Ojek Cantik

Ojek Cantik
Omongan Nyinyir


__ADS_3

"Eh jadi bener si Cantik itu tunangannya Pak Sam?."


"Iya, denger-denger tunangannya itu dulunya tukang ojek.."


"Hah? Masa sih?."


"Iya sodara aku pernah pake jasanya waktu itu disalah satu aplikasi. Beneran deh.."


"Ih, nggak nyangka yah Pak Sam bisa suka sama dia. Padahal diakan cuma tukang ojek, trus sekarang setelah tunangan sama Pak Sam dia langsung naik pangkat kerja di dealer."


"Iya, aku denger-denger lagi Cantik katanya mau pegang kepala keuangan nanti di dealer motor baru milik Pak Sam. Ih, aku iri banget deh. Pake dukun darimana yah si Cantik, bisa beruntung banget kayak gitu.."


Beberapa karyawan terlihat berbisik-bisik berbicara tentang hubungan Cantik dan Dodo yang kemarin sudah mengumumkan status keduanya, dan akan segera menikah dalam waktu dekat ini.


Cantik yang duduk diujung ruang istirahat karyawan bersama Edis, mendengar pembicaraan mereka yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat mereka berada.


Banyak karyawan wanita yang menggilai pemimpin dealer LSW tempat mereka bekerja kecewa dan sakit hati, hingga mulai menjelek-jelekkan calon nyonya bos mereka.


"Jangan didengerin Ca, tar juga mereka diem sendiri. Mereka nggak sadar siapa yang lagi mereka bicarain, padahal kalo aku jadi kamu udah aku laporin mereka sama Pak Sam biar langsung dipecat!," ujar Edis ikut geram dengan mulut cadas karyawan wanita disana.


Edis juga ikut kaget mendengar berita pertunangan Cantik dengan pemilik dealer tempatnya bekerja kemarin, dalam hati sejujurnya dia bangga bisa berteman dengan wanitanya Pak Samuel Wijaya bos mereka.


"Udahlah nggak apa-apa, aku udah biasa dinyinyirin sama orang kayak mereka.." Sahut Cantik santai.


Meski dalam hati dia merasa rendah diri, tapi mau bagaimana lagi. Semua yang mereka katakan memang benar tentangnya, Cantik dulu memang hanya seorang tukang ojek hingga dia bertemu dengan Dodo dan berubah bak Cinderella jaman modern.


"Hai Ca.." Sapa salah satu karyawan wanita yang tadi duduk bergosip tentangnya didekat meja mereka. "Seneng yah kamu bisa jadi nyonya bos kami bentar lagi," sambungnya.


Cantik hanya tersenyum menanggapi ucapan karyawan wanita itu, yang kini sudah duduk didepan dia dan Edis.


"Kamu beruntung banget loh bisa dapetin Pak Sam, kamu pake jampi-jampi apa sampe Pak Sam bisa kesemsem sama kamu Ca? Aku juga mau dong.."


"Eh kalo ngomong tu pake otak, jangan pake dengkul!," sarkas Edis membela Cantik.


"Ih.. Kenapa jadi kamu yang ngegas sih Dis! Aku tuh nanya sama calon nyonya bos kita, kenapa jadi kamu yang marah-marah nggak jelas gitu!," balas karyawan wanita itu.


"Eh Ca, kamu sengaja yah make Edis buat jadi jubir dan pembela kamu yah? Aku yakin kalo kamu deketin Pak Sam biar bisa dapetin hartanya doang kan.. Secara kamu itukan cuma tukang ojek dulunya, pasti sekarang kamu lagi diatas angin karena bisa nikah sama Pak Sam," ujarnya menunjuk wajah Cantik.


Cantik membuang nafas kasar, tidak ada gunanya menanggapi perkataan wanita yang mungkin sedang patah hati karena lelaki yang dia suka akan menikah dengan orang lain.

__ADS_1


"Ih, dasar nggak tahu malu! Mau kamu aku laporin sama Pak Sam karena udah menghina tunangannya?!," sahut Edis marah.


Ingin sekali dia menampar mulut kejam karyawan wanita didepan mereka ini.


"Udah nggak usah bertengkar Dis, aku nggak apa-apa.." Ujar Cantik menengahi perdebatan keduanya. "Kamu mau ngomong apa sebenarnya? Apa aku ada masalah sama kamu?," tanyanya pada karyawan wanita itu.


"Masalah kamu karena udah berhasil dapetin hati Pak Sam yang selama ini aku kejar! Kamu nggak malu emang bersanding sama pak bos kita yang kaya, sedangkan kamu cuma tukang ojek dulunya!."


"Kenapa aku harus malu? Selama aku nggak nyuri dan ngemis, aku nggak peduli omongan nyinyir orang lain!," balas Cantik sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar semua karyawan yang ada disana.


Dia tidak boleh lemah, Cantik harus membela harga dirinya dan juga Dodo agar tidak ada lagi yang bisa merendahkan hubungan mereka berdua.


"Termasuk omongan nyinyir dari kamu dan semua yang ngomongin kami sedaritadi disini. Aku tidak perlu menjelaskan bagaimana hubungan kami kepada kalian semua, karena pasti akan ada yang terus menjelek-jelekkan kami dibelakang. Dan untuk kalian tahu aku sama sekali tidak peduli, karena sebelum bertemu dengan kamu maupun yang lain aku sudah lebih dulu berhubungan dengan bos kalian Pak Samuel Wijaya!," sambung Cantik lagi dengan lantang.


Karyawan wanita yang tadinya ingin terus menggertak Cantik langsung terdiam terduduk didepan dia dan Edis, hingga Dodo datang mendekati meja mereka yang ternyata sejak tadi mendengar perkataan calon istrinya itu.


"Beby.." Panggil Dodo merangkul pundak Cantik dengan mesra memberi kehangatan dihati wanitanya.


Dodo lalu mengarahkan pandangan keseluruh penjuru ruang istirahat karyawan, dimana hampir semua karyawan dealernya sedang berada saat ini.


"Terima kasih atas perhatian kalian untuk kami berdua, seperti kata tunangan saya tadi. Kami tidak perlu menjelaskan apa-apa pada kalian semua yang ada disini, dan jika kalian merasa tidak puas karenanya kalian bisa mengundurkan diri dari tempat ini. Masih banyak orang yang jauh lebih berkompeten mau bekerja di dealer saya, dan saya lebih bahagia menggaji orang-orang yang tidak membicarakan bosnya sendiri, yang notabene memberi gaji setiap bulannya pada kalian."


"Dan untuk kamu!," tunjuk Dodo pada karyawan wanita yang tadi menghina Cantik calon istrinya. "Silahkan temui Pak Bonar untuk mengambil gaji terakhirmu bulan ini.."


Karyawan wanita itu tersentak tidak percaya dengan keputusan Dodo yang memecatnya, semua karyawan yang ada disana seketika langsung was-was karena takut ikut dipecat oleh bos mereka.


Cantik juga ikut terkejut mendengar ucapan Dodo, namun tidak berani membantahnya. Cantik masih merasa dia tidak punya hak untuk itu.


"Ayo Beby, temani aku makan siang.." Ajak Dodo menarik lembut tangan wanitanya.


"Eh.. Aku duluan yah Dis," pamit Cantik pada Edis yang memandang kagum kegantengan Bosnya dari dekat.


Cantik pun berlalu meninggalkan ruang istirahat karyawan dealer, mengikuti langkah kaki Dodo dari belakang.


Semua pandangan mata mengikuti kedua pasangan kekasih yang sebentar lagi akan menikah, dengan tatapan iri dan lega.


Lega karena calon nyonya bos mereka tidak melaporkan mereka yang ikut bergosip tadi tentang hubungan keduanya.


"Maafin karyawan aku yah By.." Ujar Dodo setelah mereka berada diruangan kerjanya.

__ADS_1


"Kenapa jadi kamu yang minta maaf sih Do, udahlah aku nggak apa-apa. Udah biasa juga dari dulu sering digituin sama orang, tetangga kami juga banyak yang sering omongin aku dan profesi aku," jujur Cantik.


Dodo tersenyum bangga menatap Cantik dan berjanji dalam hati untuk selalu melindungi wanita yang dia cintai, dari orang-orang yang sibuk menceritakan kekurangan orang lain, tanpa sadar dengan kekurangan yang ada didiri mereka sendiri.


"Nanti setelah kita menikah, tidak akan ada yang berani menghina nyonya Wijaya lagi By. Aku akan pastikan itu.." Sahut Dodo mencium pipi tirus Cantik penuh cinta.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Untung Cantik tahan banting yah guys 🤭


Yuk dukung pasangan ini sampai sahhh 🤗


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


***********


Guys hari ini Karya author yang lain resmi liris di Platform G*ood N*v*l


Kalian bisa mampir kesana..


Japri biar Author bisa bagi link sama kalian yahh


Ini cover nya...

__ADS_1



__ADS_2