
Like kalian sangat berarti untuk kelangsungan karya ini 😁
************
"Pulang jam berapa kamu dari resto Tu?."
"Biasanya jam sebelas sih Ka, tapi kalo lagi banyak tamu bisa sampe jam dua belas. Kenapa memangnya Ka Sam?."
Dodo menghembuskan nafas pelan, padahal dia ingin sekali bertemu dengan Cantik hari ini. Tapi sepertinya Dodo harus mengurungkan niatnya karena bingung harus memakai alasan apa agar bisa kerumah Cantik.
"Nggak apa-apa, hati-hati aja nanti bawa motornya kalo mau pulang Tu.."
Tampan mengangguk, "Iya Ka Sam. Aku pergi dulu kalo gitu, udah setengah tiga soalnya. Takut telat nanti."
Dodo dan Tampan pun berpisah setelah motor peninggalan mendiang ayahnya diperbaiki.
Tampan melajukan motornya dengan kecepatan penuh karena tidak ingin terlambat, sistem absensi disana sudah menggunakan sidik jari. Jadi kalau terlambat semenit saja, gaji karyawan akan dipotong 1000 rupiah.
Terdengar kejam memang, tapi begitulah pengaturan yang diberikan Tanta Mince kepada seluruh karyawan yang bekerja pada mereka. Baik di restoran maupun di toko miliknya, warisan dari opa Dodo.
Tanta Mince ingin agar karyawan nya benar-benar bekerja dengan baik dan datang tepat waktu, karena gaji yang diberikan oleh mereka tidak pernah terlambat selama ini. Dan selain gaji, Tanta Mince dan Om Steven selalu memberikan bonus bulanan bagi karyawan yang dinilai mereka rajin dan selalu tepat waktu datang ke restoran.
Tampan adalah salah satu karyawan terbaik yang sering mendapatkan bonus bulanan dari kedua bos pemilik restoran ini.
Sekitar pukul delapan malam, seorang wanita muda dengan kulit putih bak porselen. Masuk kedalam restoran Bintang tempat Tampan bekerja, dan duduk di meja paling ujung dekat kaca dengan pemandangan lalu lintas ibukota provinsi ini.
"Tam, ada tamu di meja sudut dekat kaca", ucap Tomtom sambil membawa piring bekas makanan pelanggan mereka yang baru keluar tadi.
"Ok..", jawab Tampan dan mengambil buku menu serta notes kecil diatas meja tempat biasa mereka meletakkannya.
Tampan berjalan mendekati meja tersebut dan menyapa seorang wanita yang duduk membelakangi dirinya.
"Selamat malam nona, selamat datang di restoran Bintang. Silahkan buku menunya.."
Tampan menyodorkan buku menu dan tersentak melihat sosok yang tadi siang bertemu dengannya di lampu merah.
"Hai..." sapanya ramah dan tersenyum manis.
"Eh.. Hai juga."
"Boleh nggak aku mesennya kamu aja malam ini?", tanyanya menggoda.
Tampan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan nyengir menanggapi ucapan wanita itu.
Iya, dia wanita yang bertemu dengannya tadi siang. Wanita yang sempat bertengkar dengan pacarnya beberapa waktu lalu direstoran ini.
__ADS_1
"Aku pengen ngomong sama kamu, jadi bisakan aku nyewa kamu khusus untuk aku malam ini?", tanya wanita itu lagi.
"Maaf nona, tapi saya sedang kerja saat ini.. Dan juga saya bukan menu makanan di restoran ini. Jadi kalau nona ingin bicara sama saya, nona bisa menunggu sampai jam kerja saya selesai nanti", ucap Tampan dingin.
Wanita dengan hidung nan mungil itu terkekeh mendengar ucapan Tampan, dia tidak menyangka kalau ada lelaki yang akan menolak pesonanya. Sepertinya lelaki yang berprofesi sebagai pelayan di restoran ini berbeda pikirnya.
"Sayang sekali kalau begitu, baiklah.. aku akan menunggu mu sampai kau selesai kerja nanti."
Tampan tersentak lagi, ada apa dengan wanita ini pikirnya. Kenapa dia terlihat ingin sekali berbicara dengan aku? Apa terakhir kali kami bertemu, aku sempat berbuat hal yang tidak baik untuk wanita yang kini sedang membaca buku menu di tangannya?.
"Aku mau pesan salad buah dan bir saja."
Tampan dengan cekatan menulis pesanan wanita itu di buku notes miliknya.
"Itu saja nona?", tanya Tampan memastikan.
Dia sedikit risih karena wanita itu memesan bir, sedangkan dia terlihat datang sendirian malam ini. Apa dia tidak akan mabuk nanti, gumam Tampan dalam hati.
"Itu dulu menunya sambil menunggu mu selesai bekerja. Oh iya, siapa nama mu?."
"Tampan nona.."
"Benarkah?", tanya wanita itu tidak percaya.
"Nama mu sangat cocok dengan wajahmu nyong (pemuda laki-laki) Tampan", ucapnya lagi menggoda lelaki yang memiliki lesung dikedua pipinya.
Wanita bernama Viola itu menjulurkan tangan kanannya kearah Tampan yang berdiri tidak jauh dari kursi tempat dia duduk, dan tersenyum menampilkan gigi putihnya yang tersusun rapi.
Mau tidak mau Tampan pun membalas jabatan tangan Viola yang terasa mungil dan halus saat mereka bersentuhan. Ada gelanyar aneh yang Tampan rasakan dalam sentuhan beberapa detik itu.
Tatapan mereka bertemu dan saling mengunci satu sama lain, seakan membuat keduanya terhipnotis dengan pesona masing-masing.
"Senang berkenalan dengan mu juga nona. Saya permisi dulu ingin mengambil pesanan anda", ucap Tampan dan buru-buru berlalu dari sana sebelum dirinya semakin salah tingkah karena sudah menatap Viola cukup lama tadi.
"Asik.. diajak cewek kenalan niyee.." goda Tomtom saat Tampan sudah kembali ke meja order untuk memberikan daftar pesanan yang dipesan Viola tadi.
"Biasa aja Jo Tom, kita cuma biasa biasa ngana tu kegirangan bagitu!." (Biasa aja kali Tom, akunya cuma biasa doang kamunya yang kegirangan gitu!).
"Eh mar cantik Skali tu cewek Tam, bening Skali Depe kulit. Mujur ngana kong dia pangge kenalan bagitu, selama kita bakerja disini nda ada yang pernah ajak kenalan pa kita noh", (Eh tapi cantik banget tu cewek Tam, bening banget itu kulitnya. Beruntung loh kamu diajak kenalan sama dia, selama aku kerja disini nggak pernah ada yang ngajak aku kenalan), curhat Tomtom.
"Kong sapa Depe nama dang?", (trus namanya siapa?) sambung Tomtom penasaran.
"Kiapa kwa ngana nda tanya sandiri Jo sana", (Kenapa nggak kamu tanyain aja sendiri) jawab Tampan malas.
Lelaki dengan rambut yang sedikit gondrong itu sedang asik memperhatikan Viola yang ternyata sudah berpindah tempat, sehingga memudahkannya untuk menatap wanita cantik dengan rambut hitam panjangnya yang digerai.
__ADS_1
"Ya ampun.. pe panjaha do ngana eh. Cuma le da tanya Depe nama! Kita nda mo ambe kwa pa dia kawan.." (Ya ampun.. Galak bener sih kamu. Aku kan cuma nanya namanya doang! Nggak akan aku rebut kok dia kawan..), ucap Tomtom tertawa geli melihat rekan satu kerjanya yang tidak berhenti menatap wanita yang baru saja berkenalan dengannya.
Tomtom yang masih ingin menggoda Tampan harus terhenti karena tiba-tiba Tanta Mince bos perempuan mereka datang.
Keduanya langsung kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing sebelum di tegur oleh bos perempuan mereka yang dikenal cerewet dan paling tidak suka melihat karyawan yang mengobrol lama di saat jam kerja, apalagi kondisi restoran yang sedang ramai seperti saat ini.
"Ini pesanan mu nona.." ucap Tampan sopan dan meletakkan salad buah yang terlihat segar serta sebotol bir berukuran kecil merek terkenal di kota ini.
"Jangan panggil nona Tam, namaku Viola bukan nona.."
"Eh.. iya Viola."
"Nggak apa-apa kan kalo nanti aku nunggu kamu disini sampe jam pulang kerja kamu Tam?", tanya Viola memastikan.
"Nggak apa-apa No.. eh maksud aku Viola. Kamu bisa tunggu disini, kamu jugakan pelanggan yang memesan di restoran ini. Tapi, benar memang kamu mau nungguin aku sampe pulang kerja?", tanya Tampan yang masih tidak percaya ada seorang cewek yang baru dikenalnya, rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menunggu dia selesai bekerja.
Viola tersenyum, "Aku udah biasa menunggu Tam. Kamu tenang aja", jawabnya yakin.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Mau apa sih sebenarnya si Viola ini sama Tampan yahh..
Author ikut penasaran 🤔
********
Happy Eid Mubarak untuk yang merayakan 🤗
********
Jejak-jejak kalian jangan dilupakan,,
__ADS_1
Author masih menerima hadiah dalam bentuk bunga dan kopi pagi ini...
Terima kasih 🌹 🌹🌹🌹🌹