
"Mau kemana Ca?."
"Ngojek.."
"Apa? Ngojek?," Cantik mengangguk. "Ya ampun Ca, nggak usah ngojek lagi yah.. Masa tunangan pemilik dealer terkenal di kota ini masih ngojek sih," bujuk Dodo yang baru tiba dirumah Cantik.
Wanita bertubuh tinggi itu memakai kaos tipis dan celana jeans hitam dengan sepatu kets, serta jaket ojol yang dia gantung di stang motor yang selalu dia pakai setiap kali akan pergi mencari pelanggan yang ingin memakai jasanya.
Jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi saat Dodo sampai disana dan mendapati tunangannya sudah siap di samping motor yang menyala.
"Kalo aku nggak ngojek kasian mama Sam, dia udah capek-capek kerja demi biayain kebutuhan keluarga kami. Aku nggak mungkin duduk diem aja dirumah sementara mama aku banting tulang diluar sana," sahut Cantik memberi pengertian untuk lelaki didepannya.
"Tapi Ca, aku masih bisa bantu keluarga kamu. Aku nggak rela kamu harus panas-panasan lagi diluar sana, kalo kamu mau kerja aku bisa nyariin kamu kerja yang lebih bagus. Aku khawatir sama kamu Ca," ujar Dodo masih membujuk wanitanya.
"Aku mau kerja apa Do? Jaman sekarang susah cari kerja. Aku udah berapa kali melamar tapi selalu ditolak, belum lagi kalo ketemu bos yang suka semena-mena. Lebih baik aku ngojek aja, santai aku atur sendiri mau pergi kapan pulang juga kapan."
Dodo mengembuskan nafas panjang dan menarik tangan Cantik duduk dikursi teras, "Gimana kalo kamu kerja di dealer aku aja Ca? Dealer motor yang sementara dibangun bakal rampung akhir bulan ini, dan pasti butuh karyawan kan. Nanti kamu bisa kerja disana, kamu nggak perlu ngojek lagi dan aku bakal lebih tenang Ca.."
"Tapi aku gak enak Sam.."
"Gak enak gimana sih Ca," potong Dodo cepat. "Justru aku lebih seneng kalo kamu kerja ditempat aku. Aku akan lebih mudah ketemu sama kamu, dan keamanan kamu lebih terjaga dibanding kamu bolak balik dijalan kayak dulu. Aku datang kesini sepagi ini juga karena memang mau ngomong sama kamu tentang ini, mau yah Ca.."
Cantik diam, memang jika dia bisa bekerja disebuah tempat yang nggak mengharuskan dia berpanas-panasan dan hujan-hujanan dijalan akan lebih baik.
Sudah lama Cantik juga ingin bisa bekerja disebuah gedung meski dia hanya tamatan SMA, apalagi ini adalah sebuah dealer yang punya nama di kota ini.
Setidaknya Tanta Mar tidak akan lagi dibicarain tetangga sekitar karena anak perempuannya yang berprofesi sebagai tukang ojek, pikirnya.
"Gimana Ca, mau yah?," tanya Dodo lagi menatap penuh harap wanitanya.
"Tapi aku gak mau karyawan kamu tahu tentang hubungan kita yah Sam."
"Kenapa?."
"Aku nggak mau bikin kamu malu Sam, masa tunangan yang punya dealer jadi pegawai di dealernya sendiri sih. Apa kata pegawai kamu nanti.." Ujar Cantik merasa rendah diri dengan statusnya.
Lagi Dodo menghembuskan nafas panjang, tak apalah yang penting Cantik masih mau bekerja ditempatnya gumam dia dalam hati.
"Yaudah terserah kamu aja kalo gitu, sekarang motornya dimatiin trus ikut aku yah," pinta Dodo sambil merapikan rambut Cantik kebelakang telinga.
Cantik masih sedikit malu jika Dodo tiba-tiba bersikap manis seperti ini, tunangannya memang paling senang menyentuh rambut panjang miliknya yang hari ini dia ikat bun keatas.
"Mau kemana?," tanya Cantik yang mulai berdebar karena Dodo perlahan mencondongkan wajahnya mendekat.
__ADS_1
Cup..
Kecupan mesra dibibir Cantik mendarat sempurna dari bibir hangat Dodo.
Cantik sontak terkejut dengan mata yang membola sempurna, "Sam!."
"Apa?," kekeh Dodo mengusap lembut bibir yang baru saja dia kecup itu.
"Kamu tuh yah, nggak sadar ini kita lagi dimana!," protes Cantik dengan wajah yang sudah merona merah.
"Sadar kok sadar, kalo nggak sadar aku yang rugi karena nggak bisa rasain candu aku pagi ini," canda Dodo menikmati wajah menggemaskan wanitanya.
"Ish.. Jangan gitu lagi Sam, gimana nanti kalo mama liat. Kamu bisa digebukin pake sapu lagi, mau kamu," ancam Cantik karena Tanta Mar memang masih berada didalam rumah dan belum berangkat kerja.
"Kalo digebukin lagi, fix aku bawa langsung kamu ke gereja minta diberkati sama pendeta hari ini juga," sahut Dodo percaya diri.
"Siapa yang mau dibawa ke gereja Sam?," suara khas emak-emak cempreng terdengar dari arah samping Dodo dan Cantik.
"Eh mama," ujar Dodo setengah terkejut. "Cantik Ma, katanya dia udah nggak sabar mau nikah sama aku di gereja," canda Dodo menunjuk tunangannya tanpa rasa bersalah.
"Apaan sih kamu Sam, ngomong tuh yang bener!," protes Cantik mencubit pinggang Dodo gemas.
"Aw.. Sakit Ca."
"Kalian ini kenapa sih?," tanya Tanta Mar yang geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan calon menantunya ini. "Mama mau pergi kerja dulu."
"Aku anter yah Ma."
"Nggak usah Sam, kamu disini aja temenin Cantik. Dia katanya mau ngojek lagi tuh, Tante udah bilang nggak usah tapi dia masih maksa. Mungkin kalo kamu yang ngomong dia mau dengerin!," ujar Tanta Mar yang sejak tadi malam sudah meminta Cantik untuk berhenti ngojek mulai saat ini.
Tanta Mar malu jika sampai keluarga besannya tahu kalau calon menantu mereka masih berprofesi seperti itu.
"Mama tenang aja aku udah minta Cantik buat kerja di dealer aku mulai besok, aku juga nggak mau calon istri aku kenapa-napa nanti dijalan," sahut Dodo yang membuat Tanta Mar lega mendengarnya.
"Baguslah kalo gitu, yaudah mama kerja dulu yah. Kalian kalo mau pergi hati-hati nanti."
"Iya Ma, mama juga hati-hati yah.." Sambung Cantik yang diangguki oleh Tanta Mar.
"Yaudah yuk, kita pergi juga Ca. Sekalian kita cari sarapan, aku udah laper.." Ajak Dodo setelah Tanta Mar pergi.
"Gimana kalo aku masak aja, daripada kita makan diluar kan sayang uangnya Sam."
Dodo manggut-manggut, "Bener juga, uangnya kan bisa aku tabung buat biaya nikah kita nanti yah Ca."
__ADS_1
Cantik tersenyum manis dan mengangguk mengiyakan ucapan pria yang semakin hari makin terlihat tampan dimatanya.
Dodo memakai setelan santai dengan wangi parfum maskulin yang Cantik suka, rasanya dia ingin sekali memeluk lelaki itu dan bersandar sebentar di dadanya yang bidang.
"Kalo gitu mulai besok aku akan sarapan dirumah kamu aja Ca, nanti kita singgah ke supermarket untuk beli bahan-bahannya yah.."
"Ya ampun, diajak sekali maunya berkali-kali. Demen yah kamu sama masakan aku," kekeh Cantik yang memang hampir setiap hari jika Dodo datang kesana akan selalu dia masakan beberapa makanan.
"Harus dong Ca, namanya juga masakan istri. Masih lebih enak lah dibanding masakan diluar sana," sahut Dodo mencolek hidung mancung Cantik.
Merekapun tertawa bersama dan masuk kedalam rumah menuju dapur, Dodo ikut membantu membersihkan beberapa bumbu untuk membuat nasi goreng spesial khas Cantika Hidayat tunangannya.
Mereka sudah seperti pasangan suami istri yang saling bahu membahu memasak makanan agar cepat selesai.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Udah makin Uwu nggak dua pasangan ini..?
Semoga langgeng terus yah Dodo dan Cantik..
***********
Maafin author yang belum bisa up banyak yahh
Anak author masih demam..
***********
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk pasangan uwu ini yahh..
__ADS_1
Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹