Ojek Cantik

Ojek Cantik
Sarapan Pagi


__ADS_3

"Udah siap Ca?."


"Udah, gimana?," tanya Cantik sambil mematut-matut dirinya didepan Dodo.


"Udah cantik, rapi, dan wangi.." Sahut Dodo mendekat dan merangkul pinggang tunangannya.


Plaaakkkk..


Cantik memukul tangan Dodo. "Aww.." Ringisnya. "Kok dipukul sih Ca?."


"Kamu tuh kebiasaan tahu nggak, kalo mama liat gimana?," kesal Cantik setengah berbisik.


"Biar aja, namanya juga anak muda yang lagi lope lope kayak kata adik kamu kemarin.." Ujar Dodo semakin mendekap erat tubuh Cantik mencium wangi aroma parfum baru yang dia beli khusus untuk wanitanya.


Dodo memberikan parfum tersebut sebagai hadiah untuk Cantik yang akan mulai bekerja hari ini.


"Ish, kamu tuh kalo dibilangin nggak pernah mau dengerin!."


"Abisnya kamu beda banget hari ini Beby, aku jadi nggak rela izinin kamu kerja di dealer kalo liat kamu udah cantik begini."


Cantik memang terlihat sangat berbeda pagi ini, dia memakai rok diatas lutut dengan stocking hitam dan sepatu heels berwarna senada setinggi lima centi, dan kemeja pegawai dealer yang menutup sempurna dibadan.


"Jangan aneh-aneh deh kamu, udah yuk.. Nanti telat lagi. Masa hari pertama kerja udah telat sih," ajak Cantik masih dalam dekapan Dodo.


"Cium dulu.." Bisik Dodo ditelinga Cantik yang membuat wanita itu meremang.


"Nanti, jangan sekarang!."


"Astaga.." Suara melengking Tanta Mar terdengar dari arah belakang mereka yang sontak membuat Dodo melepaskan rangkulan tangannya di pinggang Cantik.


"Eh, pagi Ma.." Sapa Dodo salah tingkah.


Tanta Mar berdecak, "Aduh Sam, Ke.. Kalian ini kalau mau mesra-mesraan, liat dulu dong lagi dimana!," ujarnya menggelengkan kepala.


"Tanya tuh sama calon mantu mama, dia yang hobi nyosor nggak liat-liat tempat!," keluh Cantik dan berlalu meninggalkan Dodo yang mati kutu di depan Tanta Mar.


Ya ampun Ca, kok gue ditinggal sih gumam Dodo dalam hati dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kamu katanya mau anterin mama juga yah Do?," tanya Tanta Mar memecah kecangguan diantara mereka.


"I.. Iya Ma, kitakan searah kesana. Jadi sekalian aja aku anterin," jawab Dodo terbata.


Tanta Mar tersenyum lembut, "Nggak usah gugup begitu Sam. Mama nggak masalah, yang penting kalian masih tahu lah batasannya gimana. Kalian kan bukan anak kecil lagi yang harus mama tegur, tapi kalo udah nggak bisa nahan mending cepet-cepet nikah sebelum kejadian hal yang nggak diinginkan yah Sam.." Terangnya panjang lebar.


Dodo mengangguk cepat, "Iya Ma. Aku juga maunya cepet, tapi Cantik masih belum mau sih.."


"Yah makanya kamu usaha dong Sam, masa harus mama yang ajarin juga.." Kekeh Tanta Mar.


"Ayo kita pergi," sela Cantik yang baru saja keluar dari dalam rumah membawa Slingbag ditangan.


"Yaudah ayo, nanti kamu telat lagi. Ingat kata-kata mama yah Sam," ujar Tanta Mar menepuk pelan pundak Dodo.

__ADS_1


Dodo mengangguk malu dan mengikuti Tanta Mar berjalan menuju mobilnya.


"Ngomongin apaan sih Do?," tanya Cantik sebelum mereka masuk kedalam mobil.


"Ada deh."


"Ish.." Gerutu Cantik.


"Kerjanya yang rajin Ke, sekalipun yang punya dealer tunangan kamu tapi tetep nggak boleh malas-malasan yah disana.." Ujar Tanta Mar setelah mobil yang dibawa Dodo melaju memecah jalan Manado yang masih pagi saja sudah macet.


"Iya Ma," jawab Cantik dari kursi depan.


"Nggak boleh mesra-mesraan juga kalo lagi dikantor! Jangan sampe karyawan yang lain bikin gosip macam-macam tentang kalian, meskipun kalian memang beneran punya hubungan."


"Iya Ma," jawab Cantik lagi melirik Dodo disampingnya.


Lelaki itu hanya berdehem dan fokus menatap jalanan di depan.


Perjalanan menuju rumah majikan Tanta Mar menghabiskan waktu sekitar sepuluh menit, sepanjang perjalanan Cantik dan mamanya berbicara banyak hal termasuk rencana Tanta Mar yang akan berhenti bekerja mulai Minggu depan.


"Mar Mama so bacirita deng Tanta Sri toh?." (Tapi mama udah ngomong kan sama Tante Sri?).


"Sudah, dia bilang tunggu sampe ada pegawai baru yang mo maso baru mama boleh brenti. Disini aja Sam." (Udah, katanya tunggu sampe ada pegawai baru yang masuk baru mama bisa berhenti kerja. Disini aja Sam..), ujar Tanta Mar meminta diturunkan sedikit jauh dari rumah majikannya.


"Kok disini Ma?."


"Sudah disini jo, mama Malo kalo mo se turung sampe dimuka pagar! Berhenti disini aja Do." (Udah disini aja, mama malu kalo turun di depan pagar rumah Tante Sri! Berhenti disini aja Do), jawab Tanta Mar yang bersiap akan turun dari mobil.


"Kalian hati-hati yah, mama kerja dulu," pesan Tanta Mar sebelum menutup pintu mobil dengan cukup keras, membuat dua pasangan yang berada di dalam mobil berjengkit kaget.


"Kamu ngomong apa tadi sama mama Do?," tanya Cantik yang masih penasaran dengan pembicaraan keduanya tadi.


Mereka kini sedang menuju dealer mobil LSW milik Dodo.


"Kita disuruh cepet nikah, mama takut jangan nanti kita kelepasan dan bikin hal yang enggak-enggak."


"Enggak-enggak gimana sih maksud kamu, ada-ada aja deh."


"Tapi benerkan yang dibilang sama mama kamu Beby, mending kita cepetan nikah daripada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan," ujar Dodo tersenyum penuh arti.


Cantik hanya mendengus dan mengalihkan pandangannya keluar jendela, bukan tidak mau tapi dia hanya merasa mereka belum cukup lama untuk mengenal satu sama lain.


Cantik ingin hubungan mereka mengalir seperti biasa namun tetap serius menjalaninya.


Dodo tidak melanjutkan pembicaraan mereka karena merasa waktunya belum pas saat ini, dia juga tidak ingin buru-buru memaksa Cantik untuk sampai ketahap sana.


"Jangan lupa Do, aku nggak mau karyawan kamu tahu tentang hubungan kita yah," ujar Cantik setelah mereka tiba dihalaman parkir dealer.


"Iya, tenang aja. Nanti kamu ketemu sama Pak Bonar Sinaga manager operasional didalam, cuma dia yang tahu tentang hubungan kita karena waktu itu hadir diacara pertunangan kita."


Cantik mengangguk, "Yaudah aku turun duluan yah."

__ADS_1


"Eh, tunggu.." Ujar Dodo menahan tangan Cantik.


"Kenapa? Ada lagi?." Dodo mengangguk. "Apa?."


"Cium.."


Cantik berdecak, "Yaudah sini.."


"Yang lama.."


"Ish, nanti aku telat Do."


"Nggak apa-apa, kan aku bosnya.. Sini," sahut Dodo menarik lengan Cantik dan mencium bibir manis wanitanya dengan lembut.


Makin lama ciuman itu terasa makin panas dan menuntut, Dodo begitu menikmati setiap jengkal yang ada dibibir Cantik yang selalu menjadi candu untuknya.


Kedua tangan kekar miliknya dia lingkarkan di leher Cantik, lalu menggigit kecil bibir kecil mungil itu dengan hati yang berdebar tidak karuan.


Cantik ikut terhanyut dalam permainan bibir serta lidah Dodo padanya, meski sudah sering berciuman panas seperti ini tapi dia masih saja kelabakan menerima serangan demi serangan yang diberikan lelaki itu padanya.


Ditengah ciuman memabukkan yang penuh gairah, Cantik refleks mendesah. Dodo tersenyum dan semakin bersemangat untuk turun ke leher wanitanya.


Satu tanda merah berhasil dia daratkan disalah satu bagian tubuh favorit Cantik, sebagai cap kepemilikan darinya.


"Selamat bekerja Beby.." Ujarnya setelah mengurai ciuman sarapan pagi mereka.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Kalo Dodo abis sarapan pagi,,


Author baru mau makan malam ini..


Hehehe


***********


Jejakmu jangan lupa kesayangan author semua..

__ADS_1


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2