
(Pembicaraan bahasa Manado dirubah ke bahasa baku demi menjaga kenyamanan pembaca)
*****************"
"Tu.."
"Iya ma?."
"Kamu serius dengan hubungan kamu sama Viola?."
Tampan menghembuskan nafas panjang, semenjak kejadian di acara maso minta kakak perempuannya Cantik. Tanta Mar lebih banyak diam berpikir tentang masa depan hubungan anak lelakinya ini.
Meski tidak langsung bertanya saat itu dan menunggu tiga hari setelahnya, Tanta Mar akhirnya membuka suara mengenai hubungan dia dan Viola yang masih terganjal restu dari Om Wellem.
"Seriuslah ma.. Kok nanyanya begitu?."
"Coba kamu duduk dulu sini deket mama.." Panggil Tanta Mar menepuk kursi sofa baru di ruang tamu mereka.
Tampan pun mendekati Tanta Mar, duduk disamping wanita paruh baya yang siang ini memakai daster motif batik tanpa lengan.
"Kamu liat sendirikan gimana ayahnya Viola malam itu Tu? Mama cuma khawatir kalau hubungan kalian tidak akan berjalan dengan baik karena masalah itu. Kamu tahu sendirikan gimana perjuangan papa dulu untuk bisa sama mama Tu, mama cuma takut kejadian yang sama akan terulang lagi sama kamu! Dan yang paling akan tersakiti disini adalah kamu dan keluarga kita Tu. Mama.. mama tidak rela anak-anak mama harus merasakan caci maki seperti yang mama rasakan dulu," ujar Tanta Mar panjang lebar memberi pengertian pada Tampan.
Rasa sakit dan terhinanya Tanta Mar sewaktu menjalin hubungan dengan papa mereka, masih membekas hingga detik ini.
Tanta Mar yang berasal dari kalangan biasa dan tidak selevel dengan keluarga papa Tampan, menjadi salah satu alasan mengapa sampai sekarang pernikahan mereka tidak pernah diakui oleh keluarga papa Tampan.
Bahkan saat papa mereka meninggal waktu itu, kedua mertuanya tidak muncul ketika ibadah pemakaman berlangsung.
Sampai sekarang itu menjadi hal yang paling disesali Tanta Mar, karena tidak bisa membuat pria yang dia cintai bertemu dengan kedua mertuanya diakhir hidupnya.
"Ma, aku ngerti apa yang mama rasakan. Tapi, aku mencintai Viola dengan tulus ma.. Sama seperti rasa cinta papa untuk mama. Aku juga ingin berjuang untuk cinta yang ada dihati aku, papa juga pasti dulunya berpikir sama seperti aku ma.. Aku cuma minta, mama tolong doakan dan restui hubungan kami agar kedepannya ayah Viola mau menerima hubungan kami berdua," sahut Tampan menatap penuh harap Tanta Mar.
Kini giliran Tanta Mar yang menghembuskan nafas panjang, cinta memang selalu bisa membuat orang rela berkorban tidak peduli dengan rintangan sebesar apa yang akan mereka lewati didepan nanti.
Kegigihan Tampan ini memang sangat mirip dengan suami Tanta Mar dulu, saat dia selalu meyakinkan dirinya tentang dia yang rela mengorbankan segalanya untuk bisa bersatu dengan Tanta Mar.
"Kamu tahu Tu, dulu papa kamu juga sama keadaanya dengan kamu. Dia tidak pernah berhenti meyakinkan mama, yang waktu itu hampir menyerah karena tidak sanggup menghadapi penghinaan dari keluarga besar Papa kamu. Mungkin sikap papa itupun menurun ke kamu yah," kekeh Tanta Mar.
"Kalo kamu memang beneran yakin dan mau berjuang untuk bisa bersama Viola, mama hanya bisa mendukung kamu Tu. Mama selalu mendoakan agar anak-anak mama bisa selalu hidup dengan bahagia, dan mendapatkan jodoh yang baik," sambung Tanta Mar memberi restunya untuk hubungan Tampan dan Viola.
Tampan tersenyum dan memeluk tubuh wanita yang telah melahirkan serta membesarkan dia penuh cinta. "Terima kasih ma, terima kasih karena mau mendukung dan merestui hubungan Utu dengan Viola.."
__ADS_1
"Iya, kamu harus banyak-banyak berdoa dan berusaha Tu, perjalanan kalian masih panjang. Kalo mama bisa kasih saran, kamu fokus selesaikan juga kuliah kamu agar bisa mencari pekerjaan yang lebih baik lagi, untuk membuktikan keseriusan kamu sama Viola pada ayahnya."
"Pasti ma, aku akan berusaha secepatnya menyelesaikan kuliahku dan berjuang hingga sampai titik darah penghabisan.."
"Ish, mulut kamu tuh!," sahut Tanta Mar melepaskan pelukan mereka. "Udah kayak lagi puisi aja kamu Tu.."
"Iya ma, biar lebih berasa aja momennya.."
Pasangan anak dan ibu itupun tertawa menikmati siang mereka yang ditemani TV ikan kembung yang masih menyala, dan segelas n*utrisari dingin diatas meja.
"Selamat siang.." Suara Cantik yang baru pulang dari kantor bersama Dodo terdengar memasuki rumah sederhana mereka.
"Siang.." Sahut Tanta Mar dan Tampan bersamaan.
"Loh, kok udah pulang Ke?," tanya Tanta Mar bingung melihat anak dan calon menantunya sudah berada dirumah jam segini.
"Kami mau ngajak mama sama Utu pergi, makanya kami pulang lebih cepat hari ini," jawab Dodo duduk disamping Cantik yang sudah lebih dulu menjatuhkan dirinya dikursi sofa baru milik mereka.
"Pergi? Pergi kemana?," tanya Tanta Mar lagi.
"Nanti jam empat sore ada acara peresmian dealer motor Sam yang baru selesai dibangun ma, kan kemarin udah Keke kasih tahu.."
"Eh iya, mama lupa.." Sahut Tanta Mar nyengir. "Yaudah, kita makan siang dulu gih.. Mama udah masak tadi," ajaknya berdiri menuju dapur.
Cantik dan Dodo tertawa bersama, lalu ikut berdiri menuju dapur dimana Tanta Mar sedang menyiapkan makanan diatas meja.
"Ngomong apa kamu barusan sama kakak-kakak kamu Tu? Biasanya juga tanpa diajak makan, kamu udah lebih dulu habisin makanan dirumah!," sentak Tanta Mar yang ternyata mendengar ucapan Tampan tadi.
"Yah, sekali-kalikan aku mau juga diajak makan ma.. Masa cuma kakak sama ka Sam doang yang diajak sih.." Sahut Tampan mengambil tempat duduk disamping kiri berhadapan dengan Dodo.
"Ok, mulai besok kalo mama belum ajak kamu makan. Kamu nggak boleh makan duluan, awas aja kalo makanan diatas meja udah berkurang lebih dulu!."
"Ya nggak gitu juga kali ma, kalo aku udah laper masa harus nunggu mama panggil makan dulu. Keburu naik asam lambung aku Ma.." Sahut Tampan kembali mendengus dan menelan salivanya dengan kasar menatap satu persatu makanan yang telah tersaji diatas meja.
"Udah, ayo makan dulu." Ujar Cantik menengahi perdebatan Tanta Mar dan Tampan adiknya.
"Nanti setelah makan, kita kesalon dulu yah ma sebelum ke dealer.."
"Ha? Ngapain Sam?," tanya Tanta Mar bingung.
"Iya, mau ngapain?," sambung Cantik menatap Dodo yang duduk disampingnya.
__ADS_1
"Mau manja-manjain diri dulu disana ma, By.. Aku ingin calon istri dan calon mertuaku terlihat luar biasa nanti sore," jawab Dodo tersenyum penuh arti.
"Ya ampun, ada-ada aja kamu ini Sam. Udah nggak usah sayang duitnya, kamu bisa tambah-tambahin untuk biaya kalian nikah nanti!," tolak Tanta Mar yang berpikir Sam hanya menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting.
"Nggak apa-apa Ma, ini emang udah aku rencanain sebelumnya.. Cantik aja nggak tahu soal ini, ikut aja yah Ma.." Pinta Dodo menatap bergantian Tanta Mar dan wanitanya.
"Aku nggak diajak Ka Sam?," tanya Tampan menimpali.
"Kalo kamu mau, kamu juga bisa ikut Tu.."
"Ish, kamu mau ngapain ke salon? Dah kayak cowok melambai aja kamu tuh.." Sela Cantik menggoda adiknya.
"Emang cuma cowok melambai yang bisa kesana Ka, cowok tulen kayak aku juga bisa kali.."
"Iya, iya kamu juga bisa ikut Tu.." Ujar Dodo tidak ingin kakak beradik ini saling berdebat seperti biasanya.
"Asikkk.." Sorak Tampan kegirangan bak anak kecil yang diberi permen.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Author juga mau dong diajak ke salon..
__ADS_1
Udah lama nggak nyalon nihh 😁🤭