Ojek Cantik

Ojek Cantik
Extra Sabar


__ADS_3

Mengandung unsur makanan...


Kalo suka..


Jangan lupa Like yahh 😁


**********


"Ca.. Ini aku bawain tinutuan (bubur Manado) buat kamu", ujar Dodo sambil memberikan sebungkus plastik makanan ketangan Cantik.


"Ngapain repot-repot sih Sam, aku kan udah bilang tadi nggak usah bawa apa-apa kemari", protes Cantik tapi tetap menerima bungkusan makanan yang diberikan Dodo padanya.


Orang Manado mana yang bisa menolak makanan khas daerah ini, mencium aroma wanginya saja sudah membuat mulut Cantik terasa penuh. Apalagi jika makanan ini sampai masuk ke mulutnya, Cantik pasti tidak bisa berhenti makan karenanya.


Dodo tersenyum tipis melihat Cantik yang meski protes tidak mau dibawakan apapun olehnya, tapi tetap tidak menolak makanan yang diyakininya sebagai salah satu makanan kesukaan wanitanya ini.


"Yaudah kita makan sama-sama yah, nggak mungkin aku habisin dua porsi ini Sam.."


"Eh, kamu aja yang makan Ca. Aku masih kenyang, tadi aku makan kue basah dulu sebelum kemari."


Cantik berdecak, meskipun dia pecinta sejati tinutuan tapi kalau sebanyak ini juga dia tidak mungkin mampu untuk menghabiskannya.


Masalahnya bukan hanya tinutuan saja yang dibeli Dodo, tapi ada juga tahu isi, milu goreng dan nike goreng yang biasa menjadi makanan pendampingnya.


"Aku nggak mau tahu, kamu tetep harus makan bareng aku Sam. Sayang makanan sebanyak ini harus dibuang, Mama dan Tampan sudah pergi dari tadi. Kalo dimakan malam udah nggak enak pasti", paksa Cantik dan menarik tangan Dodo menuju ruang makan sederhana mereka.


"Eh.." Dodo tersentak saat merasakan tangan halus Cantik menyentuhnya.


Ada gelanyar aneh yang dirasakan Dodo yang seakan membuat tubuhnya terasa melayang, hingga membuat lelaki itu tidak lagi menapaki pijakan tanah dibawah mereka.


"Kamu duduk dulu disitu", tunjuk Cantik menggunakan dagunya di kursi meja makan mereka.


"Aku taruh tinutuan nya dulu di piring", ujar Cantik lagi dan pergi mengambil dua buah piring untuknya dan Dodo beserta sendok dan garpu di lemari penyimpanan alat-alat makan mereka.


"Ayo kita makan dulu Sam, habis ini kita harus kerumah sakit untuk periksa tangan aku lagi.."


"Hah? Hari ini jadwalnya?."


"Iya, kamu lupa yah. Siapa suruh kamu udah nggak pernah datang lagi kesini!."


Dodo langsung terdiam mendengar ucapan terakhir Cantik padanya, rasa canggung kembali datang menyelimuti hatinya.


Sedangkan Cantik terlihat santai meski sebenarnya dia sedang berusaha memendam kegugupannya setelah kejadian pengakuan malam itu, dan tidak sengaja membuka suara tentang hal tersebut.


Merekapun makan dalam diam hingga tandas tak bersisa. Tidak ada yang berani membuka suara dan tidak ingin menatap satu sama lain.


"Mm.. Ca!", panggil Dodo pada akhirnya.


"Iya? Kenapa?", tanya Cantik was-was.


"Aku.. Aku..."


"Aku siap-siap dulu yah Sam, udah jam sembilan ini. Nanti kita telat dan dapat nomor antrian belakangan lagi."


"Eh, tapi..."

__ADS_1


Belum sempat Dodo menyelesaikan perkataannya, Cantik sudah lebih dulu bangkit meninggalkan meja makan yang masih berserakan dengan piring bekas makan mereka.


Dia belum siap jika harus mendengar kembali ungkapan perasaan Dodo padanya.


Bukan, bukan belum siap. Cantik hanya belum memiliki jawaban yang tepat untuk pertanyaan Dodo tempo hari, dan dia yakin kalau kali ini lelaki itu pasti akan bertanya mengenai hal itu lagi pikirnya.


Dodo membuang nafas panjang saat melihat Cantik yang buru-buru masuk kedalam kamar, dan meninggalkan dia sendiri di meja makan.


Mungkin usahanya untuk mendapatkan wanita bernama Cantik ini masih sangat panjang pikirnya.


Dodo pun ikut berdiri dan mengambil piring bekas makan mereka diatas meja dan meletakkannya ke wastafel agar bisa langsung di cuci olehnya.


Meski termasuk dalam kalangan orang 'berada' tapi Dodo pernah hidup mandiri dulu selama dia kuliah. Jadi kalau hanya masalah cuci piring dan membersihkan rumah, dia sudah terbiasa melakukannya sendiri.


Ya ampun Ca, masih kurang apalagi sih gue ini sampe elo kayaknya masih susah banget untuk gue dapetin, gumam Dodo dalam hati merasa rendah diri karena baru kali ini ada cewek yang tidak terpesona dengan dirinya.


Setelah selesai mengatur meja makan dan mencuci dua buah piring dan gelas beserta sendok dan garpunya, Dodo pun keluar menunggu Cantik di teras rumah mereka sambil memikirkan rencana apalagi yang harus dia lakukan untuk bisa mendapatkan hati wanitanya ini.


Dia tidak akan menyerah dengan perasaannya yang tulus untuk seorang Cantik.


Cantik memang berbeda dengan wanita-wanita yang dikenalnya dulu, mungkin itu juga sebabnya Dodo mesti extra sabar dan berjuang demi menjadikannya kekasih dan juga calon istrinya kelak.


Istri? Iya, istri. Baginya Cantik lebih pantas menjadi istrinya dibanding hanya menjadi seorang kekasih.


Astaga.. mungkin Dodo sudah terlalu jauh berharap tapi apa salahnya, Cantik sudah lebih dari cukup untuk menjadi tipe idaman seorang istri pikirnya.


"Sam, kamu yang bersihin meja? Aduh.. Ada-ada aja deh kamu ini. Harusnya kamu biarin saja tadi nanti aku yang bersihin. Aku jadi nggak enak sama kamu kan.."


Suara lembut Cantik yang baru keluar dari dalam rumahnya membuat Dodo tersentak kaget.


Matanya asik memandangi wajah Cantik yang terlihat lebih segar dipagi menjelang siang ini. Entah hanya perasaannya saja, tapi wanita yang sudah tiga hari tidak dilihatnya ini semakin cantik seperti namanya.


"Udah nggak apa-apa, biar kita bisa lebih cepet kerumah sakit. Ayo kita pergi nanti telat lagi.." Ajak Dodo menarik tangan Cantik setelah wanita itu mengunci pintu rumah dan menyimpan kuncinya dibawah pot bunga dekat pintu.


Cantik pun mengikuti langkah kaki panjang Dodo yang membawanya ke pintu mobil yang sudah dia bukakan, khusus untuk wanitanya itu naik.


Merekapun lalu meluncur menuju rumah sakit umum tempat Cantik biasa memeriksakan tangannya karena kecelakaan waktu itu.


"Abis dari rumah sakit kamu mau kemana Ca?", tanya Dodo memecah keheningan diantara mereka.


"Mau kemana lagi.. ya pulang lah Sam."


"Kalo gitu temenin aku aja yah, kita jalan-jalan bentar."


"Mau kemana memangnya?", tanya Cantik menatap Dodo yang duduk di belakang kemudi.


"Ada deh pokoknya, mau yah temenin aku.." bujuk Dodo dan balas menatap Cantik yang masih memperhatikan dirinya.


"Terserah kamu aja", jawab Cantik singkat dan kembali mengalihkan pandangannya kedepan.


Tiba-tiba saja wanita itu merasa gugup bukan main, dia takut kalau Dodo akan kembali mengutarakan perasaannya lagi karena tidak sempat mengutarakannya tadi dirumah.


Apa yang harus dia jawab? Sampai sekarang pun Cantik masih belum bisa meraba-raba dengan apa yang ada dihatinya untuk lelaki tampan penuh pesona itu.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Nih author kasih penampakan makanan yang dibawa Dodo tadi untuk Cantik..



Namanya Tinutuan atau lebih dikenal dengan sebutan Bubur Manado



Tahu isi sebagai camilan pendamping



Milu goreng atau Perkedel Jagung



Nike Goreng atau perkedel Nike


Nah Nike ini ikan yah guys bukan merek sepatu ternama hehe


Ikan ini hidup di Danau Tondano dan berukuran sangat kecil..


Kalian bisa search di internet kalo penasaran bentukannya seperti apa 😁


**********


Laperr yahh??


Sama author juga langsung laper liat gambar-gambar diatas..


Hehehe..


Ini bukan iklan yah guys,, hanya sekedar berbagi pengetahuan tentang makanan khas daerah Manado..


Biar lebih real aja ceritanya..


Dan kalo penasaran rasanya seperti apa,, cuss lah mampir disini hehehe


Nanti bisa ketemu sama author yang berwajah pas-pasan ini 🤭


*********

__ADS_1


Jangan lupa jejak kalian juga yahh


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2