan aku waktu itu...."


Cantik tersenyum dan menatap netra sang suami. "Makasih juga karena selalu meyakinkan aku untuk bisa bersamamu Sam, i love you...."


"I love you too By ... now and forever more."


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...


Ada yang protes kenapa ceritanya cuma sampe sini kemarin,,


hehehe


Author sengaja yah guys,, sebenarnya untuk Cantik dan Dodo mereka sudah hidup bahagia dengan hadirnya buah hati mereka..


Dan untuk Tampan dan Viola, mereka juga sama bahagianya. Hanya memang masih terganjal restu om Wellem....


Hingga diakhir part kemarin restu itu berhasil mereka dapatkan,, semuanya sudah hidup dengan bahagia.


Nah,, hari ini author kasih extra part untuk kalian yang masih penasaran dengan dua pasangan diatas yah


Tapi satu aja hehehe


Setelah ini author akan umumkan siapa pemenang Giveaway di karya author yang ketiga... 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2